Senin, 14 Sep 2026
light_mode

Agincourt Rumahkan 300 Karyawan Lagi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 17 Okt 2012
  • print Cetak

Medan, (MO) – Dua minggu pasca berhentinya operasi Tambang Emas Martabe di Batangtoru, Tapanuli Selatan, tercatat jumlah karyawan yang dirumahkan semakin banyak. Saat ini, jumlahnya mencapai 1.200 orang atau bertambah sekitar 300 orang dari sepekan sebelumnya.
“Tadi saya cek, jumlahnya malah bertambah,” kata Communication Manager PT Agincourt Resources, pengelola tambang emas Martabe di Batangtoru, Katarina Siburian, kepada MedanBisnis, Selasa (16/10).

PT Agincourt Resources selaku pengelola Tambang Emas Martabe menghentikan operasionalnya sejak 1 Oktober 2012. Langkah itu terpaksa dipilih perusahaan karena pemerintah daerah (pemda), baik Pemkab Tapsel maupun Pempropsu, gagal menyelesaikan polemik mereka dengan masyarakat terkait pembuangan limbah perusahaan itu ke Sungai Batangtoru. Dampaknya sekitar 2.000 karyawan yang bekerja di perusahaan asal Hongkong tersebut terancam dirumahkan.

Katarina mengatakan perusahaan tidak bisa menjamin ada lagi atau tidak karyawan yang dirumahkan ke depan. Menurutnya, sepenuhnya tergantung pada bisa tidaknya pemasangan pipa pembuangan air sisa pemurnian.

Namun, jelas Katarina, karyawan yang dirumahkan tersebut bukan pemutusan hubungan kerja, melainkan diberhentikan sementara menunggu ada kepastian apakah boleh atau tidaknya pipa pembuangan air sisa pemurnian dipasang.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut, H Gatot Pujo Nugroho ST mengatakan, upaya untuk terus mempekerjakan karyawan tetap dilakukan Pemerintah Propinsi Sumut (Pempropsu). Dia mengatakan akan membicarakan nasib karyawan yang dirumahkan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Namun sejauh ini, upaya ini belum terlaksana.

Dari hasil kinerja Badan Lingkungan Hidup (BLH) Propinsi Sumut yang sebelumnya ditugaskan Gatot memonitoring perkembangan tambang, Gatot menyebutkan bahwa jam-jam kerja termasuk lembur karyawan dikurangi perusahaan.

Jhon Tafbu Ritonga dari Angel for Sustainable Development Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (FE USU), mengatakan, tambang emas tersebut sangat menjanjikan bagi investasi ekonomi masyarakat Batang Toru, bagi Tapsel, Sumut bahkan Indonesia.”Sebaiknya masyarakat memberi kesempatan dilakukannya pemasangan pipa seraya ikut mengawasi bilamana terjadi kerusakan sebagai akibat dari pembuangan air sisa proses ke Sungai Batang Toru. Artinya mari kita dukung bersama ka rena tambang ini memberi dampak pembangunan yang berkelanjutan,” katanya. (medan bisnis/benny pasaribu)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3 Orang Tim Sukses Dahlan-Suheri Ditetapkan Tersangka Politik Uang Pilkada Madina

    3 Orang Tim Sukses Dahlan-Suheri Ditetapkan Tersangka Politik Uang Pilkada Madina

    • calendar_month Rabu, 30 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus politik uang Pilkada Madina yang melibatkan tim pemenangan pasangan Dahlan-Suheri terus bergulir. Polres Mandailing Natal (Madina) telah menatapkan 3 orang tersangka dari kubu pasangan calon bupati/wakil bupati Dahlan-Suheri. Ketiga orang itu masing-masing : Khoiruddin Nasution Alias Barko (51) warga Desa Sarak Matua Panyabungan, Kasiruddin Nasution  (37) warga Kelurahan Simangambat Kecamatan […]

  • Anggota KPU Madina Berganti

    Anggota KPU Madina Berganti

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seluruh anggota termasuk ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal (Madina) resmi digantikan orang-orang baru, Jum’at (1/11/2013). Pergantian itu dilaksanakan dalam acara serah-terima dari anggota priode 2008-2013 kepada anggota priode 2013-2018 di aula KPU Madina, Kayu Jati, Panyabungan, tadi siang. Komisioner KPU yang baru adalah Agus Salam S.Hi (ketua), Mas Khairani […]

  • Pengeroyokan Terus Terjadi: Islam Solusi Hakiki

    Pengeroyokan Terus Terjadi: Islam Solusi Hakiki

    • calendar_month Selasa, 30 Mei 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd Aktivis Dakwah Hari ini kita dikejutkan dengan banyaknya berita pengeroyokan anak dibawah umur. Bukan hanya anak yang menjadi korban tetapi pelakunya juga seorang anak dibawah umur. Seperti kasus pengeroyokan anak laki-laki kelas dua SD berinisial MHD, usia 9 tahun, warga Sukaraja, Kabutapen Sukabumi, Jawa Barat yang tewas akibat dikeroyok oleh […]

  • Grebek Rumah Pelaku Curanmor, Tapi 12 Bal Ganja Yang Didapat

    Grebek Rumah Pelaku Curanmor, Tapi 12 Bal Ganja Yang Didapat

    • calendar_month Sabtu, 25 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Personil Reskrim Polres Madina menggrebek rumah di Desa Siobon, Panyabungan, Sabtu (25/6) hendak menangkap pelaku yang diduga telah melakukan 7 kali pencurian sepeda motor. Penggrebekan sekira pukul 02.00 Wib itu, tertangkap dua orang tersangka serta 12 bal daun ganja kering dan satu timbangan. Kedua tersangka yang tertangkap masing-masing RN (17) status […]

  • Rumah Dinas Bupati Madina Didatangi Ratusan Guru Honor Pelamar PPPK Madina

    Rumah Dinas Bupati Madina Didatangi Ratusan Guru Honor Pelamar PPPK Madina

    • calendar_month Rabu, 27 Des 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal ( Madina ) H.M.Ja’far Sukhairi Nasution Rabu sore 27/12/2023 digruduk guru guru peserta pelamar PPPK  yang merasa terzolimi. Mereka melakuka  aksi didepan pintu masuk rumah dinas Bupati. Karena tak kunjung di temui Bupati, pengunjuk rasa yang sejak tadi pagi telah berunjuk rasa mulai dari gedung […]

  • Jokowi Sebut Batak Mandailing, Raja di Mandailing Berreaksi

    Jokowi Sebut Batak Mandailing, Raja di Mandailing Berreaksi

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Raja di Mandailing berreaksi terhadap sebutan Batak Mandailing oleh Presiden Jokowi. Mandailing itu bukan suku, tapi sebuah bangsa. Sehingga tak bisa disebut suku Batak atau sub suku Batak. Hal itu dikatakan Raja Onggara Lubis, dari kerajaan Hutanagodang Ulu Pungkut menjawab Mandailing Online, Kamis (21/3/2019) menanggapi munculnya sebutan “Batak Mandailig” oleh Presiden […]

expand_less