Senin, 17 Agu 2026
light_mode

Jangan Tertawai Pemindahan Huta Dangka

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 12 Jul 2022
  • print Cetak

Pemukiman Desa Huta Dangka. Foto: Lokot Husda

Apakah harus tertawa. Atau terkejut. Atau prihatin. Terserah Anda.

Atau bisa saja otak Anda merasa rumit memikirkan kepindahan Desa Huta Dangka.

Atau adakah sesuatu yang terselubung? Silahkan analisa.

Secara tritorial Desa Huta Dangka itu berada di Kecamatan Kotanopan.

Huta Dangka diapit oleh Desa Muara Pungkut dan Kelurahan Tamiang.

Tetapi kini – berdasar Kepmendagri Tahun 2020 – Huta Dangka sudah menjadi “milik” Kecamatan Hutabargot secara administratif.

Jika diilustrasikan maka Huta Dangka itu anak kandung Kecamatan Kotanopan yang diasuhpeliharakan kepada Kecamatan Hutabargot.

Dengan demikian, kepala Desa Huta Dangka sejatinya harus pergi jauh-jauh ke kantor camat Hutabargot untuk setiap urusan pemerintahan.

Kecamatan Hutabargot bukan tetangga Kecamatan Kotanopan. Jarak antara dua kecamatan ini pun jauh. Kurang lebih 1,5 jam naik mobil.

Pun, keduanya bukan bertetangga. Antara Kotanopan dengan Hutabargot masih dipisahkan oleh tiga  kecamatan.

Oleh karena itu, akal sehat manusia akan pusing tujuh keliling memikirkan alasan pemindahan itu.

Yang jelas, pemindahan Desa Huta Dangka dari Kecamatan Kotanopan ke dalam wilayah Kecamatan Hutabargot tertuang pada Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 146.1-4717 Tahun 2020 Tentang Penetapan Nama, Kode dan Jumlah Desa di Seluruh Indonesia Tahun 2020.

Sampai sekarang belum ada pernyataan Pemkab Mandailing Natal tentang alasan pemindahan Huta Dangka.

Kabag Tata Pemerintahan Setdakab Mandailing Natal, Isya Ansari yang dihubungi wartawan StartNews, Lokot Husda Lubis hari ini (Selasa, 12/7/2022) mengatakan masih mencari dokumen yang berkaitan dengan dasar atau rujukan pemindahan Huta Dangka.

Isya juga mungkin termasuk yang terkejut alias heran. Sebab pemindahan itu terjadi sebelum beliau menjabat Kabag Tata Pemerintahan.

“Saat ini sedang kita jejaki apakah memang ada dulunya surat dari Pemkab Madina yang mengusulkan agar desa Hutadangka itu pindah ke wilayah Hutabargot” kata Isya Anshari dikutip StartNews.

Boleh jadi Bupati Mandailing Natal, Jak’far Sukhairi Nasution pun terkejut sebelum akhirnya heran saat menerima laporan kepindahan Huta Dangka itu. Sebab, perpindahan tersebut terjadi di era pemerintahan sebelumnya.

Itu makanya Jak’far Sukhairi langsung menyurati Dirjenn Bina Administrasi Kewilayahan (BAK) di Jakarta pada tanggal 22 Juni 2022 melalui surat nomor 142/1884/OTDA/2022 memohon agar Huta Dangka kembali ke pangkuan Kecamatan Kotanopan.

Kini Pemkab Mandailing Natal masih menunggu surat balasan dari Dirjen BAK.

Pun kita masih menunggu tentang ada apa di balik semua ini. Tetapi jangan menunggu ungkapan salah ketik. Itu alasan yang bisa bikin terbahak-bahak. (Dahlan Batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bentuk Rasa Sukur Warga Desa Sopobatu Upacara HUT ke 78 RI

    Bentuk Rasa Sukur Warga Desa Sopobatu Upacara HUT ke 78 RI

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) – Sebagai bentuk rasa sukur karena sudah menjadi perhatian Pemerintah, Warga Desa Sopobatu, di Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina ) hari ini melaksanakan upacara peringatan HUT ke 78 RI. peserta upacara sendiri selain melibatkan anak sekolah Dasar, juga masyarakat setempat dan karang taruna.Kamis 17/8/2023. Desa Sopobatu memang menjadi desa binaan […]

  • Tingkat Kelulusan SMP di Madina Mencapai 99,90 Persen

    Tingkat Kelulusan SMP di Madina Mencapai 99,90 Persen

    • calendar_month Minggu, 5 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Hasil kelulusan Ujian Nasional Tingkat SMP/MTs di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tahun ini mencapai 99,90 persen dari 8.467 peserta. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Madina melalui Sekretaris Khairul Bahri Batubara di Panyabungan, Sabtu (04/06/2011). Batubara menyampaikan, jumlah peserta UN SMP yang tidak lulus tahun ini sebanyak 9 orang dari jumlah peserta keseluruhan sebanyak […]

  • Mikrofon Mati di Ruang Paripurna: Wibawa DPRD Tersandung Hal Sepele

    Mikrofon Mati di Ruang Paripurna: Wibawa DPRD Tersandung Hal Sepele

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Di ruang sidang paripurna, seorang anggota dewan berbicara menyampaikan pendapat. Namun suara itu tersendat—bukan karena argumennya lemah, melainkan karena mikrofon (mic) di mejanya mati. Kelihatannya sepele. Tapi justru dari hal-hal kecil seperti inilah kualitas sebuah lembaga bisa terbaca. Sebab dalam dunia kelembagaan, fasilitas bukan sekadar alat bantu teknis. Ia […]

  • Tambang Rakyat Lebih Potensial bagi Kesejahteraan Dibandingkan Perusahaan Raksasa

    Tambang Rakyat Lebih Potensial bagi Kesejahteraan Dibandingkan Perusahaan Raksasa

    • calendar_month Minggu, 2 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pertambangan rakyat dinilai lebih potensial dalam menunjang kesejahteraan masyarakat dibandingkan tambang yang dikelola oleh perusahaan raksasa. Penilaian itu disampaikan Ketua MPC Pemuda Pancasila Mandailing Natal (Madina) Akhmad Arjun Nasution pada Sabtu (1/1) malam di Panyabungan. “Pertambangan emas yang dikelola rakyat ini lebih potensial dan bermanfaat ketimbang perusahaan raksasa yang mengeruk habis […]

  • Pelajaran “Markobar” Wajib Dimasukkan ke Dalam Muatan Lokal

    Pelajaran “Markobar” Wajib Dimasukkan ke Dalam Muatan Lokal

    • calendar_month Kamis, 24 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Markobar atau marhata-hata wajib dimasukkan ke dalam muatan lokal pendidikan formal untuk tingkat SLTP dan SLTA di Mandailing Natal. Sebab, belakangan ini warga Mandailing yang pandai markobar hanya tinggal sedikit, sedangkan di sisi lain markobar merupakan satu item penting dalam sistem sosial di Mandailing. Markobar adalah kegiatan menyampaikan ucapan-ucapan di forum […]

  • Pilkada Madina, Ahmad Husein Mendaftar di 2 Parpol

    Pilkada Madina, Ahmad Husein Mendaftar di 2 Parpol

    • calendar_month Rabu, 2 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bakal Calon Bupati Madina, H. Ahmad Husein Nasution mendafar di 2 partai politik berbeda, Rabu (2/10/2019). Dua partai politik itu adalah Partai Nasdem dan Partai Perindo. Dengan demikian, Ahmad Husein yang dikenal sebagai tokoh pengusaha muda ini telah mendaftar di 3 partai politik, setelah pertengahan September lalu mendaftar di PDI […]

expand_less