Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

Apa Kabar Dana Desa, Sudahkah Tumbuh Ekonomi Desa?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 10 Des 2018
  • print Cetak

Ketika pemerintah Indonesia mengucurkan Dana Desa, salah satu poin penting yang dikampanyekan pemerintah adalah : Dana Desa harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi desa adalah bergeraknya roda perekonomian warga desa. Pergerakan perekonomian warga ini akan mendorong kian kencangnya perputaran uang di desa itu akibat usaha-usaha yang dikelola warga semakin tumbuh.

Dana Desa sejak awal diharapkan mampu merangsang kelancaran aktifitas usaha warga desa, sehingga geliat usaha orang per orang di desa kian kencang akibat adanya daya dorong dari item-item program yang didanai Dana Desa.

Apakah Dana Desa telah berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi desa di Mandailing Natal? Atau apakah 5 hingga 10 tahun ke depan sudah tergambar pertumbuhan ekonomi desa sebagai dampak dari daya dorong Dana Desa dalam beberapa tahun terakhir? Ataukah “Dana Desa Habis-Rakyat Tetap Miskin”? Silahkan ditelusuri.

Pakar-pakar ekonomi telah me-warning bahwa uang bukan modal utama dalam upaya merangsang pertumbuhan ekonomi desa. Dana Desa adalah uang, tetapi dana yang dikucurkan kepada program yang nihil kajian akan berakhir dengan kegagalan.

Merangsang pertumbuhan ekonomi desa membutuhkan kajian-kajian konkrit dan ril melalui tim survey profesional untuk menghasilkan cetak biru. Tanpa cetak biru akan memustahilkan sasaran Dana Desa tepat sasaran.

Tak dapat disangkal, mayoritas pemerintah desa selama musim Dana Desa dalam beberapa tahun terakhir terkesan masih bingung dalam memahami potensi desa, budaya masyarakat desa-nya, kendala dan peluang desa. Kondisi ini mengakibatkan kucuran Dana Desa belum mampu menimbukan kecerahan perekonomian masyarakat desa.

Paling tidak, apatisme di tengah-tengah masyarakat desa yang masih tinggi telah memberikan sinyal dan menunjukkan fakta bahwa Dana Desa masih belum mampu memberikan peluang untuk keberkembangan dan kemajuan mata pencaharian mereka ke arah yang lebih baik.

Dana Desa selam ini hanya ternikmati oleh sebagian warga melalui jasa : yakni upah kerena ikut dalam pekerjaan konstruksi meliputi jalan rabat beton pemukiman, pipanisasi air bersih dan lainnya yang bersifat menerima gaji tiap tahapan kucuran Dana Desa alias musiman, atau paling banter terlibat dalam pengelolaan BUMDes.

Dana Desa belum mampu mendorong perbaikan usaha yang selama ini digeluti mayoritas penduduk desa.

Oleh karena itu, upaya mensinergiskan antara Dana Desa dengan kebutuhan ril penduduknya harus menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten dan kecamatan agar Dana Desa tahun depan mampu menjawab tantangan perekonoman penduduk desa.

 

Segmen

Jenis-jenis usaha yang dirangsang melalui Dana Desa ini banyak segmen, tergantung ragam potensi yang ada di wilayah desa dan telah pula membudaya di dalam masyarakat desa.

Untuk mayoritas desa di Mandailing Natal, segmen usaha yang memiliki modal primitif (sumber daya alam) adalah kebun, ladang, perikanan dan peternakan. Sementara sebagian kecil adalah persawahan.

Sedangkan segmen industri dan jasa umumnya masih berfokus di kota-kota kecamatan yang secara mayoritas masih dalam lingkup kelurahan, bukan desa.

Untuk persawahan (yang lahan kebunnya sangat minim sehingga masyarakatya mayoritas bersawah dan budidaya ikan) secara geografis berada di sebagian kecamatan Siabu dan Natal sehingga kalkulasi tingkat keberhasilan daya dorong dari Dana Desa untuk segmen sawah dan perikanan memiliki peluang keberhasilan.

Di dua kecamatan ini, masih banyak ditemukan luas pengelolaan sawah antara 0,8 hingga 1,5 hektar  per kepala keluarga. Investasi pemerintah desa dalam bentuk program yang merangsang pertumbuhan ekonomi petani sawah dan ikan masih belum mengkhawatirkan kegagalan. Sebab, luas 1 hektar sawah per/KK masih berada dalam tingkat ekonomi sedang.

Berbeda dengan desa dengan modal primitif kebun. Mengucurkan dana untuk segmen sawah di kawasan desa yang mayoritas kebun (dimana umumnya sawah sangat sedikit) akan berresiko gagal alias “Dana Habis Petani Sawah Tetap Miskin”. Sebab, rata-rata luas pengelolaan sawah di desa berkategori modal primitif-nya kebun umumnya hanya sekitar 0,3 hingga 0,5 hektar  per kepala keluarga.

Invesatasi dari Dana Desa untuk segmen sawah di desa berkategori modal primitif kebun akan berresiko gagal alias “Dana Habis Petani Sawah Tetap Miskin”. Sebab, bagaimanapun seriusnya pemerintah desa merangsang pendapatan petani sawah, jika lahan per KK hanya rata-rata 0,3 hingga 0,5 hektar maka petani tetap tak tertolong, karena pendapatan dari lahan 0,5 hektar itu tak cukup mensejahterakan warga. Oleh karenanya, investasi dari Dana Desa hanya layak ke segmen kebun.

Berdasar kondisi itu, sebaiknya pemerintah desa berkategori ini memfokuskan pada infrastruktur perkebunan. Sebab, petani sawah yang hanya bergelut di lahan yang 0,5 hektar dapat dialihkan pendapatan primernya dari sawah ke segemen kebun.

Pemerintah Amerika Serikat, Jepang dan Malaysia telah berhasil “mengusir” petani sawah ke segmen non sawah, disebut dengan istilah “konsolidasi lahan”. Sebgaian besar petani sawah beralih ke sektor industri dan jasa, dan petani sawah yang tersisa terkonsolidasi untuk meneglola lahan seluas 5 hingga 10 hektar per KK.

Mandailing Natal tentunya bukan Amerika Serikat, Jepang atau Malaysia yang mampu membangun industri dan jasa dengan memulainya dari sisi regulasi yang ketat hingga dukungan akses-akses jalan tol dan pelabuhan laut, desa-desa Mandailing Natal mayoritas berkategori kawasan kebun sebagai modal primitif-nya sehingga merangsang pertumbuhan perkebunan menjadi sangat relevan untuk fokus Dana Desa.

Perkebunan sebagai segmen utama untuk memfokuskan Dana Desa memiliki akar yang kuat, sebab, mayoritas kecamatan di Mandailing Natal adalah kawasan perkebunan. Budaya masyarakat secara mayoritas juga berkebun. Sisanya segmen peternakan.

Sektor lain semacam industri tak akan mampu dirangsang. Industri di Mandailing Natal masih disandera oleh ketidaksiapan infrastruktur jalan dan pelabuhan laut. Pelaku indutri akan kalah bersaing dengan pelaku industri dari daerah lain yang sudah terdukung infrastruktur.

Oleh karena itu, pemerintah desa yang berkategori segmen kebun sebagai basis modal primitif-nya harus mengkaji peluang-peluang pengembangan perkebunan bagi warganya. Dan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan hingga TPID (Tim Pelaksana Inovasi Desa) harus juga turut mendorong pemerintah desa ke segmen ini.

Dan mendorong saja juga tak bakalan maksimal, dibutuhkan kajian yang profesiaonal terhadap seluruh sektor di desa itu utuk mengahasilkan cetak biru sebagai landasan perencanaan pembangunan desa. (Dahlan Batubara)

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • RAPBN 2016 Makin Liberal

    RAPBN 2016 Makin Liberal

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Target Pajak Digenjot, Beban Rakyat Ditambah) Presiden Jokowi telah menyampaikan Nota Keuangan dan RAPBN 2016 kepada DPR. RAPBN 2016 disusun berdasarkan asumsi makro: pertumbuhan 2016 5,5-6%; inflasi 4% plus-minus 1%; nilai tukar dolar AS Rp 13.000-13.400; suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan sebesar 4-6%; angka pengangguran 5,2-5,5%; angka kemiskinan 9-10%; rasio gini 0,39 […]

  • Pangdam I/BB serahkan bantuan alat pertanian

    Pangdam I/BB serahkan bantuan alat pertanian

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Pangdam I/BB Mayjen TNI Edy Rahmayadi bersama Bupati Madina Drs H Dahlan Hasan Nasution selasa, (24/3) di desa Salambue selain melakukan tanam perdana juga menyerahkan bantuan berupa kepada 13 kelompok tani dari berbagai desa yang ada di Mandailing Natal, yakni 20 unit hand traktor, 10 unit rontok padi, 1 ton benih padi Siganteng,7 ton pestisida, […]

  • Gordang Sambilan Ikut di Pembukaan Asian Games

    Gordang Sambilan Ikut di Pembukaan Asian Games

    • calendar_month Minggu, 22 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tabuhan Gordang Sambilan dari Mandailing dijadwalkan ikut serta memeriahkan pembukaan Asian Games di Jakarta pada 18 Agustus 2018. Terkait itu, tim Gordang Sambilan dari Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal pimpinan Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution telah melakukan rangkaian latihan agar tabuhan Gordang Sambilan di pembukaan Asian Games itu dapat memukau hadirin […]

  • Korban Bentrok Karnaval Budaya HUT ke 78 RI di Madina Minta Panitia Tanggung Jawab

    Korban Bentrok Karnaval Budaya HUT ke 78 RI di Madina Minta Panitia Tanggung Jawab

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Photo ( istimewa ) PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Peristiwa bentrokan dua kelompok pemuda saat pelaksanaan karnaval budaya dalam memperingati HUT ke 78 RI di Mandailing Natal ( Madina ) Rabu 16/8/2023 membuat 5 orang warga Pidoli jadi korban. Korban minta Panitia tanggung jawab. Ke 5 orang itu adalah M Bakhtiar Pulungan (18) mengalami tusukan sejam, […]

  • Ada Konpensasi 5 M Untuk KTBM Terkait Lahan di Batahan

    Ada Konpensasi 5 M Untuk KTBM Terkait Lahan di Batahan

    • calendar_month Selasa, 11 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online : Ribut ribut masalah lahan stanvas di Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) ternyata Kelompok Tani Batahan Mandiri yang beralamat di Kelurahan Pasar Baru Batahan telah menerima konpensasi tali asih dari PT. Sago Nauli. Konpensasi tali asih ini sendiri tertuang dalam surat kesepakatan perdamaian atas lahan yang telah dibatalkan oleh Putuskan […]

  • Puteri Indonesia ikuti Miss Universe 2013 di Moskow

    Puteri Indonesia ikuti Miss Universe 2013 di Moskow

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    London (Mandailing Online) – Puteri Indonesia 2013 asal Sumatera Barat, Whulandary Herman menuju panggung Miss Universe 2013 di Moskow dengan melangkah mantap tiba di Bandara Internasional Domodedovo, Moskow, Minggu siang. Disambut udara dingin dan angin musim gugur yang cukup menggigilkan, Whulandary Herman nampak terlihat segar meskipun melalui perjalanan cukup panjang dari Jakarta menuju Moskow, demikian […]

expand_less