Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

LGBT Buah Kapitalisme

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 24 Okt 2021
  • print Cetak

Oleh : Dian Marlina Rambe
Muslimah Peduli Generasi

 

Dikutip dari detik.com Millen Cyrus memenangkan kontes kecantikan Miss Queen 2021 yang diselenggarakan di Bali, Kamis (30/9/2021). Ini menjadi pro dan kontra, karena kontes tersebut  merupakan ajang kecantikan bagi para transgender. Ajang transgender yang diikuti Milen Cyrus ini mengalahkan 17 kontestan di Miss Quin Indonesia, ia berhasil menjadi juara berkat usahanya dengan membawa beberapa pesan pendek diantaranya dia hendak merubah masyarakan menjadi sebaik-baiknya manusia dan Milen berharap masyarakat Indonesia bisa menerima perbedaan yang ada antara mereka, katanya di sesi final.

Setelah memenangkan Miss Queen Indonesia 2021, Millen Cyrus berhak melaju ke ajang Miss International Queen 2021 yang digelar di Thailand. Di ajang tersebut, Millen akan berkompetisi dengan transgender lainnya.

Dengan diadakannya kontes transgender ini tentu menuai protes dari banyak kalangan masyarakat. Sebab hubungan sejenis itu dikategorikan sebagai perbuatan kriminal yang pelakunya akan mendapatkan dosa besar di dalam islam. Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan pendapat tentang  hal tersebut, menurut Sekjen MUI, Amirsyah, bahwa perubahan jenis kelamin bertentangan dengan ketentuan Allah (sunnatullah). Oleh sebab itu  Amirsyah mengajak semua pihak untuk konsisten melaksanakan  Undang-undang No. 24 Tahun 2013 junto Undang-undang No. 23 Tahun 2006 tentang Adminduk. (REPUBLIKA.CO.ID Ahad 254)

Namun sebagian warganet ada yang menerima keberadaan para trasgender ini, dengan dukungan warganet tersebut terhadap kontes ini menunjukkan ide kebebasan yang digaungkan oleh Barat benar-benar diterima, karena diyakini sebagai hak asasi manusia, namun keterikatan terhadap hukum islam mulai tersingkirkan perlahan. Inilah akibat dari diterapkannya sistem demokrasi kapitalis yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan dan nilai kebebasan ini sangat bertentangan dengan islam. Karena di dalam islam semua perbuatan harus terikat hukum syara. Sudah saatnya kita kembali kepada fitrah islam, menerapkan syariat islam secara sempurna, yang tidak hanya mampu membawa kebaikan bagi manusia tapi juga seluruh alam.

Ketika diterapkan syariat islam, maka keluarga muslim akan membentengi diri dengan akidah yang lurus. Kemudian masyarakat  juga akan melakukan amar ma’ruf nahi mungkar terhadap pelaku LGBT. Kemudian di dalam islam pelaku LGBT ini akan mendapat sanksi tegas. Barang siapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum luth (liwath), maka bunuhlah fa’il (pelaku) dan maf’ul bih (pasangan). (HR.Abu Dawud dari Ibnu Abbas)

Dengan hukuman yang tegas ini tentu akan membuat jerah para pelaku kemudian bisa mencegah serta membasmi para pelaku LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender). Namun ini  semua bisa terwujud ketika diterapkannya islam secara sempurna  dalam  bingkai naungan Khilafah.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Temukan Ladang Ganja 10 Ha di Hutan Kotanopan

    Polisi Temukan Ladang Ganja 10 Ha di Hutan Kotanopan

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jika selama ini hutan Desa Huta Tua Kecamatan panyabungan Timur terkenal dengan ladang ganja, kali ini beralih ke hutan Desa Simandolam Kecamatan Kotanopan. Polres Mandailing Natal (Madina) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Madina berhasil menemukan ladang ganja seluas 10 hektar siap panen dan 1 hektar yang baru disemai […]

  • Pembakar Barak PT Sorikmas Mining Diimbau Menyerah

    Pembakar Barak PT Sorikmas Mining Diimbau Menyerah

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Aksi demo penolakan tambang oleh ratusan warga Desa Hutagodang Muda, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Ahad (29/05/2011) berujung bentrok. Salah seorang warga, Solatia (19), tertembak. Sejumlah fasilitas perusahaan tambang emas PT Sorikmas Mining dibakar warga. Pasca peristiwa tersebut, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro langsung turun ke Madina, Senin (30/05/2011). Kunjungan […]

  • Melirik Kopi Mandailing di Ulupungkut

    Melirik Kopi Mandailing di Ulupungkut

    • calendar_month Minggu, 29 Mei 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Liputan: Arini Astri Rozak Kopi Mandailing adalah salah satu jenis kopi populer asli Indonesia. Bukan hanya di Indonesia, kopi yang menjadi primadona di Mandailing ini cukup terkenal di luar negeri. Seperti namanya, kopi Mandailing atau yang dikenal juga dengan Mandheling Coffe ini berasal dari Kabupaten Mandailing Natal, Pegunungan Bukit Barisan, Sumatera Utara. Kopi Mandailing memiliki […]

  • Tentang Cawabub, Cakada Madina Saifullah Nasution Mengaku Belum Tentukan

    Tentang Cawabub, Cakada Madina Saifullah Nasution Mengaku Belum Tentukan

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Kepada Mandailing Online, Saifullah Nasution Bacakada Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) mengatakan sampai malam ini Jum’at 24/5/2024 belum ada pembicaraan terkait calon Wakil Bupati yang akan mendampinginya pada perhelatan Pilkada Madina mendatang. Ia mengaku masih fokus loby Partai Politik ( Parpol) yang akan mengusung dirinya untuk Pilkada Madina. “Sejauh ini […]

  • Jika Keracunan itu Akibat Siomai, Mengapa Konsumen di Desa Lain Tak Keracunan?

    Jika Keracunan itu Akibat Siomai, Mengapa Konsumen di Desa Lain Tak Keracunan?

    • calendar_month Jumat, 12 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Peliput : Salman Rais Daulay / Editor : Dahlan Batubara   MUARASIPONGI (Mandailing Online) – Padil, penjual siomai yang biasa berkeliling di Kecamatan Muara Sipongi mengaku terkejut mendengar ada anak-anak keracunan di Desa Simpang Mandepo. Pria yang  berdomisili di Pasar Muarasipongi itu menjawab Mandailing Online, Jum’at malam (12/5/2017) menyatakan keterkejutannya mendengar keracunan itu disebut-sebut diduga […]

  • UMK 22 Kabupaten/Kota Sudah Diteken Gubsu, Madina Belum Ada?

    UMK 22 Kabupaten/Kota Sudah Diteken Gubsu, Madina Belum Ada?

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Tahun 2022 untuk 22 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara, telah ditandatangani Gubernur Edy Rahmayadi. UMK tersebut merupakan usulan bupati dan wali kota, yang sebelumnya telah melalui pembahasan di tingkat dewan pengupahan kabupaten/kota masing-masing. “UMK 2022 untuk 22 daerah sudah ditandatangani Pak Gubernur,” ujar Kadis Tenaga Kerja Sumut, […]

expand_less