Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Peran Penting Trio Anak Mandailing, Sebelum Soekarno Pembacakan Teks Proklamsi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 18 Agt 2013
  • print Cetak

Peranan trio anak Mandailing (Adam Malik, Pangulu Lubis, Rahmat Nasution) dalam menyiarkan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia jarang dipublikasi. Padahal berita itu sangat vital dan disiarkan satu setengah jam sebelum Soekarno membacakan teks Proklamasi di Pengangsaan Timur 56, Jakarta.

(Dikutip dari buku Madina Madani ditulis Basyral Hamidi Harahap)

Perlu dicatat peranan anak Mandailing: Adam Malik, Pangulu Lubis dan Rahmat Nasution dalam menyiarkan berita Proklamasi ke seluruh pelosok dunia. Peristiwa yang menegangkan itu terjadi satu setengah jam sebelum Bung Karno membaca teks Proklamasi di Pengangsaan Timur 56 pada tanggal 17 Agustus 1945.

Adam Malik dan kawan-kawan sejak malam sampai pagi sibuk menyebarluaskan teks dan berita Proklamasi yang sudah mereka stensil.

“Sampai pukul 08.00 saya masih sibuk di Jalan Bogor. Kemudian pindah-pindah untuk menyampaikan instruksi-instruksi misalnya ke Domei, organisasi rakyat,” kata Adam Malik kepada penulis dalam wawancara tahun 1981.

Walaupun kantor berita Antara yang didirikan Adam Malik 13 Desember 1937 diambil alih Jepang dan dijadikan sebagai Seksi Indonesia kantor berita Domei, penguasa Jepang tetap mengangkat Adam Malik sebagai pimpinannya.

Pukul 08.00 tanggal 17 Agustus 1945 suasana masih tenang di Antara. Adam Malik menelefon Pandu Kartawiguna, tetapi karena belum tiba di kantor, maka Adam Malik menginstruksikan kepada Asa Bafagih yang sudah hadir di Antara agar segera menyiarkan berita Proklamasi.

Ketika itu Pangulu Lubis tiba di Antara. Tugas rutinnya adalah memasukkan berita-berita ke dalam morse cast dan mengirimkannya ke seluruh dunia.
“Pengiriman berita itu melalui morconi pukul 08.30,” kata pangulu Lubis kepada penulis pada tahun 1981.

Beberapa kantor Domei di kota-kota penting di Pulau Jawa langsung menerima berita itu. Sugeng dan Mintarjo menerimanya di Semarang, Bung Tomo di Surabaya, AZ Palinggih di Bandung. Satu setengah jam sebelum Bung Karno membacakan naskah Proklamasi di Pengangsaan Timur 56, berita Proklamasi itu sudah tersiar ke seluruh penjuru dunia dan beberapa tempat di Tanah Air.

Penguasa Jepang ikut kalut mendengar berita itu. Mereka mencari Adam Malik dan menanyakan kepada Pangulu Lubis dimana Adam Malik dan dari mana asal berita itu. Pangulu menjawab mengelabui Jepang, bahwa berita itu berasal dari Gunseikanbu.

“Saya tidak tahu di mana Adam Malik, dia sudah lama tidak masuk,” kata Pangulu Lubis kepada petugas Jepang itu.

Jepang memaksa Pangulu Lubis untuk mengirim berita ralat secepatnya untuk membatalkan berita Proklamasi itu. Pangulu melakukannya, tetapi di balik itu dia minta Rahmat Nasution (ayah Adnan Buyung Nasution) untuk secepatnya pula menginterlokal Bandung, Semarang, Surabaya dan Yogyakarta yang isinya dua hal:

Pertama: Berita kedua adalah berita Jepang, isinya tidak benar. Kedua: Berita pertama tentang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, adalah benar.

Begitulah peranan trio ini menyiarkan berita Proklamasi ke seluruh dunia. Penguasa Jepang di Sibolga dan Natal juga sudah menerima berita itu melalui alat telekomunikasi Markoni.

Alasan Adam Malik menyiarkan berita Proklamasi sebelum dibacakan Bung Karno adalah untuk mencegah jangan sampai Proklamasi gagal. Karena pada saat itu balatentara Jepang masih berkuasa dan besar pengaruhnya kepada Bung Karno dan Bung Hatta.

Itulah sekelumit peranan tiga anak Mandailing dalam kancah perjuangan nasional, khususnya pada saat yang sangat genting berjuang agar Proklamasi tidak gagal.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madina Harus Seriusi Sektor Pendidikan Agama

    Madina Harus Seriusi Sektor Pendidikan Agama

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) harus mendorong semakin berkembangnya pondok pesantren dan MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah), pendidikan keagamaan dan kejuruan terkait dalam upaya lebih membumikan religiusitas dalam sendi-sendi kehidupan di Madina. Itu dikatakan Sekretaris DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Madina, Irwansyah Lubis SH yang juga anggota DPRD Madina, Kamis (2/1/2014. PPP sendiri […]

  • Menimbun Nyawa di Lubang Ketinggian, Meracuni Air di Sepanjang Aliran

    Menimbun Nyawa di Lubang Ketinggian, Meracuni Air di Sepanjang Aliran

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Moechtar Nasution Penggiat GEREP INSTITUTE (Pusat Kajian Madina)     Ada yang berubah di Mandailing Natal beberapa tahun terakhir ini. Rasa bangga yang dulu ada mendadak luruh. Berganti perih, mencekam, dan menyesakkan dada bagi siapa pun yang melihatnya langsung. Di bawah langit Sumatra yang kaya raya ini, sebuah ironi lingkungan sedang dipertontonkan secara […]

  • Progres Pematangan Lahan Bandara Madina 86 Persen

    Progres Pematangan Lahan Bandara Madina 86 Persen

    • calendar_month Selasa, 23 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MALINTANG (Mandailing Online) – Pematangan lahan  bandar udara (bandara) Madina sudah mecapai 86 persen. Pematangan lahan dan gali uruk itu merupakan kegiatan konstruksi tahap 1 pembangunan badara yang terletak di Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut). Konstruksi tahap 1 ini berupa konstruksi lahan untuk runway sepanjang 1400 meter, lahan untuk pendirian terminal […]

  • AKBP Mindo Otak Pembunuhan Istrinya

    AKBP Mindo Otak Pembunuhan Istrinya

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Diduga Akibat Selingkuh, Ikut Menggorok BATAM- Mabes Polri resmi menetapkan AKBP Mindo Tampubolon sebagai tersangka kasus pembunuhan istrinya, Putri Mega Umboh. Dia juga otak utama tewasnya putri mantan Kapoltabes Pekanbaru Kombes James Umboh, Jumat (24/7) lalu. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Mindo langsung dijebloskan ke penjara Rutan Bareskrim Mabes Polri. Informasi yang dihimpun koran ini, selain […]

  • Pj Bupati Madina Gelar Pertandingan Futsal

    Pj Bupati Madina Gelar Pertandingan Futsal

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN, Dalam upaya mempererat hubungan silaturahmi serta menghilangan kejenuhan karena rutinitas keseharaian dalam menjalan tugas, wartawan yang tergabung dalam Asosiasi Wartawan Independent Kabupaten Mandailing Natal, Kamis (18/11) menggelar pertadingan Futsal yang akan berhadapan dengan Clup Futtsall SKPD Kab. Madina. Bupati Madina Ir Aspan Sopian Batubara,MM mengatakan kepada Wartawan, pertandingan persahabatan yang digelar adalah pertandingan persahabatan […]

  • Kepala Desa Gunungtua Jae Resmi Diberhentikan

    Kepala Desa Gunungtua Jae Resmi Diberhentikan

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mardansyah Rangkuti resmi diberhentikan dari jabatan kepala desa Gunungtua Jae, Panyabungan. Pemberhentian Mardan itu sekaligus pengangkatan Ikhsan, S.Pd sebagai Pejabat Kepala Desa. Serah terima jabatan berlangsung di Kantor Camat Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Minggu (14/6/2020) disaksikan Camat Panyabungan, Idris Batubara serta Danramil 13, AK Harahap dan Kapolsek Panyabungan, Andi Gustawi Lubis. Pemberhentian […]

expand_less