Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Honorer yang Dirumahkan Dipanggil Kembali

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 10 Jan 2012
  • print Cetak

Panyabungan. Setelah mendapat kecaman dan kritikan dari berbagai elemen masyarakat, akhirnya Pemkab Mandailing Natal (Madina) memanggil kembali seluruh tenaga honorer yang dirumahkan.
Kabag Humas dan Protokol Pemkab Madina, HM Haposan Nasution kepada MedanBisnis, di ruang kerjanya, Senin (9/1), di Panyabungan, menjelaskan, pemanggilan kembali para tenaga honorer itu merupakan hasil rapat seluruh pimpinan SKPD yang dipimpin Sekdakab M Daud Batubara.

Kata Haposan, tenaga honorer yang berjumlah 1.035 orang itu akan kembali bertugas mulai 11 Januari.

“Besok SKPD akan menyebarkan surat panggilan kembali kepada tenaga honorer. Namun, tetap dilakukan evaluasi terhadap seluruh tenaga honorer untuk mengetahui kedisiplinannya masing-masing selama ini,” kata Haposan.

Dijelaskannya, ada pengecualian untuk tenaga honorer yang tidak dirumahkan, yaitu honorer kebersihan, keamanan dan sopir. Mereka tetap bekerja sebagi tenaga honor.

Sedangkan dalam pengevaluasian tersebut, kata Haposan, selain tiga kategori honorer itu, honorer yang masuk database juga tidak akan dirumahkan.

Ditambahkannya, dalam rapat tersebut, untuk tahun anggaran 2013, direncanakan seluruh tenaga honorer akan dihapuskan terkecuali untuk 3 kategori dan yang sudah masuk database. “Sesuai hasil rapat, tahun depan seluruh honor akan dihapuskan,” jelasnya.

Sebelumnya, Sekdakab Madina M Daud Batubara menerbitkan surat edaran nomor:800/2156/BU/2011 tertanggal 23 Desember 2011 tentang batas akhir masa kerja pegawai tidak tetap/tenaga kerja sukarela TA 2011. Poin utama surat edaran memberhetikan seluruh tenaga honorer.

Surat edaran itu pun menuai kritik sejumlah kalangan. Wakil Ketua DPC PDIP Madina Iskandar Hasibuan, misalnya, meminta Pemkab tidak bertndak ‘arogan’ dengan merumahkan seluruh tenaga honorer. Pasalnya, mereka hanya sekadar mencari makan untuk kebutuhan hidup, bukan mengejar kekayaan.

“Sebaiknya Pemkab menganalisasi secara efektif beban kerja di setiap SKPD, mana yang lebih dan mana yang kurang. Kita harus ingat bahwa pegawai honorer itu membutuhkan hidup lebih baik,” ujar anggota Fraksi Perjuangan Reformasi DPRD Madina ini, Minggu ( 8/1), di Panyabungan, usai menerima keluhan 28 pegawai honorer.

Menurutnya, kebijakan Pemkab merupakan seluruh tenaga honorer memiliki alas an yang masuik akal, yakni agar APBD tidak terkuras, ditambah adanya peraturan yang mengatur tidak diperbolehkannya menerima pegawai honorer, serta banyaknya pegawai honorer yang kurang disiplin bekerja.

“Namun, kita jangan lupa bahwa pegawai honorer itu tidak bermaksud cari kaya. Mereka bekerja karena mempunyai niat yang tulus dan ihklas untuk mengabdi kepada daerahnya. Kalau dilihat dengan honor yang diterima jauh dibawah UMR, serta sulitnya mencari pekerjaan dengan ijazah yang mereka miliki. Apakah kita tega melakukan pemutusan hubungan kerja, tanya dulu hati nurani kita masing-masing,” ujarnya. (zamharir rangkuti.medanbisnis)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hiii… Kodok Monster Ini Makannya Tikus

    Hiii… Kodok Monster Ini Makannya Tikus

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kodok berukuran besar yang hidup di selatan Afrika ini pantas disebut mosnter. Bagaimana tidak, kalau kodok umumnya makan nyamuk atau hewan kecil sejenisnya, lha kodok ini makannya tikus, bahkan ular. Bisa dibayangkan berapa besar ukuran mulutnya saat kodok tersebut menangkap mangsanya. Ukurannya memang jumbo. Satu ekor kodok dewasa beratnya bisa mencapai 2 kilogram. Ini merupakan […]

  • The Scary Khilafah

    The Scary Khilafah

    • calendar_month Kamis, 24 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Emha Ainun Najib Kenapa dunia begitu ketakutan kepada Khilafah? Yang salah visi Khilafahnya ataukah yang menyampaikan Khilafah kepada dunia? Sejak 2-3 abad yang lalu para pemimpin dunia bersepakat untuk memastikan jangan pernah Kaum Muslimin dibiarkan bersatu, agar dunia tidak dikuasai oleh Khilafah. Maka pekerjaan utama sejarah dunia adalah: dengan segala cara memecah […]

  • Walhi Temukan Indikasi Pelanggaran HAM Oleh PT SMGP

    Walhi Temukan Indikasi Pelanggaran HAM Oleh PT SMGP

    • calendar_month Rabu, 13 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara menemukan indikasi pelanggaran HAM oleh PT SMGP di Sibanggor, Mandailing Natal. Pelanggaran HAM itu merujuk fakta-fakta yang ditemukan pada peristiwa keracunan 58 warga Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi pada 6 Maret 2022 yang ditengarai terpapar zat H2S ketika pihak SMGP melakukan uji […]

  • Atika Minta Polisi Hentikan Tambang Ilegal di Sungai Batang Gadis, Kotanopan

    Atika Minta Polisi Hentikan Tambang Ilegal di Sungai Batang Gadis, Kotanopan

    • calendar_month Sabtu, 4 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution menemui Kapolres membicarakan upaya penghentian tambang ilegal di pinggiran Sungai Batang Gadis kawasan Kotanopan. Atika menyatakan, dia dan bupati Madina, Ja’far Sukhairi Nasution tidak akan tinggal diam terhadap aktivitas ilegal itu. Persoalan alat berat di DAS Batang Gadis, Kecamatan Kotanopan tidak luput dari perhatian […]

  • Penerimaan CPNS 2013, tak Ada Istilah Putra Daerah

    Penerimaan CPNS 2013, tak Ada Istilah Putra Daerah

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Endang Aburaera mengatakan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kali ini menghilangkan kesan putra daerah. Menurutnya, tak ada lagi prioritas warga lokal untuk diterima jadi CPNS karena semuanya memiliki peluang yang sama. Nur Endang menjelaskan penentuan kelulusan CPNS berdasarkan rangking penilaian yang dilakukan secara […]

  • Komunitas Madina Kreatif Madani Dukung Sahata di Pilkada Madina

    Komunitas Madina Kreatif Madani Dukung Sahata di Pilkada Madina

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komunitas Madina Kreatif Madani mendukung penuh pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Madina nomor urut 2, H. Saipullah Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution di Pilkada serentak 2024. Dukungan itu disampaikan oleh Ketua Komunitas Madina Kreatif Madani, Muhammad Ja’par Nasution, SKM di Panyabungan, Senin (4/11/2024). Ja’par menilai Paslon Saipullah-Atika […]

expand_less