Senin, 2 Nov 2026
light_mode

AMP2M Pesimis Terhadap Kepemimpinan Hidayat-Dahlan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 16 Jul 2011
  • print Cetak

Panyabungan,

Puluhan massa menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Madina (AMP2M) kembali melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati Mandailing Natal (Madina), Komplek Perkantoran Payaloting, Selasa (12/07/2011).

Dalam pernyataan sikapnya AMP2M menyebutkan, Bupati dan Wakil Bupati Madina Periode 2011-2016 H M Hidayat Batubara SE dan Drs Dahlan Hasan Nasution yang dilantik 28 Juni lalu, tugas awalnya menjaga stabilitas dan kondusifitas Madina dengan melakukan konsolidasi dan rekonsiliasi untuk memajukan Madina lima tahun ke depan.

Namun AMP2M pesimis terhadap kepemimpinan Hidayat-Dahlan sebab di hari pelantikan sudah mengeluarkan sebuah kebijakan yang dianggap blunder dengan terbitnya surat Bupati Madina Nomor: 800/980/BKD/2011 tentang penggantian Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Madina. Seharusnya sesuai amanah Pasal 122 Ayat 3 UU No 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah, Sekdakab Madina diangkat dan diberhentikan oleh Gubernur Sumatera Utara.

Karena penggantian Plt Sekdakab Madina dinilai melanggar UU 32/2004, demi menjunjung keadilan perundang-undangan, legislatif dan yudikatif agar menindaklanjuti dugaan pelanggaran UU tersebut. Apabila terbukti bersalah nantinya supaya diberikan sanksi hukum yang tegas sesuai dengan UU yang berlaku.

Di samping itu, massa AMP2M juga meminta pemerintahan Hidayat-Dahlan bisa merealisasikan janji janji politiknya yaitu memberikan pendidikan gratis, kesehatan gratis dan juga membuka lapangan baru untuk masyarakat Madina.

Pemerintahan Hidayat-Dahlan juga diminta segera menyelesaikan permasalahan yang selama ini belum juga terselesaikan di antaranya menyelesaikan masalah defisit APBD Madina TA 2010, permasalahan PT Sorikmas Minning dengan masyarakat, masalah izin lokasi pertambangan yang tumpang tindih dengan hutan, masalah izin lokasi perkebunan yang juga tumpang tindih, dan perusahaan perkebunan yang tidak mengeluarkan CSR serta plasma bagi masyarakat yang sesuai juga dengan amanat UU.

Menyelesaikan permasalahan pembangunan Insfrastruktur yang diduga banyak kejanggalan mulai dari tahap pelelangan sampai kepada tahap pelaksanaan, memberantas permasalahan penyakit masyarakat yaitu banyaknya menjamur praktik prostitusi di Madina, menyelesaikan dugaan penyimpangan DAK Tahun 2009 dan 2010 di Dinas Pertanian serta penegakan disiplin bagi PNS nakal dan suka bolos.

Menyelesaikan permasalahan pengangkatan Sekdes jadi PNS yang tidak sesuai dengan PP No 45 Tahun 2007, membuat peraturan daerah tentang pengakuan hak ulayat masyarakat adat Madina, dan yang terakhir AMP2M meminta pemerintahan Hidayat-Dahlan agar melakukan pendataan seluruh aset daerah baik barang bergerak maupun tidak bergerak.

Apabila problematika di atas tidak dapat diselesaikan dalam limit waktu 100 hari, AMP2M menganggap pemerintahan Hidayat-Dahlan gagal dalam memimpin Kabupaten Mandailing Natal. (BS-026)
Sumber : beritasumut.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • NESTAPA DUNIA TANPA KHILAFAH

    NESTAPA DUNIA TANPA KHILAFAH

    • calendar_month Jumat, 19 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Saat ini kita berada dalam Bulan Rajab 1442 Hijriah. Bulan Rajab menyimpan peristiwa sejarah yang penting bagi umat Islam. Salah satunya adalah Tragedi Penghapusan Khilafah Utsmaniyah pada tanggal 28 Rajab 1342 H (3 Maret 1924 M) oleh Mustafa Kemal Ataturk. Seorang dari etnis Yahudi Dunama yang merupakan antek Inggris. Khilafah Utsmaniyah merupakan khilafah terakhir umat […]

  • Rancangan APBD 2022 Diajukan 1,2 Triliun

    Rancangan APBD 2022 Diajukan 1,2 Triliun

    • calendar_month Jumat, 26 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Mandailing Natal tahun 2022 diajukan sebesar Rp 1.231.220.089.584. Rancangan ini diajukan Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution di Rapat Paripurna DPRD, Jum’at (26/11/2021). Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Mandailing Natal, Erwin Efendi Lubis. Angka 1,2 triliun itu belum termasuk dana yang […]

  • Tiga Warga Tapsel Hanyut di Sungai Batang Gadis Belum Ditemukan

    Tiga Warga Tapsel Hanyut di Sungai Batang Gadis Belum Ditemukan

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Tiga orang yang hanyut di Sungai Batang Gadis titik Desa Singkuang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina) belum ditemukan. Ketiganya penduduk Tapanuli Selatan, suku Nias. Kepala Polisi Sektor Muara Batang Gadis, Iptu Saszorro Efendi dalam keterangannya Rabu (22/12/2021) menyebut nama-nama yang hanyut, yakni: Likani Waruwu (16), perempuan, penduduk […]

  • Satu Situs Candi Ditemukan di Mandailing Natal

    Satu Situs Candi Ditemukan di Mandailing Natal

    • calendar_month Jumat, 25 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Satu lokasi yang diduga satu situs candi ditemukan di hutan Simaninggir, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal. Bongkahan jenis batu bata itu ditemukan Budayawan Mandailing dari Tympanum Multi Media, Askolani Nasution dan kawan-kawan, Jum’at (25/12). Lokasi temuan berada pada titik koordinat 1.021337, 99.502128. Titik situs ini awalnya ditemukan para pekerja jalan ketika […]

  • Jeruk Brastagi Masih Andalan

    Jeruk Brastagi Masih Andalan

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasokan jeruk manis ke Mandailing Natal (Madina) masih didominasi jeruk dari Kabupaten Karo ditengah naiknya harga buah impor. “Jeruk Maga yang khas Mandailing sudah lama raib, sementara jeruk impor itu mahal, makanya jeruk Brastagi jadi andalan kita,” ungkap Rudy Nasution penjual buah di pasar Panyabungan, Jum’at (19/7/2013). Dia menjelaskan, dagangan jeruk […]

  • Pasca Amuk Massa, Pacar Oknum Polisi Diusir Dari Sipolu-polu

    Pasca Amuk Massa, Pacar Oknum Polisi Diusir Dari Sipolu-polu

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 6Komentar

    Ribuan massa Kelurahan Sipolu-polu, Panyabungan, Mandailing Natal memenuhi jalanan di depan Mapolsek Panyabungan dalam peristiwa pelemparan ke mapolsek dan unit lantas, Jum’at (20/9/2013). Peristiwa ini dipicu munculnya issu bahwa polisi akan melakukan sweeping ke Sipolu-polu terkait peristiwa warga memukuli dan menangkap oknum polisi yang didiga berbuat mesum dengan seorang wanita di Sipolu-polu. Rin br H […]

expand_less