Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

Istana merasa terhina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 10 Nov 2012
  • print Cetak

JAKARTA, (MO) – Pihak Istana meradang mendengar ucapan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD. Pria asal Madura itu menuding mafia narkoba telah masuk lingkaran Istana menyusul diberikannya grasi kepada gembong narkoba Meirika Franola alias Ola.

“Saya sangat keberatan dan terhina dengan kata-kata Mahfud MD, Ketua MK yang menuduh mafia narkoba sudah masuk ke lingkaran Istana. Suatu tuduhan yang sangat keji saya kira, dan ini mencemarkan nama dan lembaga kepresidenan,” kata Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi, di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, hari ini.

Untuk itu, dia meminta Ketua MK bisa menjelaskan kepada dirinya dan kalau perlu juga kepada presiden atas tuduhannya itu.

“Saya berharap juga disertai dengan bukti-bukti dan keterangan yang lain untuk pendukungnya. Di hadapan Allah SWT dan rakyat Indonesia, saya, kami semua yang ada di lingkungan Istana menerima apapun sanksinya apabila benar apa yang dituduhkan saudara Mahfud MD,” tegasnya.

Namun, lanjutnya apabila apa yang dituduhkan itu tidak terbukti dia juga minta Mahfud MD dapat menjelaskan atau membuktikan tuduhan itu secara kesatria dan tentu harus menerima sanksi yang sama.

“Saya berharap kita semua dapat menyelesaikan masalah ini secara terbuka, transparan dan tuntas demi martabat dan kehormatan kami semua di lingkungan Istana dan bertugas di lembaga kepresidenan pada umumnya,” harapnya.

Sudi menjelaskan pemberian grasi kepada Ola telah melalui proses yang sistemik dan sesuai aturan yang berlaku.

“Cukup gamblang berulang-ulang telah dijelaskan, sebelum sampai ke Presiden pun saya selaku mensesneg memastikan bahwa semua proses sudah dilalui, serta kita yakinkan bahwa semua pihak yang memberikan pertimbangan telah memberikan pertimbangannya,” paparnya.

Bahkan, lanjutnya untuk permohonan grasi tertentu seperti kasus narkoba, terorisme kemudian terpidana warga negara asing, Presiden langsung yang memimpin rapat untuk mengolah ataupun mengambil pertimbangan-pertimbangan sebelum Presiden mengambil keputusan.

“Presiden langsung memimpin rapat bukan hanya pertimbangan tertulis dari semua pihak yang diminta pertimbangan,” pungkasnya.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menegaskan, pernyataannya soal adanya mafia narkoba di lingkungan Istana tidak bermaksud menyinggung lembaga Kepresidenan. Menurut dia, pernyataan itu ditujukan kepada mafia-mafia narkoba yang mempunyai jaringan ke Istana.

“Saya tidak pernah menyebut nama presiden. Saya hanya menyebut mafianya di luar. saya juga tidak pernah menyebut subjek, apalagi nama presiden,” kata Mahfud MD kepada wartawan, hari ini.

Mahfud menjelaskan, selama ini dia melihat ada jaringan narkoba yang mampu masuk sampai lingkungan Istana. “Jadi yang bekerja itu proses di bawahnya dan bermain ke orang-orang Istana,” ujar Mahfud.(dat03/merdeka/antara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PIONIR YANG HILANG

    PIONIR YANG HILANG

    • calendar_month Jumat, 3 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Amir Hamdani Nasution, SHI.MH Sekitar tahun 2011-2014, saya dan Abdul Syukur Nasution (sekarang beliau menjadi pengabdi negara di Sibolga) begitu sering berkunjung ke rumah sejahrawan Mandailing yakni Basyral Hamidi Harahap (semasa beliau masih hidup) di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. Rumah Ompung (begitu panggilan kami) penuh dengan buku, dan ada satu bilah pedang […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 15)

    MARSIDAO-DAO (episode 15)

    • calendar_month Kamis, 7 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Dung sidung mangan, na juguk dursat doma si Pikek dohot Si Poso i sopo i. Ro ni udan rimbus-rimbus mambaen saba na dao i tarida so tarida. Dua halak tarida mardalan muli i gadu saba an maniop bulung pisang panyanggop ni ulu so ulang litak tarudan. “Parjolo ma ami […]

  • Peresmian Transaksi Uang Kartal Antar Bank Perdana di Indonesia

    Peresmian Transaksi Uang Kartal Antar Bank Perdana di Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Peresmian Transaksi Uang Kartal Antar Bank Perdana di Indonesia oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas di Medan tanggal 9 Februari 2012. (MO)

  • Misionaris Ini Kini Jadi Ulama yang Disegani

    Misionaris Ini Kini Jadi Ulama yang Disegani

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    FREETOWN,- Masa lalunya, Musa Bangura adalah seorang misionaris. Ternyata, Tuhan punya cerita lain. Kini, ia seorang ulama yang disegani. Tercatat, ratusan warga Sierra Leon ia bimbing memeluk Islam. “Untuk beberapa tahun belakangan, saya ajak Muslim di negara saya untuk berpindah agama lain, lalu saya bermimpin diajak memeluk Islam,” kenang dia seperti dilansir, Anadolu Agency, Senin […]

  • Madina Juara I Lomba Video Edukasi Kanker

    Madina Juara I Lomba Video Edukasi Kanker

    • calendar_month Sabtu, 4 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meraih juara Lomba Video Edukasi “Cegah Kanker Dengan Cerdik” berbahasa daerah se-Sumatera Utara (Sumut). Pemenang itu diumumkan pada peringatan Hari Kanker Sedunia oleh Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Sumut, Sabtu (4/2/2023). Peringatan Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day) berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman 41 […]

  • Bupati Diminta Tuntaskan Desa Tertinggal

    Bupati Diminta Tuntaskan Desa Tertinggal

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS- Bupati Kabupaten Padang Lawas (Palas), Basyrah Lubis SH diminta menuntaskan persoalan desa tertinggal, karena Kabupaten Palas merupakan nomor 2 desa tertinggal di Sumut. Ketua Generasi Muda Peduli Pembangunan Palas, Husni Mubarrok Nasution mengatakan, Bupati sudah seharusnya membangun mulai dari desa terpelosok, bukan dengan membangun mulai dari pusat kota kabupaten, mengingat 2 tahun kepemimpinan Basyrah […]

expand_less