Senin, 12 Okt 2026
light_mode

Reinventing Government: Saatnya Pemkab Madina Menjadi Motor Kebangkitan Ekonomi Daerah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
  • print Cetak

Oleh: Irwan Daulay
Pemerhati Pembangunan Daerah

Ekonomi nasional tengah mengalami kelesuan yang serius. Dalam situasi seperti ini, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) harus lebih sigap membaca kondisi perekonomian warganya, kelesuan ekonomi harus segera diantisipasi.

Solusi tercepat tidak sekedar menunggu uluran tangan dari pemerintah pusat, melainkan dengan menciptakan produktivitas dan ekspansi pasar baru di tingkat lokal dan regional. Sudah saatnya pemerintah daerah menempatkan diri sebagai motor penggerak ekonomi—bukan sekadar administrator anggaran. Inilah semangat Reinventing Government—sebuah konsep pemerintahan yang berjiwa wirausaha, adaptif, dan proaktif dalam membangkitkan ekonomi rakyat.

Pertama, bangun ekosistem kolaboratif. Undang seluruh pelaku usaha—besar maupun kecil—untuk duduk satu meja bersama pemerintah daerah dan kalangan perbankan. Tanyakan pertanyaan paling mendasar: apa yang bisa kita lakukan bersama untuk meningkatkan kapasitas produksi dan menciptakan pasar baru bagi komoditas Madina? Pemerintah harus tampil sebagai fasilitator dan akselerator pertumbuhan.

Kedua, libatkan para profesional untuk merancang skema yang membuat Dana Desa (DD) benar-benar berdampak. DD tidak boleh lagi menjadi bancakan para mafia proyek kelas teri. Dana tersebut harus menjadi modal produktif yang menggeliatkan ekonomi desa dan mendorong tumbuhnya usaha rakyat. Tidak boleh ada lagi DD yang habis tanpa nilai tambah bagi perekonomian desa secara luas.

Ketiga, ciptakan proyek-proyek investasi yang berdampak cepat—terutama yang bersifat padat karya dan membuka lapangan kerja baru. Dorong pengusaha lokal untuk urunan modal dengan jaminan dukungan dari pemkab. Libatkan mereka dalam skema bisnis yang transparan dan menguntungkan. Bupati harus menjadi juru bicara utama dalam mempromosikan komoditas unggulan Madina, baik ke luar negeri maupun ke kabupaten sekitar. Apalagi bupatinya memiliki kemampuan komunikasi internasional dan jejaring yang luas—manfaatkan untuk menjual potensi Madina.

Keempat, rampingkan struktur OPD. Salurkan energi ASN untuk fokus membangkitkan ekonomi, sembari terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Instruksikan para kadis, camat, hingga kepala desa dan lurah untuk bertindak sebagai CEO dan manajer usaha wilayah masing-masing. Mereka harus menjadi motor penggerak unit usaha produktif dan penjaga ekspansi pasar. Seluruh birokrasi harus mulai berpikir layaknya pelaku usaha: efisien, cepat, dan berorientasi hasil.

Kelima, ubah cara pandang terhadap APBD. Anggaran sekitar Rp2 triliun bukanlah sekadar uang belanja tahunan yang harus dihabiskan, tetapi modal investasi daerah. Harus ada kalkulasi bisnis di balik setiap alokasi anggaran: berapa ROI-nya? Apa dampaknya bagi pendapatan pemkab? Apa efek ganda (multiplier effect)-nya bagi sektor swasta dan rumah tangga? Setiap rupiah harus bekerja dan memberi hasil nyata bagi pertumbuhan ekonomi.

Sudah saatnya pemerintah daerah fokus mengejar target pertumbuhan ekonomi yang ambisius: 8 persen. Ini mungkin terdengar tinggi, tetapi bukan mustahil jika seluruh jajaran pemerintah benar-benar fokus, disiplin, dan berpikir inovatif. Setiap hari, bupati dan jajarannya harus berbicara soal bisnis, investasi, ekspansi pasar, dan pertumbuhan ekonomi. Dalam pendekatan ini, bupati bukan lagi sekadar pemimpin birokrasi tapi sekaligus pemimpin bisnis daerah—seorang chief economic officer yang menuntun daerahnya menuju lompatan baru.

Jika langkah-langkah ini dijalankan secara konsisten dan serius, saya yakin dalam dua hingga tiga tahun ke depan wajah ekonomi Madina akan berubah drastis: dari konsumtif menjadi produktif, dari birokratis menjadi interpreneurship.

Kebangkitan Madina bukan lagi sekadar wacana. Ia tinggal selangkah lagi: keberanian untuk mengubah mindset dan bergerak dengan lompatan-lompatan strategis adalah faktor determinan-nya.**

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • SPJ Dana Desa tahun 2023 di Madina Belum Kelar

    SPJ Dana Desa tahun 2023 di Madina Belum Kelar

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : APBDes tahun 2023 di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) ternyata masih penuh masalah. Sejumlah Kecamatan dikabarkan masih mempersiapkan SPJ ( Surat Pertanggung Jawaban) atas kegiatan yang dilaksanakan. SPJ sendiri adalah bentuk laporan pertanggung jawaban secara formal atas kegiatan yang disertai anggaran. Dikantor Camat Panyabungan Kota contohnya. Informasinya dari 30 Desa […]

  • Rahudman mau jadi Ketum PSMS

    Rahudman mau jadi Ketum PSMS

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Mundurnya Dzulmi Eldin sebagai Ketua Umum PSMS hari ini membuat wacana baru timbul, siapa yang akan memimpin Ayam Kinantan selanjutnya. Dan nama Rahudman Harahap pun digadang-gadang akan menggantikan Eldin. “Memang ada beberapa kandidat ketua yang mencalonkan,” kata Sekretaris Umum PSMS yang menjabat sebagai Plt Ketum PSMS, Idris, kepada Waspada Online, malam ini. Menurut […]

  • Warga Kotanopan dan Ulu Pungkut Minta PLN Jangan Mati Saat Ramadhan

    Warga Kotanopan dan Ulu Pungkut Minta PLN Jangan Mati Saat Ramadhan

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Warga Mandailing Julu Kabupaten Mandailing Natal (Madina), khususnya Kecamatan Kotanopan dan ULu Pungkut minta agar listrik jangan mati di bulan Ramadan, terutama jam-jam tertentu, misalnya saat berbuka, tarawih dan sahur. Hal itu di katakan Fendi Lubis, salah seorang warga Kotanopan kepada wartawan beberapa hari lalu. Himbauan itu mengingat di Kotanopan, […]

  • Masyarakat Diimbau Perbaiki Instalasi Listrik

    Masyarakat Diimbau Perbaiki Instalasi Listrik

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN (Mandailing Online) – Masyarakat Kota Padangsidimpuan diimbau agar memeriksa instalansi listrik yang belum pernah diperbaiki sejak 10 tahun terakhir. Hal tersebut berguna untuk menghindari korsleting listrik yang sering disebut-sebut menjadi penyebab kebakaran. Menurut Manajer PLN Rayon Kota Padangsidimpuan, Sari MR Pasaribu, Jumat (18/10), ada dua penyebab kebakaran yang berhubungan dengan listrik. Pertama, arus listrik […]

  • Nama 12 Wafat Sudah Diketahui

    Nama 12 Wafat Sudah Diketahui

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGABAYU (Mandailing Online) – Nama-nama 12 orang perempuan yang tewas tertimpa longsor bekas tambang emas ilegal telah teridentifikasi. Persistiwa itu terjadi di Desa Banjar Limabung, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, Kamis (28/4/2022) sekira pukul 16.00 WIB. Selain 12 wafat, terdapat 2 orang dinyatakan selamat yang kini masih dirawat di puskesmas terdekat. Berikut daftar […]

  • Wakil Bupati dan Sekda Ikut Memadamkan Api

    Wakil Bupati dan Sekda Ikut Memadamkan Api

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ditengah jerit pekik dan kesibukan memadamkan api di Pasar Baru Panyabungan, ternyata Wakil Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution dan Sekda Mandailing Natal Daud Batubara ikut memadamkan. “Pak wakil Bupati dan Sekda ikut membantu memadamkan api,” ujar Sahrul warga Sipolu-polu yang turut membantu pemadaman. Kebakaran terjadi sekira pukul 03:45 WIB, bertepatan […]

expand_less