Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Berharap Tetap di Jalan Lurus, Tapi Maksiat Jalan Terus?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Sep 2021
  • print Cetak

Oleh : Ummu Taqiyya
Aktivis Dakwah dan Mompreneur

 

Kita sadar bahwa kita hanyalah makhluk yang diciptakan. Tidak mungkin kita ada, kalau tidak ada yang menciptakan. Siapa yang menciptakan kita? Tentu saja Allah azza wa jalla, Tuhan yang Maha Menciptakan. Allah bukan saja menciptakan tapi juga memberikan aturan untuk kita.

Selama ini kita sudah berusaha menjalankan perintah Allah, sholat lima waktu, berpuasa, zakat. Setiap sholat kita selalu membaca Surah Al Fatihah, dimana pada ayat ke-6 berbunyi

اِهْدِنَا الصِّرَا طَ الْمُسْتَقِيْمَ

yang berarti sebuah harapan agar Allah menunjuki kita kepada jalan yang lurus.

Makna jalan yang lurus juga dijelaskan pada ayat selanjutnya yang berarti jalan orang-orang yang telah Allah beri nikmat, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat.

Tentu kita sangat berharap Allah selalu menunjukkan kita jalan yang lurus tetapi mengapa maksiat tetap jalan terus?

Sholat dilaksanakan, tetapi jimat dari dukun tetap dipergunakan.

Puasa dilaksanakan, tetapi ghibah tetap diamalkan. Zakat dilaksanakan, tetapi transaksi riba tidak juga ditinggalkan.

Saudaraku, ketahuilah bahwa Allah bukan hanya menyuruh kita untuk melaksanakan apa yang Allah perintahkan, tetapi Allah juga menyuruh kita untuk meninggalkan larangan-Nya. Laksanakan yang wajib, dan tinggalkan yang haram.

Seorang muslim harus memahami, mengamalkan dan mendakwahkan seluruh ajaran Islam yang telah Allah berikan melalui Kitabullah dan Sunnah Rasulullah. Tidak boleh mengamalkan ajarannya setengah-setengah, seakan memilih ayat yang mudah untuk dilaksanakan tapi menolak ayat yang dianggap berat untuk dilaksanakan.

Padahal Allah telah menyuruh kita untuk masuk dalam islam secara kaffah, sebagaimana dalam QS. Al Baqarah ayat 208:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ کَآ فَّةً ۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۗ اِنَّهٗ لَـکُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.”

Oleh sebab itu, jika kita ingin tergolong kepada orang-orang yang beriman dan berharap agar Allah selalu menempatkan kita pada jalan yang lurus, maka laksanakan perintah-Nya secara menyeluruh, dan tinggalkan larangan-Nya secara menyeluruh juga.

Jangan lagi mencampuradukkan yang haq dengan yang bathil. Tidakkah kita merasa malu tatkala ketaatan dan kemaksiatan sama-sama kita laksanakan?

Pahala dari ketaatan yang kita lakukan belum tentu didapat, tapi dosa dari kemaksiatan sudah pasti dicatat. Takutlah jika nyawa kita dicabut saat kita ternyata lagi asyik melakukan kemaksiatan. Na’udzubillahi min dzalik.

Semoga kita bersegera meninggalkan kemaksiatan dan bersegara melaksanakan ketaatan. Taat tanpa tapi, tanpa nanti. Wallahu a’lam bis showwab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kearifan Lokal Mandailing Dalam Pra Bencana

    Kearifan Lokal Mandailing Dalam Pra Bencana

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Ennawaty Sari Mahasiswi STAIM   “Lubuk larangan ini boleh disebut merupakan bukti sensitivitas, kepekaan, kepedulian dan tanggungjawab masyarakat Mandailing terhadap lingkungan hidup untuk mencapai hubungan harmonis antara manusia dengan alam dan sebaliknya. Lubuk larangan mengajari kita  tentang pengelolaan, pemanfaatan dan pelestarian sungai untuk kelangsungan hidup manusia.”    Warisan peradaban yang ada hingga […]

  • Inspektorat : Nasib Kepala Desa Gunungtua Jae di Tangan Rakyat

    Inspektorat : Nasib Kepala Desa Gunungtua Jae di Tangan Rakyat

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rakyat Desa Gunung Tua Jae, Kecamatan Panyabungan akan menentukan nasib kekuasaan kepala desa mereka. Rakyat yang akan memutuskan sikap apakah masih mempercayai atau memilih mosi tak percaya terhadap kepala desa dalam forum Musyawarah Desa. Itu dikatakan Ketua Tim Pemeriksa Inspektorat Kabupaten Madina, Rahmad Daulay menjawab Mandailing Online di ruang kerjanya, Rabu […]

  • RITME GORDANG SAMBILAN

    RITME GORDANG SAMBILAN

    • calendar_month Sabtu, 6 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    GORDANG SAMBILAN – Penabuh jangat tengah menarikan sejenis gerakan moncak mangikuti hentakan-hentakan ritme gordang sambilan di pagelaran seni budaya Mandailing, panggung pasar baru Panyabungan, Mandailing Natal, baru-baru ini. Kesenian gordang sambilan merupakan sebuah kesenian rakyat Mandailing serta kekayaan budaya Indonesia yang harus dilestarikan. Pemerintah daerah diharapkan meningkatkan kelembagaan kesenian tradisional sebagai salah satu upaya mempertahankan […]

  • KEBUDAYAAN MANDAILING (Bagian I)

    KEBUDAYAAN MANDAILING (Bagian I)

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

        Oleh : ASKOLANI NASUTION     PENGANTAR Harus diakui, amat sedikit referensi tentang kebudayaan Mandailing secara utuh. Beberapa sumber antropologi yang ada selama ini lebih menekankan Mandailing dari pendekatan ilmuan Barat yang memposisikan kebudayaan Mandailing sebagai sub kebudayaan Batak. Antropolog Kuntjoroningrat misalnya masih juga menyebut Mandailing dalam pendekatan orientalis seperti itu. Juga artikel-artikel […]

  • Anggota DPRD Terancam Penjara

    Anggota DPRD Terancam Penjara

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan diharapkan melakukan proses hukum terhadap sejumlah anggota DPRD Tapanuli Selatan masa bakti 2004-2009 yang hingga saat ini belum melakukan pengembalian dana tunjangan komunikasi intensif tahun 2006. “Batas toleransi pengembalian dana tersebut sudah lebih setahun, karena itu anggota DPRD Tapsel periode 2004 -2009 yang hingga saat ini belum mengembalikan dana TKI […]

  • Mahfud: Hampir Semua Calon “Incumbent” Curang

    Mahfud: Hampir Semua Calon “Incumbent” Curang

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD bersama Ketua Tim Investigasi atas dugaan kasus suap di MK, Refly Harun (tengah) dan Anggota Tim Investigasi Adnan Buyung Nasution menggelar konferensi pers. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyatakan, sidang sengketa pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang melibatkan pasangan dari “incumbent” terbukti curang. “Dari 190 kasus lebih yang ditangani […]

expand_less