Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

3 polisi Malaysia perkosa TKI di penjara

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 12 Nov 2012
  • print Cetak

JAKARTA, (MO)- Harga diri bangsa Indonesia kembali terkoyak. Seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia yang ditahan di Kantor Polisi Bukit Mertajam, Pulau Penang, di perkosa oleh tiga polisi Diraja Malaysia di kantor polisi tersebut.

Tindakan kekerasan seksual tersebut dilakukan sekira pukul pada pukul 06.00 tanggal 9 November 2012 waktu setempat. Hal itu disampaikan, Analis Kebijakan Migrant Care Wahyu Susilo melalui siaran pers, hari ini.

“Siti ditahan karena tidak membawa paspor, diduga kuat menjadi korban penahanan paspor oleh majikannya. Kasus ini menambah deretan panjang brutalitas polisi Diraja Malaysia terhadap buruh migran Indonesia, setelah setidaknya 151 buruh migran Indonesia ditembak mati oleh polisi Diraja Malaysia sejak 2007-2012,” kata Wahyu.

Dari serentetan kasus yang ada, jelasnya, tidak satu pun kasus-kasus tersebut dituntaskan dengan proses hukum yang adil oleh Malaysia.

“Berulangnya kasus yang serupa di Malaysia menunjukkan adanya kelemahan dalam penegakan hukum terhadap kasus-kasus yang menimpa buruh migran Indonesia. Misalnya, rentetan kasus penganiyaan terhadap PRT migran Indonesia tidak dituntaskan melalui jalur hukum, seperti kasus Ceriyati, Kunarsih, Modesta Rangga Kaka, Winfaidah, Fitria, Sumarsih dan banyak lagi kasus lainnya,” ungkap Wahyu.

Wahyu menyatakan, ketidaktuntasan penyelesaian masalah tindak kekerasan pada TKI, juga disebabkan karena lemahnya diplomasi pemerintah Indonesia di hadapan Malaysia.

“Pemerintah Indonesia selama ini hanya reaktif terhadap kasus yang muncul, perlindungan pemerintah terhadap TKI seperti musiman saja. Kompleksitas TKI selama ini tidak dianggap serius sehingga penangannya juga tidak pernah serius,” tandasnya.

Kronologi
Seorang TKI perempuan diperkosa 3 polisi Malaysia di kantor polisi, di Bukit Mertajam, Penang, Malaysia. Kasus ini sekarang sedang diselidiki Kepolisian Penang.

Berikut kronologi pemerkosaan yang disampaikan Direktur Eksekutif Migrant Care Malaysia Alex Ong seperti dilansir berbagai media, hari ini.

Jumat (9/11) pukul 06.00 pagi waktu setempat
Saat dalam perjalanan pulang, taksi yang digunakan korban diberhentikan polisi. Polisi memeriksa dokumen korban. Namun yang diberikan korban berupa fotokopi paspor. Polisi lalu minta uang agar korban bisa bebas. Namun korban tidak memiliki uang.

Karena tidak memenuhi permintaan polisi, korban lalu dibawa ke kantor polisi Bukit Mertajam. Di kantor tersebut, 3 petugas polisi meminta korban memberi pelayanan seksual di sebuah ruangan. Setelah itu korban diantar pulang oleh dua petugas polisi dan meminta korban untuk tidak menceritakan peristiwa tersebut kepada orang lain.

Sabtu (10/11) pagi
Sopir taksi bernama Tan lalu menemani korban ke kantor pengaduan Partai Politik MCA (Malaysian Chinese Association). Siang harinya, korban meminta tolong kepada Biro Pengaduan MCA. Pegawai MCA yang menerima pengaduan korban adalah Liew Rui Tuan. Bahkan MCA juga menggelar jumpa pers terkait peristiwa yang dialami korban. Dalam jumpa pers itu, Ketua bidang Perempuan MCA Bukit Mertajam juga ikut hadir.

Masyarakat umum Malaysia memberi perhatian besar terhadap kasus ini. Apalagi terkait kelakuan keji penegak hukum yang tidak berdisiplin dan menyalahgunakan wewenang untuk melakukan kejahatan yang keji.

Alex juga mengatakan saat ini ketiga polisi tersebut sudah ditahan. Ketiganya akan dieknakan UU Kriminal pasal 376 dan 377 A dengan ancaman hukuman 5 sampai 20 tahun.

“Tapi bukti dan saksi harus lengkap. Masyarakat Malaysia mengecam pemerkosa yang seharusnya melindungi masyarakat. Pelaku yang paling muda berusia 26 tahun. Ada juga pelaku berpangkat sersan,” jelas Alex.

Sementara itu, Minister Counsellor Pensosbud KBRI Kuala Lumpur, Suryana Sastradiredja, saat dikonfirmasi mengatakan sudah bekerja secepat mungkin untuk melindungi korban dan memberikan bantuan hukum. Suryana mengatakan informasi soal kasus pemerkosaan sudah diterima pihak KBRI sejak Jumat (9/11) malam. Tak lama setelah itu, KBRI membuat tim khusus untuk melakukan kroscek soal peristiwa ini.

“Korban sudah berada di shelter KBRI untuk dilindungi,” kata Minister Counsellor Pensosbud KBRI Kuala Lumpur, Suryana Sastradiredja, saat berbincang dengan pers, Minggu (11/11).(dat03/okz/bbs/wol/rls)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PUNCAK GUNUNG SORIK MARAPI BAGAI DI KAKI LANGIT

    PUNCAK GUNUNG SORIK MARAPI BAGAI DI KAKI LANGIT

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      DISELIMUTI HALIMUN – Dia pria berjalan menyusuri puncak gunung Sorik Marapi, Mandailing Natal. Puncak gunung ini sering diselimuti kabut embun menambah panorama kian eksotis dan seolah berjalan di kaki langit.   Peliput : Holik Nasution / Editor  : Dahlan Batubara  

  • Saber Pungli Harus Investigasi Pungli Honorer Kesehatan, Pungli KTP, Pungli Naik Pangkat, Pungli Pendidikan, Pungli Pencairan Dana

    Saber Pungli Harus Investigasi Pungli Honorer Kesehatan, Pungli KTP, Pungli Naik Pangkat, Pungli Pendidikan, Pungli Pencairan Dana

    • calendar_month Rabu, 22 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Oknum-oknum PNS atau pejabat, siap-siap masuk penjara jika masih hobi melakukan pungutan liar (pungli) dalam layanan publik maupun penerimaan honorer serta kenaikan pangkat. Sejauh ini, rumor di masyarakat sudah lama beredar bahwa instasi yang diduga sering melakukan pungli meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan, Badan Kepegawaian, Dinas PU, Dinas Keuangan. […]

  • JANJI YANG TERLUPAKAN

    JANJI YANG TERLUPAKAN

    • calendar_month Selasa, 25 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen JANJI YANG TERLUPAKAN Karya : WAHYUNI LUBIS     Entah apa yang paling menyakitkan dari janji yang terlupakan. Awalnya saja yang meyakinkan. Namun akhirnya berahir juga dengan kata selamat tinggal. Untukmu nama yang pernah kusebut dalam do’a. Kau sungguh ahli dalam luka. Dengan sengaja kau membuat hatiku patah untuk yang kedua. Aku tidak tau […]

  • Jaga Integritas, MARAK Sumut Minta Kejatisu Segera Umumkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana Stunting Madina

    Jaga Integritas, MARAK Sumut Minta Kejatisu Segera Umumkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana Stunting Madina

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MEDAN ( Mandailing Online ):  Presidium Mimbar Rakyat Anti Korupsi Sumatera Utara (MARAK Sumut), Arief Tampubolon meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut agar segera mengumumkan tersangka dugaan kasus korupsi dana stunting di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tahun anggaran 2022-2023. ” Kita tau Kajatisu Harly Siregar memiliki semangat pemberantasan korupsi sampai dengan saat ini. Tak mungkin kasus […]

  • DPRD kecam pembangunan ABB

    DPRD kecam pembangunan ABB

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Pembangunan proyek peningkatan Jalan Angin Barat Baru (ABB), Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal karena pembangunannya tidak sesuai dengan bestek yang ada, dikecam Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Demikian kata anggota DPRD Madina, Jafar Rangkuti dan Zubeir Lubis, pagi ini. Menurut Jafar, pihaknya sudah banyak mendapat pengaduan dari masyarakat tentang pembangunan jalan ini. Informasi […]

  • Makam Ulama Ramai Peziarah

    Makam Ulama Ramai Peziarah

    • calendar_month Selasa, 26 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MADINA- Sekitar 500-an warga dari berbagai desa di Mandailing Natal berziarah di sejumlah makam ulama dan para syekh di kabupaten tersebut. Ziarah ini bertujuan untuk lebih mendekatkan diri dengan sosok ulama yang telah banyak berjuang dalam menyebarkan hukum dan syariat agama Islam. Amatan METRO, Minggu (24/7) sore di makam Syekh Musthafa Husein yang merupakan pendiri […]

expand_less