Pedasnya Tak Main-Main! Harga Cabai di Panyabungan Tembus Rp 88 Ribu, Ibu-Ibu Menjerit
- account_circle Muhammad Hanapi
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) Di tengah isu nasional soal lonjakan harga kebutuhan pokok dan ancaman inflasi pangan, warga Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, kini harus merasakan pedasnya harga cabai yang tak main-main.
Harga cabai merah di Pasar Baru Panyabungan pagi ini, Selasa (13/10/2026), tembus hingga Rp 88.000 per kilogram. Harga ini naik hampir dua kali lipat dibanding pekan lalu yang masih bertahan di kisaran Rp 50.000 hingga Rp 65.000 per kg.
Kenaikan harga yang signifikan ini sontak membuat para ibu rumah tangga menjerit dan pedagang kelimpungan.
“Iyaa mahal kali harga cabai, pagi ini tembus sampai 88 ribu per kg. Satu pekan terakhir masih 50 ribu sampai 65 ribu saja. Mungkin karena panen tidak ideal,” ujar Nabila, salah seorang pedagang di Pasar Baru Panyabungan kepada Mandailing Online.
Menurut Nabila, pasokan cabai di lapangan saat ini menipis. Ia menduga selain faktor gagal panen di tingkat petani, distribusi juga terganggu akibat aktivitas erupsi Gunung Sinabung yang menjadi salah satu sentra pasokan cabai ke Madina.
“Kalo cabai kan tingkat pemasok sumbernya kebanyakan dari wilayah sana kesini,” jelasnya.
Lonjakan harga ini langsung berdampak pada daya beli masyarakat. Konsumen yang biasanya membeli dalam jumlah besar, kini terpaksa mengurangi porsi belanja.
“Tetap laku meski harganya naik, hanya saja pembeli ngeluh. Jadi dikurangi mereka belanjaannya. Biasa ada yang beli 5 kg sampai 10 kg, sekarang rata-rata ambil 2 kg sampai 3 kg saja,” beber Nabila.
Tak hanya cabai merah, komoditas cabai lainnya juga ikut meroket. Cabai rawit yang sebelumnya Rp 50.000 per kg, kini tembus Rp 75.000 per kg. Sementara cabai hijau naik dari Rp 40.000 menjadi Rp 50.000 per kg.
“Ya cabai rawit dan ijo juga alami kenaikan harga,” kata Nabila lagi.
Fenomena kenaikan harga cabai di Panyabungan ini sejalan dengan tren nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Panel Harga Badan Pangan Nasional, cabai menjadi salah satu penyumbang inflasi terbesar dalam beberapa pekan terakhir akibat cuaca ekstrem dan terganggunya rantai pasok antar daerah.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui Dinas Perdagangan segera turun tangan melakukan operasi pasar dan memastikan kelancaran distribusi pangan agar harga kembali stabil.( fikri )
- Penulis: Muhammad Hanapi




