Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Cegah Penyebaran Tetelo

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 9 Mei 2011
  • print Cetak


Kandang Disemprot, Ayam-ayam Diobati
SIABU-
Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madina kembali mengimbau warga untuk melaporkan bila masih ditemukan ayam-ayam yang mati mendadak. Imbauan itu merupakan rangkaian pencegahan untuk meminimalisir penyebaran penyakit tetelo.
“Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap ayam mati dan yang masih hidup di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Siabu, penyakit yang dialami ayam-ayam bukan flu burung melaninkan hanya tetelo,” kata Drh Franki, kepada METRO, Minggu (8/5).
Dikatakan Franki, pihaknya telah melakukan penanggulangan dengan melakukan penyemprotan terhadap kandang-kandang ayam warga. Hal ini untuk mengantisipasi penyakit yang diperkirakan masih ada pada tubuh ayam yang lain.
“Di samping itu kita juga melakukan pengobatan terhadap ayam yang diperkirakan kena penyakit ini. Kita beri obat agar tubuh ayam lebih kebal terhadap penyakit. Sebab, kalau penanganannya terlambat dalam satu hari saja bisa ratusan ayam mati,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bonan Dolok Arham Rangkuti, kepada METRO menyebutkan, setelah dilakukan penyemprotan dan pengobatan terhadap ayam milik warga pada Sabtu (7/5) dan Minggu (8/5) tidak ada lagi laporan dari warga yang menyebutkan ayamnya mati mendadak seperti yang terjadi sebelumnya.
“Sebelum dilakukan penyemprotan, setiap hari saya menerima laporan dari warga bahwa ayam yang diperlihara warga mati mendadak, bahkan dalam satu kandang berisi 30 ekor ayam hanya dalam semalam saja 25 ekor, di antaranya mati mendadak. Padahal dari pengakuan warga sebelum mati ayamnya sehat dan hanya sedikit lesu, dan yang menjadi persoalan bagi warga sekali mati jumlahnya banyak, tetapi sehari setelah dilakukan penyemprotan tak ada laporan lagi,” sebut Arham.
Ditambahkan Arham, pihaknya telah melakukan sosialisasi terhadap warga terutama yang memiliki hewan ternak supaya membersihkan kandang ayam masing-masing secara rutin.
Pasalnya, penyakit ayam ini diperkirakan akibat kurangnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan ternaknya semisal membersihkan kandang secara rutin.
Namun, kondisi ini bukan hanya terjadi di Desa Bonan Dolok, tetapi ayam, mati mendadak ini juga terjadi di Desa Tanggabosi 2, Kecamatan Siabu hanya saja jumlah ayam yang mati tak sebanyak di desa Bonan Dolok.
“Warga Desa Tanggabosi juga mengalami penyakit ternak yang sama, tetapi jumlahnya tak separah yang di Bonan Dolok. Kita juga telah melakukan penyemprotan di Tanggabosi,” kata Drh Franki.
Sekretaris Desa Tanggabosi 2 Andi Maulana, membenarkan kejadian yang dialami ternak ayam milik warga desanya.
“Kalau dijumlahkan ada sekitar 300 ayam yang mati dalam 2 minggu ini, tetapi karena matinya tak bersamaan warga tak menyangka kalau ayamnya mengalami penyakit tetelo,” sebut Andi. (wan)
Sumber : Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belum Difungsikan, Komisi III DPRD Madina Temukan Sejumlah Fasilitas Bangunan PMI yang Rusak

    Belum Difungsikan, Komisi III DPRD Madina Temukan Sejumlah Fasilitas Bangunan PMI yang Rusak

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Komisi III DPRD Madina kesalkan perencanaan pembangunan gedung markas Palang Merah Indonesia ( PMI ) yang sudah 6 kali dianggarkan namun belum bisa di fungsikan. Saat peninjauan lapangan melihat progres lanjutan pembangunan gedung tersebut. Komisi III menemukan sejumlah bangunan yang sudah tidak layak pakai seperti kusen dan jaringan listrik yang […]

  • Ini Sengketa Pilkada Gunung Mas yang Berujung Penangkapan Akil Mochtar

    Ini Sengketa Pilkada Gunung Mas yang Berujung Penangkapan Akil Mochtar

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, – Ketua MK Akil Mochtar ditangkap KPK atas dugaan suap penanganan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Bagaimana awal sengketa Pilkada Gunung Mas tersebut? Dikutip dari situs www.mahkamahkonstitusi.go.id, Jumat (4/10/2013), sidang sengketa dengan nomor perkara 121/PHPU.D-XI/2013 dan 122/PHPU.D-XI/2013 diajukan oleh Alfridel Jinu dan Ude Arnold Pisi, juga oleh Jaya Samaya Monong dan Daldin. […]

  • Calon mahasiswa Unimed setiap tahun menaik

    Calon mahasiswa Unimed setiap tahun menaik

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Setiap tahunnya, jumlah calon mahasiswa yang berniat masuk ke Universitas Negeri Medan semakin meningkat. Humas Universitas Negeri Medan Muhammad Surip belum dapat merincikan jumlah pasti calon mahasiswa karena proses pendaftaran SNMPTN masih berlangsung. “Jumlah siswa yang mendaftar melalui jalur Bidik Misi mencapai 1845, namun Unimed hanya menyediakan 600 kursi. Tentu presentasi ini menunjukkan […]

  • Ramadan, Kolang Kaling dari Puncak Sorik Marapi Rambah Jakarta

    Ramadan, Kolang Kaling dari Puncak Sorik Marapi Rambah Jakarta

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Permintaan pasar terhadap bahan penganan jenis kolang-kaling di bulan Ramadan merupakan berkah tersendiri bagi pengrajin kolang-kaling di Desa Hutabaringin Jae, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal (Madina). Biji buah aren hasil olahan para pengrajin di Kecamatan Puncak Sorik Marapi ini sangat diminati oleh banyak masyarakat luar, sehingga pasarannya […]

  • Tokoh Besar dan Berjasa Akan Ditabalkan di HUT Madina

    Tokoh Besar dan Berjasa Akan Ditabalkan di HUT Madina

    • calendar_month Senin, 20 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di momen HUT Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, tahun ini, nama para tokoh besar Madina serta para tokoh yang berjasa akan diabadikan. Pengabadian nama figur figur itu rencananya ditabalkan pada nama jalan atau nama bandara atau nama gedung. Itu diungkap Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution di Panyabungan, Senin (20/2/2022). […]

  • Mantan Sekretaris Panwaslu Medan Dituntut 18 Bulan

    Mantan Sekretaris Panwaslu Medan Dituntut 18 Bulan

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Mantan Sekretaris Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Medan Fairuddin Madjrul, dituntut 18 bulan penjara denda Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum Durpa Rajagukguk SH dalam sidang lanjutan kasus korupsi penyalahgunaan dana operasional dan honor Panwascam dan PPL se Kota Medan di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (09/02/2010). Jaksa dalam tuntutannya […]

expand_less