Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Satu Situs Candi Ditemukan di Mandailing Natal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 25 Des 2015
  • print Cetak
Askolani dan tim Tympanum Novem   saat memeriksa bongkahan material situs di hutan Simaninggir

Askolani dan tim Tympanum Novem
saat memeriksa bongkahan material situs di hutan Simaninggir

SIABU (Mandailing Online) – Satu lokasi yang diduga satu situs candi ditemukan di hutan Simaninggir, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal.

Bongkahan jenis batu bata itu ditemukan Budayawan Mandailing dari Tympanum Multi Media, Askolani Nasution dan kawan-kawan, Jum’at (25/12).

Lokasi temuan berada pada titik koordinat 1.021337, 99.502128. Titik situs ini awalnya ditemukan para pekerja jalan ketika ada aktivitas pembukaan jalan hutan di kawasan itu. Oleh pekerja dan penduduk setempat melaporkannya kepada Askolani Nasution.

“Bongkahan ini diyakini bersumber dari kedalaman tiga meter. Bongkahan terdiri dari dua jenis bata dan batu andesit. Ukuran bata sama dengan ukuran pada jenis candi Budha klasik,” ungkap Askolani dalam satu statusnya di akun facebook.

Dikataknnya, dengan bantuan penduduk setempat, dia dan kawan-kawan akhirnya menemukan beberapa bongkahan batu candi tersebut. Sebelumnya, setahun lalu, para pemburu kambing hutan juga telah melaporkan kepada Askolani tentang adanya gundukan batu tersusun di kawasan hutan Simaninggir.

Laporan pemburu kambing hutan itu diyakini mengandung kebenaran, sebab berdasar hipotesa arkeolog Amerika Serikat Uli Kozok soal adanya kemungkinan situs candi di kawasan hutan antara Siabu dengan Padang Lawas mengikuti arah garis Candi Siwa di Simangambat, siabu dengan Candi Bahal serta candi lain di kawasan Padang Lawas.

“Saya meyakini, dengan jarak 1 kilo meter sebelah Utara dari Candi Siabu dan 3 kilom meter dari Candi Siwa Simangambat, kawasan ini patut diduga menjadi satu kawasan Cagar Budaya yang memerlukan penelitian tindak lanjut,” katanya.

“Asumsi awal saya, situs ini makin menguatkan bahwa di kawasan ini pernah hidup satu kebudayaan Hindu-Budha masa abad 9-10 masehi. Beberapa bongkahan kami ambil sebagai sampel untuk uji materi nanti. Dokumentasi yang layak belum dapat kami lakukan. Tapi ini membuat saya kaget karena lokasi berada di atas bukit, ujarnya.

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tidak Ada Ampun, PUPR Madina Komitmen Tindak Kontraktor Nakal

    Tidak Ada Ampun, PUPR Madina Komitmen Tindak Kontraktor Nakal

    • calendar_month Senin, 10 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) Mandailing Natal, Sumatera Utara berkomitmen menindak tegas para penyedia jasa atau kontraktor yang tidak melaksanakan tugas pembangunan infrastruktur tidak sesuai kontrak dan peraturan yang berlaku. Pj Kepala Dinas PUPR Madina Evi Yanti Harahap menekankan, komitmen itu ditegaskan guna menjamin kualitas dan […]

  • Budayawan dan Raja Mandailing Bedah Adat dan Budaya yang Baku

    Budayawan dan Raja Mandailing Bedah Adat dan Budaya yang Baku

    • calendar_month Kamis, 28 Des 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Diskusi tentang adat dan budaya Mandailing dilangsungkan di Sopo Godang Hutasiantar, Panyabungan, Mandailing Natal, Rabu malam (27/12/2017). Hadir dua budayawan Mandailing, yakni Bakhsan Parinduri dan Askolani Nasution serta Patuan Mandailing Hutasiantar. Hadir juga anggota DPRD Madina, Ludfan Nasution, sejumlah tokoh adat dari Hutasiantar serta Pimpinan Kampeng Kaos Madina Sobir Lubis sebagai […]

  • Tak Takut Polisi, Tambang Emas Ilegal di Sipogu Bebas Beroperasi

    Tak Takut Polisi, Tambang Emas Ilegal di Sipogu Bebas Beroperasi

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): seolah tidak takut pada Polisi, pelaku penambang emas ilegal di ujung kampung desa sipogu tepatnya berbatas dengan desa ampung siala Kecamatan Batang Natal terus beroperasi. Pelaku tambang ini leluasa menggunakan alat berat jenis excavator padahal lokasi aktifitas tidak jauh dari jalan lintas provinsi Panyabungan-Natal. Informasi dari warga menyebut, aktifitas penambang […]

  • Kelulusan SMP/MTs di Madina 99,89 %

    Kelulusan SMP/MTs di Madina 99,89 %

    • calendar_month Senin, 3 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTs tahun ini di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mencapai 99,89% dari jumlah peserta sebanyak 8.317 siswa. Demikian disampikan Kepala Bidang Dikmenujur Dinas Pendidikan Madina, Iwan Efendi Harahap, S.Pd. SH kepada wartawan usai menyerahkan hasil UN kepada setiap kepala sekolah, Sabtu (2/6) sore. Iwan mengatakan, dari […]

  • Plasma PTPN IV Terkendala Status Lahan Tumpang Tiindih

    Plasma PTPN IV Terkendala Status Lahan Tumpang Tiindih

    • calendar_month Kamis, 1 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak PTPN IV mengaku kesulitan mengadakan lahan perkebunan plasma sawit yang akan diperuntukkan bagi warga sekitar. Sebab, banyak lahan yang berstatus tumpang tindih. Hal itu terungkap pada acara dengatr pendapat antara DPRD Kabupaten Mandailing Natal dengan pihak PTPN IV di gedung dewan, Selasa (1/11). DPRD memanggil manajemen PTPN IV terkait mencuatnya […]

  • Indonesia sambut baik gencatan senjata di Gaza

    Indonesia sambut baik gencatan senjata di Gaza

    • calendar_month Kamis, 22 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, (MO) – Indonesia menyambut baik tercapainya gencatan senjata di Jalur Gaza yang telah efektif berlaku sejak Rabu (21/11) pukul 09.00 waktu setempat atau Kamis (22/11) pukul 02.00 wib. “Upaya Pemerintah Republik Indonesia antara lain dilakukan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada Konferensi Tingkat Tinggi ke-21 ASEAN dan KTT Terkait Lainnya di Phnom Penh,” […]

expand_less