Rabu, 17 Jun 2026
light_mode

Investasi Bagai Dua Bilah Mata Pisau

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 14 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh: Riani S.Pd.I
Guru tinggal di Medan

Kran investasi asing kian terbuka lebar, agaknya memberi peluang baru dunia perekonomian Indonesia, namun tentu perlu ditelisik ulang, karena investasi asing bisa jadi dua bilah mata pisau. Butuh siaga ketat dalam menerima investasi asing, jangan sampai rakyat dirugikan, karena sejatinya semua kebijakan negara harus ditujukan untuk kepentingan rakyat.

Ridha Wirakusumah menetapkan tiga rencana tata kelola Sovereign Wealth Fund usai ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai CEO Lembaga Pengelola Investasi(LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA). Ridha mengatakan bahwa mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Direksi merupakan tugas mulia. “Akan tetapi, penunjukan ini tidak ringan. Memang visi dan misi SWF itu luar biasa luasnya dan yang pertama yang ingin saya tekankan adalah kami ingin menciptakan sebuah iklim investasi sehingga para investor bisa masuk ke Indonesia dengan lebih nyaman dan lebih yakin,” kata Ridha dalam keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/2).

Investasi asing sering dianggap menjadi batu alas pembangunan ekonomi, menciptakan perusahaan-perusahaan baru, memperluas pasar, meningkatkan daya saing industri ekspor, merangsang ekonomi lokal melalui sektor keuangan dan sektor jasa/pelayanan, meningkatkan pajak pendapatan serta memperkuat nilai mata uang.

“Prioritas INA (Indonesia Investment Authority) ada tiga, infrastruktur. Termasuk optimalisasi market atau aset market di BUMN,” ujar  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam gelaran Economic Outlook 2021 ‘Menuju Pemulihan Ekonomi Indonesia 2021’, Kamis (25/2).

Investasi digadang-gadang membawa angin segar. Namun kenyataannya, investasi asing lebih tertarik untuk membeli perusahaan-perusahaan BUMN kategori untung/sehat  kemudian memprivatisasinya atau membeli perusahaan-perusahaan swasta dalam kategori yang sama. Tak hanya itu, derasnya kran investasi dengan digandeng UU Ciptakerja membuka peluang tenaga kerja asing sehingga menyisihkan tenaga kerja negeri sendiri.

Sungguh miris saat negara kian maju justru pengangguran meningkat, bukan karena tiada Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) sebagai modal, namun karena dari hulu ke hilir dikuasai asing. Negara seyogyanya menjadi tameng penjajahan modern dengan berkedok investasi, negara seyogyanya memperkuat dan meningkatkan SDM dan mengelola SDA dengan maksimal, agar tercipta kemakmuran di negara ini. wallahu’allam bi shawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangan ‘mainkan’ dana BOS

    Jangan ‘mainkan’ dana BOS

    • calendar_month Jumat, 5 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN, (MO) – Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Syaiful Syafri mengharapkan agar para kepala sekolah (kepsek) dapat mempergunakan dana BOS sesuai dengan ketentuan yang berlaku, siswa dan sekolah dapat merasakan manfaatnya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. “Total dana BOS yang disalurkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp1.577.280.830.- Namun, dananya dibagi dalam empat […]

  • Tahun 2022 Dinas PU-PR Bangun 11 Ruas Jalan

    Tahun 2022 Dinas PU-PR Bangun 11 Ruas Jalan

    • calendar_month Sabtu, 2 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sepanjang tahun 2022 ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelontorkan dana sebesar Rp 44 miliar untuk pembangunan 11 (sebelas) ruas jalan kabupaten. Dana pengerjaan pembangunan kesebelas ruas jalan itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022. Demikian disampaikan Kabid Bina Marga Dinas PUPR Madina Elvi Yanti kepada […]

  • Camat Panyabungan Barat Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim

    Camat Panyabungan Barat Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – Camat Panyabungan Barat Raja Hidayat Lubis didampingi staf kecamatan Pariyanti Daulay menyalurkan bantuan untuk anak yatim di wilayah Panyabungan Barat, Jumat (29/4). Raja menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari program Pak Bupati H. M. Ja’far Sukhairi Nasution dan Ibu Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution berupa penyerahan bantuan untuk 5000 […]

  • Jajaran Pemkab Madina Pererat Silaturahmi Lewat Halalbihalal

    Jajaran Pemkab Madina Pererat Silaturahmi Lewat Halalbihalal

    • calendar_month Rabu, 11 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jajaran Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) mulai dari kepala daerah sampai honorer/TKS mempererat silaturahmi lewat acara halalbihalal yang dilaksanakan di Masjid Agung Nur Alan Nur Aek Godang Panyabungan. Momen saling meminta dan memberi maaf ini dihadiri oleh Bupati H. M. Ja’far Sukhairi Nasution, Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, Sekda […]

  • Donatur Demokrat bukan hanya dari AS

    Donatur Demokrat bukan hanya dari AS

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pengacara Anas Urbaningrum, Firman Wijaya membeberkan, dana Pemilu yang mengalir ke Partai Demokrat bukan saja dari Amerika Serikat. “Yang jelas dalam pengamatan saya, Mas Anas tahu bahwa ini bukan sumber dana yang sebenarnya,” ujar Firman di KPK, Jakarta Selatan, tadi malam. Soal siapa saja yang menjadi donatur Demokrat, Firman meminta KPK untuk kembali […]

  • Ketika Cinta Ditolak, Iman Ditabrak?

    Ketika Cinta Ditolak, Iman Ditabrak?

    • calendar_month Selasa, 11 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Cinta ditolak, dukun bertindak! Begitulah kalimat yang dulu sempat popular bagi pejuang cinta yang menabrak akal sehatnya demi mengejar atau juga melampiaskan sakit hati pada lawan jenisnya. Namun saat ini, dukun tidak lagi diminati. Karena mungkin, kerjanya terlalu bertele-tele apalagi jika sampai merogok kocek yang hingga kendor. […]

expand_less