Selasa, 28 Jul 2026
light_mode

Kendaraan Plat Merah Tak Boleh Beli BBM di SPBU

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Jumat, 27 Des 2013
  • print Cetak

Pandan – Sejak dikeluarkannya peraturan tentang wajib kendaraan milik pemerintah berplat merah menggunakan BBM jenis Pertamax, di Tapteng para PNS Tapteng sebagai pengguna kendaraan plat merah mengeluh. Pasalnya, akibat belum adanya SPBU yang menyediakan Pertamax di Tapteng, SPBU juga tidak memperbolehkan kendaraan berplat merah mengisi BBM di SPBU.

Banyak pengguna kendaraan berplat merah, terpaksa membeli premium di pedagang-pedagang eceran BBM di pinggiran jalan yang kini menjamur di seluruh jalanan di Tapteng.
“Sejak dikeluarkannya aturan tentang kewajiban kendaraan berplat merah untuk menggunakan BBM jenis Pertamax, kami sangat kesulitan. Karena SPBU yang ada di Tapteng, belum ada yang memiliki Pertamax, sementara pihak SPBU melarang kami untuk membeli Premium. Mau tidak mau, kami terpaksa membeli Premium kepada para pedagang eceran di pinggir jalan, walaupun harganya jauh di atas HET yang ditetapkan, yakni Rp 7 ribu per liter,” kata FT, SP, RS dan PP, beberapa PNS Pemkab Tapteng yang selama ini menggunakan sepeda motor berplat merah saat dikonfirmasi MedanBisnis di salah satu warung disekitar Kantor Bupati Tapteng, Senin 23/12).

Para PNS ini berharap, pemerintah pusat mau memberikan toleransi bagi pengguna kendaraan dinas berplat merah di daerah yang belum memiliki SPBU yang menyediakan Pertamax seperti di Tapteng.

“Kalau memang ada Pertamax, tidak masalah. Daripada kami harus membeli premium eceran yang kualitasnya belum terjamin. Tetapi kalau bisa, berilah keringanan kepada daerah yang belum memiliki SPBU penyedia Pertamax seperti Tapteng ini, supaya tetap diperbolehkan menggunakan BBM jenis Premium,” kata mereka.

Bila para PNS pengguna kendaraan plat merah di Tapteng mengeluh, situasi berbeda dirasakan oleh sejumlah masyarakat yang mengambil kesempatan emas ini untuk membuka usaha penjualan BBM secara eceran.

Bahkan, ratusan masyarakat, kini membuka usaha ini sepanjang jalan yang ada di Tapteng. Karena ternyata tak tanggung-tanggung, para pedagang BBM eceran ini mengaku mampu meraih omzet ratusan ribu rupiah setiap hari.

“Kini memang omzet penjualan kami meningkat tajam setiap harinya. Minimal dalam sehari penjualan kami mencapai 100 liter,” katanya.

Harganya kata mereka, tentu tidak sama dengan HET yang ditetapkan pemerintah untuk BBM jenis premium yakni Rp 6.500 per liter, karena penjual pasti ingin memperoleh untung.

“Makanya, per liter kami jual antara Rp 7.000 sampai Rp 7.500, tergantung kondisi. Biasanya kalau malam harganya Rp 7.500 per liter,” kata Anis Sitanggang dan Rajman Panggabean, dua orang pedagang minyak eceran di Jalinsum SM Raja Pandan kepada MedanBisnis di hari yang sama.

Anis tak menampik, meningkatnya omzet dan semakin menjamurnya pedagang premium alias bensin eceran di Tapteng adalah akibat tidak diperbolehkannya kendaraan berplat merah untuk mengisi BBM di SPBU yang ada. (Medanbisnis).

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • 9 Keluarga di Huta Tua Diyakini Miliki Senjata Rakitan

    9 Keluarga di Huta Tua Diyakini Miliki Senjata Rakitan

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Saat ini yang bisa dipastikan yang memilik senjata rakitan jenis senapan angin di Desa Pardomuan (Huta Tua), Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), hanya sebanyak 9 keluarga. Ini diketahui setelah dilakukan musyawarah dengan seluruh masyarakat paska kejadian pembacokan dan penembakan di Desa Gunung baringin sepekan lalu. Hal ini dikatakan Kepala Desa Pardomuan Mahlil […]

  • Siswa dan Guru Diinterogasi Polisi

    Siswa dan Guru Diinterogasi Polisi

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SELUMA, – Kapolres Seluma AKPB Parhorian Lumban Gaol, S.Ik melalui Kapolsek Sukaraja Iptu Suraya, SH mengatakan, 8 siswa SMAN 6 Seluma, dan 6 diantaranya disebut menginjak Alquran akan diinterogasi di Mapolsek Sukaraja. Hal itu dilakukan guna mengetahui kejadian awal hingga akhir kejadian tersebut. Tidak hanya mereka, juga oknum guru serta saksi lainnya. Selain itu, tidak […]

  • Pemkab Madina Kerahkan Alat Berat Perbaiki Dua Tanggul Jebol di Kecamatan Siabu

    Pemkab Madina Kerahkan Alat Berat Perbaiki Dua Tanggul Jebol di Kecamatan Siabu

    • calendar_month Kamis, 2 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Pemkab Madina, Sumut mengerahkan alat berat untuk memperbaiki tanggul di Sungai Muara Sada dan tanggul Aek Sibontar di Kecamatan Siabu. Perbaikan tanggul ini menjadi prioritas Pemkab Mandailing Natal (Madina) dalam upaya mengatasi dampak kerusakan tanggul pada lahan persawahan. Sebelumnya, Bupati Madina Ja’far Sukhairi Nasution telah memerintahkan agar perbaikan tanggul disegerakan dengan […]

  • Madina Produsen Ganja Terbesar Kedua di Indonesia

    Madina Produsen Ganja Terbesar Kedua di Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 13 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) untuk tahun anggaran 2013 diharapkan lebih memprioritaskan pemberantasan narkoba dan penyakit malaria untuk menunjang visi misi dari Bupati HM Hidayat Batubara. Prioritas anggaran itu terkait dengan data yang diungkap Bupati Madina HM Hidayat Batubara melalui Wakil Bupati Dahlan Hasan, Juli lalu, bahwa berdasarkan survei, kabupaten […]

  • Ribuan Pelamar CPNS Antre Ambil Nomor Ujian

    Ribuan Pelamar CPNS Antre Ambil Nomor Ujian

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALUTA (mandailing Online) – Sebanyak 14.802 pelamar CPNS di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Senin (21/10) mulai mengambil kartu ujian di kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Paluta. Pengambilan nomor akan berlangsung mulai 21 hingga 25 Oktober. Di hari pertama ini ribuan pelamar memadati kantor BKD sehingga panitia terpaksa meminta bantuan Dishub, Satpol PP dan juga […]

  • Kapolri Stop Kasus Rekening Gendut

    Kapolri Stop Kasus Rekening Gendut

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Desakan publik agar rekening tak wajar pejabat kepolisian dituntaskan penyidikannya ternyata tak terwujud. Sebaliknya, Kapolri Jenderal Timur Pradopo menegaskan bahwa permasalahan itu sudah klir saat kepemimpinan Kapolri sebelumnya, yakni BHD. “Semua sudah dijelaskan oleh Pak Bambang, jadi tidak ada masalah lagi,” kata Kapolri menjawab pertanyaan wartawan dalam acara evaluasi kinerja Polri 2010 di Mabes […]

expand_less