Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Melirik Sejarah Pupuk Sarlinkson

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 27 Sep 2022
  • print Cetak

Di dalam salah satu lantai goa Baginda

Pupuk organik Sarlinkson merupakan anugrah bagi petani di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

Tidak semua kawasan di Indonesia memiliki anugrah pupuk jenis Guano. Tergantung populasi kelelawar yang “memilih” mau berramai-ramai “menetapkan” satu tempat tertentu sebagai basis untuk tidur bergelantung.

Goa dan pohon besar biasanya menjadi pilihan yang aman bagi populasi kelelawar sebagai tempat tidur.

Pohon memiliki keterbatasan kapasitas ranting untuk media bergelantung, sehingga jumlah kelelawar relatif lebih sedikit yang tidur di satu pohon.

Berbeda dengan goa yang kapasitasnya jauh lebih banyak menampung populasi kelelawar.

Semakin luas ruang goa, maka kian banyak jumlah kelelawar yang berkumpul.

Tidak sembarang goa. Secara naluri, para kelelawar memiliki insting untuk menetapkan apakah goa tersebut aman atau tidak dari gangguan.

Oleh karena itu, goa Baginda yang terletak di hutan Dusun Aek Putih, Desa Hadangkahan, Kecamatan Batang Natal menjadi sarang populasi kelelawar yang jumlahnya – hitungan kasar – mencapai lebih 900 ribu ekor.

Oleh karen itu, potensi tahi kelelawar sangat banyak di dalam goa Baginda. Perhitungan kasar, terdapat potensi rubuan ton, dan tiap hari terus bertambah secara dinamis.

Goa Baginda relatif aman bagi hewan terbang pemakan buah dan bunga itu. Karena penduduk setempat menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal dalam menjaga kelestarian hutan.

Selain itu, goa Baginda sangat luas. Panjangnya sekitar 400 meter. Terdiri dari 3 lantai.

Jarak dari pemukiman Dusun Aek Putih sekitar 2 kilo meter. Sedangkan jarak dari jalan raya menuju Dusun Aek Putih sekitar 7 kilo meter.

Kelelawar tidur di siang hari, dan malam meyebar ke segala penjuru mecari makan.

Potensi tahi kelelawar yang begitu besar tak begitu disadari sejak awal, termasuk manfaatnya bagi petani sebagai pupuk yang bernilai tinggi bagi tanaman.

Pada tahun 1987 adalah tahun awal mulainya potensi tahi kelelawar itu dimanfaatkan. Tahun itu masih dikelola secara manual yang dimotori Makmun Matondang, pemuka masyarakat setempat. Beliau masa itu menjabat kepala desa.

Hanya saja, pengelolaan tersebut mengalami banyak kendala masa itu, terutama peralatan angkut dan kondisi jalan yang tak mendukung, baik jalan menuju kawasan hutan lokasi goa maupun jalan dari desa menuju jalan raya. Hal itu menyebabkan produksi tertatih-tatih bahkan terhenti.

Salah satu lantai goa Baginda

Beberapa tahun kemudian, atau sekitar tahun 2001, gagasan membuka kembali pengelolaan goa diupayakan oleh menantu Makmun Matondang, yakni Sarling Lubis.

Dalam satu wawancara Mandailing Online dengan Sarling Lubis di Panyabungan, Selasa (20/9/2022) lalu, sejarah itu diuraikannya.

Kondisi jalan dari jalan raya ke desa yang masih sempit dipandang menjadi salah satu penghalang pengelolaan pupuk guano.

Oleh karena itu Sarling Lubis mencoba bermohon kepada Pemkab Madina membangun jalan itu.

Selain daya dukung untuk pupuk guano, jalan itu juga sangat bermanfaat bagi mobilisasi warga.

Bupati Madina Amru Daulay yang mengetahui potensi tahi kelelawar bagi kebutuhan pertanian tidak tinggal diam. Jalan menuju desa itu dibangun. Sehingga mobil gardan dua bisa mencapai desa.

Setelahnya, semangat pengelolaan goa tumbuh. Apalagi pada rentang 2001-2004, Ir Amir Hamzah yang pernah magang di Bogor, Jawa Barat ikut membantu dari sisi ilmu pengetahuan dalam pengolahan pupuk guano.

Selain potensi tahi kelelawar, kawasan goa Baginda juga memiliki deposit batuan jenis fosfat. Itu berdasar hasil penelitian Dinas Pertambangan Kabupaten Madina yang turut membantu Sarling Lubis meneliti batuan di sana.

Batu jenis fosfat (rock phosphate) adalah bahan baku sumber hara P dalam pembuatan pupuk P seperti SP-36, TSP dan DAP yang larut air sehingga cepat tersedia bagi tanaman. Untuk memproduksi pupuk tersebut, maka rock phosphate perlu diekstrak terlebih dahulu untuk menghasilkan asam fosfat untuk kemudian diproses menjadi pupuk.

Rock phosphate memiliki reaktifitas yang tinggi sehingga penggunaannya bagi tanaman langsung dapat dilihat di musim tanam pertama.

Makanya, dalam industri pupuk, batu fosfat sangat urgen. Bahkan negara-negara yang tak rendah cadangan batuan fosfat harus mengimpor menyelamatkan kesuburan pertaniannya.

Madina tentu harus bersyukur karena dianugrahi cadangan fosfat yang salah satunya berada di Desa Hadangkahan itu. Sehingga pupuk Sarlinkson bisa berharga murah dengan kualitas yang sama dengan produk pabrik yang beredar di pasaran.

Pengelolaan pupuk guano di Hadangkahan itu ternyata tak semulus yang diimpikan. Banjir yang melanda menyebabkan kendala bagi pergerakan sejak pada tahun 2007.

Pengelolaan baru dilakukan kembali setelah beberapa tahun kemudian, dan pada tahun 2014 produksi sudah bisa mencapai kisaran 4 ton per hari.

Pupuk Guano

Meski sama-sama organik, namun pupuk Guano berbeda kandungan dengan pupuk kompos, pupuk bokashi, pupuk organik cair, pupuk kandang, dan lain-lain.

Jalan masuk ke dalan goa Baginda

Pupuk guano mengandung fosfor dan nitrogen yang tinggi. Ini efektif untuk penyuburan tanah yang kekurangan zat organik. Selain itu, pupuk guano juga mengandung kalium, kalsium, magnesium, dan sulfur dengan jumlah yang tinggi dan bervariasi, tergantung variasi buah yang dikonsumsi kelelawar.

Pupuk guano umum bersumber dari tahi kelelawar dan tahi burung walet yang bersarang di dalam goa.

Pupuk guano menjadi incaran negara-negara di dunia bagi kepentingan pertanian, karena memiliki unsur-unsur berkualitas tinggi bagi kesuburan tanaman.

Pupuk guano Guano pertama kali dikenal di Peru sekitar tahun 1850-1880an sebagai barang perdagangan utama.

Di Samudera Hindia, tambang guano ditemukan di Pulau Natal yang awalnya dikelola oleh Inggris dengan mendatangkan pekerja tambang dari Malaysia dan Singapura.

Kini, petani di Madina tentu turut memperoleh anugrah itu dengan harga pupuk guano yang relatif murah dan sangat berkualitas. Karena tak semua kawasan di Indonesia memiliki anugrah cadangan pupuk guano jenis tahi kelelawar, pun cadangan batuan fosfat.

Peliput: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU Tetapkan Hasil: Saipullah-Atika Menang

    KPU Tetapkan Hasil: Saipullah-Atika Menang

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menetapkan perolehan suara pasangan calon (Paslon) pada pemilihan bupati dan wakil bupati Madina, Selasa (3/12/2024) pukul 22.15 Wib di aula kantor KPU Madina. Hadir dalam penetapan perolehan suara Paslon yakni, lima orang komisioner termasuk Ketua KPU Madina Muhammad Ikhsan Matondang, Ketua Bawaslu Madina […]

  • Gozali Pulungan Ditetapkan Jadi Bupati Madina

    Gozali Pulungan Ditetapkan Jadi Bupati Madina

    • calendar_month Selasa, 29 Jun 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Gozali Pulungan ditetapkan menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Madina, Selasa (29/6/2021). Penetapan dilakukan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menetapkan sampai ada keputusan lebih lanjut dari Kemendagri. Masa jabatan Gozali ini akan berakhir setelah Sukhairi-Atika dilantik menjadi bupati/wakil bupati defenitif. Hal itu sesuai dengan radiogram gubernur […]

  • Ivan Batubara Mendaftar ke 11 Partai Politik

    Ivan Batubara Mendaftar ke 11 Partai Politik

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Kadin Sumut, Ivan Iskandar Batubara mulai memperlihatkan kesungguhannya mencalonan diri sebagi calon bupati Mandailing Natal (Madina) dalam Pilkada Madina tahun ini. Senin (27/4/2015), Ivan Batubara mengambil formulir pendaftaran kepada 11 partai politik di Madina. Partai politik tersebut meliputi, PDI Perjuangan, PPP, PKB, Golkar, Hanura, PAN, PBB, Gerindra, PKPI, Demokrat […]

  • Bupati Madina Intruksikan 12 Kecamatan Hentikan Praktek Tambang Emas Ilegal

    Bupati Madina Intruksikan 12 Kecamatan Hentikan Praktek Tambang Emas Ilegal

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Pasca tewasnya  3 penambang emas ilegal sebulan terakhir, Bupati Madina Saipullah Nasution melalui Kadis Kominfo Ashar Paras Muda Nasution mengintruksikan kepada Camat di 12 Kecamatan untuk memastikan bahwa kegiatan penambangan tidak beroperasi lagi. ” Bupati Madina meminta kepada Camat di 12 Kecamatan untuk memastikan bahwa kegiatan penambangan tidak beroperasi lagi […]

  • Tiga Pemeran Yang Dipuja Penonton di Film “Marina”

    Tiga Pemeran Yang Dipuja Penonton di Film “Marina”

    • calendar_month Jumat, 1 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ada tiga pemain di film Mandailing “Marina” yang dipuja penonton. Ketiganya adalah bocah. Dua bocah laki-laki dan satu bocah perempuan. Ketiganya direkrut dari salah satu desa terdekat dari Rodang Tinapor, Desa Bonan Dolok Kecamatan Siabu. Kedua bocah laki-laki itu bernama Abdul Rosi dan Irpan Raja memerankan Lian dan Makbul. Mereka sehari-hari tak berbaju, dengan kulit […]

  • Lynette Wehner: Alquran Seperti Ditulis Untukku

    Lynette Wehner: Alquran Seperti Ditulis Untukku

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kisah Lynette Wehner memeluk Islam bermula ketika ia bekerja di sebuah sekolah Islam. Sikap profesionalnya itu menafikan kekhawatiran keluarganya. “Anda pasti akan menjadi Muslim,” ungkap Wehner, menirukan pandangan mertuanya, seperti dilansir onislam.net, Senin (25/11). Perkataan mertuannya itu memang membekas dipikirannya. Namun, ia tidak memungkiri memiliki sebuah kelas lebih penting ketimbang harus khawatir soal mertuannya. Sejak […]

expand_less