Sabtu, 6 Jun 2026
light_mode

PT. Legenda Kopi Katulistiwa Genjot Pasar Kopi Robusta Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 30 Agt 2019
  • print Cetak

Direktur PT. Legenda Kopi Katulistiwa, Yuhenri Bahar

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PT. Kopi Rakyat Indonesia melalui anak perusahaanya PT. Legenda Kopi Katulistiwa terus melalukan ekspansi pasar kopi robusta dari Mandailing.

Hingga kini PT. Legenda Kopi Katulistiwa telah mampu memasarkan sekitar 2 hingga 3 ton perbulan kopi robusta bentuk bubuk dan green bean serta  roast bean.

Itu diungkapkan Direktur PT. Legenda Kopi Katulistiwa, Yuhenri Bahar didampingi Supervisor Plantation, Edi Tanjung dan Supervisor Processing, Yusuf Lubis menjawab wartawan di kantor PT. Legenda Kopi Katulistiwa, Lintas Barat, Panyabungan, Jum’at (30/8/2019).

Untuk kopi bubuk, kemasan yang dipasarkan meliputi kemasan sachet dan kemasan ukuran 100 hingga 250 gram. Selain itu juga produk kopi susu.

Pasaran terbesarnya adalah Jakarta untuk pulau Jawa, dan sebagian kecilnya di kawasan Mandailing Natal (Madina).

Ekspansi pasar Madina sendiri dimulai sejak Maret, sedangkan untuk Jakarta baru dimulai sejak Juli 219.

Untuk 6 bulan ke depan ditarget sebanyak sekitar 30 hingga 35 ton perbulan.

Target itu, katanya, berdasar potensi permintaan dari pasar. Hanya saja tercapai atau tidaknya target itu tergantung pada posisi pasokan bahan baku kopi robusta dari petani.

Untuk mencapai target itu, pihaknya harus berupaya keras merangsang petani di kawasan Mandailing Natal untuk meningkatkan produksi kopi robusta.

Sejauh ini, pihaknya telah menggulirkan program kontrak kerjasama dengan petani dan pedagang pengumpul di Mandailing Natal dalam upaya memenuhi permintaan pasar yang kian meningkat.

Kemitraan dengan petani dan pedagang pengumpul ini bukan saja di segmen produktifitas tetapi juga kualitas kopi.

Dia berharap ekspansi pasar kopi robusta ini berdampak positif bagi para petani kopi di Mandailing Natal.

Peluang bahan baku kopi yang diproyeksikan, bukan saja dari kebun-kebun kopi petani yang ada, tetapi juga tanaman-tanaman kopi robusta peninggalan zaman kolonial Belanda yang benyak tersebar di berbagai kawasan Mandailing Natal.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PKS Madina  Galang Kekuatan Untuk  Yusuf-Imron

    PKS Madina Galang Kekuatan Untuk Yusuf-Imron

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mandailing Natal (Madina) mulai menggalang  kekuatan dii kawasan Mandailing Julu dalam memperjuangkan pasangan calon bupati/wakil bupati Madina H.M Yusuf Nasution, M.Si/Imron Lubis,S.Pd.MM. Pengalangan diawali dengan pertemuan dan konsolidasi di tingkat Pimpinan Anak Cabang  (PAC), simpatisan dan kader  PKS se-wilayah Mandailing Julu yang dimulai pada Sabtu (19/9) […]

  • Pertumbuhan Transportasi di Mandailing Masa Kolonial

    Pertumbuhan Transportasi di Mandailing Masa Kolonial

    • calendar_month Kamis, 2 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution Budayawan Tanggal 15 Desember 1847, Belanda menggalakkan kebijakan tanaman kopi di kawasan Mandailing Angkola. Asisten Residen A.P. Godon melibatkan pemerintahan raja-raja tradisional untuk memobilisasi budi daya kopi secara massal. Pemerintah kolonial memaksa setiap penduduk untuk menanam kopi dan hasilnya wajib dijual kepada Belanda dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah. Tetapi sampai […]

  • Binsar Nasution: Merangsang Pertumbuhan Investasi Baru di Madina Butuh Waktu

    Binsar Nasution: Merangsang Pertumbuhan Investasi Baru di Madina Butuh Waktu

    • calendar_month Kamis, 2 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oposisi Jangan Mencari Kelemahan, Tapi  Ikut Berperan   Panyabungan (MO)– Pemkab Madina perlu mendorong rangsangan mengalirnya arus investasi sektor swasta ke Madina. Disamping itu, juga perlu upaya merangsang meningkatkanya skil dan kemampuan penduduk usia kerja sesuai dengan standar yang dibutuhkan, kaitannya dengan strategi perluasan lapangan kerja bagi penduduk usia produktif. Menarik investor baru ke […]

  • Harga TBS di Madina Semakin Membaik

    Harga TBS di Madina Semakin Membaik

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus membaik. Dan dalam dua minggu terakhir, harganya kembali mengalami kenaikan Rp50 per kilogramnya dari sebelumnya Rp1.100 menjadi Rp1.150 per kg. Demikian dikatakan Sugeng (37), petani sawit warga Sinunukan, Kecamatan Sinunukan, kepada MedanBisnis, Senin (25/10) di Panyabungan. Disebutkannya, harga jual TBS sebesar Rp1.150 […]

  • Suheri-Atikah Pasangan Ideal Ubah Konstlasi Pilkada Madina

    Suheri-Atikah Pasangan Ideal Ubah Konstlasi Pilkada Madina

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon Bupati Madina yang saat ini menjabat Wakil Bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution membuat kejutan baru. Pertemuannya dengan Atikah Asmi Utammi Nasution, Selasa (11/2/2020) mengindikasikan keduanya akan maju sebagai calon bupati/wakil bupati yang mengubah konstlasi Pilkada 2020. Pertemuan Sukhairi-Atikah ini memiliki potensi perubahan jagat Pilkada Madina karena kedua figur ini […]

  • Warga 4 Desa Minta Lahan Mereka Dikeluarkan dari Izin Lokasi KP USU

    Warga 4 Desa Minta Lahan Mereka Dikeluarkan dari Izin Lokasi KP USU

    • calendar_month Sabtu, 14 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga empat desa di Kecamatan Muara Batang Gadis meminta bupati Mandailing Natal mengeluarkan lahan seluas 2.542 hektar dari Izin Lokasi KP USU. Ini mengindikasikan, bahwa kebijakan pemerintah di era bupati Amru Daulay yang memberikan izin lokasi kepada KP USU tak berterima di tingkat rakyat di empat desa selaku pemilik lahan. Juga […]

expand_less