Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode

FPI Minta Walikota Larang Ahmadiyah Beraktifitas di Medan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
  • print Cetak


Medan,

Front Pembela Islam (FPI) Sumatera Utara meminta Walikota Medan melarang Ahmadiyah melakukan aktifitasnya di Kota Medan, dengan mengeluarkan surat keputusan seperti yang telah dilakukan oleh daerah lain.

“Kami meminta agar Pemko Medan melarang aktifitas Ahmadiyah dengan membuat suatu keputusan seperti yang telah dilakukan oleh daerah lain yaitu Jawa Timur dan daerah lainnya,” pinta Sekretaris FPI Sumut M Iqbal AW pada saat melakukan audiensi dengan Walikota Medan Rahudman Harahap di Rumah Dinas Walikota Medan, Jalan Sudirman, Medan, Kamis (10/03/2011).

Dikatakannya, pembubaran Ahmadiyah karena mereka sudah menyimpang dari ajaran agama Islam. Mereka mengaku Islam tapi dalam ajarannya mereka mengakui setelah Nabi Muhammad ada lagi nabi lagi yaitu Mirza Ghulam Ahmad. Kemudian setelah kitab suci Al-Qur’an mereka juga punya kitab Tazkiroh.

Menurutnya, banyak lagi hal lain yang menyimpang didalam Ahmadiyah. Untuk itulah ajaran Ahmadiyah tidak bisa dibiarkan, karena ini menyesatkan dan dampaknya sangat berbahaya bagi akidah umat Islam.

Selain itu, dia juga menginginkan agar Pemerintah Kota Medan dalam melaksanakan penertiban babi melibatkan FPI.

“Kami minta agar Pak Wali melibatkan FPI didalam melakukan eksiskusi penertiban hewan berkaki empat,” harap Iqbal.

Sementara Walikota Medan Rahudman Harahap mengatakan, eksekusi penertiban hewan kaki empat saat ini sedang berlangsung. Namun untuk melibatkan masyarakat dalam penertiban tidak bisa dilakukan karena ini merupakan wewenang pemerintah serta dinas terkait. Dia juga menilai bukan masalah penertibannya, tapi memang wilayah Kota Medan tidak boleh beternak hewan berkaki empat.

Mengenai keberadaan Ahmadiayah di Kota Medan, sedang dilakukan pembahasan. Saat ini sedang dilakukan pembahasan mengenai Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri, selain itu juga membahas berbagai keputusan, baik yang dikeluarkan oleh Provinsi maupun Kabupaten/Kota di Indonesia.

“Hari ini Majelis Ulama Indonesia Kota Medan mengadakan muzakaroh untuk membahas tentang SKB Tiga Menteri, juga membahas berbagai keputusan yang dikeluarakan Provinsi dan Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia dan Pemko Medan menyikapinya dan ini dimulai dengan muzakaroh, agar nantinya semua keputasan yang diambil didukung oleh masyarakat terutama ormas Islam,” ujar Rahudman. (BS-024)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengelolaan keuangan BLUD disosialisasikan

    Pengelolaan keuangan BLUD disosialisasikan

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Dalam upaya membantu rumah sakit guna meningkatkan pengelolaan keuangannya, terutama dalam percepatan penyusunan laporan keuangan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Sumut, mengggelar sosialisasi sistem informasi (SIA) Badan layanan umum Daerah (BLUD) rumah sakit se -Sumut di Medan, kemarin. Acara yang dibuka Plt Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera […]

  • Buka Muscab, Atika Harap Pramuka Madina Lebih Sinergis

    Buka Muscab, Atika Harap Pramuka Madina Lebih Sinergis

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Musyawarah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Kwarcab Mandailing Natal (Madina) dilaksanakan di aula Hotel Madina Sejahtera, Panyabungan, Rabu (29/9/2021). Muscab dibuka Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution. Dalam pidatonya, Atika mengharapkan Muscab tersebut selain sebagai wadah pergantian kepengurusan, juga harus menjadi kesempatan yang baik untuk melakukan evaluasi program Kwarcab Pramuka Madina. […]

  • Polres Madina titip 9 pengeroyok ke Poldasu

    Polres Madina titip 9 pengeroyok ke Poldasu

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Kepolisian Resort Mandailing Natal (Polres Madina) mengirimkan Sembilan orang tersangka pengeroyokan yang menewaskan Ade (40) warga Desa Maga Lombang Kecamatan Lembah Sorik Marapi untuk dititipkan ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu), kemarin. Kapolres Madina AKBP Bony Johanes Sirait Sik melalui Kasat Reskrim AKP Wira Prayatna, membenarkan sembilan orang dari sebelas tersangka pengeroyokan yang […]

  • Jaminan Pasaran Ubi Kayu

    Jaminan Pasaran Ubi Kayu

    • calendar_month Kamis, 4 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Meski upaya perluasan lahan ubi kayu mentok oleh SK 44, upaya harus tetap dilakukan untuk menyelamatkan industri keripik di Mandailing Natal (Madina). “Petani harus dirangsang untuk memanfaatkan lahan-lahan yang masih memungkinkan untuk tanaman ubi kayu,” kata Ketua KTNA (Kontak tani Nelayan Andalan) Madina, Monang Nasution menjawab Mandailing Online, Kamis (4/4/2013). SK […]

  • Proyek Taman Rp92,8 Juta di Mandailing Natal. Anggaran Ada, Lokasinya Misterius, Kabid Bungkam

    Proyek Taman Rp92,8 Juta di Mandailing Natal. Anggaran Ada, Lokasinya Misterius, Kabid Bungkam

    • calendar_month 23 jam yang lalu
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)  Ada yang janggal dari paket proyek di Dinas Lingkungan Hidup Mandailing Natal. Anggaran gedung dan bangunan untuk taman dengan total pagu Rp92.838.114 sudah tercatat, namun lokasi pembangunan taman tersebut tidak tercatat lokasi spesifiknya. Berdasarkan data RUP yang dihimpun, paket tersebut dipecah menjadi sembilan sub pekerjaan. Mulai dari pekerjaan konstruksi seperti pemasangan dinding […]

  • Ikhwanul Muslimin, Mesir dan Kemerdekaan Indonesia

    Ikhwanul Muslimin, Mesir dan Kemerdekaan Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PERAN MESIR YANG DIPELOPORI OLEH IKHWANUL MUSLIMIN SANGATLAH BESAR DAN BERARTI BAGI KEDAULATAN RAKYAT INDONESIA. SEBAB ATAS DESAKAN IKHWANUL MUSLIMIN LAH PEMERINTAH MESIR MENJADI NEGARA PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA. (Dikutip dari arrahmah.com) Sebelum tanggal 22 MARET 1946 Indonesia selalu diklaim Belanda sebagai masalah dalam negeri negara penjajah itu. Belanda tetap mengklaim Indonesia sebagai […]

expand_less