Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

7 kabupaten kembangkan kopi arabika

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 27 Okt 2012
  • print Cetak

MEDAN – Sejumlah tujuh kabupaten di Sumatera Utara mengembangkan kopi arabika karena komoditas tersebut laku keras di pasar nasional dan internasional.

“Petani memilih untuk membudiyakan kopi arabika karena prospeknya bagus,” kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara Aspan Sofian di Medan, hari ini.

Tujuh sentra produksi yang terus mengembangkan tanaman kopi arabika itu, menurut dia, adalah Kabupaten Simalungun, Kabupaten Karo, Kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Tapanuli Selatan.

“Ketujuh kabupaten itu, selama ini merupakan andalan bagi Sumut dalam menghasilkan kopi arabika yang benar-benar berkualitas,” kata Aspan.

Dia mengatakan, memang selama ini, kopi arabika yang dihasilkan petani Sumut, telah lama dikenal di pasaran Jakarta, Surabaya, Makassar dan daerah lainnya di Tanah Air.

“Kualitas kopi arabika Sumut belum bisa disaingi kopi-kopi dari daerah lainnya.Ini harus tetap dipertahankan dan jangan sampai menurun,”ucap dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, petani di Sumut lebih banyak menanam dan mengembangkan kopi arabika dari pada kopi robusta. Karena, jelasnya, kopi arabika ini memiliki citra rasa yang khas dan tidak terdapat pada jenis kopi robusta.

“Petani kopi arabika di Sumut, dalam setiap tahun terus meningkatkan produksi mereka,” ucap mantan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Tapanuli Selatan itu.

Ketika ditanya berapa luas areal tanaman kopi di Sumut, Aspan mengatakan, kopi arabika seluas 57.141,89 hektare dengan tingkat produktivitas sebanyak 1.153,75 kilogram per hektare/tahun dan kopi robusta seluas 23.103,10 hektare dengan tingkat produktivitas sebanyak 649,39 kilogram per hektare/tahun.

“Tanaman kopi di Sumut, banyak dikelola oleh petani maupun kebun milik masyarakat.Dinas Perkebunan Sumut terus mendorong petani agar terus meningkatkan produksi dan menjaga tanaman kopi yang mereka kelola tersebut,” kata Aspan.

Data yang diperoleh menyebutkan, kopi arabika (Coffea arabica) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang menjadi produk ekspor unggulan di Indonesia.

Harga kopi arabika lebih mahal dibandingkan dengan kopi robusta karena adanya cita rasa khas. Untuk kualitas ekspor saat ini harga kopi arabika berkisar antara 3-4 dolar AS per kg sedangkan kopi robusta 1,4-2 dolar per kg. Kemudian tanaman kopi arabika di Kabupaten Dairi mencapai seluas 10.339 hektare dengan produksi 10.733,20 ton pertahun.

Lokasi kecamatan yang terdapat menanam kopi tersebut, Kecamatan Sidikalang, Sitinjo, Berampu, Perbualuan, Sumbul, Silima, Punga-punga, Lae Parira, Siempat Nempu, Siempat Nempu Hulu dan Kecamatan Pegagan Hilir.(wasp)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Pemuda di Madina Ikuti Seminar Internasional

    Ratusan Pemuda di Madina Ikuti Seminar Internasional

    • calendar_month Senin, 11 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online)- Penyelenggaraan seminar kepemudaan di aula Gedung Serbaguna, Panyabungan, Mandailing Natal, Sukses dihadiri 700 anak muda Madina, Syafi’i Efendi M.M (Motivator Muda Indonesia) berikan pemahaman pentingnya mindset serta mental wirausaha bagi Peserta yang hadir. Minggu, (10/9/2023). Event Internasional Seminar Youth Power dengan sub tema ” Kekuatan Pemuda dalam tatanan Kewirausahaan”, berlangsung meriah […]

  • Alumni Musthofawiyah Tak Berafiliasi Pada Capres Manapun

    Alumni Musthofawiyah Tak Berafiliasi Pada Capres Manapun

    • calendar_month Jumat, 15 Feb 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        MEDAN (Mandailing Online) – Abituren atau alumni Pesantren Musthofawiyah Purba Baru menegaskan bahwa tidak berafiliasi dengan calon presiden mana pun dalam Pilpres 2019. Itu ditegaskan Ketua LBH DPP Keluarga Abituren Musthofawiyah (KAMUS), Dedi Pranoto,SH yang diterima Mandailing Online via WhatsApp, Jum’at (15/2/2019). Selanjutnya, Dedi menyatakan atas nama DPP Keluarga Abituren Musthofawiyah, LBH DPP […]

  • Hukum Membangun Makam, Bolehkah?

    Hukum Membangun Makam, Bolehkah?

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Oleh: Mashih Nashrullah Perbedaan terletak pada penyikapan hadis. Permasalahan ini memang terbilang klasik. Deretan kitab fikih generasi salaf pun telah banyak mengupas tema ini sesuai dengan corak mazhab masing-masing. Namun, membahas topik ini selalu memantik perhatian. Selain karena fenomena ini terus berulang di masyarakat, isu ini tak jarang terhembus ke permukaan dan menjadi bahan saling […]

  • Jelang Tasyakuran, DPD Golkar Madina Berbagi Rezeki dengan Masyarakat

    Jelang Tasyakuran, DPD Golkar Madina Berbagi Rezeki dengan Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    DALAN LIDANG (Mandailing Online) – Menjelang tasyakuran ulang tahun ke-57 Partai Golkar, DPD Golkar Madina (Mandailing Natal) berbagi rezeki dengan masyarakat di Desa Pidoli Lombang dan Dalan Lidang, Panyabungan. Giat berbagi rezeki ini dimulai dengan salat Subuh berjamaah di Masjid Al-Abshor Aek Galoga dilanjutkan pembagian bingkisan sarapan kepada jamaah. Usai sarapan bersama, pengurus DPD Golkar […]

  • Gempa Keempat Kembali Guncang Sidimpuan

    Gempa Keempat Kembali Guncang Sidimpuan

    • calendar_month Jumat, 14 Jul 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIDIMPUAN (Mandailing Online) – Gempa susulan kembali mengguncang Sidimpuan, Jum’at (14/7/2017). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  dalam laporan di situs www.bmkg.go.id, mengungkap gempa di sore hari ini terjadi sekira pukul 17:13:00 WIB berkekuatan 4.6 Scala Richter. Pusat gempa berada di darat 4 kilo meter Barat Laut Padang Sidimpuan atau di 1.41 Lintang Utara, […]

  • Sempat 4 Kali Jeritan Minta Tolong

    Sempat 4 Kali Jeritan Minta Tolong

    • calendar_month Rabu, 6 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Jeritan minta tolong itu hingga kini masih terngiang-ngiang di ingatan saya. Saya sedih karena kami gagal menolong,” ungkap salah satu penambang yang selamat dalam satu wawancara khsusus dengan Mandailing Online, Rabu dini hari (6/2) sekira pukul 2.40 WIB di Panyabungan. Pria ini bersedia diwawancarai dengan syarat identitasnya meliputi nama dan alamat […]

expand_less