Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Kapolres Madina: Laporkan Penyebar Isu SMS Penculikan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
  • print Cetak


MADINA- Isu penculikan anak yang marak menyebar via short massage service (sms), tampaknya membuat gerah pihak kepolisian. Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIk menghimbau, agar masyarakat melaporkan pelaku penyebar sms isu penculikan tersebut.

Demikian diungkapkan Kasat Reskrim, AKP SM Siregar SH kepada METRO, Kamis (2/12). Siregar menilai, bahwa isu adanya penculik anak merupakan ulah oknum yang tak bertanggung jawab dan hanya meresahkan ketentraman masyarakat Madina.

‘’Isu yang beredar tentang adanya gerombolan Orang Tak Dikenal (OTK) untuk melakukan penculikan anak, sudah sangat meresahkan masyarakat. Jadi kami himbau pada masyarakat yang mengetahui penyebar sms isu itu, agar segera melaporkannya ke polres,’’tegasnya.

Lanjut Siregar lagi, setelah pihaknya menelusuri dan melakukan investigasi di seluruh polsek yang ada di Kabupaten Madina, penyebar sms tersebut merupakan ulah sejumlah oknum tak bertanggung jawab. Akibatnya, warga di Kabupaten Madina panik, dan sebagian besar warga di pedesaan tidak membolehkan anak-anaknya keluar rumah karena ketakutan.
“Hingga hari ini, kami telah periksa dan melakukan investigasi ke seluruh Polsek di Madina dan tak ada laporan terkait penculikan anak atau yang kehilangan anak, meskipun isu yang ada saat ini telah ada sejumlah anak yang hilang dan diculik. Kami tegaskan itu tak benar dan hanya ulah oknum yang tak bertanggung jawab untuk meresahkan masyarakat,” tegas Kasat Reskrim.

Apabila ada pesan singkat atau SMS yang mengancam atau menyebarkan isu tersebut, Kasat Reskrim mengatakan supaya masyarakat melaporkannya ke Polres Madina untuk ditindaklanjuti dan dilakukan penangkapan atas penyebar SMS gelap tersebut..

“Kalau ada pesan atau SMS yang meresahkan warga, tolong laporkan kepada kami supaya kami cari dan tangkap, karena kami belum pernah menerima laporan atas kehilangan dan penculikan di Madina,” tegasnya.

Sementara itu, Holik (40), warga Kelurahan Panyabungan, Kecamatan Panyabungan mengatakan kepada METRO, penegasan Polres Madina kalau isu penculikan anak tersebut tidak benar membuat dirinya merasa lebih nyaman. Pasalnya, selama sebulan terakhir atau sejak munculnya isu penculikan anak itu, dirinya bersama istrinya lebih ketat mengawasi seluruh kegiatan anak-anaknya.

“Sejak isu itu saya dengan istri bergantian mengawasi kegiatan anak-anak, semisal berangkat sekolah, mengaji malam harus diantar dan kegiatan yang lainnya. Semoga saja memang benar, sms itu hanya isu belaka,’’harap Holik. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semua Elemen Menerima Kemenangan Hidayat-Dahlan

    Semua Elemen Menerima Kemenangan Hidayat-Dahlan

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Coblos ulang Pilkada Mandailing Natal (Madina), Ahad (24/04/2011), dinilai salah satu proses demokrasi di Indonesia yang berjalan damai, jujur dan adil (Jurdil) dan Langsung Umum Bebas Rahasia (Luber) serta berjalan tanpa pelanggaran sedikitpun. Itu disampaikan politisi PKB M Jafar Suheri Nasution di Panyabungan, Senin (25/04/2011). Ia juga menilai bahwa masyarakat Madina telah dewasa berdemokrasi […]

  • Bela Palestina Tak Cukup Dengan Retorika

    Bela Palestina Tak Cukup Dengan Retorika

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Novida Sari, S.Kom Ketua Majelis Taklim Islam Kaffah Madina Pidato Presiden Prabowo dalam Forum KTT Developing Eight (D-8) dinilai bagus tapi terkesan menggurui dan abai atas apa yang dilakukan oleh negara-negara tersebut, demikian menurut Pengamat Timur Tengah, Smith Alhadar. Menurutnya, Prabowo tidak mendapatkan cukup informasi tentang perkembangan di Gaza. Meskipun Indonesia sendiri begitu vokal […]

  • Dibuka Penerimaaan 20 Ribu CPNS Pemerintah Pusat dan 40 Ribu CPNS Pemda

    Dibuka Penerimaaan 20 Ribu CPNS Pemerintah Pusat dan 40 Ribu CPNS Pemda

    • calendar_month Senin, 22 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, — Pemerintah akan melakukan seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mulai September mendatang untuk merekrut sekitar 60 ribu pegawai baru. Menteri PAN-RB Azwar Abubakar mengemukakan, dari total 60 ribu CPNS baru itu, sebanyak 20 ribu CPNS direkrut oleh instansi pusat dan 40 ribu CPNS akan direkrut oleh pemerintah daerah. Deputi SDM Aparatur Kementerian […]

  • Kepala Desa 7 Bulan Belum Digaji

    Kepala Desa 7 Bulan Belum Digaji

    • calendar_month Sabtu, 13 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para kepala desa di Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) belum menerima gaji dalam 7 bulan terakhir. “Sejak bulan Januari hingga bulan Juli ini,” ungkap Kepala Desa Gunung Tua Panggorengan, Enda Timbul Nasution, Jum’at (12/7/2013) didampingi kepala desa Panyabungan Jae, Darussalam, Gunungtua Tonga dan Desa Siobon. Ketiadaan gaji selama 7 bulan […]

  • Mualaf Dubai Terbitkan Majalah

    Mualaf Dubai Terbitkan Majalah

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dubai terkenal sebagai kota nyaman bagi para mualaf dari berbagai belahan dunia. Tak hanya belajar rutin di bawah bimbingan ulama mufti Uni Emirat Arab, para mualaf di kota tersebut juga mendapat banyak fasilitas. Tak lama ini, mereka pun memiliki sebuah majalah, yakni The New Muslim Magazine. Di bawah organisasi mualaf Dubai, para mualaf tak lagi […]

  • Buntut Perzinahan, Nasab Berantakan

    Buntut Perzinahan, Nasab Berantakan

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfisyah Ummu Arifah, S.Pd Pegiat Literasi Islam Kota Medan Pantas jika Allah melarang mendekati zina. Mendekatinya saja pun sudah dilarang. Karena saat mendekatinya, akan menyeret pelakunya pada prilaku yang keji selanjutnya. Kemaksiatan pun terjadi berulang kali, sekian kali hingga memberikan buntut masalah yang makin ruwet. Beberapa hari lalu Kota Medan dikagetkan dengan video yang […]

expand_less