Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Sejumlah Keluhan Disuarakan Para Tokoh Pantai Barat Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2021
  • print Cetak

Bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution (tengah) didampingi Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis (kanan) menggelar silaturahmi dengan tokoh masyarakat Pantai Barat di Natal, Sabtu (25/9/2021).

NATAL (Mandailing Online) – Pemkab Madina dan Pemprov Sumut harus lebih kerja keras membangun kawasan Pantai Barat Madina.

Selain kerja keras, juga kemauan politik yang tinggi agar sektor-sektor dapat berkembang di kawasan ini.

Kawasan Pantai Barat Madina memiliki panjang pantai 170 km yang memiliki potensi ekonomi, serta berbagai ruas jalan darat yang kewenangannya bukan saja Pemkab Madina tetapi juga kewenangan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

Persoalan infrastruktur, energi hingga sektor kesehatan dikeluhkan para tokoh Pantai Barat dalam pertemuan dengan Bupati Mandailing Natal (Madina) Jakfar Sukhairi Nasution, Sabtu malam (25/9/2021) di mess Pemprov Sumatera Utara di Natal.

Bupati Madina didampingi Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis menggelar silaturahmi dengan tokoh masyarakat Kecamatan Natal untuk mengumpul aspirasi ril.

Tokoh Pantai Barat, Ali Anapiah di pertemuan itu mengungkapkan berbagai keluhan di kawasan itu,  antara lain arus listrik yang sering padam, infrastruktur jalan dan jembatan hingga fasilitas kesehatan yang dipandang masih belum memadai.

“Kita telah memiliki rumah sakit, namun masyarakat terkadang belum merasakan itu sebagai sebuah rumah sakit dikarenakan fasilitasnya belum cukup, termasuk ketersediaan dokter spesialis,” bebernya.

Sementara itu H. Misdar mewakili kalangan adat menyampaikan harapannya agar pembangunan di wilayah Pantai Barat dapat berjalan sesuai harapan serta situasi kamtibmas dijaga.

Silaturrahim antara pemuka masyarakat Pantai Barat dengan bupati Madina di mess Pemprovsu di Natal, Sabtu malam (25/9/2021)

Sementara ustad Bashor, mewakili alim ulama menyampaikan bahwa Natal itu memiliki banyak ragam suku dan kelompok namun sangat kompak.

“Termasuk hubungan antar ummat beragama sangat kondusif, kita di sini yakin perbedaan bukan untuk memisahkan namun saling menguatkan,” katanya.

Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Bantahan Panyabungan Tanya Dana Bencana

    Warga Bantahan Panyabungan Tanya Dana Bencana

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Warga kawasan Batahan Kabupaten Madina pertanyakan dana bantuan pasca angin puting beliung yang menimpa 99 kk Masarakat Batahan, sedang inpormasi soal dana bantuan dari Pemda Madina sebesar Rp120 juta lebih dipertanyakan. Kamis (11/11) Dana sebesar Rp 120 juta tersebut menjadi bahan pertanyaan warga Batahan setelah ada mendapat inpormasi bahwa dana bantuan yang terulis pada […]

  • Libatkan Pengusaha Jasa Kontruksi dan Stakeholder, Dinas PUPR Madina Sosialisasikan KPPU

    Libatkan Pengusaha Jasa Kontruksi dan Stakeholder, Dinas PUPR Madina Sosialisasikan KPPU

    • calendar_month Rabu, 15 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN, ( Mandailing Online )- dalam rangka mengawasi pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya agar tidak melakukan praktek monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat, Dinas PUPR Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) laksanakan sosialisasi penyusunan data dan informasi penyelenggarakan pekerjaan kontruksi dan komisi persaingan usaha ( KPPU ) yang berlangsung di Aula Ladang Sari […]

  • Batang Pungkut Green: Programn CI di Madina Tak Berdampak

    Batang Pungkut Green: Programn CI di Madina Tak Berdampak

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Batang Pungkut Green Concervation (BPGC) mendesak Pemkab Mandailing Natal (Madina) mengevaluasi MoU antara Pemkab Madina dengan Causeruation International (CI). Paslanya, sudah tiga tahun MoU (Memorandum of Understanding) itu ditandatangani kedua pihak, kegiatan yang dilakukan CI belum memberikan kontribusi apapun terhadap masyarakat Madina. Koordinator BPGC, Syafruddin Lubis kepada wartawan, Senin (6/1/2014) di […]

  • H Sawaluddin Nasution Sahuti Permintaan Warga Banjar Sauh

    H Sawaluddin Nasution Sahuti Permintaan Warga Banjar Sauh

    • calendar_month Minggu, 25 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN(Mandailing Online) – Pengusaha sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sawaluddin Nasution sahuti permintaan warga dengan memberikan bantuan Speaker aktif di Lingkungan III Banjar Sauh, Kelurahan Panyabungan II Kabupaten Madina. Minggu (25/06/2023). Bantuan berupa Speaker aktif ini diserahkan Sawaluddin yang diterima langsung oleh Lurah Panyabungan II Abdul Aziz […]

  • Mayat Pria 20-an Tahun Hanyut di Batang Gadis

    Mayat Pria 20-an Tahun Hanyut di Batang Gadis

    • calendar_month Selasa, 14 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Satu mayat pria berusia sekitar 20 tahun ditemukan hanyut mengapung di Sungai Batang Gadis, Selasa (14/3/2017). Jenazah pria itu ditemukan mengapung di titik Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu,  Kabupaten Mandailing Natal. Seorang yang sedang mengail ikan di pinggiran Sungai Batang Gadis yang pertama melihat jenazah itu lalu memberitahu warga seterusnya […]

  • Polisi Gerebek Gudang Pengoplosan Pupuk Bersubsidi di Simalungun

    Polisi Gerebek Gudang Pengoplosan Pupuk Bersubsidi di Simalungun

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Kepolisian Daerah (Polda) Sumut menggerebek sebuah gudang pengoplosan pupuk subsidi,di Desa Nagujur Huta Bayu, Kabupaten Simalungun, Selasa 16 Agustus 2011 dini hari. Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan tiga orang yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka.Ketiga tersangka yakni, Rahmadani dan Isnandar Mawi, keduanya sebagai pekerja, serta Doni Sibarani selaku sopir truk. Sedangkan, pemilik gudang, diketahui bernama […]

expand_less