Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

3 polisi Malaysia perkosa TKI di penjara

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 12 Nov 2012
  • print Cetak

JAKARTA, (MO)- Harga diri bangsa Indonesia kembali terkoyak. Seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia yang ditahan di Kantor Polisi Bukit Mertajam, Pulau Penang, di perkosa oleh tiga polisi Diraja Malaysia di kantor polisi tersebut.

Tindakan kekerasan seksual tersebut dilakukan sekira pukul pada pukul 06.00 tanggal 9 November 2012 waktu setempat. Hal itu disampaikan, Analis Kebijakan Migrant Care Wahyu Susilo melalui siaran pers, hari ini.

“Siti ditahan karena tidak membawa paspor, diduga kuat menjadi korban penahanan paspor oleh majikannya. Kasus ini menambah deretan panjang brutalitas polisi Diraja Malaysia terhadap buruh migran Indonesia, setelah setidaknya 151 buruh migran Indonesia ditembak mati oleh polisi Diraja Malaysia sejak 2007-2012,” kata Wahyu.

Dari serentetan kasus yang ada, jelasnya, tidak satu pun kasus-kasus tersebut dituntaskan dengan proses hukum yang adil oleh Malaysia.

“Berulangnya kasus yang serupa di Malaysia menunjukkan adanya kelemahan dalam penegakan hukum terhadap kasus-kasus yang menimpa buruh migran Indonesia. Misalnya, rentetan kasus penganiyaan terhadap PRT migran Indonesia tidak dituntaskan melalui jalur hukum, seperti kasus Ceriyati, Kunarsih, Modesta Rangga Kaka, Winfaidah, Fitria, Sumarsih dan banyak lagi kasus lainnya,” ungkap Wahyu.

Wahyu menyatakan, ketidaktuntasan penyelesaian masalah tindak kekerasan pada TKI, juga disebabkan karena lemahnya diplomasi pemerintah Indonesia di hadapan Malaysia.

“Pemerintah Indonesia selama ini hanya reaktif terhadap kasus yang muncul, perlindungan pemerintah terhadap TKI seperti musiman saja. Kompleksitas TKI selama ini tidak dianggap serius sehingga penangannya juga tidak pernah serius,” tandasnya.

Kronologi
Seorang TKI perempuan diperkosa 3 polisi Malaysia di kantor polisi, di Bukit Mertajam, Penang, Malaysia. Kasus ini sekarang sedang diselidiki Kepolisian Penang.

Berikut kronologi pemerkosaan yang disampaikan Direktur Eksekutif Migrant Care Malaysia Alex Ong seperti dilansir berbagai media, hari ini.

Jumat (9/11) pukul 06.00 pagi waktu setempat
Saat dalam perjalanan pulang, taksi yang digunakan korban diberhentikan polisi. Polisi memeriksa dokumen korban. Namun yang diberikan korban berupa fotokopi paspor. Polisi lalu minta uang agar korban bisa bebas. Namun korban tidak memiliki uang.

Karena tidak memenuhi permintaan polisi, korban lalu dibawa ke kantor polisi Bukit Mertajam. Di kantor tersebut, 3 petugas polisi meminta korban memberi pelayanan seksual di sebuah ruangan. Setelah itu korban diantar pulang oleh dua petugas polisi dan meminta korban untuk tidak menceritakan peristiwa tersebut kepada orang lain.

Sabtu (10/11) pagi
Sopir taksi bernama Tan lalu menemani korban ke kantor pengaduan Partai Politik MCA (Malaysian Chinese Association). Siang harinya, korban meminta tolong kepada Biro Pengaduan MCA. Pegawai MCA yang menerima pengaduan korban adalah Liew Rui Tuan. Bahkan MCA juga menggelar jumpa pers terkait peristiwa yang dialami korban. Dalam jumpa pers itu, Ketua bidang Perempuan MCA Bukit Mertajam juga ikut hadir.

Masyarakat umum Malaysia memberi perhatian besar terhadap kasus ini. Apalagi terkait kelakuan keji penegak hukum yang tidak berdisiplin dan menyalahgunakan wewenang untuk melakukan kejahatan yang keji.

Alex juga mengatakan saat ini ketiga polisi tersebut sudah ditahan. Ketiganya akan dieknakan UU Kriminal pasal 376 dan 377 A dengan ancaman hukuman 5 sampai 20 tahun.

“Tapi bukti dan saksi harus lengkap. Masyarakat Malaysia mengecam pemerkosa yang seharusnya melindungi masyarakat. Pelaku yang paling muda berusia 26 tahun. Ada juga pelaku berpangkat sersan,” jelas Alex.

Sementara itu, Minister Counsellor Pensosbud KBRI Kuala Lumpur, Suryana Sastradiredja, saat dikonfirmasi mengatakan sudah bekerja secepat mungkin untuk melindungi korban dan memberikan bantuan hukum. Suryana mengatakan informasi soal kasus pemerkosaan sudah diterima pihak KBRI sejak Jumat (9/11) malam. Tak lama setelah itu, KBRI membuat tim khusus untuk melakukan kroscek soal peristiwa ini.

“Korban sudah berada di shelter KBRI untuk dilindungi,” kata Minister Counsellor Pensosbud KBRI Kuala Lumpur, Suryana Sastradiredja, saat berbincang dengan pers, Minggu (11/11).(dat03/okz/bbs/wol/rls)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina Minta Perbaikan Puluhan Jaringan Irigasi

    Pemkab Madina Minta Perbaikan Puluhan Jaringan Irigasi

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution meminta pemerintah membantu perbaikan dan pembangunan 58 jaringan irigasi di Madina. Itu dicuatkan Atika kala menghadiri rapat koordinasi bidang pangan di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara, Medan, Selasa (21/1/2025). Rapat bertajuk Pelaksanaan Sinkronisasi, Koordinasi, dan Pengendalian Program Swasembada […]

  • RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian 8)

    RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian 8)

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Diceritakan Tagor Lubis dari Pojok Kedai Lontong Medan (kenangan masa kecil di Mandailing 1970 – 1980) Ada sejumput cerita tentang munculnya pasar bawah setiap pekan Ramadhan di kampung kami. Ya, orang orang menyebutnya pasar bawah karena lokasinya terpisah dengan pasar yang sebenarnya. Lokasinya sedikit tersembunyi  di tepi sungai, di sela sela pohon kopi.  Dingin dan […]

  • Tiga Situs Di Madina Diusul Menjadi Cagar Budaya

    Tiga Situs Di Madina Diusul Menjadi Cagar Budaya

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Tympanum Novem Multimedia mengusulkan tiga titik peninggalan sejarah di Mandailing Natal (Madina) dijadikan cagar budaya. Ketiga titik itu adalah Candi Siwa di Simangambat, Bagas Godang di Huta Godang Ulu Pungkut dan Situs Padang Mardia di Huta Siantar Panyabungan. Usulan itu diajukan pihak Tympanum menyusul permohonan pertimbangan pilahan dari Dinas […]

  • Berdiri Sejak 2007, Lubuk Kapundung II Belum Punya SD

    Berdiri Sejak 2007, Lubuk Kapundung II Belum Punya SD

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LUBUK KAPUNDUNG II (Mandailing Online) – Selain pembangunan fisik (infrastruktur), pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) juga sangat perlu dalam memajukan daerah. Salah satunya adalah pendidikan. Desa Lubuk Kapundung II di wilayah Siulangaling, Kecamatan Muara Batang Gadis tidak memiliki dua keistimewaan itu. Selain jalan darat yang belum terealisasi, hingga hari ini sejak mekar pada tahun 2007 […]

  • KPU Madina Sosialisasi SIAKBA untuk Rekrut PPK dan PPS

    KPU Madina Sosialisasi SIAKBA untuk Rekrut PPK dan PPS

    • calendar_month Kamis, 17 Nov 2022
    • account_circle Ahmad Effendi
    • 0Komentar

    KPU Madina Sosialisasi SIAKBA untuk Rekrut PPK dan PPS Kotanopan, Mandailing Online Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kabupaten Mandailing Natal melaksanakan sosialisasi penggunaan Aplikasi Sistem Informasi anggota KPU Badan AD HOC ( SIAKBA) dalam rangka perekrutan Badan Ad Hoc Pemilihan Umum PPK dan PPS tahun 2024. Sosialisasi dilaksanakan, Kamis ( 17/12) bertempat di Aula Kantor […]

  • Atika dan Simpul Ekonomi Rakyat

    Atika dan Simpul Ekonomi Rakyat

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Atika Azmi Utammi Nasution kian eksis menunjukkan jati diri sebagai kandidat pemimpin yang fokus pada penguatan ekonomi rakyat. Dia memperlihatkan suatu kekuatan daya dorong dari jiwa yang paling dalam untuk mengurai dilema sektor ril. Atika masuk ke sendi sendi dilema rakyat, menerobos fakta fakta kehidupan pelaku UKM dan petani. Mencari […]

expand_less