Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Pemprovsu dan Pemda Harus Atasi Kerisis Energi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 27 Mar 2013
  • print Cetak

Kusnadi 270313

Kusnadi 270313

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Walhi Sumatra Utara menyesalkan adanya pemadaman bergilir listrik di berbagai wilayah Provinsi Sumatra Utara. Kejadian seperti ini telah terjadi ditahun-tahun sebelumnya dan terjadi lagi di tahun 2013 ini.

Menurut Walhi, Pemprov Sumut harus mengambil langkah fundamental dalam mengatasi krisis energi khususnya listrik.

“Bentuknya untuk jangka pendek adalah dengan melakukan modernisasi PLTD di Belawan. Selanjutnya, Pemrovsu berkoordinasi dengan kantor kementerian terkait seperti BUMN, ESDM dan Kehutanan. ”, demikian pers rilis Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Kusnadi yang diterima oleh wartawan, Selasa (26/3).

Disebutkanya, bentuk koordinasi yang dimaksud adalah dalam rangka mendorong dan mewujudkan Sumut berdaulat dan mandiri dalam pemenuhan energi, khusunya kelistrikan.

Potensi renewable energi di Sumatera Utara seperti hidro mini dan mikro hidro, panas bumi, surya, shale gas, arus laut, angin, biomassa telah diabaikan sekian lama.

“Akibatnya, Sumut sangat tergantung sekali dengan PLTD (pembangkit listrik tenaga diesel). Seperti diketahui bahwa, PLTD sangat rakus dengan solar sehingga banyak menghisap subsidi BBM dan menggerus APBN,” katanya.

Oleh karena itu, Gubsu harus menyediakan karpet merah untuk para pebisnis yang bergerak dibidang renewable energi. Meyakinkan Jakarta bahwa Sumatra Utara sedang dalam situasi krisis energi. Untuk itu, dibutuhkan extraordinary kebijakan dalam penanganan krisis ini.

“Usulkan untuk bongkar kebijakan penyesuaian harga beli listrik/kwh yang ditetapkan pemerintah (PLN) karena tidak membuat pebisnis bergairah memasuki sektor ini,” terang Kusnadi

Khusus, untuk renewable energi di sektor geotermal dan hidro. Menurut Walhi Sumut, keengganan investor juga karena disebabkan tidak adanya kesungguhan dan jaminan dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten dalam menjaga kelestarian hutan.

“Mengingat, kelestarian hutan menjadi penting dan utama dalam menjaga stabilitas pasokan air untuk sektor tersebut. Saat ini, beberapa PLTA yang sudah beroperasi di Sumut dihadapkan dengan biaya operasional yang tinggi karena harus mengangkat endapan sedimen di bendungan dan frekwensi pengganti saringan air yang cukup tinggi,” ujar Kusnadi.

“Yang menjadi penyebab banyaknya sedimen dibendungan tersebut adalah karena hutan yang berada dibagian hulu sungai dan disekitar PLTA tersebut mulai rusak sehingga supply dan laju run off air tidak sempurna,” kandas Kusnadi. (mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 27 Desa di Dairi Tidak Dapat Dana Desa

    27 Desa di Dairi Tidak Dapat Dana Desa

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Sidikalang – Dipastikan 27 desa dari 161 desa di Kabupaten Dairi tidak akan mendapat bantuan dana desa dari Pemerintah Pusat pada Tahun Anggaran 2015. Karena waktu penetapan ataupun pemekaran ke 27 desa dimaksud hanya menggunakan payung hukum Peraturan Bupati (Perbup). Padahal menurut UU No 6 tahun 2014 tentang Desa penetapan satu desa harus berdasarkan […]

  • Lembu Qurban Didatangkan Dari Kisaran dan Siantar

    Lembu Qurban Didatangkan Dari Kisaran dan Siantar

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Lembu qurban di Mandailing Natal (Madina) saat ini mayoritas didatangkan dari kawasan Kisaran dan Siantar, tak lagi dari Sumatera Barat dan Bengkulu. Demikian pengakuan sejumlah pedagang lembu di Panyabungan, Senin (21/9/2014). “Ada perubahan, kalau tahun lalu kita mendatangkan hewan kurban dari Sumbar, tahun ini sudah dari Kisaran maupun Siantar,” […]

  • Mantan Dirut RSUP Adam Malik akan diperiksa Kejati Sumut

    Mantan Dirut RSUP Adam Malik akan diperiksa Kejati Sumut

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara segera memeriksa tersangka AHL, mantan Direktur Utama RSUP H Adam Malik, yang diduga korupsi pengadaan alat kesehatan senilai Rp45 miliar dari dana APBN tahun 2012. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara, Chandra Purnama di Medan, tadi malam, mengatakan pemeriksaan mantan orang pertama […]

  • Madina Persiapkan MTQ Tingkat Kabupaten

    Madina Persiapkan MTQ Tingkat Kabupaten

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXIV tingkat kabupaten. Berlangsung dari 21 hingga 24 Februari 2025, dan menjadi bagian dari peringatan HUT ke-26 Madina serta persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Madina, Bahrudin Juliadi, mengatakan bahwa MTQ merupakan agenda tahunan untuk menanamkan nilai-nilai […]

  • Dahlan Hasan, Mendengar dan Berbuat Bagi Perubahan (bagian 1)

    Dahlan Hasan, Mendengar dan Berbuat Bagi Perubahan (bagian 1)

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Menghadapi perubahan bukanlah hal mudah. Proses adaptasi membutuhkan setiap orang dalam organisasi untuk membangun pola pikir dan kebiasaan berbeda, dan hal itu menuntut upaya keras untuk keluar dari zona kebiasaan yang nyaman menuju sebuah ketidakpastian. Yang namanya ketidakpastian, bagi sebagian orang sangatlah menantang, namun bagi sebagian yang lain justru menjadi masalah. Proses adaptasi yang menjadi […]

  • Bela Palestina Tak Cukup Dengan Retorika

    Bela Palestina Tak Cukup Dengan Retorika

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Novida Sari, S.Kom Ketua Majelis Taklim Islam Kaffah Madina Pidato Presiden Prabowo dalam Forum KTT Developing Eight (D-8) dinilai bagus tapi terkesan menggurui dan abai atas apa yang dilakukan oleh negara-negara tersebut, demikian menurut Pengamat Timur Tengah, Smith Alhadar. Menurutnya, Prabowo tidak mendapatkan cukup informasi tentang perkembangan di Gaza. Meskipun Indonesia sendiri begitu vokal […]

expand_less