Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

DPRD Madina Jangan Diam Saja, Harus Selidiki Dimana Selama ini Dana Honor Guru Madrastah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 17 Agt 2016
  • print Cetak
Guru madrastah grafis

Guru madrastah grafis

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Panyabungan mendesak DPRD Mandailing Natal menyelidiki kemana dana honor guru 2000-an guru madrastah senilai sekitar 4,2 milyar rupiah.

Terhitung Januari-Juli, para guru madrastah belum menerima honor sebesar sekitar 300 ribu rupiah per bulan. Dana itu bersumber dari APBD Madina tahun 2016. Jika ditotal, jumlahnya mencapai 4,2 milyar rupiah.

“Bapak-bapak di DPRD Madina jangan diam saja. Sejak Januari hingga Juli kemana pemerintah menyimpan uang itu. Kalau di simpan di bank, berapa bunganya Januari-Juli? Kalau dipakai oknum pejabat, siapa pejabat yang memakaianya untuk apa digunakan,” kata Marwan Lubis, warga Panyabungan kepada Mandailing Online, Rabu (17/8/2016).

“Betul itu, kalau bukan DPRD siapa lagi yang mengawasi. Aku juga tak habis pikir mengapa guru madrastah guru mulia itu masih dipermainkan honornya,” kata Ramlan Nasution di tempat yang sama.

“iya, DPRD itu fungsinya mengawasi. Mereka yang menetapkan APBD, mereka pula lah yang akan mengawasi. Bikin dulu beritanya pak Mandailing Online, aku sudah baca beritanya semalam di Mandailing Online. Desak lah DPRD kita itu supaya jangan diam saja mereka,” ujar Maknur Nasution di kesempatan yang sama.

Mereka menyatakan, dana untuk honor guru madrastah yang diparkir sejak Januari itu harus ditelusuri nasibnya. Jika ada permainan para pejabat di Pemkab Madina supaya ditangani DPRD dan juga diadukan saja kepada polisi atau jaksa.

“Aku yakin, uang sebesar itu dipakai oknum pejabat itu atau dibungakan di bank. DPRD harus panggil Kepala Bagian Kesra yang dulu, kudengar namanya Pak Faisal, dipanggil pula Sekda, Asisten sama Kadis Keuangan,” kata Ramlan Nasution.

Sebelumnya, Kepala Bagian Kesra Pemkab Madina, Taufiq Lubis yang dikonfirmasi Mandailing Online, Selasa (16/8) via seluler menyatakan bahwa honor guru madrastah itu sudah dalam proses di Bank BRI.

“SK nama-nama guru penerima juga sudah diteken pak bupati. Sehingga kini prosesnya hanya menunggu administrasi di BRI saja,” ujarnya.

Taufiq yang baru beberapa pekan menjabat sebagai kepala Bagian Kesra itu menyatakan sempat melihat berkas keterlambatan pencairan honor guru madrastah itu ketika dia mulai menjabat kepala di Bagian Kesra itu.

Dikatakannya, pencairan honor guru-guru madrastah itu dilakukan 2 kali dalam setahun, yakni Juni dan Desember. Memang ada keterlambatan karena seharusnya cair di bulan Juni.

Peliput  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • AKBP Fathori segera disidang

    AKBP Fathori segera disidang

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Mantan Kapolresta Pematangsiantar AKBP Fathori segera disidang etika profesi terkait kasus penganiayaan terhadap Andi Siahaan wartawan Trans TV. “Saat ini yang bersangkutan (AKBP Fathori-red) dikenakan etika profesi,” kata Kapoldasu Irjen Oegroseno, tadi malam Ditanya kembali tentang tindak pidana penganiayaan dilakukan AKBP Fathori terhadap Andi Siahaan, Kapolda mengatakan belum mengecek kelanjutan proses penyidikan. “Tetapi […]

  • Foto Pasar Panyabungan Tahun 1926

    Foto Pasar Panyabungan Tahun 1926

    • calendar_month Sabtu, 4 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Foto ini dicopy Mandailing Online dari https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Straatgezicht_bij_de_markt_en_het_busstation_in_Panjaboengan.jpg Dari sumber Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen Diberi judul “Straatgezicht bij de markt en het busstation in Panjaboengan” Berdasar keterangan yang tertera di website tersbut foto ini diabadikan pada tahun 1926. Dalam keterangan yang disertakan, dijelaskan bahwa yang ada di dalam foto itu adalah stasiun bus di […]

  • MEMBASMI KORUPSI LEBIH MUDAH DENGAN HUKUM SYARIAH

    MEMBASMI KORUPSI LEBIH MUDAH DENGAN HUKUM SYARIAH

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sejumlah kalangan menilai upaya pemberantasan korupsi di Tanah Air mengalami kemunduran. Memasuki tahun 2020 publik dikagetkan dengan kasus korupsi Jiwasraya, suap (risywah) Komisioner KPU oleh kader parpol, dan Garuda. Juga masih ada dugaan tindak pidana korupsi yang belum tuntas seperti di Kemenperindag dan Kementerian Agama. Kerugian yang dialami negara mencapai triliunan rupiah. Padahal penindakan terhadap […]

  • Buku “Pengabdian Sepanjang Hayat”, Biografi Syamsir Loebis Untuk Teladan Generasi

    Buku “Pengabdian Sepanjang Hayat”, Biografi Syamsir Loebis Untuk Teladan Generasi

    • calendar_month Kamis, 21 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    “Polisi itu kan bagian dari masyarakat, bertindak berdasarkan kode etik yang telah ditetapkan, jaga kehormatan kesatuan. Jika kita berpedoman pada niat baik, melakukan tugas dengan cara-cara yang baik insyaallah tidak ada masalah”. Kalimat itu salah satu ungkapan yang diucapkan Kombes (Purn) H. Syamsir A. Loebis,SH glr Mangaraja Oloan Soripada di halaman 8, Bagian I, buku […]

  • Operasi Tambang Oleh TNI Ditanggapi Santai.Pelaku Tambang Emas Ilegal terus Beroperasi

    Operasi Tambang Oleh TNI Ditanggapi Santai.Pelaku Tambang Emas Ilegal terus Beroperasi

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal ( Mandailing Online ): Operasi tambang emas ilegal Kecamatan Batang Natal dan Linggabayu ditanggapi santai para pelaku tambang. Para pelaku tambang nampaknya tidak takut. Mereka terus menjalankan alat beratnya di lokasi lokasi yang mengandung material emas seperti di desa ampung padang tepat di pinggiran sungai batang natal. Diketahui lokasi ini dikuasai pengusaha tambang emas […]

  • Orang Malaysia tertarik bahasa Madura

    Orang Malaysia tertarik bahasa Madura

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tidak tampak kebanggaan berlebihan pada diri Ayu Kusuma atas keberhasilannya mempengaruhi perilaku orang lain di luar negeri. Ceritanya terkesan datar meskipun sebetulnya ia tak bisa menutupi kebanggaannya itu. Ayu bersama lima teman lainnya, siswa kelas III SMKN 2 Bondowoso, telah berhasil memperkenalkan salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia yakni bahasa dan logat Madura. Ayu Kusuma […]

expand_less