Kamis, 22 Okt 2026
light_mode

Istana merasa terhina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 10 Nov 2012
  • print Cetak

JAKARTA, (MO) – Pihak Istana meradang mendengar ucapan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD. Pria asal Madura itu menuding mafia narkoba telah masuk lingkaran Istana menyusul diberikannya grasi kepada gembong narkoba Meirika Franola alias Ola.

“Saya sangat keberatan dan terhina dengan kata-kata Mahfud MD, Ketua MK yang menuduh mafia narkoba sudah masuk ke lingkaran Istana. Suatu tuduhan yang sangat keji saya kira, dan ini mencemarkan nama dan lembaga kepresidenan,” kata Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi, di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, hari ini.

Untuk itu, dia meminta Ketua MK bisa menjelaskan kepada dirinya dan kalau perlu juga kepada presiden atas tuduhannya itu.

“Saya berharap juga disertai dengan bukti-bukti dan keterangan yang lain untuk pendukungnya. Di hadapan Allah SWT dan rakyat Indonesia, saya, kami semua yang ada di lingkungan Istana menerima apapun sanksinya apabila benar apa yang dituduhkan saudara Mahfud MD,” tegasnya.

Namun, lanjutnya apabila apa yang dituduhkan itu tidak terbukti dia juga minta Mahfud MD dapat menjelaskan atau membuktikan tuduhan itu secara kesatria dan tentu harus menerima sanksi yang sama.

“Saya berharap kita semua dapat menyelesaikan masalah ini secara terbuka, transparan dan tuntas demi martabat dan kehormatan kami semua di lingkungan Istana dan bertugas di lembaga kepresidenan pada umumnya,” harapnya.

Sudi menjelaskan pemberian grasi kepada Ola telah melalui proses yang sistemik dan sesuai aturan yang berlaku.

“Cukup gamblang berulang-ulang telah dijelaskan, sebelum sampai ke Presiden pun saya selaku mensesneg memastikan bahwa semua proses sudah dilalui, serta kita yakinkan bahwa semua pihak yang memberikan pertimbangan telah memberikan pertimbangannya,” paparnya.

Bahkan, lanjutnya untuk permohonan grasi tertentu seperti kasus narkoba, terorisme kemudian terpidana warga negara asing, Presiden langsung yang memimpin rapat untuk mengolah ataupun mengambil pertimbangan-pertimbangan sebelum Presiden mengambil keputusan.

“Presiden langsung memimpin rapat bukan hanya pertimbangan tertulis dari semua pihak yang diminta pertimbangan,” pungkasnya.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menegaskan, pernyataannya soal adanya mafia narkoba di lingkungan Istana tidak bermaksud menyinggung lembaga Kepresidenan. Menurut dia, pernyataan itu ditujukan kepada mafia-mafia narkoba yang mempunyai jaringan ke Istana.

“Saya tidak pernah menyebut nama presiden. Saya hanya menyebut mafianya di luar. saya juga tidak pernah menyebut subjek, apalagi nama presiden,” kata Mahfud MD kepada wartawan, hari ini.

Mahfud menjelaskan, selama ini dia melihat ada jaringan narkoba yang mampu masuk sampai lingkungan Istana. “Jadi yang bekerja itu proses di bawahnya dan bermain ke orang-orang Istana,” ujar Mahfud.(dat03/merdeka/antara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3 Murid SD Adnani Juara Nasional Olimpiade PAI

    3 Murid SD Adnani Juara Nasional Olimpiade PAI

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tiga murid SD Islam Terpadu Adnani Panyabungan akhirnya meraih juara I Olimpiade PAI tingkat nasional di Bogor, Jawa Barat.   Ketiganya adalah Rian Rangkuti, Adinda Amelia Lubis, dan Nurjannah Angriani. Ketiganya utusan Sumut setelah sebelumnya memenangi Olimpiade PAI tingkat provinsi.   Di Bogor, mereka mampu menyingkirkan kontingen dari seluruh provinsi […]

  • 785 Guru Pontren & 1.308 Guru MDA Terima Insentif

    785 Guru Pontren & 1.308 Guru MDA Terima Insentif

    • calendar_month Kamis, 3 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA, (MO) – Bersyukur bagi para guru-guru pondok pesantren dan Madrasah Diniyah Awaliah (MDA). Sebab Pemkab Mandailing Natal (Madina) menyerahkan dana insentif atau bantuan bagi guru Pontren sebanyak 785 orang dan guru MDA sebanyak 1.308 orang. Besaran dana yang mereka terima Rp100 ribu per bulan. Bupati Madina HM Hidayat Batubara melalui Kepala Bagian Kesra M […]

  • Gempa Kuat Terasa di Padang

    Gempa Kuat Terasa di Padang

    • calendar_month Kamis, 7 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANG,(MO)- Gempa dengan kekuatan relatif besar, Kamis (7/2/2013) pagi, terasa di Kota Padang, Sumatera Barat. Guncangan gempa yang terjadi sekitar pukul 05.00 itu mengagetkan sebagian warga yang masih terlelap. Sebagian warga juga terlonjak dari tidurnya menyusul guncangan kuat tersebut. Selama sekitar setengah jam, sebagian warga memperbincangkan gempa tersebut sebelum kembali pada aktivitas masing-masing. Berdasarkan informasi […]

  • IYE Madina Nilai Kasus Dugaan Korupsi Stunting Madina Bualan Kejatisu

    IYE Madina Nilai Kasus Dugaan Korupsi Stunting Madina Bualan Kejatisu

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA -Mandailing Online : Meski Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara ( Kejatisu ) telah melakukan pemanggilan beberapa kali terhadap sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Mandailing Natal ( Madina ) terkait dugaan korupsi proyek stunting tahun 2022-2023. Namun sampai hari ini perkembangan kasus tersebut masih jalan ditempat. Menanggapi hal ini Ketua Indonesia Youth Epicentrum (IYE) Madina, Farhan Donganta, […]

  • Korban Penembakan Kader Terbaik Muhammadyah, Dirujuk ke RSU Adam Malik

    Korban Penembakan Kader Terbaik Muhammadyah, Dirujuk ke RSU Adam Malik

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Edwin Adyantho, korban penembakan kerusuhan di Desa Sihepeng, kini dirujuk ke RSU Adam Malik, Medan. Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Wakapolres Madina Kompol Hariun Dalimunthe menjeguk korban di RSU Panyabungan sebelum diberangkatkan ke Medan, Selasa (20/9). Edwin tertembak pada bagian pahanya yang dilaporkan sebagai peluru nyasar […]

  • Negara, Judi Online, dan Kolonialisasi Kesadaran

    Negara, Judi Online, dan Kolonialisasi Kesadaran

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Ketika yang Dipertaruhkan Bukan Lagi Uang, Tetapi Manusia Itu Sendiri Di permukaan, judi online tampak seperti sekadar kriminalitas digital: situs ilegal, transaksi gelap, promosi vulgar, dan ledakan korban ekonomi rumah tangga. Negara pun terlihat sibuk. Situs diblokir. Rekening dibekukan. Konferensi pers digelar hampir setiap pekan. Tetapi semakin dalam fenomena […]

expand_less