Sabtu, 18 Apr 2026
light_mode

Sungai Meluap, Ratusan Rumah Terendam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 23 Sep 2012
  • print Cetak

SUMUT, (MO)- Ratusan rumah terendam dan jembatan ambruk akibat banjir yang melanda sejumlah daerah di Sumut, Sabtu (22/9). Di Tebingtinggi, 120 rumah di dua kelurahan, tepatnya Kelurahan Bandar Utama dan Kelurahan Badak Bejuang, Kota Tebingtinggi, terendam banjir kiriman Sungai Padang.
MAIN AIR: Anak-anak Lingkungan I, Kelurahan Bandar Utama, Tebingtinggi bermain air, kemarin.//sopian/sumut pos

MAIN AIR: Anak-anak di Lingkungan I, Kelurahan Bandar Utama, Tebingtinggi bermain air, kemarin.//sopian/sumut pos

Sedangkan di Siantar, akibat meluapnya Sungai Bah Kapul, Jumat (21/9) malam, lima rumah terendam dengan ketinggian air satu meter. Bahkan, jembatan di Perumahan BTN, Kelurahan Bah Kapul, ambruk diterjang air.
Di Huta Sidodadi, Nagori Dolok Hataran, Kecamatan Siantar, 10 rumah juga terendam banjir, Jumat (21/9) pukul 22.00 WIB, warga pun mengungsi.

Menurut Tiarno (47) warga Huta Sidodadi, mengatakan, kajadian banjir dikampung itu terjadi sudah tiga kali. Pertama Desember 2011, kemudian Juni 2012 dan terakhir Jumat malam kemarin. Banjir yang terjadi pada Desember dan Juni itu diakibatkan tembok sungai jebol sehingga debit air yang mengalir di aliran Sungai Bah Lian meluap. Namun banjir kali ini, dipastikan karena buangan air dari Sungai Andarasi dialirkan melalui Bah Lian.
“Banjir ini terjadi karena Bah Lian tak mampu menampung debit air yang dialirkan dari Sungai Andarasi,” katanya.

Tak berapa lama, sewaktu warga masih sibuk membersihkan sisa-sisa banjir, Camat Siantar Sabmenta JK Pasaribu dan beberapa personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simalungun tiba di lokasi guna meninjau kondisi warga yang terkena banjir.

Pangulu Dolok Hataran Suardi menyebutkan, tadi malam sesampainya di jembatan besar Nagori Dolok Hataran, Suardi mengaku melihat ketinggitan air hampir mencapai lantai jembatan. Melihat kondisi tersebut ia langsung menuju lokasi Huta Sidodadi guna mencek situasi air disana.

Ternyata benar, malam itu sekitar pukul 00.30 WIB warga terlihat sudah panik karena rumahnya terendam banjir. Kejadian berlangsung hingga dini hari sekira pukul 03.00 WIB, dan terlihat mulai surut ketika jelang azan Subuh.(mag-3/ral/mag-4/smg.sumutpos)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kota Panyabungan Sarang Sampah dan Bau Busuk

    Kota Panyabungan Sarang Sampah dan Bau Busuk

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bendungan Aek Mata yang melintasi inti kota Panyabungan kondisinya sangat kotor akibat sampah menumpuk mengakibatkan wajah ibu kota Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ini rusak dan terkesan tidak terurus. Sampah yang menumpuk di bendungan ini akibat warga kota Panyabungan belum siap secara mental dan cultural menjaga keindahan kota serta parahnya manajemen pengelolaan […]

  • JAMPI Nilai Aktifitas PETI dekat Polsek Batang Natal Rusak Marwah Polisi

    JAMPI Nilai Aktifitas PETI dekat Polsek Batang Natal Rusak Marwah Polisi

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    BATANG NATAL ( Mandailing Online ): Aktifitas tambang emas ilegal atau lebih kren kata penambang istilah PETI ( pertambanan emas tanpa izin) diwilayah Hukum Polsek Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal terus beraktifitas disejumlah titik. Dari keterangan warga sedikitnya ada 36 alat berat jenis excavator yang beroperasi melakukan penambangan terbuka di kawasan Kecamatan Batang Natal. 36 […]

  • Seri HUT Madina : Mandailing Melahirkan Banyak Ulama Kharismatik (3)

    Seri HUT Madina : Mandailing Melahirkan Banyak Ulama Kharismatik (3)

    • calendar_month Jumat, 10 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : BASYRAL HAMIDI HARAHAP (In Memorial) Sejarahwan Mandailing Syekh Abdul Manan Siregar lahir di Sipirok pada tahun 1894 dan wafat pada tahun 1989 di Padangsidimpuan. Pada usia mudanya ia bercita-cita menjadi ulama. Ia pun meningkalkan desanya, Sipirok, berjalan kaki selama berhari-hari menempuh jarak hampir 300 kilometer menuju Basilam di Tanjungpura. Untuk belajar agama pada […]

  • Pemkab Madina Tetap Komit Dukung Swasembada Pangan Nasional

    Pemkab Madina Tetap Komit Dukung Swasembada Pangan Nasional

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut menyatakan komitmennya untuk mendukung program swasembada pangan nasional. Pemkab Madina juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam berbagai upaya mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di wilayah Sumatera Utara (Sumut). Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, mengungkapkan bahwa peningkatan hasil panen petani […]

  • Atika Minta Polisi Hentikan Tambang Ilegal di Sungai Batang Gadis, Kotanopan

    Atika Minta Polisi Hentikan Tambang Ilegal di Sungai Batang Gadis, Kotanopan

    • calendar_month Sabtu, 4 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution menemui Kapolres membicarakan upaya penghentian tambang ilegal di pinggiran Sungai Batang Gadis kawasan Kotanopan. Atika menyatakan, dia dan bupati Madina, Ja’far Sukhairi Nasution tidak akan tinggal diam terhadap aktivitas ilegal itu. Persoalan alat berat di DAS Batang Gadis, Kecamatan Kotanopan tidak luput dari perhatian […]

  • Polisi Gerebek Gudang Pengoplosan Pupuk Bersubsidi di Simalungun

    Polisi Gerebek Gudang Pengoplosan Pupuk Bersubsidi di Simalungun

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Kepolisian Daerah (Polda) Sumut menggerebek sebuah gudang pengoplosan pupuk subsidi,di Desa Nagujur Huta Bayu, Kabupaten Simalungun, Selasa 16 Agustus 2011 dini hari. Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan tiga orang yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka.Ketiga tersangka yakni, Rahmadani dan Isnandar Mawi, keduanya sebagai pekerja, serta Doni Sibarani selaku sopir truk. Sedangkan, pemilik gudang, diketahui bernama […]

expand_less