Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode

Bayi Lahir Cacat Jangan Divonis Akibat Merkuri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Nov 2019
  • print Cetak

Aspuddin Lubis, S.Pd

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kelahiran bayi cacat dengan kelainan otak di luar tempurung kepala (Anenchepali) di Madina jangan divonis akibat merkuri bahan kimia tambang emas.

Bayi asal Desa Aek Garingging, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina), Senin (18/11) cukup menggemparkan masyarakat hingga ke jejaring media sosial.

Bayi ini masih dalam perawatan dokter spesialis anak di RSUD Panyabungan.

Kelahiran bayi cacat ini pun kini menjadi topik pembahasan yang pro dan kontra, dengan menghubungkan kejadian terkait aktifitas tambang rakyat tanpa izin banyak menyebar di berbagi kecamatan yang ada di Madina.

Ketua Demisioner Ikatan Mahasiswa Muslim Mandailing Natal (IM3) Aspuddin Lubis, S. Pd, Selasa (19/11) meminta supaya semua elemen masyarakat bijak dalam menyikapi kejadian, dan jangan memberikan komentar yang bisa memunculkan permasalahan yang baru.

Karena kelahiran bayi cacat belum tentu karena dampak tambang rakyat, tapi bisa juga karena faktor ekonomi sehingga asupan gizi bagi ibu mengandung dan anak yang di dalam kandungam tidak memadai.

Intinya, lanjut Aspuddin, kesehatan masyarakat itu dominan dipengaruhi faktor ekonomi kemudian di susul faktor keturunan.

Aspuddin khawatir kejadian bayi lahir cacat ini hanya dijadikan pintu masuk bagi pemerintah untuk menutup sepihak tambang rakyat di Madina yang sudah berjalan lebih 10 tahun.

Artinya kata Aspuddin Lubis, S. Pd, ribuan masyarakat Madina saat ini tidak bisa dipungkiri banyak bergantung menyambung hidup dari hasil bertambang. Meski tambang liar ini penuh resiko, tapi tetap saja mereka pilih karena tuntutan hidup dan minimnya lapangan pekerjaan dari pemerintah yang di perparah dengan harga komoditi kebun masyarakat yang jatuh anjlok di pasaran.

Semua pemangku kepentingan di Madina harus jeli dalam memandang munculnya persoalan bayi lahir cacat ini, karena apa bila salah ambil langkah bisa menimbulkan konflik sosial.

Kemudian juga harus dipahami bahwa praktek tambang tradisional yang populer disebut tambang liar di Madina ini cara kerjanya semua tidak sama.

Diungkapkannya, wilayah Mandailing Julu (Kotanopan, Ulupungkut, Muarasipongi) misalnya melakukan penambangan tradisional dengan cara manggore (mendulang) di sungai.

Di wilayah Pantai Barat ( Batang Natal, Lingga  Bayu, Sinunukan, Ranto Baek, dan Muara Batang Gadis) menggunakan mesin dompeng di pinggiran sungai dan juga lokasi kebun.

Kemudian di wilayah Mandailing Godang ( Hutabargot, dan Naga Juang) ini menggunakan alat mesin bor jenis Jack Hammer dengan kapasitas tinggi karena harus mengebor bebatuan. Di wilayah Mandailing Godang ini sebenarnya aktifitas tambang tradisional yang paling berbahaya karena selain tinggi menggunakan bahan mercury, juga penambang harus melobang perut bumi sepanjang ratusan meter dengan sistim sumur dam jarum.

Karena itu wilayah tambang rakyat di Kecamatan Hutabargot dan Kecamatan Naga Juang telah banyak menelan korban nyawa manusia baik karena keracunan zat asam tanah, dan juga karena tertimbun lobang tambang yang jatuh. Namun meski banyak yang sudah jadi korban, aktifitas tambang tradisional ini tidak bisa di hentikan karena urusan perut masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah (Eksekuif – Legislatif) yang di harapkan tampil di depan untuk mewujudkan tambang rakyat resmi justru tidak berujung sampai saat ini, padahal gagasan mewujudkan tambang rakyat dengan sistim koperasi sudah pernah di gagas sekitar  tahun 2009 -2010 lalu. Namun lagi-lagi program tersebut seakan hilang tidak berbekas.

” Intinya masyarakat juga ingin berusaha dengan nyaman untuk hidup yang lebih layak. Namun masyarakat tidak akan bisa mencapai hal itu tanpa ada keseriusan dari pemerintah. Karena itu kita dari IM3 berharap pemerintah bijaksana dalam hal ini,” ucap Aspuddin Lubis.(dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Madina Jangan Diam Saja, Harus Selidiki Dimana Selama ini Dana Honor Guru Madrastah

    DPRD Madina Jangan Diam Saja, Harus Selidiki Dimana Selama ini Dana Honor Guru Madrastah

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Panyabungan mendesak DPRD Mandailing Natal menyelidiki kemana dana honor guru 2000-an guru madrastah senilai sekitar 4,2 milyar rupiah. Terhitung Januari-Juli, para guru madrastah belum menerima honor sebesar sekitar 300 ribu rupiah per bulan. Dana itu bersumber dari APBD Madina tahun 2016. Jika ditotal, jumlahnya mencapai 4,2 milyar rupiah. “Bapak-bapak di […]

  • Ketahuan Bongkar Gudang Kepegawaian Pemkab Madina, Pelaku Kabur

    Ketahuan Bongkar Gudang Kepegawaian Pemkab Madina, Pelaku Kabur

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Seorang yang berniat mencuri melarikan diri setelah berhasil membongkar gudang Kantor kepegawaian Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal di Komplek Perumahan Cemara Madina, Senin (10/1) sekitar pukul 12.00 Wib. Niat pelaku untuk mencuri di gudang Badan Kepegawaian Daerah Pemkab Madina tersebut diketahui oleh salah seorang wanita yang bernama Ropikoh yang tinggal di sebelah gudang tersebut. […]

  • Waspada! LGBT Makin Eksis

    Waspada! LGBT Makin Eksis

    • calendar_month Minggu, 29 Mei 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hadi Kartini Beberapa hari terakhir dunia maya tengah dihebohkan dengan berita tentang diundangnya pasangan gay oleh Deddy Corbuzier diacara podcast YouTube-nya. Dilansir dari Sindo News.com (Minggu, 08/05/22). Ragil Mahardika dan Frederik Vollert adalah pasangan gay yang saat ini tinggal di Jerman. Dalam video yang berdurasi sekitar satu jam tersebut, Deddy Corbuzier banyak membahas seputar […]

  • Pasar Pabukoan Dibuka di Pasar Baru

    Pasar Pabukoan Dibuka di Pasar Baru

    • calendar_month Selasa, 26 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Pemkab Madina merencanakan membuka Pasar Pabukoan selama bulan puasa di Pasar Baru Panyabungan, tepatnya di parkir roda empat. Hal ini dilakukan, agar masyarakat lebih mudah memeroleh bahan makanan selama bulan puasa. Hal itu dikatakan Kadisperindagkop UKM dan Pasar, Drs Ansyari Nasution kepada METRO, Minggu (24/7). Katanya, membuka Pasar Pabukoan di halaman parkir Pasar Baru […]

  • Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014. Ruang I. (Sesi I) Hari :  Jumat, Pukul : 08.00 s/d 10.00 wib Tanggal : 19 Desember 2014   NO.   RUANG UJIAN   NO. PESERTA   NAMA PESERTA 1 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 1 52132001419 DEWI AGUSTINA SIHOMBING 2 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB […]

  • As Imran Khaitamy: Seyogianya Pimpinan Menskors Rapat Sejak Awal

    As Imran Khaitamy: Seyogianya Pimpinan Menskors Rapat Sejak Awal

    • calendar_month Rabu, 9 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mantan Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) As Imran Khaitamy menilai seharusnya pimpinan sidang paripurna Ranperda RPJMD yang batal terlaksana karena tidak kuorum menskors rapat sejak awal atau pada kesempatan pertama. Hal itu ia sampaikan ketika diminta keterangan terkait kejadian tak biasa di ruang sidang paripurna DPRD, Rabu (9/2). “Seyogianya, pimpinan menskors […]

expand_less