Kamis, 12 Mar 2026
light_mode

Isu Penculikan Anak Resahkan Warga Tabagsel

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
  • print Cetak


Padangsidimpuan, Masyarakat wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) terutama orangtua diresahkan dengan maraknya isu penculikan anak-anak, penyebaran isu ini bukan hanya dari mulut ke mulut tapi juga menyebar melalui pesan singkat atau SMS. Akibatnya, orangtua yang memiliki anak di bawah umur dan anak

remaja menjadi resah dan mereka berupaya agar menjaga anak-anaknya agar terhindar dari aksi penculikan.

Salah seorang ibu rumah tangga di Padangsidimpuan mengatakan, dia terpaksa menjaga anak-anaknya ekstra ketat untuk menghindari aksi penculikan. “Biasanya anak saya bermain dengan teman – temannya terpaksa harus dijaga,” ujar Yusni salahh seorang ibu rumah tangga di Padangsidimpuan, Rabu (24/11).

Sedangkan orang tua yang mempunyai anak yang sudah bersekolah terpaksa pada paginya harus mengantar anaknya ke sekolah padahal biasanya mengaku selalu berangkat dan pulang sekolah selalu bersama dengan teman – temannya.

“Saya terpaksa mengantar anak-anak sekolah dan menjemputnya pulang sekolah,” Waris salah seorang warga Hutasiantar Panyabungan.

Dari pesan yang diterima Analisa menyebutkan bahwa ada penculikan anak-anak, dewasa, orang tua yang sudah sampai di Kota Panyabungan dan meminta agar pesan singkat agar disebarkan kesemua nomor kontak yang ada di HP.

Dan disebutkan berita yang di SMS-kan tersebut kenyataan dan mohon kerjasama dan disebutkan agar mewaspadai mobil APV Silver/abu-abu dengan plat nomor Polisi B 1857.

Informasi diperoleh penculikan telah banyak terjadi seperti di Pasar Baru Panyabungan, Keluarahan Kota Siantar, daerah banjar, daerah Panyabungan Julu, Aek Orsik Panyabungan, namun setelah diklarifikasi ke lokasi yang disebutkan ternyata tidak ada kejadian penculikan.

Isu yang berkembang, penculik hanya akan mengambil organ tubuh seperti ginjal, hati serta organ tubuh lainnya.

Pihak kepolisian Madina belum mengkonfrmasi adanya kasus penculikan anak yang sudah terjadi di wilayah hokum Polres Madina. (sah)
Sumber : Analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas Perdagangan Madina dan Mahasiswa Akan Mendata di Pasar Tradisional dan Pasar Rakyat

    Dinas Perdagangan Madina dan Mahasiswa Akan Mendata di Pasar Tradisional dan Pasar Rakyat

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 10 mahasiswa dari dua perguruan tinggi melakukan magang dan praktikum di Dinas Perdagangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut. Para mahasiswa akan melakukan pendataan pluktuasi jumlah pedagang di seluruh pasar tradisional dan pasar rakyat yang ada di Madina. Dua perguruan tinggi itu adalah STAIN Madina yang mengirim 6 mahasiswa smester 8 […]

  • Komnas HAM selidiki kasus penganiayaan jurnalis

    Komnas HAM selidiki kasus penganiayaan jurnalis

    • calendar_month Minggu, 28 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pekanbaru, (MO)- Tim yang terdiri atas dua anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) langsung turun ke Provinsi Riau untuk menyelidiki kasus penganiayaan terhadap jurnalis dan warga yang dilakukan oknum TNI AU di lokasi jatuhnya pesawat Hawk 200. Tim yang terdiri atas Plt Kabag Pengaduan Eko Dahana dan Penyelidik Pelanggaran HAM Firdiansyah, melakukan pemeriksaan […]

  • Karier Polwan Berjilbab jangan Dipersempit

    Karier Polwan Berjilbab jangan Dipersempit

    • calendar_month Rabu, 19 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Rencana pencabutan larangan penggunaan jilbab bagi polisi wanita (polwan) jangan sampai menimbulkan diskriminasi di kemudian hari. “Yang harus diwaspadai, jangan sampai pencabutan larangan penggunaan jilbab justru menimbulkan diskriminasi. Artinya, polwan jangan kemudian hanya ditempatkan di belakang layar,” ujar Penggiat Gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan (GPSP) Yudha Irlang kepada INILAH.COM, Selasa (18/6/2013). Apa yang dimaksud […]

  • Razman Arif : Terbukti Politik Uang, Pasangan Dahlan-Sukhairi Terancam Didiskualifikasi

    Razman Arif : Terbukti Politik Uang, Pasangan Dahlan-Sukhairi Terancam Didiskualifikasi

    • calendar_month Rabu, 6 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jika pasangan Dahlan-Sukhairi terbukti melakukan politik uang di Pilkada Madina, maka pasangan ini terancam didiskualifikasi, dan Pilkada Madina akan diulang kembali. Kasus pengaduan dugaan permaianan politik uang di Pilkada Madina 2015 hingga kini masih berproses di Polres Madina. “Menurut kami, laporan yang sedang berproses di Polres saat ini cukup valid, dan […]

  • 7 Tersangka Tambang Emas Ilegal di Madina Tahap Pelimpahan Berkas ke JPU

    7 Tersangka Tambang Emas Ilegal di Madina Tahap Pelimpahan Berkas ke JPU

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online : Masih ingat 7 tersangka pelaku tambang enas ilegal yang diamankan Polres Mandailing Natal ( Madina) di Kecamatan Kotanopan sebulan lalu. Perkembangan nya sekarang, Penyidik Polres Madina kabarnya sudah tahap sidik, dan pelimpahan berkas nya ke Kejaksaan. Ipda Bagus Seto, Kaurbin OPS Reskrim Polres Madina mengatakan, berkas ke 7 tersangka pelaku tambang […]

  • Sekda Madina Tutup MTQ

    Sekda Madina Tutup MTQ

    • calendar_month Sabtu, 3 Des 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Musabaqah Tahfizul Qur’an (MTQ) bagi pelajar atau santri tingkat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) secara resmi ditutup oleh Penjabat Sekretaris Daerah, Alamulhaq Daulay, Sabtu (3/12/2022). Pj Sekda Madina menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berjuang selama tiga hari dalam menyukseskan MTQ tingkat Kabupaten Madina tersebut. Alamulhaq juga mengucapkan selamat kepada […]

expand_less