Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Harga Kakao Melorot

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 18 Apr 2013
  • print Cetak

kakao 180413PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejak pemberlakuan regulasi baru bea keluar terhadap komidi kakao oleh pemerintah, petani di Madina (Mandailing Natal) ikut terpuruk.

Soalnya, harga biji kako kering sejak selasa (16/4/2013) sudah berada di level 15.000 per kilo gram di tingkat pedagang pengumpul. Tiga minggu sebelumnya harga masih bertengger di kisaran 20.000 per kilo gram.

Darwin (38) petani kakao di Desa Hutagodang Muda, Kecamatan Siabu menjawab wartawan, Kamis (18/4) menyatakan melorotnya harga kakao ini berakibat terhadap pendapatan petani.

Darwin mengatakan, sebelum diterapkan BK (bea keluar) kakao ini, harga kakao masih dikisaran Rp.20.000 per kg, bahkan sempat mencapai Rp.27.000 per kg.

“Kamipun menjadi heran harga jual kakao kering kita tidak pernah lagi mencapai 20.000 per kilo, bahkan untuk tiga minggu terekhir mencapai 15.000 per kilo,” ujarnya.

Hal senada disampaikan petani lain, Mahyudin (42), dikatakannya harga jual kakao semakin hari terus menurun, bahkan pernah mencapai harga 14.000 per kilo gram. Sementara tantangan hama penyerang bagi tanaman kakao makin banyak yang membutuhkan banyak biaya.

“Biaya kita untuk pembelian pupuk dan biaya perawatan lainnya, tidak pernah turun, malah cendrung naik. Sementara harga jual kita terus turun, makanya kami mengharapkan ada perbaikan harga, minimalnya 20.000 per kilo, kalau bisa tentu labih dari segitu,” harapnya.

Sementara itu, pedagang pengumpul, Tolib Nasution di hari yang sama mengatakan harga pembelian kakao dari petani di kisaran 15.000 hingga 17.000 per kilo gram. Dan mereka menjualnya kepada toke besar dengan harga 18.000 per kilo gram.

Dijelaskannya, harga beli dari petani itu tergantung dari kualitas kakao kering yang diproduksi petani. Sehingga muncul variasi harga antara 15.000 hingga 17.000 per kilo gram.

“Kalau harga kakao ini sudah turun dalam tiga minggu terakhir ini, katanya akibat penerapan BK kakao yang diterapkan pemerintah pusat. Dan soal harga, kita mengikut kemauan pasar. Jika harga bagus, kita pun akan menaikannya. Saya pikir terkait BK ini perlu menjadi perhatian bersama untuk menurunkannya,” harapnya. (mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hidayat Masih Punya Kuku

    Hidayat Masih Punya Kuku

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Bupat i Mandailing Natal (Madina), HM Hidayat Batubara, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan kini telah berstatus terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, ternyata masih memiliki “kuku”. Hidayat disebut-sebut mengatur komposisi Kepala Dinas (Kadis) di jajaran instansti pemerintah Kabupetan […]

  • Ekonomi Dunia Masih Pengaruhi Harga Karet Alam

    Ekonomi Dunia Masih Pengaruhi Harga Karet Alam

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SUMUT (Mandailing Online) – Harga karet di pasar ekspor terus melemah dalam dua bulan terakhir. Ini terjadi akibat perlambatan ekonomi dunia yang mengakibatkan permintaan karet ikut berkurang. Sehingga, pabrikan juga mengikuti perkembangan pasar dengan menurunkan harga beli dan harga jual. Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatra Utara Edy Irwansyah menggambarkan, pada akhir Mei lalu […]

  • Di Tengah Ketidakpastian Nasib Ada Rekrutmen Honorer Baru

    Di Tengah Ketidakpastian Nasib Ada Rekrutmen Honorer Baru

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terkait honorer Pemkab Madina yang tidak gajian sejak Desember 2021 lalu memunculkan fakta baru. Di tengah ketidakpastian nasib mereka ada indikasi rekrutmen honorer baru. Hal itu diketahui dari kesaksian salah satu honorer di Dinas PU PR. Honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun ini menyebutkan ada penambahan 3-4 honorer baru. “Di Dinas PU […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 32)

    MARSIDAO-DAO (episode 32)

    • calendar_month Jumat, 1 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara “Biarku nga ipatola guru i ioban ko ia tu bagasan ni kalas,” ning Si Bujing Manis. “Tu kantin ni etek Manna i do gari ami pajagohon,” ning Si Poso. “Oh..olo, keta ma so ita sapai etek Manna,” ning Si Taing. Ipaudur alai Si Pikek dohot Si Poso tu parjagalan […]

  • Catatan 26 Tahun Madina: Pendekatan Sejarah, Soiologi, Antropologi, dan Kultural

    Catatan 26 Tahun Madina: Pendekatan Sejarah, Soiologi, Antropologi, dan Kultural

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Budayawan Mandailing Askolani Nasution menyampaikan catatan ringkas di Focus Grup Discussion yang diselenggarakan KNPI Mandaiiling Natal di D’San Hotel, Panyabungan, Jum’at (14/3/2025). Askolani melihat peluang pembangunan Mandailing Natal berdasar potensi kultural dan alamnya, namun pemerintah justru mengabaikannya. Padahal, menurut Askolani, sejarah Mandailing Natal (Madina) adalah sejarah gemilang pada masa lalu. Belasan kerajaan besar menancapkan pengaruhnya […]

  • Debu Vulkanik Sinabung Makin Dekat

    Debu Vulkanik Sinabung Makin Dekat

    • calendar_month Selasa, 17 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    KABANJAHE, – Debu vulkanik yang keluar dari kawah Gunung Sinabung terus menebal dan semakin hitam. Sekitar pukul 23.00 WIB, Senin (16/9), debu vulkanik mulai terasa bertebaran di udara hingga di Desa Tiga Pancur, tempat Tribun melakukan pantauan. Padahal sehari sebelumnya, ketika pertama kali erupso terjadi, debu tersebut tidak menjangkau Desa Tiga Pancur. Pengamanan di posko […]

expand_less