Jumat, 15 Mei 2026
light_mode

Elizar Yahmid : Kesejatraan Nelayah di Pantai Barat Madina Hanya Dijanji Politik

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
  • print Cetak

 

Kapal nelayan di Natal saat bersandar ( ist )

NATAL ( Mandailing Online ): Nelayan di wilayah Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal keluhkan tak adanya perhatian Pemerintah Daerah. Kesejahtraan seolah hanya pada saat janji politi saja. Meski TPI ( tempat pelelangan ikan ) telah ada, namun tidak serta merta membantu kesejahtraan nelayan. Harga ikan hasil tangkapan nelayan tetap saja dibawah sebab tidak adanya kontrol pemerintah daerah terhadap pengusaha dari luar daerah.

” perhatian terhadap nelayan jangan diwaktu Pemilihan Kepala Daerah saja, dengan memberikan iming-iming dan janji-janji tapi setelah terpilih perhatian terhadap kebutuhan mendasar nelayan tidak pernah diperhatikan,” kata Elizar Yahmid Senin 7/10/2024.

Ia menilai bahwa mereka hanya dijadilan bahan kampanye dan hanya dapat angan angan serta janji-janji saja tapi setelah terpilih tidak ada yang dipenuhi. “semua omong kosong, nelayan Pantai Barat tetap jauh dari kesejahteraan dan tidak pernah diperhatikan” Tegasnya

Kondisi nelayan di Pantai Barat ini sangat memprihatinkan, seharunya kata Elizar Yahmid Pemerintah memperhatikan harga ikan tangkapan nelayan, jangan sampai dikotak – katik orang dari Sumatera Barat.

Pemerintah kata Elizar Yahmid hanya memfasilitasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) namun tidak serta merta dengan kebutuhan mendasar nelayan untuk menjamin harga jual ikan tangkapan nelayan bertahan. seperti halnya yang terjadi pada Minggu (06/10/24) Harga jual ikan aso – aso hanya laku Rp 20.000′-/Kg, semestinya harga ikan itu Rp 40.000,-/Kg.

Nelayan Pantai Barat khususnya Kecamatan Natal kata Yahmid jauh dari kata menerima bantuan dari Pemkab Madina, kebutuhan mendasar nelayan di Pantai Barat Mandailing ialah bagaimana Pemerintah hadir dalam memberikan jaminan harga ikan agar tidak anjlok dan dipermainkan oleh tengkulak dari luar daerah.

Ia berharap di Pemerintahan yang baru nanti, nelayah pantai barat menjadi perhatian Pemkab Madina tanpa harus beralasan bahwa urusan nelayan tidak lagi menjadi wewenang Pemkab Madina fikri )

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kaum Mandailing Malaysia Kembali Berqurban di Tanah Leluhur

    Kaum Mandailing Malaysia Kembali Berqurban di Tanah Leluhur

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kaum Mandailing di Malaysia tahun ini kembali melakukan ibadah qurban Idul Adha 1436 H/ 2015 M di tanah leluhur mereka di Mandailing. Dari seluruh peserta ibadah qurban terkumpul sebanyak 7 ekor lembu. “Lembu qurban ini akan disebarkan di lima kabupaten kawasan Mandailing Raya,” ungkap Presiden IMAMI Indonesia (Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia), […]

  • Payabulan

    Payabulan

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Salah satu tujuan wisata lokal di Mandailing Natal adalah Payabulan, Desa Pangkat Kec. Puncak Sorik Marapi. Alam Payabulan yang sejuk, asri, dengan latar pegunungan Tor Sihite salah satu daya tarik wisatawan lokal di Mandailing Natal.(hol)

  • 296 BUPATI/WALIKOTA MASUK PENJARA

    296 BUPATI/WALIKOTA MASUK PENJARA

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Indonesia pada perspektif terkini dihinggapi tiga penyakit yang mendasar. Yakni penyakit transaksional, oligarki dan feodalisme. Dan ini berimplikasi negatif kepada seluruh provinsi. Dan sebanyak 296 bupati/walikota dari 500 lebih bupati dan walikota di seluruh Indonesia dipenjara karena persoalan hukum akibat budaya transaksional. Demikian dinyatakan Direktur Eksekutif Indonesia Constitutional Watch yang juga […]

  • Didampingi Dokter, Syamsul Arifin Dengar Tuntutan

    Didampingi Dokter, Syamsul Arifin Dengar Tuntutan

    • calendar_month Selasa, 26 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA Eks Bupati Langkat, Syamsul Arifin, akan mendengarkan tuntutan dari jaksa penuntut umum. Syamsul yang tengah didera sakit komplikasi jantung ini menghadiri sidang dengan ditemani dokter dan suster. Syamsul tiba dengan menggunakan kursi roda di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa 26 Juli 2011 pukul 13.30 WIB. “Sehat, sehat,” jawab Syamsul saat […]

  • Dicekal, Syamsul Arifin mau coba kabur?

    Dicekal, Syamsul Arifin mau coba kabur?

    • calendar_month Rabu, 13 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Syamsul Arifin, Senin (11/10) kemarin, tidak menghadiri panggilan pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten Langkat TA 2000-2007 sebesar Rp102,7 miliar. Ketidak hadiran itu karena Syamsul Arifin ada rapat paripurna dengan DPRD Sumut terkait penyampaian nota keuangan RAPBD Sumut TA 2011. Isu beredar mantan Bupati Langkat itu akan […]

  • Marsialapari Tradisi Gotong Royong Masyarakat Mandailing

    Marsialapari Tradisi Gotong Royong Masyarakat Mandailing

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Harvina, S.Sos Tradisi gotong royong telah lama hidup dalam masyarakat Indonesia. Tradisi ini dapat terlihat dari kebiasaan masyarakat kita yang saling membantu dalam melakukan setiap kegiatan, misalnya dalam prosesi pernikahan, kematian, menjaga lingkungan dan bercocok tanam. Namun, beberapa tahun terakhir, tradisi gotong royong tanpa disadari mulai terkikis keberadaannya, terutama pada masyarakat yang hidup di […]

expand_less