Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

SI IMUT YANG HILANG

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 17 Nov 2024
  • print Cetak

Cerpen: Malika Arrasyidah Nasution

“Ting…ting….ting…..” terdengar suara bel berbunyi dari luar rumah Andini, yang menandakan bahwa Andini sudah pulang dari les sore di sekolahnya. Adiknya pun membukakan pintu untuknya, tetapi ketika Andini masuk ke rumah, Andini malah terlihat bingung, karena Andini tidak melihat kucingnya yang bernama Klowie  menyambutnya.

Biasanya, kucingnya sudah menunggu kehadiran Andini di depan pintu setiap Andini pulang sekolah. Tetapi Andini menghiraukan kucingnya, lalu dia masuk ke rumah dan menyalam kedua orang tuanya. Ketika Andini hendak menyalam ibunya Andini juga bertanya “Bu, apakah melihat Klowie sore ini?” tanyanya kepada ibunya. “Gak ada tuh, paling lagi main di belakang rumah” kata ibunya. Andini menjawab “oalah oke deh bu, nanti aku liat ke belakang rumah”.

Langit pun semakin sore, Andini mencari kucingnya ke belakang rumah. Ketika Andini sampai ke belakang rumahnya, Andini malah terlihat semakin bingung, karena dia tidak menemukan kucingnya. Andini sudah mencarinya dan memanggil namanya tetapi kucingnya sama sekali tidak kelihatan “klowie…klowie…sini pulang” ujar Andini mencarinya.

Andini pun memasuki rumahnya kembali dan bertanya kepada adiknya “Dek ada lihat klowie ga tadi?” tanyanya. Adiknya pun menjawab “Ga ada, Kak. Paling besok juga pulang,” Andini pun mengiyakan perkataan adiknya.

Tiga hari kemudian, kucing Andini tak kunjung menampakkan diri di rumah dan di sekitar rumah Andini. Andini pun merasa khawatir terhadap kucingnya, “duhh… Klowie perginya kemana ya…dia sudah makan apa belum..” kata Andini menandakan rasa khawatirnya.

Karena itu adalah kucing pertama dan satu-satunya yang Andini miliki. Andini juga rela menyisihkan sebagian uang sakunya untuk membeli perlengkapan kucingnya. Dengan perasaan yang khawatir dan panik Andini menanyakan saran kepada ibunya bagaimana cara mencari kucing kesayangannya tersebut.

Ibu Andini memberikan saran kepadanya “coba tanya ke tetangga samping mana tahu klowie pergi ke situ” kata ibu Andini.

Kemudian, Andini pun melaksanakan saran ibunya. Andini pun pergi ke rumah tetangganya dan mengatakan “permisi, Bu. Ibu pernah liat kucing aku ga datang ke rumah ibu?” ibu tetangga Andini menjawab “gada deh, ibu ga pernah liat kucing datang ke rumah ibu”.

Perasaan Andini pun semakin sedih dan khawatir bagaikan langit yang kelabu, seakan tidak ada matahari yang menerangi.

Hari-hari pun harus tetap berlanjut, Andini menjalani hari-harinya di sekolah dengan perasaan yang cemas dan rindu terhadap kucing yang sangat Andini sayangi. Suasana saling mengobrol dan berbincang terdengar dari segala penjuru kelas ketika jam istirahat di mulai. Andini pun menceritakan kepada teman akrabnya yaitu Acel, Shinta, dan Clara, bahwa kucingnya sudah lumayan lama hilang. Andini pun mengatakan kepada temannya “Aku sudah hampir dua minggu tidak bertemu dengan klowie, aku sangat khawatir dan rindu kepadanya. Jika kalian bertemu dengan kucing yang mirip klowie beritahu aku ya”.

Keesokan harinya Andini pun mengingat bahwa ada salah seorang teman sekelasnya bernama Rangga yang tinggal di belakang rumahnya, tetapi harus menempuh jalan yang sedikit jauh dari rumah Andini.

Kemudian Andini mengatakan kepada Rangga “Rangga, kamu pernah ngeliat kucingku ga di sekitar rumah mu? Kucingku memiliki tiga warna, warna abu, putih, dan orange. Dia masih sekitaran berumur 7 bulan” kata Andini kepada rangga.

Rangga menjawab “tapi, kalo ga salah kemarin aku sekilas melihat kucing yang seperti kamu katakan tadi” kata Rangga. Andini pun merasa penarasan, apakah itu kucingnya atau bukan.

Lalu Andini berkata “Nanti kalo kamu ketemu sama kucing itu lagi, boleh minta tolong fotoin ga?“. Rangga menjawab “okee”.

Tak lama setelah itu, sekitar dua hari kemudian ketika Andini pulang sekolah. Andini melihat pesan yang dikirimkan Rangga kepadanya, yaitu sebuah foto kucing yang ada di halaman rumah Rangga. Dengan perasaan yang sangat amat senang bagaikan kembang api yang membakar langit, penuh kebahagiaan yang tidak terlukiskan. Andini sontak berteriak, “ AAAA…..KLOWIEEEE….” teriaknya. Karena itu adalah kucing yang selama ini dia cari-cari. Andini pun menjawab pesan Rangga untuk menyuruh Rangga menjaga kucingnya selama berada di halaman rumahnya.

Dengan bergegas Andini pun berangkat ke rumah Rangga.
Ketika sampai di rumah Rangga, Andini pun meminta izin untuk masuk dan mengambil kucingnya “izin masuk ya, Rangga, mau ngambil klowie” katanya kepada Rangga.

“Ya, masuk aja” kata Rangga.

Namun, ketika Andini mengambil kucing kesayangannya, perasaannya sedikit sedih karna melihat  ada sedikit luka di tubuh kucing tersebut. Tetapi, tak apa, yang penting sekarang kucingnya telah bersamanya.

Dia pun berpamitan dengan Rangga dan tidak lupa juga mengucapkan terima kasih. “Terima kasih banyak Rangga, ternyata selama ini dia berada di sekitar rumahmu” kata Andini.

Rangga menjawab “hahaha…. sama-sama, lain kali dijaga tuh kucingnya”. Andini pun hanya membalas dengan senyuman dan bergegas kembali pulang ke rumahnya.

Sesampainya di rumah, Andini pun langsung memperlihatkan kucingnya kepada keluarganya, “Ibu..Adik..Ayah… liat ini aku bawa siapa” ujar Andini memasuki rumahnya. Dan keluarganya pun turut bahagia karena keluarganya tahu bahwa selama ini Andini sangat merasa kehilangan karna tidak ada kucing kesayangannya.

Tak lupa juga Andini pun langsung membersihkan luka yang ada pada kucingnya, dan juga memberi kucingnya makan.

Beberapa hari berlalu, sekarang hari-hari Andini dilalui dengan sangat bahagia dan kucingnya pun tumbuh menjadi kucing yang sangat menggemaskan. Sehingga adik Andini memanggilnya dengan sebutan “Si Imut”. Itu adalah panggilan yang sangat lucu terhadap kucing Andini.

Bagi Andini kucing bukan hanya sekedar hewan, tetapi juga teman dan penghibur Andini di saat Andini sedang sedih.***

Malika Arrasyidah Nasution adalah Siswi MTs Negeri 2 Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengawasan Dana Bos Harus Diseriusi

    Pengawasan Dana Bos Harus Diseriusi

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) selama ini di Kabupaten Mandailing Natal  diduga banyak yang tidak tepat sasaran, sehingga pengawasan yang lebih ketat  harus lebih diseriusi. Sejumlah orang tua siswa di Panyabungan juga berharap kepada pemerintah daerah agar transparansi laporan penggunaan dana BOS ditingkatkan sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan. Burhanuddin, salah […]

  • Wabup Atika Lepas Keberangkatan Wisata Religi Jemaah Pengajian

    Wabup Atika Lepas Keberangkatan Wisata Religi Jemaah Pengajian

    • calendar_month Sabtu, 17 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 35 ibu-ibu dari pengajian Ustad Hendri Nasution Mompang Jae melakukan wisata religi ke Kompleks Makam Papan Tinggi di Kecamatan Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah (Sumut). Keberangkatan jemaah menggunakan mini bus dilepas oleh Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution dari Masjid Agung Nur Ala Nur, Panyabungan, Desa Parbangunan, Panyabungan, Sabtu […]

  • Siapkan Sniper untuk Amankan Mudik, Polisi Dilarang Cuti

    Siapkan Sniper untuk Amankan Mudik, Polisi Dilarang Cuti

    • calendar_month Minggu, 5 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Surabaya, (MO)- Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2012, Kapolda Jawa Timur Irjen Polisi Hadiatmoko menegaskan personil kepolisian di wilayahnya diminta untuk tidak mengambil cuti. Larangan cuti kepada 13.982 anggota tersebut diambil guna memaksimalkan pengamanan serta kenyamanan perayaan Idul Fitri tahun ini, termasuk pengamanan arus mudik. “Nantinya, seluruh personel disiagakan di pos-pos pengamanan, objek vital dan […]

  • SMPN 2 MBG Kekurangan Mobiler

    SMPN 2 MBG Kekurangan Mobiler

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- SMPN 2 Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), Madina saat ini sangat membutuhkan mobiler yang mendukung proses belajar mengajar. Mobiler yang dibutuhkan adalah meja dan bangku belajar. Karena keadan ini, saat ini masih banyak siswa yang tak ada tempat duduknya dan dengan terpaksa dalam 1 unit bangku ada 2 siswa yang duduk. Di samping itu […]

  • MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (1)

    MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (1)

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Z. Pangaduan Lubis Sepanjang yang dapat diketahui sampai sekarang, belum ada seseorang yang menulis dan menerbitkan sejarah Mandailing. Oleh karena itu kita tidak dapat memperoleh refensi untuk membicarakan sejarah Madailing. Suku bangsa atau kelompok etnis Mandailing. Suku bangsa atau kelompok etnis Mandailing memang mempuyai aksara sendiri yang dinamakan Surat Tulak-Tulak. Tetapi ternayata orang-orang […]

  • Pengacara Minta Direktur PT. Palmaris Hadir di Pengadilan

    Pengacara Minta Direktur PT. Palmaris Hadir di Pengadilan

    • calendar_month Kamis, 14 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Persidangan 12 warga Batahan I, Kecamatan Batahan yang dituduh mencuri buah sawit milik PT. Palmaris Raya, memanas, Rabu (13/7/2017) di Pengadilan Negeri Mandailing Natal. Pasalnya,  Kuasa Hukum warga Batahan I, Subur Siregar,SH ngotot agar Direktur PT. Palmaris dihadirkan di persidangan, tetapi majelis hakim yang diketuai Eri Iriawan, SH menolak dengan alasan […]

expand_less