Jumat, 23 Okt 2026
light_mode

Diknas Madina Lecehkan DPRD, Baru Pendaftaran, Pemenang Tender Sudah Diketahui

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 28 Okt 2010
  • print Cetak

PANYABUNGAN : Wakil Ketua Fraksi Perjuangan Reformasi DPRD Kabupaten Mandailing Natal Iskandar Hasibuan menyesalkan sikaf Panitia Tender dan Kadis Pendidikan Madina yang melaksanakan proses tender mulai 26 Oktober hingga 2 November 2010 untuk pendaftaran karena sampai saat ini Selasa (26/10) perubahan APBD Tahun 2010 belum disahkan oleh DPRD dan langkah yang dibuat pihak panitia tender sebagai langkah melecehakan keberadaan DPRD.

Uniknya, begitu proses pen-daftaran diumumkan oleh pani-tia di harian terbitan Medan berkembang rumor bahwa 78 paket yang ditenderkan yang dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sudah diketahui siapa yang meme-nangkannya, sehingga proses pelaksanaan tender yang dibuat oleh panitia hanya formalitas alias akal-akalan yang perlu menjadi perhatian semua pihak.

Wakil Ketua Fraksi Perjuangan Reformasi Iskandar Hasibuan kepada sejumlah wartawan, Selasa (26/10) di kantornya di Gedung DPRD Madina mengatakan itu terkait proses tender yang dianggap melecehkan Lembaga DPRD khususnya Badan Anggaran yang sampai saat ini masih melakukan pembahasan Perobahan APBD Tahun 2010.

Menurut Iskandar Hasibuan, meskipun ada informasi bahwa panitia tender dari Dinas Pendidikan Madina telah mengantongi surat persetujuan/rekomendasi dari Pimpinan DPRD adalah tidak benar sekali, karena Badan Anggaran DPRD Madina sampai seka-rang ini masih membahas Pero-bahan APBD dan belum men syahkannya, apa mereka tidak sabar menunggu waktu, itukan namanya mengkebiri Lembaga DPRD yang sah.

Karena itu, ujar Iskandar Hasibuan, sangat mengharapkan kepada Pjs.Bupati Madina Ir Aspan Sofyan Batubara untuk melakukan pengawasan langsung kepada panitia, sebab ada dugaan panitia jauh-jauh hari telah membagi semua 78 paket yang ditenderkan dan proses tender yang telah di umumkan di media terbitan Medan hanyalah sebatas pormalitas belaka dan jika Pjs tidak berkeyakinan kondisinya silakan ikuti prosesnya dari awal.

Selain itu, ujar Iskandar Hasibuan, juga mengharapkan kepada Kejaksaan, Polisi, Inspektorat, BPKP dan juga KPK, LSM dan seluruh komponen terkait untuk melibatkan diri melakukan pengawasan terhadap proses tender yang telah di mulai pendaftarannya di Dinas Pendidikan Madina.

Karena selaku anggota DPRD Madina yang mendapat informasi dari rekan-rekan kontraktor merasa kecewa dan bahkan kesal terhadap pelecehan yang dibuat Dinas Pendidikan Madina dan khusus kepada BPKP yang melakukan pemeriksaan seaktu-waktu di Dinas Pendidikan Madina janganlah hanya memeriksa Administerasinya, tapi periksalah sejak awal agar keuangan Negara tidak bocor.

Kata Iskandar Hasibuan, baru hari ini Selasa (26-10 ) di mulai Pendaftaran sudah diketahui siapa dan perusahaan mana yang memenangkannya, karena panitia pelaksana telah membagi-bagi 78 paket proyek yang sumber dananya dari DAK (Dana Alokasi Khusus) dan juga bagi-bagi paket proyek itu merupakan pelechan terhadap Bupati Madina yang sampai sekarang masih terfokus ke Pembahasan Perubahan APBD Madina Tahun 2010 yang sekarang masih pembahasan di DPRD.

Disamping itu, ujar Iskandar Hasibuan, mengharapkan kepada pihak BPKP dan Kejaksaan untuk melakukan pengawasan khusus terhadap pelaksanaan tender, sebab dari rumor yang berkembang ke-78 paket proyek yang jumlahnya Rp 30 miliar lebih telah di bagi-bagi oleh panitia dan untuk membuktikan itu selaku anggota DPRD Madina kita menantang Kajaksaan dan BPKP, sebab siapa-siapa nanti yang mendaftar sudah dapat dipastikan itulah yang akan menjadi pemenangnya dan memang kalau ada kontraktor yang faid untuk melakukan penawaran tidak akan menang meskipun memenuhi ketentuan sesuai dengan Kepres, tapi yang jelasnya semua kewenangan telah di pegang oleh panituia tender.

Saat ditanya soal adis Pendidikan Madina Musaddat Daulay dan beberapa stafnya telah di periksa di polisi terkait Dana Alokasi Khusus mulai 2005-2009, Iskandar mengaku untuk memastikannya dirinya tidak tahu, tapi di beberapa media terbitan Sumut telah ada pengakuan Kadis, hanya saja tindak lanjut pemeriksaan itu belum mengetahui secara jelas.

’Selama inipun pelaksanaan proyek DAK di instansi itu boleh dikatakan pihak Dinas Pendidikan Madina meraub keuntungan yang cukup banyak, sebab setiap paketnya di perkirakan di tarik 20 % dari pagu anggaran oleh Pelaksana DAK Diknas untuk kepentingan mereka.

Wakil Ketua DPRD Madina Syarifuddin Ansari Nasution yang dihubungi wartawan mengaku heran dengan sikap Diknas Madina yang melakukan tender pada saat perubahan APBD Tahun 2010 masih dibahas di Badan anggaran DPRD Madina.

“Mereka melecehkan lembaga DPRD, itu tidak kita setuju dan masalah ini akan kita bawa ke rapat di DPRD,” ujar Wakil Ketua DPRD Madina Syarifuddin Ansari Nasution. (isk)
Sumber : Berita Sore

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • SKPD Pemkab Madina Dirampingkan Jadi 12

    SKPD Pemkab Madina Dirampingkan Jadi 12

    • calendar_month Sabtu, 13 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Reformasi birokrasi terus digulirkan Pj Bupati Mandailing Natal (Madina) Aspan Sofian Batubara. Rancangan peraturan daerah (Rapnerda) tentang penciutan jumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bersama rancangan peraturan tentang retribusi daerah diajukan pada rapat paripurna DPRD Madina, Kamis (11/11/2010). Jumlah dinas daerah yang selama ini 18 unit akan dikurangi menjadi 12 unit saja dengan cara […]

  • SK Honor Gratis, Pimpinan SKPD Jangan Memungut Apapun

    SK Honor Gratis, Pimpinan SKPD Jangan Memungut Apapun

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal, Daud Batubara, Selasa (14/2) menegaskan bahwa tidak ada pungutan apapun terhadap pegawai hororer dalam bentuk apapun, termasuk SK pengangkatan gratis. Dia memperingatkan seluruh pimpinan SKPD dan unit kerja di lingkungan Pemkab Madina agar jangan memungut apapun dari pegawai honor dalam bentuk apapun. Hal itu dikatakan Daud Batubara, […]

  • Pemkab Madina Menuju Layanan Satu Data

    Pemkab Madina Menuju Layanan Satu Data

    • calendar_month Kamis, 10 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam rangka menuju layanan satu data Indonesia, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menggelar rapat koordinasi di aula kantor Bupati Madina, Parbangunan, Kamis (10/2). Layanan satu data ini nantinya untuk memudahkan masyarakat mengakses setiap informasi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Rapat yang dihadiri OPD di lingkungan Pemkab Madina ini dipimpin oleh Sekretaris […]

  • RSU Panyabungan Akan Jadi RS Rujukan di Tabagsel

    RSU Panyabungan Akan Jadi RS Rujukan di Tabagsel

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – RSU Panyabungan di Panatapan, disiapkan sebagai hub regional dan rujukan bagi pasien dari kabupaten/kota di sekitar Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel). Itu diungkapkan Direktur RSUP H. Adam Malik Medan dr. Zainal Syafri usai meninjau progres pembangunan RSUD Panyabungan di Mandailing Natal, bersama Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution didampingi Direktur dr. Muhammad […]

  • Upayakan Legalitas Tambang Rakyat

    Upayakan Legalitas Tambang Rakyat

    • calendar_month Minggu, 10 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejauh ini pemerintah Mandailing Natal masih mengalami kendala dalam melegalkan tambang rakyat di Huta Bargot. Sebab, memiliki dilema yang rumit. Di satu sisi, titik tambang itu berada di wilayah Kontrak Karya PT.Sorikmas Mining yang diberikan pemerintah Indonesia. Di sisi lain, ribuan rakyat Mandailing Natal sudah terlanjur menggantungkan pendapatan keluarga dari bertambang […]

  • APBD Madina 2014 Disahkan Sebesar 847,2 Milyar

    APBD Madina 2014 Disahkan Sebesar 847,2 Milyar

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD Mandailing Natal (Madina) menetapkan dan mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2014 sebesar 847, 2 milyar rupiah. Pengesahan dilakukan pada rapat paripurna DPRD Madina, Selasa (18/12/2013) dipimpin Ketua DPRD Madina, As Imran Khaytami, dihadiri Plt. Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution serta pihak muspida. Pagu anggaran pendapatan ditetapkan sebesar […]

expand_less