Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

SMAN Plus Madina diklat P4GN

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 11 Okt 2010
  • print Cetak

PANYABUNGAN – SMA Negri Plus Mandailing Natal laksanakan diklat pendidikan tingkat SMA,SMK, MA tentang Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) ditengah-tengah pelajar dan masyarakat di daerah itu selama tiga hari di Hotel Madina Sejahtera Dalan Lidang Kecamatan Panyabungan.

Hal tersebut dikatakan kepala sekolah SMA Negri Plus Madina, Zulkarnain Lubis, malam ini.

Pelaksanaan diklat itu dikatakan Zulkarnain bekerjasama dengan PIMANSU (Pusat Informasi Masyarakat Anti Narkoba Sumatra Utara) dan GAN Sumut (Gerakan Anti Narkoba) dan Dinas Pendidikan Madina, dengan menghadirkan nara sumber dari Medan .

Sementara peserta diklat diundang dari seluruh SMA,SMK dan MA yang ada di Mandailing Natal bertujuan tentang bagaimana bahayanya nerkoba.

“Kita mengundang utusan per sekolah 4 orang siswa/wi. Melalui utusan inilah kita harapkan untuk menginformasikannya kepada rekan-rekannya maupun maupun masyarakat,” tuturnya.

Ia menjelaskannya, kesehatan merupakan investasi berharga suatu Negara. Jika warganya sehat tentu produktivitas juga akan meksimal demikian sebaliknya.

Kesehatan juga merupakan tolak ukur kemajuan suatu Negara, salah satu kesehatan yang paling penting adalah tidak menyalahgunakan narkoba.

Menurutnya, penyalahgunaan narkoba dilkalangan usia sekolah mencapai angka 73,4 %, ini menunjukan perlunya mempromosikan kesehatan dikalangan para pelajar.

“Selama ini kegiatan kempanye kesehatan tidak menyalahgunakan narkoba di sekolah sudah sering dilaksanakan, tetapi posisi siswa/wi hanya cendrung sebagai peserta bukan sebagai pelaku aktif,” tuturnya.

Padahal kampanye kesehatan untuk siswa oleh siswa sangat perlu dilakukan. “Karena biasanya informasi dari siswa untuk siswa lebih cepat mencapai sasaran, maka kita berharap dengan kegiatan bisa langsung menyerap kepada siswa” jelasnya.

Salah seorang siswa sekolah SMA Plus Madina Adek nasution mengungkapkan sangat berterima kasih kepada panitia PIMANSU dan GAN Sumatera Utara yang telah melaksanakan Diklat tentang bahaya narkoba bagi kalangan pelajar yang ada di Madina.

“Diklat ini merupakan pengalaman yang cukup berharga bagi kami,disini kami jadi tahu bagaimana bahayanya Narkoba yang bisa menghancurkan masa depan kita,dan mudah-mudahan apa yang telah diharapkan oleh para pembicara bahwa kita bias melakukan sosialisasi baik dilingkungan sekolah maupun ditengah – tengah masyarakat bias kita laksanakan,” kata Adek.
sumber :waspada

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hore, Sebentar Lagi Bisa Telepon Gratis via BBM

    Hore, Sebentar Lagi Bisa Telepon Gratis via BBM

    • calendar_month Kamis, 26 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Ketika BlackBerry Messenger (BBM) untuk iOS dan Android resmi dirilis pada Oktober lalu, pihak BlackBerry menjanjikan bahwa aplikasi pesan instan tersebut bakal memiliki kapabilitas voice call seperti “saudaranya” di platform BlackBerry. Fitur bernama BBM Voice tersebut memungkinkan pengguna melakukan panggilan suara secara cuma-cuma ke pengguna BBM lain lewat jaringan WiFi. Ketika itu BlackBerry […]

  • GETAH SULANG ALING

    GETAH SULANG ALING

    • calendar_month Sabtu, 1 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    GETAH SULANG ALING – Seorang pekerja sedang membuka ikatan rangkaian pengikat karet alam di sisi luar lambung perahu robin di pelabuhan Desa Singkuang Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal, pekan lalu. Karet alam atau bokar itu diangkut dari kawasan Sulang Aling menunju pantai laut Singkuang. Kawasan pedalaman Sulang Aling merupakan satu kawasan penghasil karet alam […]

  • Investasi  Kapitalis Berkedok Wisata Medis?

    Investasi Kapitalis Berkedok Wisata Medis?

    • calendar_month Rabu, 11 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan sejumlah rumah sakit (RS) asing akan masuk ke tanah air. Mereka berasal dari Australia hingga Singapura. Hal itu disampaikan Luhut dalam acara Outlook 2021: The Year of Opportunity yang digelar secara virtual, Rabu […]

  • MENUJU PENGUATAN MANAJEMEN PERUSAHAAN DAERAH

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Dahlan Batubara (Pemimpin Redaksi Mandailing Online) “TIDAK SINERGISNYA BUMD ITU, OLEH BANYAK PENGAMAT AKIBAT LEMAHNYA MANAJEMEN. KONDISI INI DISEBABKAN POLA REKRUTMEN PIMPINAN BUMD YANG SALAH KAPRAH. FIGUR-FIGUR PIMPINAN YANG BERLATAR BELAKANG POLITISI YANG KURANG MEMILIKI JIWA BISNIS MENYEBABKAN PERUSAHAAN ITU JALAN DI TEMPAT” Pemkab Mandailing Natal kabarnya akan kembali menghidupkan Badan Usaha Milik Daerah […]

  • Dugaan Pencatutan Nama Organisasi, PC PMII Madina Angkat Bicara

    Dugaan Pencatutan Nama Organisasi, PC PMII Madina Angkat Bicara

    • calendar_month Rabu, 12 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN(Mandailing Online)- Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyoal tentang legitimasi kegiatan dan angkat suara terkait kegiatan yang diselenggarakan oleh Cipayung Plus di Aula Ballroom Ladang Sari, Gunung Tua Panggorengan, Senin 10 Juli 2023 lalu. Hal itu disampaikan Ahmad Rizal Nasution selaku Ketua PC PMII Madina kepada awak media […]

  • Magnitute Wacana Balon Bupati Madina, (Bikin Kriteria atau Cari Tokoh?)

    Magnitute Wacana Balon Bupati Madina, (Bikin Kriteria atau Cari Tokoh?)

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Muhammad Ludfan Nasution Tanpa harus menyoal kenapa harus Pilkada Langsung dan serentak di 2015 ini, bicara tentang bakal calon (Balon) Bupati Madina tetap menantang, bahkan bisa-bisa bikin frustrasi. Kita mengenal Madina sedemikian rupa. Ada problem besar. Butuh resolusi tuntas. Ada perspektif sejarah yang adiluhung. Harus mencapai target-target besar yang terkesan mustahil. Itu satu […]

expand_less