Sampah Panyabungan Tak Terurus Padahal Anggaran Bengkel Rp 1,3 Miliar, Kadis DLH Madina Akhirnya Diganti
- account_circle Muhammad Hanapi
- calendar_month 50 menit yang lalu
- print Cetak

Tumpukan sampah menggunung dan meluber ke badan jalan protokol Kota Panyabungan, Senin (13/10). (Foto: Mandailing Online)
PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di tengah sorotan tajam publik soal tumpukan sampah yang tak kunjung tuntas di jantung ibu kota Kabupaten Mandailing Natal, kursi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akhirnya berganti.
Kepala DLH Madina, Birul Walidain, resmi diganti setelah sebelumnya mengundurkan diri dengan alasan kesehatan.
Jabatan strategis pengelola kebersihan kota itu kini diserahkan kepada Ismail Dalimunthe sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH. Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Mandailing Natal yang diterbitkan Selasa sore, 13/10/2026.
Ismail sendiri depenitif tugas sebagai Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Madina.
Kepala Badan BKPSDM Ahmad Raja Nasution melalui Kabid Mutasi nya, Fauzi Ahmad, membenarkan pergantian tersebut saat dikonfirmasi Mandailing Online Rabu 14/10/2026.
“Ya benar pak, kemarin sore Bupati telah mengeluarkan surat keputusan terkait pelaksana tugas jabatan di Dinas Lingkungan Hidup dengan menempatkan saudara Ismail Dalimunthe sebagai pelaksana tugas,” kata Fauzi.
Selain DLH, Bupati juga melakukan rotasi di dua OPD lainnya. Plt Kepala Dinas Pertanian diserahkan kepada Muhammad Sahil yang sebelumnya menjabat Plt Kadis Kominfo. Sementara kursi Plt Kadis Kominfo kini diisi oleh Parlin Lubis yang definitif menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.
Pergantian tugas itu sendiri kata Fauzi dilakukan karena masa berlaku tugas sebagai pelaksana tugas di 3 Dinas tersebut telah berakhir.
Pergantian pucuk pimpinan DLH ini terjadi di saat DLH Madina sedang menjadi sorotan tajam. Alasan klasik armada rusak dan keterbatasan anggaran untuk pengelolaan sampah terbantahkan oleh data APBD.
Berdasarkan data APBD 2026 dan Rencana Umum Pengadaan (RUP) yang dihimpun Mandailing Online, DLH Madina sejatinya memiliki total alokasi anggaran lebih dari Rp 6 Miliar.
Ironisnya, di tengah tumpukan sampah di kawasan kota Panyabungan yang menjadi etalase ibu kota, DLH memiliki pos anggaran yang fantastis untuk pemeliharaan kendaraan.
Dalam RUP APBD 2026, terdapat paket Belanja Pemeliharaan Alat Angkutan Darat Bermotor dengan pagu Rp 1.344.050.000 (Rp 1,3 Miliar). Rinciannya untuk biaya pemeliharaan dan operasional kendaraan dinas roda enam (truk sampah), roda empat, hingga pemeliharaan kendaraan rusak berat.
Artinya, negara telah menyiapkan lebih dari Rp 1,3 Miliar khusus untuk memastikan truk sampah bisa jalan dan beroperasi di tahun 2026 saja.
Belum lagi ada paket Belanja Jasa Petugas Kebersihan/Supir/Tukang Sapu/Petugas TPA sebesar Rp 224.400.000 untuk 7 orang petugas, serta pos Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota untuk Pengelolaan Sampah sebesar Rp 11.400.000.
Jika ditotal, hanya untuk dua paket pemeliharaan dan jasa petugas saja, DLH mengantongi lebih dari Rp 1,5 Miliar.
Kini, pekerjaan rumah berat menanti Plt Kepala DLH yang baru, Ismail Dalimunthe. masyarakat menunggu, apakah dengan pimpinan baru, persoalan klasik keterlambatan pengangkutan sampah dan alasan armada rusak yang selama ini menjadi dalih, bisa benar-benar diakhiri.(*)
- Penulis: Muhammad Hanapi




