Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Penyuluh Pertanian Harus Punya Jaringan Pasar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 30 Okt 2019
  • print Cetak

Prof. Bugaran Saragih

Penyuluh pertanian di era milenial harus fasih teknologi dan melek IT.

Bahkan, penyuluh yang mendampingi petani juga diharapkan punya jaringan dengan pengusaha dan pasar, yang akan memudahkan petani untuk menjual hasil panennya.

Saat ini bukan era atau zaman Bimas seperti dulu. Artinya, zamanya sudah modern, pasarnya sudah global. Karena itu, untuk mempercepat dan memudahkan pembangunan pertanian,  pemerintah sudah sewajarnya mengandeng dunia usaha.

Itu dukatakan mantan Menteri Pertanian, Prof. Bugaran Saragaih saat mengikuti diskusi bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan pakar pertanian lainnya di Jakarta, Senin (28/10/2019).

Membangun pertanian itu sama dengan membantu petani agar kehidupannya lebih baik lagi. Sehingga, sudah tepat apabila Menteri Pertanian SYL mulai membangun pertanian dari kecamatan yang banyak melibatkan praktisi pertanian, seperti penyuluh, penyuluh swadaya, dan pusat pelatihan pertanian pedesaan swadaya (P4S), sampai ke dunia usaha.

Bugaran Saragih yang Menteri Pertanian periode 2001-2004 itu mengatakan bahwa membangun petani atau pertanian dari kecamatan harus diikuti dengan penguatan atau revitalisasi terhadap kelembagaan petani dan penyuluh.

“BPP-nya harus direvitalisasi. Kemudian, penyuluhnya yang  zaman dulu menangani Bimas dan Inmas juga harus direvitalisasi. Karena banyak penyuluh yang sudah tua, perlu peremajaan penyuluh dan mendidik penyuluh yang baru untuk mendampingi petani,” paparnya.

“Dunia usaha juga punya penyuluh. Seperti PT Pupuk Indonesia  juga punya tenaga pemasaran dan penyuluh sampai ke desa-desa yang bisa membimbing petani untuk menggunakan pupuk yang baik dan benar. Nah, tenaga penyuluh dari perusahaan-perusahaan ini bisa dimanfaatkan pemerintah untuk membantu petani,” papar Bungaran.

Dia juga mengungkapkan, sejumlah perusahaan pakan seperti  Charoen Pokphand Indonesia dan Japfa Comfeed  punya teknical service yang bisa dimanfaatkan untuk membantu petani. “Jadi, perusahaan-perusahaan jangan dianggap sebagai lawan, tapi dimanfaatkan. Pemerintah yang mengatur dan memanfaatkan peran mereka ke petani,” ujarnya.

Bungaran juga mengatakan, apa yang dilontarkan Mentan SYL untuk memulai membangun pertanian dari kecamatan itu sudah benar. Sebab, membangun pertanian itu memang ala petani.

“Tentu saja, mereka (petani, red) harus dibantu pemerintah, supaya bisa bekerja efektif dan efisien,” kata Bungaran.

Menurut Bungaran, pemerintah saat ini sudah saatnya mengajak masyarakat atau petani untuk membangun pertanian. Petani difasilitasi dan didorong supaya mendapatkan manfaat yang berlipat. “ Karena itu harus ada penyuluh lokal yang bisa memanfaatkan hal ini,” kata Bungaran.

Sumber : Tabloid Sinar Tani
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nuansa Alam Sitinjak

    Nuansa Alam Sitinjak

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANAROMA SITINJAK. : Mernikmati nuansa alam yang masih perawan di Mandailing Natal adalah aktivitas yang dilakukan wisata local stiap hari libur salah satunya di sitinjak (Foto : Hendra)

  • Pernah Ubah Arah Kiblat dari Barat ke Timur

    Pernah Ubah Arah Kiblat dari Barat ke Timur

    • calendar_month Sabtu, 30 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ke Desa Purbayani di Garut Dihuni Ratusan Anggota NII Nama Negara Islam Indonesia (NII) kembali muncul ke permukaan. Itu terjadi setelah ada sejumlah mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi yang mengaku direkrut bahkan dicuci otak oleh aktivis organisasi itu. Di Garut, ada sebuah desa yang dihuni para pengikut NII. Adakah kaitannya? DESA itu bernama Purbayani, terletak […]

  • Persahabatan dan Kepentingan

    Persahabatan dan Kepentingan

    • calendar_month Minggu, 10 Sep 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen Karya: Rina Youlida Nurdina Mentari mulai condong ke arah barat, udara yang tadi terasa terik kini mulai  lebih sejuk. Suara riuh di jalan raya  dari banyaknya kendaraan yang ditandai dengan suara bising klakson kendaraan yang saling bersahutan menandakan sudah waktunya orang-orang harus kembali ke rumahnya masing-masing setelah sibuk beraktifitas seharian. Ayah menoleh ke arah […]

  • Kapolres Madina: Laporkan Penyebar Isu SMS Penculikan

    Kapolres Madina: Laporkan Penyebar Isu SMS Penculikan

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Isu penculikan anak yang marak menyebar via short massage service (sms), tampaknya membuat gerah pihak kepolisian. Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIk menghimbau, agar masyarakat melaporkan pelaku penyebar sms isu penculikan tersebut. Demikian diungkapkan Kasat Reskrim, AKP SM Siregar SH kepada METRO, Kamis (2/12). Siregar menilai, bahwa isu adanya penculik anak merupakan ulah […]

  • Jangan Tertawai Pemindahan Huta Dangka

    Jangan Tertawai Pemindahan Huta Dangka

    • calendar_month Selasa, 12 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Apakah harus tertawa. Atau terkejut. Atau prihatin. Terserah Anda. Atau bisa saja otak Anda merasa rumit memikirkan kepindahan Desa Huta Dangka. Atau adakah sesuatu yang terselubung? Silahkan analisa. Secara tritorial Desa Huta Dangka itu berada di Kecamatan Kotanopan. Huta Dangka diapit oleh Desa Muara Pungkut dan Kelurahan Tamiang. Tetapi kini – berdasar Kepmendagri Tahun 2020 […]

  • Tokoh Pemuda Desak KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Madina

    Tokoh Pemuda Desak KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Madina

    • calendar_month Jumat, 10 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Sejumlah kasus dugaan korupsi di Mandailing Natal masih “dipeti-es-kan” di institusi penegak hukum. Untuk itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta mengambil alih kasus-kasus tersebut agar azas keadilan dapat tercapai di negara ini. Itu dikatakan tokoh pemuda Mandailing Natal, Irwansyah Nasution menjawab Mandailing Online, Jum’at (10/8/2008). Disinyalir bahwa macetnya kasus-kasus hukum di […]

expand_less