Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Terbengkalai dan Dijarah, Nasib Bekas RSUD Panyabungan di Ujung Tanduk, BPKAD Lempar Bola ke RSUD

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month 7 menit yang lalu
  • print Cetak

Bangunan bekas RSUD Panyabungan jadi bulan bulanan rayap besi ( mandailing online ).

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Nasib bangunan bekas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan di Kabupaten Mandailing Natal kian memprihatinkan. Setelah setahun lebih  kosong dan tak terawat, gedung yang dibangun dengan uang negara itu kini terancam menjadi besi tua, bahkan satu per satu asetnya diduga mulai dijarah.

Kepala Bidang Penatausahaan Barang Milik Daerah BPKAD Madina, Armin Harahap, menegaskan bahwa seluruh bangunan dan isinya masih tercatat resmi sebagai aset milik Pemkab Mandailing Natal.

“Terkait bekas RSUD masih tercatat aset Pemkab Madina,” kata Armin kepada Mandailing Online di ruangannya, Selasa (13/10).

Armin membeberkan, sebenarnya pemerintah telah memiliki dua wacana besar untuk menyelamatkan gedung tersebut agar tidak mubazir.

Rencana pertama, bangunan itu akan disulap menjadi pusat layanan hemodialisis atau cuci darah bagi warga Madina. Kedua, akan dijadikan sebagai pusat rehabilitasi narkoba.

Bahkan, lokasi bekas RSUD itu disebut sudah pernah disurvei langsung oleh Bupati Madina, Saipulloh Nasution.

Hingga kini gedung itu tetap kosong, gelap, dan tak bertuan.

Yang lebih miris, sarana dan prasarana di dalamnya seperti mobil ambulans dan material bangunan lainnya meski masih tercatat sebagai aset, pengelolaannya berada di tangan pihak RSUD.

“Yang mengelola pihak RSUD atau Direktur. Kalau terkait mobil ambulans sudah kita mohonkan untuk lelang, dan sudah dinilai oleh KPKNL, dan tinggal menunggu proses pelelangan saja,” ujar Armin.

Lalu, bagaimana nasib aset miliaran itu agar tidak terus merugi dan dijarah?

Armin mengaku pihaknya akan segera berkoordinasi dengan manajemen RSUD. Ia bahkan tak menampik jika ada aset yang hilang dicuri.

“Kami akan koordinasi dengan RSUD terkait hal tersebut. Apabila memang ditemukan ada aset-aset yang dicuri, agar pihak RSUD melaporkan kepada pihak yang berwajib,” tegasnya.

Ia menjelaskan, secara aturan pengelolaan aset negara memiliki hirarki yang jelas. Sekda sebagai pengelola barang, BPKAD sebagai pembantu pengelola, dan OPD terkait dalam hal ini RSUD sebagai pengurus barang yang wajib menjaga dan merawat.

“Sesuai peraturan Mendagri, aset itu wajib dijaga, dirawat, dan diinventaris sesuai aturan yang berlaku,” pungkas Armin.

Pertanyaan besarnya kini, sampai kapan aset miliaran bekas RSUD Panyabungan ini akan terus dibiarkan terbengkalai tanpa kepastian, sementara di sisi lain Pemkab Madina terus mengeluh kekurangan fasilitas layanan kesehatan.( fikri )

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Istana Tunggang Bosar Ulosi Sultan Palembang

    Istana Tunggang Bosar Ulosi Sultan Palembang

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL- Istana Tunggang Bosar Kesultanan Dasa Nawalu Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) diberi kehormatan untuk mangulosi Sultan Palembang, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin dan permaisuri di acara parade kirab agung di Festival Keraton Nusantara VII tanggal 26-28 Nopember di Benteng Kuto Besak, Palembang. Selain Sultan Palembang, juga diulosi Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin, Kapolda Sumsel Irjen […]

  • PKB Rekomendasi 4 Calon Bupati

    PKB Rekomendasi 4 Calon Bupati

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPC PKB Madina merekomendasikan 4 nama bakal calon bupati Madina untuk mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di DPP PKB. Keempat nama itu adalah HM Jakfar Sukheri Nasution, Dahlan Hasan Nasution, M.Sofwad Nasution dan H.Ahmad Huzein Nasution. Rekomendasi itu diterbitkan setelah DPC PKB Madina melakukan ferifikasi administrasi berkas terhadap para bacalon bupati […]

  • Wapres Akan Tinjau Perbatasan RI-Malaysia

    Wapres Akan Tinjau Perbatasan RI-Malaysia

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sebatik, Wakil Presiden Boediono, Selasa esok meninjau Pulau Sebatik, Kalimantan Timur, yang terletak di garis perbatasan Indonesia dan Malaysia. “Direncanakan Wapres akan berada di Sebatik selama dua jam untuk meninjau sejumlah lokasi yang memiliki perbatasan dengan Malaysia,” kata Kepala Biro Media Massa pada Deputi Administrasi Setwapres Is Budi Santoso di Pulau Sebatik, Senin. Kunjungan Wapres […]

  • Produk Legislatif Bikin Galau

    Produk Legislatif Bikin Galau

    • calendar_month Senin, 5 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Riani, S.Pd.I Guru tinggal di Medan Pemuda merupakan generasi penerus masa depan. Arus politik yang berkembang di negeri ini, tentunya tidak luput dari sorotan generasi. Maju atau tidaknya suatu negeri dapat dilihat dari kesadaran politik generasi mudanya. Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan, sebanyak 64,7 persen anak muda menilai partai politik atau politisi di […]

  • Pemuda Pancasila : Kapasitas Apa Dr Isa Ansori Lakukan Tes Urin Narkoba?

    Pemuda Pancasila : Kapasitas Apa Dr Isa Ansori Lakukan Tes Urin Narkoba?

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) Pemuda Pancasila (PP) mempertanyakan kapasitas Kepala Puskesmas Sinunukan, Dr Isa Ansori melakukan tes urin narkoba terhadap karyawan PT Sago Nauli. Pertanyaan itu dicuatkan Sekretaris MPC PP Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Al Hasan Nasution di ruang paripurna DPRD Madina, Senin (10/2/2020) saat DPRD Madina menerima ratusan kader PP Madina yang berunjukrasa. Al […]

  • Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 1)

    Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 1)

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: HARIS SUTAN LUBIS Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara Abstract Willem Iskander is known as an educator and man of letters from South Tapanuli. He produced poem and prose in Si Bulus-Bulus Si Rumbuk-Rumbuk in nineteenth century. His prose is differed from the prose form at that moment. The form of his prose is short […]

expand_less