Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Atika Tolak Tandatangani Batas Baru Tapsel-Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 26 Agt 2022
  • print Cetak

Atika Azmi Utammi Nasution (pakai jilbab) memaparkan argumentasi pada Rapat Finalisasi Penyusunan Permendagri Batas Daerah di Jakarta, 26/8/2022.

JAKARTA (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution menolak menandatangani dokumen tentang batas baru Kabupaten Madina-Kabupaten Tepsel.

Penolakan itu sebagai bentuk keberatan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait rencana penetapan batas wilayah antara Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dengan Madina.

Rencana penetapan batas wilayah dua kabupaten yang berada di Provinsi Sumatera Utara itu dibahas pada Rapat Finalisasi Penyusunan Permendagri Batas Daerah, berlangsung di Best Westren Plus Hotel, Jakarta tanggal 24 sampai 26 Agustus 2022.

Penetapan batas wilayah Tapsel-Madina itu dinilai secara nyata telah mengurangi luas wilayah Madina dan tidak sesuai dengan UU Nomor 12 Tahun 1998 tentang Pembentukan Kabupaten Mandailing Natal dan Toba Samosir.

Rapat dihadiri Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution; Kepala Dinas Pertanahan Madina, Faisal; Kepala Tata Pemerintahan. Dari Sumut hadir sejumlah pejabat, juga para pejabat Tapsel.

Rapat tanggal 24-26 Agustus 2022 itu membahas peta yang didasarkan pada kesepakatan tahun 2012. Dan itu sangat merugikan bagi Mandailing Natal.

Luas wilayah Kabupaten Madina sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1998 sejatinya adalah seluas 660.070 hektare. Tetapi, proposal yang diajukan Kemendagri di rapat kemarin justru sangat mengurangi luas Madina.

Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi kepada wartawan menyatakan secara tegas menolak menandatangani kesepakatan tersebut.

Ia menguraikan rapat tersebut berlangsung alot.

“Seharusnya agenda kemarin itu sudah tertuang satu kesepakatan mengenai luasan wilayah kedua kabupaten, saya mewakili Bupati Madina dan masyarakat Madina tidak setuju dan menolak dengan tegas, tidak menandatangani apa yang difinalisasi,” tegas Atika.

Wabup termuda di Indonesia ini secara tegas meminta untuk dilakukan verifikasi ulang di lapangan.

“Bahwa kita Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal hanya berpegang pada UU Nomor 12 Tahun 1998, seharusnya atas apa yang ada di UU itulah ditentukan titik kordinatnya, bukan malah menyepakati luasan baru,” urainya.

“Saya mewakili Bapak Bupati Madina dan seluruh masyarakat Mandailing Natal hanya akan setuju penentuan titik koordinat sesuai amanat Undang-undang Nomor 12 Tahun 1998,” imbuh Atika.

Untuk itu, Pemkab Madina sedang membahas potensi upaya hukum apabila tata batas tidak mengacu pada UU Nomor 12 tahun 1998.

“Saya nyatakan, masyarakat Madina berdaulat atas wilayah sesuai UU dan RDTR (Rencana Detail Tata Ruang),” tegas Atika.

Peliput: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalinsum Batu Jomba Sipirok Nyaris Putus

    Jalinsum Batu Jomba Sipirok Nyaris Putus

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Tapsel  – Kondisi ruas Jalan Lintas Sumatera Utara (Jalinsum) Batu Jomba di Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan nyaris terputus. Bagi para pengguna jalan yang melewati daerah itu agar ekstra hati-hati. Pantauan MedanBisnis, Jumat (12/12) jalan lintas yang menghubungkan Sipirok-Tarutung sempat terputus. Hal itu menyebabkan antrean panjang kendaraan. Informai diperoleh dilokasi menyebutkan pada […]

  • Penyematan Satu Nama Ruas Jalan Dibarter Satu Pulau? SungguhTerlalu!

    Penyematan Satu Nama Ruas Jalan Dibarter Satu Pulau? SungguhTerlalu!

    • calendar_month Selasa, 3 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Minggu lalu tersiar satu kabar yang diinformasikan oleh Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Nasional Merah Johansyah. Ia menuliskan dalam akun twitter pribadinya bahwa 1 ruas jalan nama Presiden Joko Widodo Street di Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab ditukar dengan 256 ribu Ha di Kaltim. Ia […]

  • Tes CPNS, Jangan Sepelekan Materi 4 Pilar Kebangsaan

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Bagi para pelamar tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), silakan belajar yang serius jika tak ingin gagal total. Nah, agar materi yang dipelajari lebih fokus, perhatikan Peraturan Kepala BKN Nomor 9 tahun 2012 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan CPNS, yang di dalamnya memuat kisi-kisi soal tes CPNS. Ada tiga kelompok soal Tes Kompetensi Dasar […]

  • Bentuk Dukungan ke Palestina, Peserta Upacara Pakai Sal Palestina di Momen Hari Guru

    Bentuk Dukungan ke Palestina, Peserta Upacara Pakai Sal Palestina di Momen Hari Guru

    • calendar_month Sabtu, 25 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Banyaknya pelajar yang menjadi korban keganasan zionis israel yang membombardir wilayah Gaza di Palestina, membuat para guru di Kabupaten Mandailing Natal( Madina ) ikut berduka. Di momen memperingati Hari Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) yang ke 78, mereka memakai Sal berlambang bendera Palestina sebagai bentuk ikut berduka terhadap […]

  • Biografi Adnan Buyung Nasution

    Biografi Adnan Buyung Nasution

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    BIOGRAFI Adnan Buyung Nasution adalah pria kelahiran Jakarta, 20 Juli 1934, yang dikenal sebagai seorang advokat handal, pendiri Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, dan juga pernah menjabat sebagai anggota DPR/MPR. Tidak banyak yang tahu bahwa nama tengah Buyung sebenarnya adalah Bahrum. Pada akta kelahirannya, namanya tercatat sebagai Adnan Bahrum Nasution. Namun, Buyung menamai dirinya sebagau Adnan […]

  • Dinas PMD Terkesan Lecehkan DPRD Madina

    Dinas PMD Terkesan Lecehkan DPRD Madina

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Madina dengan Pemkab Madina gagal, Selasa (7/7/2020) karena Kadis PMD Sahnan Batubara tak datang. RDP yang dimotori Komisi 4 itu sejatinya membahas berbagai gejolak sosial di desa yang dipicu Dana Desa. Serta mengapa warga desa tak diberi akses data pertanggungjawaban Dana Desa dan Alokasi Dana […]

expand_less