Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Kaum Ibu di Desa Hutapuli Nyatakan Saroha dengan Atika

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
  • print Cetak

SIABU (Mandailing Online) – Sejumlah ibu-ibu di Desa Hutapuli, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengaku sepakat memilih perempuan pada pemilihan bupati dan wakil bupati kabupaten ini. Bagi mereka, perempuan lebih peka dan mengerti keadaan kaum hawa.

Hotmaida Hasibuan, salah satu warga Desa Hutapuli, yang diwawancarai seputar pilihan pada Pilkada ini mengaku akan memilih Atika Azmi Utammi Nasution. “Saya pasti pilih perempuan,” katanya, Rabu (9/10/2024).

Dia mengatakan lebih mudah mengadu dan bercerita kepada sesama perempuan dibandingkan laki-laki. “Saroha ilala dabo pala tu adaboru mangadu,” sebutnya.

Kalimat itu bila diterjemahkan ke bahasa Indonesia bermakna, lebih leluasa mengadu kepada perempuan. Tidak ada sekat dan rasa sungkan.

Pendapat Hotmaida itu diamini ibu-ibu lain yang turut hadir di lokasi. Mereka sependapat bahwa perempuan lebih mengerti kebutuhan masyarakat, terutama kaum ibu.

Siti Robiah Hasibuan, warga lain, mengaku juga akan memilih Atika Azmi Utammi pada Pilkada ini. Baginya, mendukung dan memilih perempuan adalah hal yang tak bisa ditawar-tawar. “Anggo adong do adaboru i do ipili. Inda na lain,” tegasnya.

Penegasan tetsebut bermakna kalau ada calon perempuan pasti saya pilih. Bukan yang lain.

Siti Robiah yang membuka warung sebagai upaya mencari nafkah ini mengatakan tidak masalah apabila tim pemenangan paslon Saipullah-Atika (SAHATA) menempel atau memajang alat peraga kampanye di warung miliknya. “Jop roangku i (aku pasti senang),” tuturnya.

Ketika disampaikan bahwa Atika bukan calon bupati, para ibu ini tidak terpengaruh. Bagi mereka, memilih perempuan seperti sebuah keharusan. “Pak Saipullah i, naro mangaji tu Hutaraja natuarii dei, kan? Anggo ido pasanganna sahata mei,” kata salah satu di antara mereka memastikan.

Pak Saipullah itu yang kemarin datang ke pangajian di Desa Hutaraja, kan? Kalau itu pasangannya, kami pun sepakat. Demikian terjemahan kalimat tersebut.

Hotmaida langsung membuktikan ucapannya. Setelah Atika menyerahkan santunan kepada anak yatim di desa itu, Hotmaida mendekat dan menyampaikan keluhan kesulitan air bersih di desanya kepada wakil bupati Madina yang sedang cuti kampanye itu. Terlihat tidak ada rasa ragu dan sungkan.

Untuk diketahui, Atika Azmi Utammi satu-satunya calon perempuan. Dia berpasangan dengan mantan birokrat yang malang melintang di Bea Cukai Saipullah Nasution. (dahlan batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rp 500 Miliar Dikucurkan untuk Jalan Nasional Sibolga-Tapteng

    Rp 500 Miliar Dikucurkan untuk Jalan Nasional Sibolga-Tapteng

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Sibolga – Mulai tahun 2014, Pemerintah Pusat mengalokasikan dana Rp 500 miliar lebih untuk perbaikan seluruh ruas jalan Nasional yang rusak di wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Menurut Kepala Satker PPK 12 Sibolga Cs Siduhuaro Dachi, dana itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) murni sebesar Rp 70 miliar, juga […]

  • Ketua TP PKK Madina Tinjau Pelaksanaan BIAN di MTsN 2 Panyabungan

    Ketua TP PKK Madina Tinjau Pelaksanaan BIAN di MTsN 2 Panyabungan

    • calendar_month Rabu, 21 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua TP PKK Mandailing Natal (Madina) melakukan peninjauan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Madrasah Tsanawiyah Islamiah Negeri (MTsN), Panyabungan, Rabu (21/9/2022). Peninjauan tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan Madina dr. Syarifuddin. Syarifuddin mengatakan imunisasi yang diberikan adalah Vaksin MR atau Campak rubella dengan sasaran anak mulai usia 9 bulan sampai […]

  • Inilah 28 Pucuk Senjata Rakitan Yang Diserahkan Warga

    Inilah 28 Pucuk Senjata Rakitan Yang Diserahkan Warga

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Wakapolres Mandailing Natal Komisaris Polisi Haryatmoko didampingi Kasat Reskrim AKP S Siregar menunjukkan barang bukti 28 senjata rakitan dan 12 peluru timah, yang diserahkan masyarakat Desa Huta Tua, Kecamatan Panyabungan Timur kepada polisi, Selasa (20/09/2011) sore. (Beritasumut.com/MS Putra) Sumber : beritasumut.com

  • Kembangkan Pariwisata, Politeknik Pariwisata Medan – Pemkab Madina Teken Kerjasama

    Kembangkan Pariwisata, Politeknik Pariwisata Medan – Pemkab Madina Teken Kerjasama

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Politeknik Pariwisata Medan dan Pemkab Madina menandatangani nota kesepahaman kerjasama meningkatkan sektor pariwisata di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Ruang lingkup kerjasama tertuang dalam empat poin, yakni pengembangan SDM di bidang kepariwisataan, pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan maupun teknologi tepat guna yang berkaitan dengan kepariwisataan, penguatan manajemen pemerintahan di bidang kepariwisataan, dan […]

  • Ditanya soal Kemungkinan Jadi Wakapolri, Ini Jawaban Komjen Buwas

    Ditanya soal Kemungkinan Jadi Wakapolri, Ini Jawaban Komjen Buwas

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Wakapolri Komjen (Pol) Badrodin Haiti tak lama lagi akan segera naik jabatan jadi Kapolri. Kini, pertanyaan selanjutnya adalah siapa yang bakal menggantikan posisi Badrodin sebagai Wakapolri. Sejumlah nama jenderal bintang tiga santer disebut-sebut. Salah satunya adalah Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso. Namun, Buwas -sapaan Budi Waseso- justru mengaku saat ini masih fokus […]

  • Gubsu dan 10 Bupati-Walikota Segera Bersikap Soal Inalum

    Gubsu dan 10 Bupati-Walikota Segera Bersikap Soal Inalum

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Negosiasi pengambilalihan PT Inalum antara pemerintah pusat melalui tim negosiasi dengan pihak Jepang, akan berakhir 31 Oktober 2013. Namun sejauh ini, Provinsi Sumut bersama 10 kabupaten/kota yang ikut dalam keanggotaan tim, tidak pernah dilibatkan dalam pembicaraan oleh pemerintah pusat. Merasa tidak adil dengan perlakuan tersebut, Gubernur Sumut dan 10 bupati/walikota sekawasan […]

expand_less