Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Eman, Bantu Siapa Saja yang Ingin Mengenal Islam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 25 Nov 2013
  • print Cetak

Eman lahir di Italia, namun ia besar dan tumbuh di Australia. Secara tradisi, ia penganut Katolik. “Ini yang saya pertanyakan. Mengapa saya harus memeluk Katolik, dan keluarga saya mengatakan, semua orang Italia menganut Katolik,” kenang dia seperti dilansir onislam.net, Jumat (23/11).

Dalam pemahaman Eman, apakah harus mengikuti orang tua padahal itu adalah urusan agama. Pada akhirnya, Eman punya cara untuk menerima itu meski memang tidak memuaskannya. “Atas khendak Allah, saya bertemu dengan seorang Muslim, ini merupakan interaksi pertamaku dengan umat Islam,” kata dia.

Melalui interaksi itu, potongan-potongan jawaban tentang apa yang ia tanyakan mulai muncul. Hal itu semakin konkret ketika ia membaca Alquran. “Saya mulai membaca itu. Saya juga baca literatur tentang shalat, dan akhirnya berdoa lima kali sehari,” kata dia.

Suatu hari, ibunya menemukan Alquran di kamarnya. Ini yang membuatnya menjadi sasaran kemarahan keluarganya. Ibunya begitu terpukul. “Ibuku mengancam, kalau saya menjadi Muslim, saya tidak diakui keluarga,” ucapnya.

Tapi Eman tak gentar. Ia tetap melanjurkan apa yang ia pilih. “Saya sungguh-sungguh menjalani kehidupan Islam,” ucapnya.

Eman pun akhirnya mengucapkan dua kalimat syahadat. Saat itu juga, ia kenakan jilbab. “Memang tidak mudah, karena saya harus menyelesaikan masalah dengan keluarga dan merintis jalan mendapat ridha Allah. Intinya saya tidak peduli dengan komentar orang lain,” kata dia.

Selanjutnya, ia mulai menghubungi keluarganya. Ini dilakukannya dengan harapan ada kemudahan datang dari Allah atas niat baiknya ini. Benar saja, ibunya mulai menerima identitas barunya. Namun, cobaan kembali datang. Keuangan Eman memburuk. Sementara, ia harus memenuhi kebutuhan anak-anaknya.

“Saya berusaha untuk tidak mengkhianati komitmen. Saya selalu berterima kasih kepada Allah SWT untuk itu,” kata dia.

Kini, dia tak sendiri. Banyak orang di sekitarnya memeluk Islam. Ini menjadi pelipur lara baginya. “Saya berterima kasih kepada Allah. Begitu luar biasa membantu orang lain menuju Muslim. Insya Allah, saya akan coba membantu siapa saja yang ingin mengenal Islam,” kata dia. (rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gaji Honorer Pertamanan Belum Dibayar Rp1,6 Miliar

    Gaji Honorer Pertamanan Belum Dibayar Rp1,6 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Fantastis! Ungkapan ini tampaknya tepat terkait jumlah gaji pegawai honor Dinas Pertamanan Pemko Medan yang belum dibayar. Mau tahu jumlahnya? Rp1.617.000.000. Dari mana angka sebesar itu? Berikut penjelasannya. Informasi yang diperoleh di Medan, Jumat (27/05/2011), pada Tahun 2010, Dinas Pertamanan menerima sebanyak 60 honorer sesuai SK Walikota Medan No 840/301 K Tanggal 12 Februari […]

  • Monopoli Ditengarai Penyebab Lanti 2 Roko Pasar Kotanopan Jadi Tempat Mesum

    Monopoli Ditengarai Penyebab Lanti 2 Roko Pasar Kotanopan Jadi Tempat Mesum

    • calendar_month Rabu, 13 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) : Perubahan lantai 2 ruko pasar Kotanopan menjadi lokasi mesum, ditengarai akibat tidak beresnya manajemen pasar. Monopoli kepemilikan toko ditengarai menjadi salah satu penyebab unit-unit toko di lantia 2 tak dipakai untuk berjualan. Sejumlah warga mengatakan bahwa unit-unit toko di lantai 2 diduga dibeli atau disewa pedagang yang berjualan di lantai bawah, […]

  • FILM “BIOLA NAMABUGANG”  KEMBALI MENJADI OBJEK PENELITIAN

    FILM “BIOLA NAMABUGANG” KEMBALI MENJADI OBJEK PENELITIAN

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Popularitas film daerah berbudaya Mandailing, “Biola Namabugang”, belum juga memudar sejak dirilis akhir tahun 2011 lalu. Film yang menceritakan tokoh Kareen yang diperankan oleh Aulia Sani tersebut baru-baru ini kembali menjadi penelitian tesis S2 di salah satu universitas di Medan. Boru Ritonga, mahasiswa itu, menyebut tertarik pada film produksi Tympanum Novem […]

  • Mengapa Kantor PMD Madina Terbakar

    Mengapa Kantor PMD Madina Terbakar

    • calendar_month Rabu, 12 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gedung Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mandailing Natal terbakar, Rabu (12/9/2018). Kebakaran terjadi dini hari sekira pukul 4.00 WIB. Belum diketahui secara pasti penyebab kebarakan. Namun, sejumlah netizen di media sosial bertanya-tanya : mengapa gedung itu terbakar? Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran itu. Tetapi, semua peralatan […]

  • Menunggu Janji yang Tak Pasti

    Menunggu Janji yang Tak Pasti

    • calendar_month Senin, 26 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Susi Ummu Ameera Pegiat literasi, tinggal di Medan Pemimpin itu adalah pengayom bagi rakyatnya, dalam dirinya ada kepercayaan dan kebanggaan rakyat yang harus dijaga. Pemimpin itu dihargai dan dihormati, bukan untuk dibuly apalagi dicaci-maki. Sontak terkejut saat melihat trending topik di berbagai media masa, tagar Presiden terburuk sepanjang sejarah, (Rabu 21/7). Netizen ramai-ramai membahas […]

  • Pramono Anung: PP No 99 Tahun 2012 tak perlu direvisi

    Pramono Anung: PP No 99 Tahun 2012 tak perlu direvisi

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Jakarta, – Napi di Lapas Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, menuntut agar PP Nomor 99 Tahun 2012 ditinjau ulang. Sebab, PP tersebut dinilai telah mengebiri hak mereka. Dalam PP tersebut, napi narkoba, terorisme dan korupsi tidak akan mendapat remisi. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Pramono Anung menilai, PP tersebut tidak perlu dilakukan revisi. Sebab, […]

expand_less