Minggu, 11 Okt 2026
light_mode

Melirik Sejarah Pupuk Sarlinkson

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 27 Sep 2022
  • print Cetak

Di dalam salah satu lantai goa Baginda

Pupuk organik Sarlinkson merupakan anugrah bagi petani di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

Tidak semua kawasan di Indonesia memiliki anugrah pupuk jenis Guano. Tergantung populasi kelelawar yang “memilih” mau berramai-ramai “menetapkan” satu tempat tertentu sebagai basis untuk tidur bergelantung.

Goa dan pohon besar biasanya menjadi pilihan yang aman bagi populasi kelelawar sebagai tempat tidur.

Pohon memiliki keterbatasan kapasitas ranting untuk media bergelantung, sehingga jumlah kelelawar relatif lebih sedikit yang tidur di satu pohon.

Berbeda dengan goa yang kapasitasnya jauh lebih banyak menampung populasi kelelawar.

Semakin luas ruang goa, maka kian banyak jumlah kelelawar yang berkumpul.

Tidak sembarang goa. Secara naluri, para kelelawar memiliki insting untuk menetapkan apakah goa tersebut aman atau tidak dari gangguan.

Oleh karena itu, goa Baginda yang terletak di hutan Dusun Aek Putih, Desa Hadangkahan, Kecamatan Batang Natal menjadi sarang populasi kelelawar yang jumlahnya – hitungan kasar – mencapai lebih 900 ribu ekor.

Oleh karen itu, potensi tahi kelelawar sangat banyak di dalam goa Baginda. Perhitungan kasar, terdapat potensi rubuan ton, dan tiap hari terus bertambah secara dinamis.

Goa Baginda relatif aman bagi hewan terbang pemakan buah dan bunga itu. Karena penduduk setempat menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal dalam menjaga kelestarian hutan.

Selain itu, goa Baginda sangat luas. Panjangnya sekitar 400 meter. Terdiri dari 3 lantai.

Jarak dari pemukiman Dusun Aek Putih sekitar 2 kilo meter. Sedangkan jarak dari jalan raya menuju Dusun Aek Putih sekitar 7 kilo meter.

Kelelawar tidur di siang hari, dan malam meyebar ke segala penjuru mecari makan.

Potensi tahi kelelawar yang begitu besar tak begitu disadari sejak awal, termasuk manfaatnya bagi petani sebagai pupuk yang bernilai tinggi bagi tanaman.

Pada tahun 1987 adalah tahun awal mulainya potensi tahi kelelawar itu dimanfaatkan. Tahun itu masih dikelola secara manual yang dimotori Makmun Matondang, pemuka masyarakat setempat. Beliau masa itu menjabat kepala desa.

Hanya saja, pengelolaan tersebut mengalami banyak kendala masa itu, terutama peralatan angkut dan kondisi jalan yang tak mendukung, baik jalan menuju kawasan hutan lokasi goa maupun jalan dari desa menuju jalan raya. Hal itu menyebabkan produksi tertatih-tatih bahkan terhenti.

Salah satu lantai goa Baginda

Beberapa tahun kemudian, atau sekitar tahun 2001, gagasan membuka kembali pengelolaan goa diupayakan oleh menantu Makmun Matondang, yakni Sarling Lubis.

Dalam satu wawancara Mandailing Online dengan Sarling Lubis di Panyabungan, Selasa (20/9/2022) lalu, sejarah itu diuraikannya.

Kondisi jalan dari jalan raya ke desa yang masih sempit dipandang menjadi salah satu penghalang pengelolaan pupuk guano.

Oleh karena itu Sarling Lubis mencoba bermohon kepada Pemkab Madina membangun jalan itu.

Selain daya dukung untuk pupuk guano, jalan itu juga sangat bermanfaat bagi mobilisasi warga.

Bupati Madina Amru Daulay yang mengetahui potensi tahi kelelawar bagi kebutuhan pertanian tidak tinggal diam. Jalan menuju desa itu dibangun. Sehingga mobil gardan dua bisa mencapai desa.

Setelahnya, semangat pengelolaan goa tumbuh. Apalagi pada rentang 2001-2004, Ir Amir Hamzah yang pernah magang di Bogor, Jawa Barat ikut membantu dari sisi ilmu pengetahuan dalam pengolahan pupuk guano.

Selain potensi tahi kelelawar, kawasan goa Baginda juga memiliki deposit batuan jenis fosfat. Itu berdasar hasil penelitian Dinas Pertambangan Kabupaten Madina yang turut membantu Sarling Lubis meneliti batuan di sana.

Batu jenis fosfat (rock phosphate) adalah bahan baku sumber hara P dalam pembuatan pupuk P seperti SP-36, TSP dan DAP yang larut air sehingga cepat tersedia bagi tanaman. Untuk memproduksi pupuk tersebut, maka rock phosphate perlu diekstrak terlebih dahulu untuk menghasilkan asam fosfat untuk kemudian diproses menjadi pupuk.

Rock phosphate memiliki reaktifitas yang tinggi sehingga penggunaannya bagi tanaman langsung dapat dilihat di musim tanam pertama.

Makanya, dalam industri pupuk, batu fosfat sangat urgen. Bahkan negara-negara yang tak rendah cadangan batuan fosfat harus mengimpor menyelamatkan kesuburan pertaniannya.

Madina tentu harus bersyukur karena dianugrahi cadangan fosfat yang salah satunya berada di Desa Hadangkahan itu. Sehingga pupuk Sarlinkson bisa berharga murah dengan kualitas yang sama dengan produk pabrik yang beredar di pasaran.

Pengelolaan pupuk guano di Hadangkahan itu ternyata tak semulus yang diimpikan. Banjir yang melanda menyebabkan kendala bagi pergerakan sejak pada tahun 2007.

Pengelolaan baru dilakukan kembali setelah beberapa tahun kemudian, dan pada tahun 2014 produksi sudah bisa mencapai kisaran 4 ton per hari.

Pupuk Guano

Meski sama-sama organik, namun pupuk Guano berbeda kandungan dengan pupuk kompos, pupuk bokashi, pupuk organik cair, pupuk kandang, dan lain-lain.

Jalan masuk ke dalan goa Baginda

Pupuk guano mengandung fosfor dan nitrogen yang tinggi. Ini efektif untuk penyuburan tanah yang kekurangan zat organik. Selain itu, pupuk guano juga mengandung kalium, kalsium, magnesium, dan sulfur dengan jumlah yang tinggi dan bervariasi, tergantung variasi buah yang dikonsumsi kelelawar.

Pupuk guano umum bersumber dari tahi kelelawar dan tahi burung walet yang bersarang di dalam goa.

Pupuk guano menjadi incaran negara-negara di dunia bagi kepentingan pertanian, karena memiliki unsur-unsur berkualitas tinggi bagi kesuburan tanaman.

Pupuk guano Guano pertama kali dikenal di Peru sekitar tahun 1850-1880an sebagai barang perdagangan utama.

Di Samudera Hindia, tambang guano ditemukan di Pulau Natal yang awalnya dikelola oleh Inggris dengan mendatangkan pekerja tambang dari Malaysia dan Singapura.

Kini, petani di Madina tentu turut memperoleh anugrah itu dengan harga pupuk guano yang relatif murah dan sangat berkualitas. Karena tak semua kawasan di Indonesia memiliki anugrah cadangan pupuk guano jenis tahi kelelawar, pun cadangan batuan fosfat.

Peliput: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puluhan CPNS Demo, Desak Pengumuman Pemenang

    Puluhan CPNS Demo, Desak Pengumuman Pemenang

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 40 orang pelamar CPNS jalur umum melakukan aksi unjuk rasa ke gedung DPRD Mandailing Natal ( Madina), Selasa (18/2/2014) mengadukan nasib terkait belum adanya pengumman kelulusan CPNS 2013. Mereka meminta DPRD Madina turut berjuang meminta kepada pemerintah agar hasil seleksi CPNS TA 2013 segera diumumkan, jika tidak mereka akan berunjukrasa […]

  • Terpesona Kisah Yusuf Islam, Perempuan ini Akhirnya Memeluk Islam

    Terpesona Kisah Yusuf Islam, Perempuan ini Akhirnya Memeluk Islam

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sarah de Andrade Siquiera baru mengenal Islam ketika menyaksikan tayangan dokumenter tentang kehidupan di beberapa negara Muslim. Ia menyaksikan hal yang berbeda, seperti misal, pakaian dan jilbab. “Yang membuat saya tertarik, Muslimah menyebut itu bukan paksaan, tetapi merupakan wujud implementasi ajaran Islam dalam kehidupan,” kata dia seperti dilansir onislam.net, Selasa (22/10). Gagasan ini yang mungkin […]

  • Warga Desa Laru Dolok Terima BLT DD Tahap I

    Warga Desa Laru Dolok Terima BLT DD Tahap I

    • calendar_month Kamis, 27 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Desa Laru Dolok Kecamatan Tambangan,  Mandailing Natal (Madina) menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahap I Tahun 2021. Penyaluran berlangsung pada Senin (24/05/21) di desa itu dihadiri Pendamping Kecamatan, Pendamping Lokal Desa (PLD), tokoh masyarakat, tokoh agama serta jajaran Pemdes Laru Dolok. Pada kesempatan itu Kepala Desa Laru […]

  • Ketua PC GMPI Madina: Tragedi Geothermal Tindak Pidana Korporasi

    Ketua PC GMPI Madina: Tragedi Geothermal Tindak Pidana Korporasi

    • calendar_month Jumat, 12 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Proses hukum atas tragedi paparan racun dari sumur milik PT. SMGP menewaskan 5 warga Sibanggor Julu, dinilai lamban oleh berbagai kalangan. Hal ini menbuat masyarakat bertanya-tanya ada apa sebenarnya yngg terjadi di kepolisian yang begitu sulit untuk menetapkan tersangka kasus ini. “Mengingat kejadian ini sudah berlalu satu bulan lebih, namun daftar […]

  • Saparuddin Haji Lubis Bersama Opick

    Saparuddin Haji Lubis Bersama Opick

    • calendar_month Kamis, 3 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Calon bupati Madina nomor 3 Saparudsdin Haji Lubis bersama penyayi religi Opick di Panyabungan. Hari ini Kamis (3/12) pasangan Saparuddin Haji Lubis-Miswaruddin Daulay akan melakukan kampanye akbar menghadirkan Opick dan dan ustadz Abdul Wahid (pemenang Da’I Indosiar). Selain itu, Odang Cs di lapangan Aek Godang, Panyabungan. Di dalam vsi msi pasangan Saparuddin Haji Lubis (Akong) […]

  • Mantan Wagubsu: KPK dan Polri Harus Periksa Bupati Madina

    Mantan Wagubsu: KPK dan Polri Harus Periksa Bupati Madina

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Mantan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Lundu Panjaitan meminta KPK dan Mabes Polri segera turun menelusuri keputusan Bupati Mandailing Natal (Madina) yang dinilai mengangkangi putusan inkracht (berkekuatan hukum tetap) yang dikeluarkan Mahkamah Agung (MA). Ia juga mendorong pengurus KP USU untuk mengambil langkah hukum dengan melaporkan Bupati Dahlan Hasan Nasution ke […]

expand_less