Minggu, 19 Apr 2026
light_mode

Peran Penting Trio Anak Mandailing, Sebelum Soekarno Pembacakan Teks Proklamsi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 18 Agt 2013
  • print Cetak

Peranan trio anak Mandailing (Adam Malik, Pangulu Lubis, Rahmat Nasution) dalam menyiarkan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia jarang dipublikasi. Padahal berita itu sangat vital dan disiarkan satu setengah jam sebelum Soekarno membacakan teks Proklamasi di Pengangsaan Timur 56, Jakarta.

(Dikutip dari buku Madina Madani ditulis Basyral Hamidi Harahap)

Perlu dicatat peranan anak Mandailing: Adam Malik, Pangulu Lubis dan Rahmat Nasution dalam menyiarkan berita Proklamasi ke seluruh pelosok dunia. Peristiwa yang menegangkan itu terjadi satu setengah jam sebelum Bung Karno membaca teks Proklamasi di Pengangsaan Timur 56 pada tanggal 17 Agustus 1945.

Adam Malik dan kawan-kawan sejak malam sampai pagi sibuk menyebarluaskan teks dan berita Proklamasi yang sudah mereka stensil.

“Sampai pukul 08.00 saya masih sibuk di Jalan Bogor. Kemudian pindah-pindah untuk menyampaikan instruksi-instruksi misalnya ke Domei, organisasi rakyat,” kata Adam Malik kepada penulis dalam wawancara tahun 1981.

Walaupun kantor berita Antara yang didirikan Adam Malik 13 Desember 1937 diambil alih Jepang dan dijadikan sebagai Seksi Indonesia kantor berita Domei, penguasa Jepang tetap mengangkat Adam Malik sebagai pimpinannya.

Pukul 08.00 tanggal 17 Agustus 1945 suasana masih tenang di Antara. Adam Malik menelefon Pandu Kartawiguna, tetapi karena belum tiba di kantor, maka Adam Malik menginstruksikan kepada Asa Bafagih yang sudah hadir di Antara agar segera menyiarkan berita Proklamasi.

Ketika itu Pangulu Lubis tiba di Antara. Tugas rutinnya adalah memasukkan berita-berita ke dalam morse cast dan mengirimkannya ke seluruh dunia.
“Pengiriman berita itu melalui morconi pukul 08.30,” kata pangulu Lubis kepada penulis pada tahun 1981.

Beberapa kantor Domei di kota-kota penting di Pulau Jawa langsung menerima berita itu. Sugeng dan Mintarjo menerimanya di Semarang, Bung Tomo di Surabaya, AZ Palinggih di Bandung. Satu setengah jam sebelum Bung Karno membacakan naskah Proklamasi di Pengangsaan Timur 56, berita Proklamasi itu sudah tersiar ke seluruh penjuru dunia dan beberapa tempat di Tanah Air.

Penguasa Jepang ikut kalut mendengar berita itu. Mereka mencari Adam Malik dan menanyakan kepada Pangulu Lubis dimana Adam Malik dan dari mana asal berita itu. Pangulu menjawab mengelabui Jepang, bahwa berita itu berasal dari Gunseikanbu.

“Saya tidak tahu di mana Adam Malik, dia sudah lama tidak masuk,” kata Pangulu Lubis kepada petugas Jepang itu.

Jepang memaksa Pangulu Lubis untuk mengirim berita ralat secepatnya untuk membatalkan berita Proklamasi itu. Pangulu melakukannya, tetapi di balik itu dia minta Rahmat Nasution (ayah Adnan Buyung Nasution) untuk secepatnya pula menginterlokal Bandung, Semarang, Surabaya dan Yogyakarta yang isinya dua hal:

Pertama: Berita kedua adalah berita Jepang, isinya tidak benar. Kedua: Berita pertama tentang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, adalah benar.

Begitulah peranan trio ini menyiarkan berita Proklamasi ke seluruh dunia. Penguasa Jepang di Sibolga dan Natal juga sudah menerima berita itu melalui alat telekomunikasi Markoni.

Alasan Adam Malik menyiarkan berita Proklamasi sebelum dibacakan Bung Karno adalah untuk mencegah jangan sampai Proklamasi gagal. Karena pada saat itu balatentara Jepang masih berkuasa dan besar pengaruhnya kepada Bung Karno dan Bung Hatta.

Itulah sekelumit peranan tiga anak Mandailing dalam kancah perjuangan nasional, khususnya pada saat yang sangat genting berjuang agar Proklamasi tidak gagal.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemukulan Terhadap Polisi di Sipolu-polu Merupakan Sisi Kearifan Lokal

    Pemukulan Terhadap Polisi di Sipolu-polu Merupakan Sisi Kearifan Lokal

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 9Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Peristiwa penangkapan dan pemukulan oleh warga terhadap oknum polisi yang diduga berbuat mesum di Kelurahan Sipolu-polu, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) harus dilihat dari esensi kearifan lokal Mandailing. Itu dikatakan Camat Panyabungan, Hafizuddin pada acara silaturrahim Kapolres Madina, AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto dengan tokoh-tokoh masyarakat Sipolu-polu, Munggu (22/9/2013) di rumah makan Paranginan […]

  • Batang Natal dan Ulu Pungkut Juga Harus Direnegosiasi

    Batang Natal dan Ulu Pungkut Juga Harus Direnegosiasi

    • calendar_month Selasa, 9 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution menyatakan bahwa kawasan Batang Natal dan Ulu Pungkut juga perlu dimasukkan dalam daftar renegosiasi kontrak karya PT.Sorikmas Mining. Itu dikatakan Dahlan Hasan pada rapat dengar pendapat di DPRD Madina, Selasa (9/4/2013) membahas tuntutan warga Kecamatan Naga Juang yang menginginkan kawasan bukit Sambung dikeluarkan dari kontrak […]

  • Satu Desa Rata-Rata Kelola Rp 1 Miliar

    Satu Desa Rata-Rata Kelola Rp 1 Miliar

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 1Komentar

    JAKARTA – Rancangan Undang-Undang Desa akhirnya diketok menjadi undang-undang dalam rapat paripurna DPR, Rabu (18/12). Dengan ketentuan alokasi sebesar 10 persen dari dana transfer daerah APBN, tiap desa bisa mengelola anggaran hingga Rp 1 miliar setiap tahun. Jika besaran 10 persen itu mencapai Rp 104,6 triliun, kemudian dibagi sekitar 72 ribu desa, maka rata-rata bisa […]

  • Mengapa Kantor PMD Madina Terbakar

    Mengapa Kantor PMD Madina Terbakar

    • calendar_month Rabu, 12 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gedung Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mandailing Natal terbakar, Rabu (12/9/2018). Kebakaran terjadi dini hari sekira pukul 4.00 WIB. Belum diketahui secara pasti penyebab kebarakan. Namun, sejumlah netizen di media sosial bertanya-tanya : mengapa gedung itu terbakar? Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran itu. Tetapi, semua peralatan […]

  • Karikatur Jajak Pendapat di Pilkada

    Karikatur Jajak Pendapat di Pilkada

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Karikatur jajak pendapat petugas survey di desa-desa soal pilihan rakyat di Pilkada Desain : JPNN/Dahlan Batubara

  • Lebih 3,1 juta orang laksanakan ibadah haji di Makkah

    Lebih 3,1 juta orang laksanakan ibadah haji di Makkah

    • calendar_month Minggu, 28 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mekkah, Arab Saudi, (MO)- Sebanyak 3.161.573 umat muslim dari seluruh dunia melakukan ibadah haji di Makkah tahun ini, demikian dilaporkan kantor berita Saudi Jumat. Di antara semua gabungan jamaah di Makkah, 1.408.641 berasal dari Arab Saudi dan 1.752.932 berasal dari luar negeri, kata Departemen Pusat Statistik dan Informasi dalam satu pernyataan. Sebagian besar jemaah dari […]

expand_less