Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Bangunan Talut PNPM Tak Dapat Difungsikan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 21 Agt 2011
  • print Cetak


Singkil,
Bangunan talut Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di kawasan Trans Nelayan Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil dinilai mubazir karena tidak dapat difungsikan untuk apa pun juga.
Bangunan talut permanen yang berada di luar kampung di pinggir ruas jalan provinsi itu dinilai syarat dengan kepentingan. Padahal diharapkan fungsinya sebagai saluran pembuangan menanggulangi banjir di Desa Sukadamai pada musim hujan.

“Bangunan talut yang didanai PNPM itu tidak mempunyai fungsi bagi masyarakat apalagi untuk menanggulangi banjir, tidak mungkin. Bangunan hanya sebagai bangunan mubazir yang syarat dengan kepentingan pihak tertentu”, ungkap Abi, ketua pemuda setempat kepada Analisa di Singkil, Kamis (18/8).

Selain itu, pembangunan talut di atas lahan gambut itu kondisinya sudah patah. Proyek tahun 2011 yang didanai Bank Dunia senilai Rp350 juta itu juga semakin tidak jelas, karena hampir sebulan lebih tidak dikerjakan lagi.

Abi yang ditemani rekannya menjelaskan, sejak awal program PNPM Mandiri itu dinilai sudah ada masalah. Di mana usulan masyarakat yang masuk di kabupaten berdasarkan perangkingan, Kampung Sukadamai mendapat urutan dua dengan program pembekoan (pengorekan) saluran pembuangan banjir sepanjang 4 km di perkampungan itu.

Namun ternyata pelaksanaan usulan dari masyarakat dipending oleh PPK kecamatan, dengan alasan PNPM 2011 harus pekerjaan mutu (harus talut beton). Padahal, tekstur tanah di sukadamai adalah gambut yang tidak memungkinkan dibeton. “Sedangkan tim konsultan PPK kecamatamn tidak pernah melihat apakah layak atau tidak talut yang dibuat, ujar Abi.

Dipending

Setelah pekerjaan dipaksakan juga, sehingga menimbulkan kendala dalam pelaksanaan dan memaksa tim turun ke lapangan. Seperti mereka perkirakan sebelumnya, saat ini pelaksanaan pekerjaan dipending.

Dikatakan, berbagai ketimpangan menjadi perhatian masyarakat, namun masyarakat seakan tidak mampu berbuat apa pun mengatasi ketimpangan itu. Ketimpangan di antaranya tidak ada papan informasi, sehingga tidak ada rab yang terpantau masyarakat.

Abi dan kawan-kawan berharap aparat terkait memeriksa pelaksanaan program PNPM Mandiri di kampung itu sehingga masyarakat tidak dirugikan.

Sementara Faskab yang baru, Irfan yang dihubungi Analisa mengatakan masih berada di Banda Aceh. Dia baru bertugas di Aceh Singkil belum mengetahui permasalahan itu.(sjp)
Sumber : analisadaily.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kondisi Banjir Manyabar

    Kondisi Banjir Manyabar

    • calendar_month Minggu, 17 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Pasca Banjir Panyabungan, Mandailing Online. Kondisi Banjir Desa Manyabar yang dipenuhi sampah kayu berserakan dan endapan lumpur hingga 30cm. Masyarakat desa berharap perhatian penuh pemerintah daerah atas kondisi mereka yang sangat membutuhkan bantuan dan harapan supaya mereka yang terkena dampak langsung banjir dan yang mengalami kerusakan rumah bisa dialokasikan ke wilayah yang lebih aman dari […]

  • Lanjutan Pembangunan Mesjid Al Muhajirin Tabuyung Butuh Dana

    Lanjutan Pembangunan Mesjid Al Muhajirin Tabuyung Butuh Dana

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Masjid Al-Muhajirin di Km18, Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina) butuh dana pembangunan lanjutan. bangunan masjit selama ini jenis kayu, warga berinisiatif melakukan rehab berat dan mengganti fisik kayu dengan beton atas swadaya masyarakat. Tetapi pengerjaan terhambat, lantaran tak mencukupinya biaya. Karena itu, masyarakat berharap adanya […]

  • Mari Menghadirkan Pilkada Damai

    Mari Menghadirkan Pilkada Damai

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Calon Bupati Madina Drs. HM. Yusuf Nasution, M.Si dan Calon Bupati Madina Safaruddin Haji Lubis (Akong) foto bersama penuh keakraban dan bersahaja. Dalam kurun waktu lebih 30 hari ke depan masyarakat Kabupaten Mandailing Natal akan dihadapkan pada perhelatan akbar pemilihan Kepala Daerah. Semua warga masyarakat di bumi Gordang Sambilan. Madina tentulah mengharapkan agar proses pra […]

  • Himbauan polres madina

    Himbauan polres madina

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Meskipun Polres Mandailing Natal melakukan berbagai macam himbauan terhadap masyarakat akan larangan terhadap pembukaan tambang dilokasi TNBG namun, aktifitas warga melakukan aktifitas tambang emas rakyat semakin hari semakin menjamur. (MOL)

  • Ini Definisi Perzinaan sehingga PSK Lolos Jerat Pidana

    Ini Definisi Perzinaan sehingga PSK Lolos Jerat Pidana

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan di DPR menilai, sangkaan pada pasal Kitab Undang-Udang Hukum Pidana (KUHP) yang menyangkut tindak pidana prostitusi, terlalu sempit. Dimana jerat pidana prostitusi saat ini hanya bisa disangkakan kepada mucikari atau makelar bisnis ilegal itu. Ke depan, pelaku bisnis prostitusi diharapkan bisa dijerat. Salah satu caranya melalui revisi UU KUHP […]

  • Kasus Oknum Ortu Siswa Laporkan Guru ke Polisi di Madina Jadi Sorotan

    Kasus Oknum Ortu Siswa Laporkan Guru ke Polisi di Madina Jadi Sorotan

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Iyusan Sukoco, guru sekolah  dasar negeri (SDN) 328 di Sinunukan IV, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) minggu terakhir menjadi pusat perhatian banyak kalangan. Ia Sukoco yang akrab sisapa itu dilaporkan oknum orang tua murid SD dimana Sukoco menjadi guru dengan tuduhan tibdakan kekerasan pada siswa. Laporan polisi nya […]

expand_less