Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Bayi Lahir Cacat Jangan Divonis Akibat Merkuri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Nov 2019
  • print Cetak

Aspuddin Lubis, S.Pd

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kelahiran bayi cacat dengan kelainan otak di luar tempurung kepala (Anenchepali) di Madina jangan divonis akibat merkuri bahan kimia tambang emas.

Bayi asal Desa Aek Garingging, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina), Senin (18/11) cukup menggemparkan masyarakat hingga ke jejaring media sosial.

Bayi ini masih dalam perawatan dokter spesialis anak di RSUD Panyabungan.

Kelahiran bayi cacat ini pun kini menjadi topik pembahasan yang pro dan kontra, dengan menghubungkan kejadian terkait aktifitas tambang rakyat tanpa izin banyak menyebar di berbagi kecamatan yang ada di Madina.

Ketua Demisioner Ikatan Mahasiswa Muslim Mandailing Natal (IM3) Aspuddin Lubis, S. Pd, Selasa (19/11) meminta supaya semua elemen masyarakat bijak dalam menyikapi kejadian, dan jangan memberikan komentar yang bisa memunculkan permasalahan yang baru.

Karena kelahiran bayi cacat belum tentu karena dampak tambang rakyat, tapi bisa juga karena faktor ekonomi sehingga asupan gizi bagi ibu mengandung dan anak yang di dalam kandungam tidak memadai.

Intinya, lanjut Aspuddin, kesehatan masyarakat itu dominan dipengaruhi faktor ekonomi kemudian di susul faktor keturunan.

Aspuddin khawatir kejadian bayi lahir cacat ini hanya dijadikan pintu masuk bagi pemerintah untuk menutup sepihak tambang rakyat di Madina yang sudah berjalan lebih 10 tahun.

Artinya kata Aspuddin Lubis, S. Pd, ribuan masyarakat Madina saat ini tidak bisa dipungkiri banyak bergantung menyambung hidup dari hasil bertambang. Meski tambang liar ini penuh resiko, tapi tetap saja mereka pilih karena tuntutan hidup dan minimnya lapangan pekerjaan dari pemerintah yang di perparah dengan harga komoditi kebun masyarakat yang jatuh anjlok di pasaran.

Semua pemangku kepentingan di Madina harus jeli dalam memandang munculnya persoalan bayi lahir cacat ini, karena apa bila salah ambil langkah bisa menimbulkan konflik sosial.

Kemudian juga harus dipahami bahwa praktek tambang tradisional yang populer disebut tambang liar di Madina ini cara kerjanya semua tidak sama.

Diungkapkannya, wilayah Mandailing Julu (Kotanopan, Ulupungkut, Muarasipongi) misalnya melakukan penambangan tradisional dengan cara manggore (mendulang) di sungai.

Di wilayah Pantai Barat ( Batang Natal, Lingga  Bayu, Sinunukan, Ranto Baek, dan Muara Batang Gadis) menggunakan mesin dompeng di pinggiran sungai dan juga lokasi kebun.

Kemudian di wilayah Mandailing Godang ( Hutabargot, dan Naga Juang) ini menggunakan alat mesin bor jenis Jack Hammer dengan kapasitas tinggi karena harus mengebor bebatuan. Di wilayah Mandailing Godang ini sebenarnya aktifitas tambang tradisional yang paling berbahaya karena selain tinggi menggunakan bahan mercury, juga penambang harus melobang perut bumi sepanjang ratusan meter dengan sistim sumur dam jarum.

Karena itu wilayah tambang rakyat di Kecamatan Hutabargot dan Kecamatan Naga Juang telah banyak menelan korban nyawa manusia baik karena keracunan zat asam tanah, dan juga karena tertimbun lobang tambang yang jatuh. Namun meski banyak yang sudah jadi korban, aktifitas tambang tradisional ini tidak bisa di hentikan karena urusan perut masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah (Eksekuif – Legislatif) yang di harapkan tampil di depan untuk mewujudkan tambang rakyat resmi justru tidak berujung sampai saat ini, padahal gagasan mewujudkan tambang rakyat dengan sistim koperasi sudah pernah di gagas sekitar  tahun 2009 -2010 lalu. Namun lagi-lagi program tersebut seakan hilang tidak berbekas.

” Intinya masyarakat juga ingin berusaha dengan nyaman untuk hidup yang lebih layak. Namun masyarakat tidak akan bisa mencapai hal itu tanpa ada keseriusan dari pemerintah. Karena itu kita dari IM3 berharap pemerintah bijaksana dalam hal ini,” ucap Aspuddin Lubis.(dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cuaca Panas di Indonesia dan Asia

    Cuaca Panas di Indonesia dan Asia

    • calendar_month Selasa, 30 Apr 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut cuaca panas yang akhir-akhir ini terjadi disebabkan posisi matahari yang berada tidak jauh dari ekuator yang sekarang sedang berada di belahan bumi utara (BBU). Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, hal tersebut menyebabkan wilayah yang berada di ekuator mendapatkan penyinaran matahari yang maksimum dan menyebabkan […]

  • Bersih Bersih Sungai Aek Mata Terus Digalakkan

    Bersih Bersih Sungai Aek Mata Terus Digalakkan

    • calendar_month Jumat, 9 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Lingkungan Hidup Madina terus gulirkan pembersihan sungai aek mata, demi menjaga kelestarian sungai, meminimalisir banjir serta menjaga habitat Flora dan Fauna sungai. Pagi tadi Jum’at 10/7, ratusan orang turun ke sungai melakukan pembersihan aliran sungai. Ada dari TNI, Polri dan Intansi di Pemkab Madina. Inisiasi kegiatan ini sendiri datang dari […]

  • Itak Poul-Poul Makanan Khas Mandailing Mulai Hilang

    Itak Poul-Poul Makanan Khas Mandailing Mulai Hilang

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Itak poul-poul salah satu makanan khas Mandailing yang dulunya sangat terkenal dan diminati, namun belakangan ini mulai hilang. Itak Poul-Poul terdiri dari dua kata, Itak (tepung beras), sedangkan poul-poul (dikepal-kepal). Jadi, Itak poul-poul adalah makanan yang terbuat dari tepung beras dan campuran lainnya yang kemudian cara pembuatannya di-poul-poul (dikepal-kepal/digenggam) sehingga menimbulkan bekas jari tangan di […]

  • Panen Melimpah, Harga Timun 2.000 Per Kilo

    Panen Melimpah, Harga Timun 2.000 Per Kilo

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Sejumlah petani timun di Kelurahan Siabu Kecamatan Siabu Mandailing Natal memasuki masa panen. Sementara itu, harga di tingkat pedagang pengumpul sebesar Rp 2.000 per kilo gram. Meski tergolong kurang menggembirakan, besaran Rp 2.000 itu sudah disyukuri petani, karena musim panen sebelumnya harga berada di kisaran Rp 1.500 bahkan pernah jatuh ke […]

  • Kepdes Mompang Julu Mundur

    Kepdes Mompang Julu Mundur

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) – Hendri Hasibuan akhirnya mengundurkan diri dari jabatan Kepala Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal. Surat pengunduran diri itu dibacakan Camat Panyabungan Utara, Ridho Fahlevi Senin malam (29/6/2020) di masjid Riyadus Solihin disaksikan ratusan warga yang memenuhi ruangan hingga halaman masjid. Sejumlah unsur Muspika Panyabungan Utara hadir […]

  • PERANTAU PUJI SIKAP BUPATI MADINA

    PERANTAU PUJI SIKAP BUPATI MADINA

    • calendar_month Minggu, 21 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Foto surat pengunduran diri Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution yang beradar di facebook menjadi perhatian perantau di Jakarta. “Jika surat pengajuan pengunduran diri itu benar, menunjukkan Dahlan Hasan Nasution seorang yang gentelmen,” ujar Erie Batubara perantau asal Mandailing yang merantau di Jakarta, kepada Mandailing Online via telefon seluler, Minggu (21/4/2019). Berdasar […]

expand_less