Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Bangunan Talut PNPM Tak Dapat Difungsikan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 21 Agt 2011
  • print Cetak


Singkil,
Bangunan talut Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di kawasan Trans Nelayan Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil dinilai mubazir karena tidak dapat difungsikan untuk apa pun juga.
Bangunan talut permanen yang berada di luar kampung di pinggir ruas jalan provinsi itu dinilai syarat dengan kepentingan. Padahal diharapkan fungsinya sebagai saluran pembuangan menanggulangi banjir di Desa Sukadamai pada musim hujan.

“Bangunan talut yang didanai PNPM itu tidak mempunyai fungsi bagi masyarakat apalagi untuk menanggulangi banjir, tidak mungkin. Bangunan hanya sebagai bangunan mubazir yang syarat dengan kepentingan pihak tertentu”, ungkap Abi, ketua pemuda setempat kepada Analisa di Singkil, Kamis (18/8).

Selain itu, pembangunan talut di atas lahan gambut itu kondisinya sudah patah. Proyek tahun 2011 yang didanai Bank Dunia senilai Rp350 juta itu juga semakin tidak jelas, karena hampir sebulan lebih tidak dikerjakan lagi.

Abi yang ditemani rekannya menjelaskan, sejak awal program PNPM Mandiri itu dinilai sudah ada masalah. Di mana usulan masyarakat yang masuk di kabupaten berdasarkan perangkingan, Kampung Sukadamai mendapat urutan dua dengan program pembekoan (pengorekan) saluran pembuangan banjir sepanjang 4 km di perkampungan itu.

Namun ternyata pelaksanaan usulan dari masyarakat dipending oleh PPK kecamatan, dengan alasan PNPM 2011 harus pekerjaan mutu (harus talut beton). Padahal, tekstur tanah di sukadamai adalah gambut yang tidak memungkinkan dibeton. “Sedangkan tim konsultan PPK kecamatamn tidak pernah melihat apakah layak atau tidak talut yang dibuat, ujar Abi.

Dipending

Setelah pekerjaan dipaksakan juga, sehingga menimbulkan kendala dalam pelaksanaan dan memaksa tim turun ke lapangan. Seperti mereka perkirakan sebelumnya, saat ini pelaksanaan pekerjaan dipending.

Dikatakan, berbagai ketimpangan menjadi perhatian masyarakat, namun masyarakat seakan tidak mampu berbuat apa pun mengatasi ketimpangan itu. Ketimpangan di antaranya tidak ada papan informasi, sehingga tidak ada rab yang terpantau masyarakat.

Abi dan kawan-kawan berharap aparat terkait memeriksa pelaksanaan program PNPM Mandiri di kampung itu sehingga masyarakat tidak dirugikan.

Sementara Faskab yang baru, Irfan yang dihubungi Analisa mengatakan masih berada di Banda Aceh. Dia baru bertugas di Aceh Singkil belum mengetahui permasalahan itu.(sjp)
Sumber : analisadaily.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kakan Peranan Wanita Akui 21 Honorer Belum Gajian

    Kakan Peranan Wanita Akui 21 Honorer Belum Gajian

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Kantor Peranan Wanita dan Perlindungan Anak Mandailing Natal (Madina), Rinawati membenarkan 21 tenaga honorer di instansi itu belum gajian selama 8 bulan. Dia juga mengakui bahwa honor yang bekerja pada Bagian BKKN tersebut adalah honor provinsi. “Memang honor mereka belum dibayarkan, sebab honor mereka tidak lagi ditampung oleh pihak provinsi, […]

  • “BULAN BUNG KARNO”

    “BULAN BUNG KARNO”

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Moechtar Nasution “Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat dan menggelorakan samudera, agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita” (Ir. Soekarno) Soekarno adalah nama yang melegenda, nama yang termashur dan tersohor ke […]

  • Pupuk Bersubsidi Langka, Petani Madina Resah

    Pupuk Bersubsidi Langka, Petani Madina Resah

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pupuk bersubsidi zenis ZA dan Ponska kembali langka di Mandailing Natal (Madina). Akibatnya para pertani resah. Sejumlah petani Kecamatan Siabu, Panyabungan dan beberapa wilayah lainnya mengaku pusing memasuki musim tanam saat ini. “Kita kesulitan untuk mendapatkan pupuk subsidi terutama jenis ZA, Ponska pada kios-kios pengecer, karena barangnya tidak ada,” ujar Erwin […]

  • Ketua DPRD Tak Bijaksana Penilaian Elemen Mahasiswa

    Ketua DPRD Tak Bijaksana Penilaian Elemen Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sejumlah elemen mahasiswa menilai pernyataan Ketua DPRD Palas, HM Ridho Harahap yang mengatakan, tidak ada masalah dengan spanduk ucapan selamat menunaikan ibadah puasa 1432 H yang memakai logo daerah lain tidak bijaksana. “Pantas saja Kabupaten Palas ini tidak ada majunya. Soalnya rasa cinta terhadap daerah sangat minim sekali. Bahkan, banyak orang yang mengaku tokoh, tapi […]

  • Takjub pada Al-Qur’an, Wanita Jerman Ini Masuk Islam

    Takjub pada Al-Qur’an, Wanita Jerman Ini Masuk Islam

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Setelah masuk Islam, ia memiliki nama Aminah Amatullah. Aminah, berasal dari keluarga Protestan. Sebenarnya gadis yang tinggal di Hannover, Jerman, ini tidak merasa terlalu religius. Tetapi ia seperti menyadari ada yang salah dengan keyakinan yang dianut keluarga dan masyarakat umumnya. Dalam berdoa misalnya, Aminah tak mau berdoa kepada Yesus. Dan ia juga meyakini, berdoa bisa […]

  • Kaum Pelangi Menghancurkan Generasi

    Kaum Pelangi Menghancurkan Generasi

    • calendar_month Senin, 30 Mei 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Susi Ummu Ameera Pegiat Literasi Kutau dulu pelangi itu indah Mentaripun menyambutnya dengan cerah Kini, pelangiku itu tak indah lagi Dikotori oleh kaum sodom Baru-baru ini, Pemerintah Indonesia melalu Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI akan memanggil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins. Juru Bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah menyatakan Dubes Inggris akan dipanggil […]

expand_less