Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Melirik Kopi Mandailing di Ulupungkut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 29 Mei 2022
  • print Cetak

Wawancara dengan guru dan murid SMKN 1 Ulupungkut, Selasa (17/5/2022). Foto: Arini Astri Rozak

Liputan: Arini Astri Rozak

Kopi Mandailing adalah salah satu jenis kopi populer asli Indonesia. Bukan hanya di Indonesia, kopi yang menjadi primadona di Mandailing ini cukup terkenal di luar negeri.

Seperti namanya, kopi Mandailing atau yang dikenal juga dengan Mandheling Coffe ini berasal dari Kabupaten Mandailing Natal, Pegunungan Bukit Barisan, Sumatera Utara.

Kopi Mandailing memiliki tingkat keasaman fruity. Sebagai hasil bumi yang memiliki nilai yang tinggi, tentunya kopi Mandailing harus terus dibudidayakan dan ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah Sumatera Utara untuk meningkatkan produksi serta kualitas kopi mandailing adalah dengan membuka SMK dengan jurusan yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas kopi tersebut.

SMK Negeri 1 Ulupungkut menjadi kekolah kejuruan yang didirikan sebagai salah satu upaya untuk mengedukasi anak muda tentang cara mengolah kopi.

Airiah Elvinasari Pulungan, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Ulupungkut dalam wawancara di SMKN 1 Ulu Pungkut, Selasa (17/5/2022) mengatakan bahwa ada sembilan sekolah yang sama di seluruh Indonesia, salah satunya di Mandailing Natal. Sekolah ini dibangun khusus untuk mengembangkan kopi.

Airiah mengatakan, kopi Mandailing telah ada sejak zaman kolonial Belanda. Belanda memaksa masyarakat untuk menanam kopi. Mereka membawa kopi jenis Arabika untuk ditanam.

“Sebenarnyakan kita itu dipaksa untuk menanam kopi. Jenis yang mereka bawa adalah Arabika,” kata Airiah.

Selain Arabika, kopi Mandailing juga memiliki jenis kopi lain yaitu Robusta. Kopi Arabika berasal dari Arab, sedangkan kopi Robusta merupakan kopi lokal yang berasal dari Indonesia.

Di SMKN 1 Ulu Pungkut, para siswa bukan hanya diajari cara menanam kopi, tetapi juga bagaimana cara mengolah kopi yang telah dipanen. Semua kopi mereka olah sendiri. Mulai dari proses pembibitan hingga pengemasan produk.

Pembibitan

Langkah pertama dalam proses pembibitan ialah dengan mengambil kulit luar kopi. Kulit luar yang telah dipisahkan dengan biji kopi kemudian direndam. Setelah itu tunggu hingga kulit mengendap. Tidak semua kulit yang telah direndam bisa dibibitkan. Kulit yang mengapung harus dibuang.

Bibit kopi saat masih di polybag

Proses selanjutnya adalah penyemaian. Setelah bibit yang disemaikan tumbuh, barulah dipindahkan ke dalam polybag.

Selain menanam kopi, mereka juga membibitkan kayu manis.

“Kita juga membibitkan kayu manis, karena biasanya orang Ulupungkut itu minum kopinya pakai kayu manis,” sambung Airiah.

Kopi yang bisa dijadikan sebagai bibit adalah kopi dengan kualitas terbaik. Bibit yang telah tumbuh dan layak tanam akan dipindahkan ke lahan pertanian.

Pohon Kopi

Usia kopi dapat diketahui melalui batangnya. Semakin tua kopi, maka semakin besar batangnya. Tinggi pohon kopi ini sebaiknya sekitar 1 meter, agar saat panen tidak sulit. Biji kopi yang siap panen harus berwarna merah, jika berwarna hijau artinya biji kopi tersebut belum matang.

Berry Parlindungan Lubis, guru SMKN 1 Ulu Pungku ketika diwawancarai di tebun kopi kepala SMKN 1 Ulu Pungkut, Selasa (17/5/2022), mengatakan, jika selesai panen ranting pohon kopi harus dipangkas.

“Ranting-rantingnya harus dipangkas setelah selesai panen, agar tumbuh lagi bunga dan buah yang baru. Kopi ini modelnya secara terus-menerus. Ketika buah telah merah, dipanen, nanti bunga baru tumbuh lagi,” kata Berry.

Buah kopi yang belum matang

Usia pohon kopi di Ulu Pungkut bisa lebih dari 70 tahun. Untuk mencapai usia tersebut, ranting pohon harus rutin dipangkas.

Perawatan Pohon

Perawatan pohon kopi disesuaikan dengan daerah pertumbuhan kopi. Perawatan kopi di Ulu Pungkut terbilang mudah, karena daerahnya subur serta udaranya cocok untuk menanam kopi.

“Karena daerah kita subur dan udaranya bersahabat, perawatannya itu mudah. Kita jarang memupuk dan menyemprot pohon kopi di sini. Paling membersihkan sekeliling batangnya dan rajin untuk memangkas rantingnya,” lanjut Berry.

Perawatan yang alami, tanpa pupuk dan pestisida berlebih menjadi salah satu alasan kopi Mandailing memiliki aroma dan rasa yang berbeda.

Buah kopi yang sudah matang

Aroma kopi yang alami dan yang tidak alami bisa dibedakan. Tentunya, aroma dan rasa dari kopi inilah yang membedakan kopi Mandailing dengan kopi lainnya, dan juga menjadikan kopi Mandailing sebagai salah satu kopi yang terkenal dari Indonesia.

Arini Astrid Rozak adalah mahasiswa Program Studi Penerbitan di Polimedia

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Kawal Kegiatan Ibadah Peringatan HUT OPM

    Polisi Kawal Kegiatan Ibadah Peringatan HUT OPM

    • calendar_month Sabtu, 1 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAYAPURA, (MO)- Kepolisian Jayapura tetap mengawal kegiatan ibadah yang dilakukan sekelompok kecil masyarakat untuk memperingati lahirnya Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sabtu (1/12/2012). Pengawalan itu dilakukan karena polisi tidak menggeluarkan izin namun mereka tetap ingin melaksanakan ibadah dan berjanji tidak akan ada pengibaran bintang kejora. Hal itu dikatakan Wakapolda Papua Brigjen Paulus Waterpauw, Sabtu (1/12/2012) pagi. […]

  • Pemkab Madina Naikkan Kelas Sumber PAD. Begini Penjelasan Kaban Bapenda

    Pemkab Madina Naikkan Kelas Sumber PAD. Begini Penjelasan Kaban Bapenda

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) c.q Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) naikkan kelas sumber Pendapatan Asli Daerah. Ahmad Yasir Lubis SP, MM, Kepala Badan Bapenda Madina mengungkapkan sedang melakukan Optimalisasi sistem pengelolaan dan potensi sumber pendapatan untuk kemandirian daerah serta inovasi kebijakan keuangan daerah. Dijelaskan Kaban Bapenda bahwa upaya ini dilakukan untuk […]

  • Ketika Azan Mesjid Dikelilingi Pemilik Banyak Uang Tanjung Balai

    Ketika Azan Mesjid Dikelilingi Pemilik Banyak Uang Tanjung Balai

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kolom Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online Ketika zaman kian menempatkan posisi uang di segala garis edar pergerakan manusia, maka mereka yang memiliki banyak uang akan mudah berenang di arus pergerakan aktivitas di peradaban bumi. Ketika zaman kian menempatkan posisi uang sebagai energi nafas menggerakkan arus aktivitas manusia, maka si pemilik banyak uang akan lebih […]

  • Kasus Proyek Pustu Pastab Jae,    DPRD Madina : Dinas Kesehatan Melanggar Peraturan Daerah.  Kadis Kesehatan : Itu Tanggungjawab Saya, Yang Penting Dibangunkan

    Kasus Proyek Pustu Pastab Jae, DPRD Madina : Dinas Kesehatan Melanggar Peraturan Daerah. Kadis Kesehatan : Itu Tanggungjawab Saya, Yang Penting Dibangunkan

    • calendar_month Selasa, 19 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus dugaan pengalihan lokasi proyek rehabilitasi Puskesmas Pembantu (Pustu) dari Desa Pastap Julu ke desa Pastap Jae terus bergulir. Pihak DPRD Mandailing Natal (Madina) menilai pengalihan lokasi itu perbutan melanggar Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Madina TA 2015.  “Itu sudah jelas-jelas menyalahi, kalau mau dipindahkan, ada prosedurnya. […]

  • Setelah Sumut, Kini Sumbar Gaungkan Kemerdekaan

    Setelah Sumut, Kini Sumbar Gaungkan Kemerdekaan

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANG (Mandailing Online) – Menyusul wacana Sumatera Utara merdeka dan memisahkan diri dari Indonesia, kini Sumatera Barat (Sumbar) yang menggaungkan Sumbar merdeka. Lem¬baga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar kecewa kepada DPR RI yang mengesahkan RUU Desa, yang diusulkan pemerintah pusat, Rabu (18/12) lalu. Pemangku adat di Minang¬kabau ini sudah menolak RUU tersebut sejak dirancang […]

  • Menteri Pertanian Rencanakan Bantu Madina

    Menteri Pertanian Rencanakan Bantu Madina

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan akan membantu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di sektor pertanian. Itu dikatakannya saat Bupati Madina Saipullah Nasution bersama 11 kepala daerah beraudiensi dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Kamis (9/10/2025). Pertemuan itu membahas beberapa hal ketahanan pangan, termasuk hilirisasi sektor pertanian. Saipullah menjelaskan, Menteri […]

expand_less