Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Generasi Muda, Jadilah Penyebar Tauhid

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 9 Nov 2022
  • print Cetak

Oleh: Alfi Ummuarifah
Pegiat Literasi Islam Kota Medan

Tragedi di Itaewon dan beberapa tragedi lain dengan hilangnya ratusan nyawa dalam acara-acara hiburan yang melibatkan generasi muda semakin mengkhawatirkan.

Hilangnya ratusan nyawa itu tak dianggap masalah oleh negara. Kasusnya pun tidak terlalu diseriusi untuk diselesaikan. Peluang untuk terjadi lagi selalu ada. Masyarakat tak punya kepastian akan munculnya generasi muda bervisi besar  yang produktif.

Demikianlah, semua itu wajar terjadi dalam negara yang terjebak liberalisme sekuleris. Kiblat dunia barat dengan peradabannya tetap diikuti secara latah oleh negara lain termasuk Korea, Indonesia dan banyak lagi.Tak sadar, bahwa sesungguhnya kini sedang dijajah dan terjerat dalam jeratan industri budaya syahwat dan syubhat.

Awalnya, semua ini atas nama memanfaatkan waktu remaja dalam dunia hiburan. Cuma kesenangan saja. Simbiosis mutualisme dari penikmat hiburan dan industri hiburan dari kapitalisme akhirnya terkolaborasi alami. Namun faktanya, simbiosis justru berubah jadi parasitisma. Konsumen yang rugi, sementara kapital (parasitnya) menjajah pemikiran dan perilaku generasi di negara manapun mereka berada. Generasi bebek tercetak secara cepat tanpa batas. Generasi yang kehilangan cita-cita tertingginya sebagai agent of change.

Padahal generasi muda itu adalah generasi pewaris sebuah negara untuk beberapa tahun yang akan datang. Bonus demografi bisa justru berpeluang berubah menjadi bencana demografi. Indonesia dikhawatirkan masuk dalam jajahan industri hiburan yang melenakan. Pemerintah ternyata telah abai dari tugasnya sebagai perisai (junnah). Perisai untuk melindungi generasi dari gempuran informasi dan pembentukan karakter yang kapitalistik dan konsumeristik.

Kondisinya ini berbeda dengan kondisi kaum muda para penolong agama Allah yang punya visi besar dalam meninggikan kalimat Allah. Mereka para hawariyyun yakni orang muda penolong Nabi Isa pada masa itu. Juga kaum muda semisal Arqom, Yasir, Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib, Umar, Mush’ab bin Umair, Saad bin Muadz yang juga punya visi besar mewujudkan peradaban islam yang berusia 13 abad hingga tahun 1924 di Turki Usmani.

Lihatlah juga Sultan Muhammad Al-Fatih dan tentaranya, generasi Shalahuddin Al Ayyubi yang luar biasa itu. Semuanya adalah generasi muda yang dilahirkan oleh sistem islam, sehingga mereka terbina ketakwaannya untuk hanya hidup dalam rangka meninggikan kalimat Allah. Bukan foya-foya dalam perayaan, konser, dan acara yang menghabiskan waktunya dalam aktifitas yang tidak bermutu.

Semua itu karena sistem kapitalisme sekuleris yang menganut kebebasan berekspresi, berfikir, berekonomi dan berpendapat secara bebas. Tak lagi mengindahkan baik buruk, halal haram, terpuji dan tercela menurut pandangan al-Khalik.

Yuk kita lihat bagaimana dulu para Ansharullah yaitu sahabat hawariyyun menyatakan komitmennya membersamai Nabi Isa As. Ini disinggung dalam
QS. As-Saff ayat 14

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا كُوۡنُوۡۤا اَنۡصَارَ اللّٰهِ كَمَا قَالَ عِيۡسَى ابۡنُ مَرۡيَمَ لِلۡحَوٰارِيّٖنَ مَنۡ اَنۡصَارِىۡۤ اِلَى اللّٰهِ‌ؕ قَالَ الۡحَـوٰرِيُّوۡنَ نَحۡنُ اَنۡصَارُ اللّٰهِ‌ فَاٰمَنَتۡ طَّآٮِٕفَةٌ مِّنۡۢ بَنِىۡۤ اِسۡرَآءِيۡلَ وَكَفَرَتۡ طَّآٮِٕفَةٌ ۚ فَاَيَّدۡنَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا عَلٰى عَدُوِّهِمۡ فَاَصۡبَحُوۡا ظٰهِرِيۡنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikutnya yang setia itu berkata, “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah,” lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; lalu Kami berikan kekuatan ke-pada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang.

Allah memerintahkan kaum Muslimin agar menjadi penolong-penolong agama Allah, menyebarluaskan agama-Nya, meninggikan kalimat-Nya sehingga tidak ada yang mengalahkannya, dengan beriman dan berjihad. Hal yang sama pernah dilakukan sahabat-sahabat terdekat Nabi Isa yang berkata kepada mereka, “Siapakah penolong agama Allah?” Mereka menjawab, “Kamilah penolong-penolong agama Allah.”

Nah, kita generasi muda, generasi emas X, Y ,Z  yuk jadi penolong agama Allah. Semoga peradaban mulia yang kita rindukan segera tegak dengan upaya dan keterlibatan kita di dalamnya. Amin.

Medan, 8 Nopember 2022

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jenazah Nur Mainah Ditemukan, TNI Salurkan Bantuan

    Jenazah Nur Mainah Ditemukan, TNI Salurkan Bantuan

    • calendar_month Kamis, 27 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Jenazah Nur Mainah (52) akhirnya ditemukan, Kamis (27/4/2017). Tim gabungan TNI, Polri, BPBD, Satpol PP dan warga menemukan jenazahnya di Sungai Batang Gadis, titik Desa Aek Banir, Kecamatan Panyabungan berjarak sekira 40 kilo meter dari titik hanyut. Almarhumah dilaporkan hanyut pada Rabu setelah terseret banjir bandang di jalur Sungai Aek […]

  • Intel Kodim & Koramil Panyabungan Amankan 14 Ton BBM

    Intel Kodim & Koramil Panyabungan Amankan 14 Ton BBM

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Tim gabungan Intel Kodim 0212 TS dan Koramil 13 Panyabungan mengamankan 14 ton BBM jenis solar dan bensin yang diangkut menggunakan truk jenis Fuso dan Colt Diesel karena diduga tidak memiliki dokumen lengkap, Selasa (08/02/2011) sekira pukul 04.15 WIB. Penangkapan dilakukan usai tersangka mengisi drum dengan BBM di SPBU diketahui milik Atas di Jalan […]

  • Tahun Ini, Honor Kepala Desa Naik

    Tahun Ini, Honor Kepala Desa Naik

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    TAPSEL – Untuk memaksimalkan kinerja dalam pelayanan masyarakat, Pemkab Tapsel akan menaikkan honor kepala desa pada tahun 2014 ini. Namun besarannya masih dalam tahap perhitungan Pemkab Tapsel. Tahun 2013, honor kepala desa Rp1 juta per bulan. Hal ini ditegaskan Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu pada peresmian 14 kantor lurah di Tapsel yang secara simbolik […]

  • Asset Pemerintah Dirusak, Kades Jambur Baru di Madina Terancam Sangsi Pidana

    Asset Pemerintah Dirusak, Kades Jambur Baru di Madina Terancam Sangsi Pidana

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA (Mandailing Online ) – Aset pemerintah daerah di Desa Jambur Baru, Kecamatan Batangnatal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dirusak oleh Kepala Desa Jambur Baru, Riswan Haedy. Proyek pembangunan jalan lingkungan tahun 2022 senilai Rp.147.674.010 tersebut dirusak tanpa mempertimbangkan konteks dan keadaan yang ada. Menurut sumber yang minta identitasnya dirahasiakan, pengrusakan proyek jalan lingkungan itu diduga […]

  • Mahasiswa Desak Kejatisu Periksa Bupati Madina Untuk Pemberkasan

    Mahasiswa Desak Kejatisu Periksa Bupati Madina Untuk Pemberkasan

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Mahasiswa kembali melakukan unjukrasa di depan kantor Kejatisu, Medan, Senin (9/9/2019) mendesak penuntasan kasus Taman Raja Batu di Madina. Aksi unjukrasa yang dimulai sekira pukul 11.30 WIB dan berkekuatan sekitar 50 massa itu berasal dari organisasi Koalisi Mahasiswa Pergerakan Madina (Kompak). Mereka memampangkan spanduk yang berisi desakan serta melakukan orasi […]

  • Mandailing Julu Akan Gelar Festival Budaya

    Mandailing Julu Akan Gelar Festival Budaya

    • calendar_month Senin, 31 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Kawasan Mandailing Julu akan menggelar Festival Budaya Mandailing pada November. Festival ini akan menampilkan paluan Gordang Sambilan, Tor-tor  dan Fashion Busana Pengantin Mandailing. Ketua Panitia, Lokot Husda Lubis,S.Ag, Senin(31/0) menyatakan festival akan berlangsung 22 hingga 27 November 2016 yang motori Forum Peduli Mandailing Julu bekerja sama dengan Badan Pemangku Adat Mandailing Julu. […]

expand_less