Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Hari Ibu Menjadi Kelabu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 24 Des 2020
  • print Cetak

Oleh : Enni Etika Mardia, S.Pd

Aktivis Peduli Ummat / tinggal di Padangsidempuan

Bulan  Desember dikenal dengan hari Ibu. Sebuah kebiasaan yaitu tepat tanggal 22 Desember diperingati hari ibu setiap tahunnya.

Pada peringatan hari ibu adalah momen untuk mengingat kembali bagaimana peran penting seorang ibu dalam kehidupan. Dengan bimbingan ibu, setiap anak menjadi lebih memahami kehidupan.

Dengan hadirnya ibu, setiap anak mampu menghadapi ujian kehidupan. Sosok ibu senantiasa mendorong anak anaknya untuk tegar menghadapinya tantangan kehidupan. Ibu adalah sosok yang penuh kasih sayang. Ibulah yang mengandung dan melahirkan setiap manusia yang lahir ke bumi ini. Berkat kasih sayangnya tubuh yang dulu mungil sekarang tumbuh hingga menjadi dewasa.

Namun, hari ibu kali ini menjadi kelabu. Bagaimana tidak, banyak berita yang beredar bahwa sosok ibu yang penuh kasih sayang berubah menjadi sosok mengerikan.

Seperti kejadian di Nias Utara baru- baru ini.

Ibu pembunuh ketiga anak kandungnya, berinsial MT, meninggal dunia di RSUD Gunungsitoli, Sumatera Utara pada Minggu pagi 13 Desember 2020, sekitar Pukul 06.10 WIB. Usai membunuh, wanita berusia 30 tahun itu sempat beberapa kali coba bunuh diri, namun berhasil digagalkan. “Tersangka MT dinyatakan oleh dokter umum piket RSUD Gunungsitoli telah meninggal dunia di RSUD Gunungsitoli,” ungkap Perwira Urusan Hubungan Masyarakat (Paur Humas) Polres Nias, Aiptu Yadsen Hulu, kepada wartawan, Minggu siang 13 Desember 2020.(sumut.inews.id, 10/12/2020).

Selain kasus di atas ada juga seorang Ibu menganiaya anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 1. Sang ibu tersebut mencubit, memukul menggunakan gagang sapu, bahkan memukulinya di kepala bagian belakang sebanyak tiga kali. (megapolitan.kompas.com, 16/9/2020).

Di tempat lain, seorang ibu tega menganiaya anak perempuannya hingga tewas, gara-gara masalah sepele saja. Polres Lebak, Banten, mengungkap motif pembunuhan anak perempuan berusia 8 tahun oleh orang tua kandungnya, warga Jakarta Pusat. Kasat Reskrim Polres Lebak, AKP David Adhi Kusuma mengatakan, ibu korban melakukan penganiayaan karena putrinya sulit memahami pelajaran, saat belajar daring.  Pelaku IS, yang juga ibu korban, mengaku menganiaya korban pada 26 Agustus 2020 lalu, hingga tewas. (Kompastv.com).

Inilah fakta ibu yang begitu menyayat hati. Kasus di atas menambah deret panjang jumlah ibu yang kesehatan mentalnya terganggu. Mereka adalah korban pemberlakuan sistem yang salah sehingga mereka jadi sakit mental. Yaitu sistem sekuler kapitalistik telah merusak mentalnya. Ini dikarenakan kondisi saat ini jauh dari sentuhan agama, membuat kaum ibu mudah gelap mata. Bahkan tega membunuh buah hatinya sendiri. Dimana sosok yang penuh kasih itu, berubah menjadi sosok bengis dan kejam.

Menjadi tanda tanya besar,  kenapa bisa seorang ibu tega membunuh anak kandungnya sendiri? Namun, inilah sistem sekuler yang menyebabkan tindakan kriminal mudah terjadi, karena menuhankan aturan manusia. Padahal aturan Sang Pencipta, Allah SWT yang paling benar dan mengetahui apa yang terbaik bagi manusia.

Naluri keibuan terkikis habis dalam sistem saat ini, padahal naluri keibuan merupakan naluri yang Allah berikan kepada setiap perempuan, ini adalah bagian dari fitrahnya. Seorang ibu seharusnya sosok yang lembut, penuh kasih sayang, dan menjaga kelangsungan generasi.

Sistem sekuler ini juga menyebabkan abainya negara menanamkan akidah Islam dalam pendidikan setiap individu masyarakat hingga tidak mampu melahirkan individu bertakwa. Seharusnya hasil dari pendidikan ialah kesiapan orang tua menjalankan salah satu amanahnya yaitu merawat dan mendidik anak-anak dengan penuh kasih sayang. Sampai mengantarkan mereka ke gerbang kedewasaan. Orang tua mempunyai peranan penting dalam menyayangi anak-anak, mendidiknya, serta menjaganya dari ancaman kekerasan, kejahatan, serta terjerumus pada azab neraka.

Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At- Tahrim [66]: 6).

Berbeda dengan  Islam yang memberikan solusi yang solutif bagi setiap permasalahan manusia. Ini karena Islam berasal dari Sang Pencipta, Allah SWT, yang Maha Memahami hakikat manusia; sehingga Syariat pasti sesuai dengan kondisi manusia. Tidak akan menimbulkan kerusakan dan tidak akan  memunculkan permasalahan baru.SyariatNya akan sempurna memancarkan keberkahannya manakala diterapkan secara keseluruhan dalam sebuah institusi negara.

Sistem pemerintahan Islam akan menerapkan sistem pendidikan berbasis akidah Islam yang akan mampu memperkuat iman umat Islam termasuk kalangan ibu, sehingga lahir sosok ibu yang mempunyai kepribadian Islam yang tangguh. Terdiri dari  pemikiran dan pola sikap yang Islami, kaum ibu akan mampu melalui  ujian hidup seberat apapun. Bahkan  Kaum ibu juga disiapkan agar  memiliki pemahaman Fiqih Munakahat atau Syariat tentang Pernikahan, sehingga paham hak dan kewajiban mereka sebagai istri yang shalihah. Semua demi mendapatkan ridhoNya dan terbentuk keluarga yang sakinah mawaddah Warrahmah. Dengan begitu kaum ibu akan merasakan kebahagiaan hakiki dalam berkeluarga. Islam memuliakan kaum ibu, dimana mereka tidak diwajibkan Allah untuk mencari nafkah sehingga mereka akan fokus pada kewajiban sebagai ibu yaitu sebagai ibu dan pengurus rumah tangga  (al-umm wa rabbatul bait), sehingga kaum ibu terhindarkan dari stres karena menjadi tulang punggung keluarga.  Disamping itu, dalam sistem Islam memastikan para lelaki yang telah berkeluarga untuk mampu mencari nafkah bagi keluarganya. Dimana seorang suami harus bertanggung jawab terhadap anak istrinya dengan mencari nafkah. Dalam sistem Islam juga akan membuka lowongan kerja seluas-luasnya bagi para suami. Bagi para suami yang malas mencari nafkah, akan diingatkan dan menghukum mereka agar sadar akan kewajibannya. Dengan demikian pondasi ekonomi keluarga akan kokoh dan sejahtera.

Inilah solusi Islam  dalam rangka memuliakan kaum ibu. Dengan sistem Islam  terbukti menciptakan peradaban yang cemerlang selama 13 abad lamanya. Sehingga hari ibu dalam rangka memuliakan perannya, tidak sebatas seremonial, tapi memang terwujud dalam kehidupan nyata dan terhindarkan dari stres berkepanjangan karena sistem sekuler  yang batil.

Wallahua’lam bishshawwab

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jakfar Sukhairi Daftar ke PPP

    Jakfar Sukhairi Daftar ke PPP

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bakal Calon Bupati Madina, HM Jakfar Sukhairi Nasution hari ini selain mendaftar di PKB Madina, juga di PPP. Dengan demikian Jakfar Sukhairi sudah mendaftar di 6 partai politik. Yakni PDIP, Gerindra, Berkarya, Demokrat, PKB dan PPP. Jakfar Sukhairi yang saat ini mejabat wakil bupati Madina mendaftar di sekretriat DPC Partai […]

  • Imron Lubis  Terpilih Jadi Ketua Partai Hanura Madina

    Imron Lubis Terpilih Jadi Ketua Partai Hanura Madina

    • calendar_month Minggu, 26 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  H.Imron Lubis resmi menjadi ketua DPC partai hanura Kabupaten Mandailing Natal priode 2016 – 2021. Imron Lubis yang masih menjabat wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) ini, terpilih untik memimpn Hanura Madina pada Musyawarah Cabang Partai Hanura ke II, Sabtu (25/6) di Hotel Rindang Panyabungan dihadiri pengurus DPD Hanura Sumut, Pimpinan Anak […]

  • Hak Interpelasi Bukan Menjatuhkan Bupati

    Hak Interpelasi Bukan Menjatuhkan Bupati

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengusulan hak interpelasi kepada bupati Madina bukan dalam rangka menjatuhkan sang kepala daerah, melainkan meminta penjelasan soal kondisi Madina dan pengelolaan pemerintahan yang dinilai banyak masalah dewasa ini. Dalam temu pers, Rabu (10/12) Ketua Fraksi Golkar Madina, As Imran Khaitamy Daulay menyatakan bahwa usul hak interplasi DPRD Madina bertujuan […]

  • Calo Sulit Diberantas

    Calo Sulit Diberantas

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Upaya pemberantasan percaloan di instansi pemerintahan sulit diberantas jika mental birokrat belum dibenahi. Selain itu budaya masyarakat yang ingin dipermudah dan cepat dalam setiap urusan, menjadi salah satu celah memuluskan praktek percaloan. Hal ini dikatakan Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Provinsi Sumatera Utara Hidayat di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat (26/11/2010). […]

  • Boby Nasution Kunjungi Kampoeng Kaos Madina

    Boby Nasution Kunjungi Kampoeng Kaos Madina

    • calendar_month Jumat, 15 Des 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Boby Nasution, mengungjungi Kampoeng Kaos Madina  di Panyabungan, Mandailing Natal, Jum’at (15/12/2017). Kunjungan menantu Presiden Jokowi  ke Kampoeng Kaos ini merupakan salah satu titik lawatan selama berada di Mandailing Natal (Madina). Dia menyatakan mengagumi Kampoeng Kaos Madina sebagai satu industri kreatif yang berbasis budaya Mandailing. Di Kampoeng Koas dia didampingi bupati […]

  • Ini Dia Kasus Terminal Panyabungan Yang Menyeret Kadis Perhubungan Sebagai Tersangka Korupsi 1,7 Milyar

    Ini Dia Kasus Terminal Panyabungan Yang Menyeret Kadis Perhubungan Sebagai Tersangka Korupsi 1,7 Milyar

    • calendar_month Rabu, 3 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Polres Madina menetapkan Kepala Dinas Perhubungan Madina sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan terminal Panyabungan. Dan sejatinya Harlan ditahan pada Serlasa Malam, tetapi karena adanya surat permohonan penangguhan penahanan dari bupati Madina dan dan Plt sekda Madina dan jaminan dari istri tersangka mengakibatkan polisi tak jadi menahan Harlan. Lalu bagaiamana […]

expand_less