Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Aktivis Pacaran Beralih Menjadi Aktivis Dakwah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 13 Sep 2021
  • print Cetak

Oleh: Ummu Taqiyya
Aktivis Dakwah, Mompreneur

Berbagi kisah nyata.

Aku pernah merasa ujub dikagumi dan didekati banyak lelaki. Sambil bercermin merasa diri ini begitu cantik. Dekat dengan banyak lelaki dan bahkan menjalin hubungan sebelum nikah, menganggap pacaran itu keren, gaul, laris manis. Padahal nyatanya begitu hina. Astaghfirullah

Sampai saat ini aku sangat bersyukur, Allah lembutkan hati ini setelah membaca buku ustad Felix yang berjudul “Udah Putusin Aja”, dijelaskan juga fakta-fakta betapa ruginya pacaran, bukan hanya di dunia namun juga di akhirat.

Setan gak bakalan diam dong, seakan berbisik,

“nanti kamu gak dapat jodoh lho” ,

“eh kasihan lho dia”,

“Ntar kamu nyesal”,

“Dia anak orang hebat lho, ayahnya profesor, keluarga terpandang”

Tapi mengingat kembali bahwa aku manusia yang bakalan mati. Nanti kalau aku masih pacaran, tiba-tiba Allah cabut nyawaku bagaimana?

Aku takut!
Banyak yang aku takutkan, terutama aku takut di azab sama Allah, Sang Penciptaku.

Akhirnya bertekad kuat untuk benar-benar berhijrah, meninggalkan semua kemaksiatan dan bersegera menuju ketaatan.

Bisa diibaratkan “aktivis pacaran hijrah menjadi aktivis dakwah”.

Aku bahkan tak peduli lagi kapan dan siapa jodohku yang datang nanti.

Namun siapa sangka?
Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hambaNya. Jodoh yang pas di waktu yang tepat. Aku pun menikah di jalan dakwah.

Aku telah merasakan titik balik kehidupanku. Di saat aku bermaksiat, hidupku sengsara, hatiku hampa gundah gulana.

Namun, setelah aku memutuskan untuk taat pada Allah, justru kebahagiaan dan keberkahan hidup selalu Allah berikan. Alhamdulillah ‘alaa kulli hal.

Buat semua pembaca yang telah membaca tulisan ini, ingatlah bahwa surga telah menanti kita. Kenikmatan yang kekal akan kita dapatkan di sana. Bersabarlah dalam ketaatan, dan jangan ragu untuk meninggalkan kemaksiatan. Sebab waktu kita kian mendekat pada kematian.

Masih punya pacar, TTM-an, HTS-an, abang-adek, atau apapun istilahnya itu tetaplah mendekati zina. Yakinlah akan tiba waktunya jodoh terbaik kan menghampirimu. Katakan padanya bahwa kamu ingin mengakhiri hubungan itu karena kamu ingin menguatkan hubunganmu dengan Allah. Jika dia pun ikut bertaubat, insyaAllah dia akan menjemputmu dengan cara yang Allah ridhoi yaitu menikahimu dan itulah bukti bahwa dia benar-benar mencintaimu karena Allah.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pj Bupati Madina Tepungtawari Calhaj Dinas Pendidikan

    Pj Bupati Madina Tepungtawari Calhaj Dinas Pendidikan

    • calendar_month Senin, 4 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pj Bupati Mandailing Natal (Madina) Ir Aspan Sofian Batubara MM menepungtawari pegawai Dinas Pendidikan yang akan berangkat menunaikan ibadah haji di di Gedung Serba Guna Parabungan, Kecamatan Panyabungan, Ahad (03/10/2010). Kepala Dinas Pendidikan Madina Drs Musaddad Daulay MM dalam sambutannya mengatakan, tepung tawar bagi pegawai Dinas Pendidikan dan guru-guru yang berangkat menunaikan ibadah haji […]

  • Provinsi Sumatera Tenggara dibentuk?

    Provinsi Sumatera Tenggara dibentuk?

    • calendar_month Senin, 24 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Bupati Padang Lawas Utara, Bahrum Harahap mengusulkan segera dibentuk panitia pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara di lima daerah, berikut panitia di tingkat Provinsi Sumatera Utara. Ia juga berharap kelima daerah menyiapkan dana dalam jumlah yang cukup untuk menyokong gerakan pembentukan provinsi baru tersebut. “Kami sendiri di Padang Lawas Utara sudah menganggarkan Rp1,5 miliar,” ujarnya, […]

  • Ekonomi Dunia Masih Pengaruhi Harga Karet Alam

    Ekonomi Dunia Masih Pengaruhi Harga Karet Alam

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SUMUT (Mandailing Online) – Harga karet di pasar ekspor terus melemah dalam dua bulan terakhir. Ini terjadi akibat perlambatan ekonomi dunia yang mengakibatkan permintaan karet ikut berkurang. Sehingga, pabrikan juga mengikuti perkembangan pasar dengan menurunkan harga beli dan harga jual. Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatra Utara Edy Irwansyah menggambarkan, pada akhir Mei lalu […]

  • Mulai Surut

    Mulai Surut

    • calendar_month Minggu, 4 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Banjir yang melanda desa di Kab. Mandailing Natal, Sumatra Utara, hingga Ahad (4/11), terlihat sudah mulai surut. Banjir menerjang lima desa saat hujan deras turun mengguyur pada Sabtu (3/11) tengah malam. Kelima desa itu yaitu Gunung Manaon, Pagaran Tonga, Saba Jambu, dan Gunung Tua, Hutagodang Muda Kec. Siabu. Ketinggian banjir mencapai lutut orang dewasa. Tak […]

  • Kecewa Kondisi Jalan, Warga Bertanam dan Beternak Di Badan Jalan

    Kecewa Kondisi Jalan, Warga Bertanam dan Beternak Di Badan Jalan

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    Gambar aksi warga Panyabungan Barat di badan jalan LONGAT (Mandailing Online) – Warga Kecamatan Panyabungan Barat, Mandailing Natal (Madina) menanam pohon pisang, padi dan beternak bebek di badan jalan raya menuju kecamatan tersebut, Selasa (19/11/2013). Aksi itu mereka lakukan akibat rasa kecewa terhadap kondisi jalan yang hancur sepanjang sekira 6 kilo keter dari titik Desa […]

  • Kasus Cikeusik, bukti intelejen lemah

    Kasus Cikeusik, bukti intelejen lemah

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Minggu (6/2) kemarin bentrokan warga masyarakat dengan jemaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang menjadi peristiwa berdarah. Pasalnya, peristiwa itu menewaskan 3 orang, merusak sejumlah mobil dan rumah. Kejadian itu menjadi perhatian. Menkopolhukam, Kapolri, Menteri Agama dan Kejaksaan Agung menggelar rapat mendadak menyikapi kondisi yang terjadi. Wakil Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanudin, menilai kasus […]

expand_less