Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Atika Tolak Tandatangani Batas Baru Tapsel-Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 26 Agt 2022
  • print Cetak

Atika Azmi Utammi Nasution (pakai jilbab) memaparkan argumentasi pada Rapat Finalisasi Penyusunan Permendagri Batas Daerah di Jakarta, 26/8/2022.

JAKARTA (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution menolak menandatangani dokumen tentang batas baru Kabupaten Madina-Kabupaten Tepsel.

Penolakan itu sebagai bentuk keberatan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait rencana penetapan batas wilayah antara Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dengan Madina.

Rencana penetapan batas wilayah dua kabupaten yang berada di Provinsi Sumatera Utara itu dibahas pada Rapat Finalisasi Penyusunan Permendagri Batas Daerah, berlangsung di Best Westren Plus Hotel, Jakarta tanggal 24 sampai 26 Agustus 2022.

Penetapan batas wilayah Tapsel-Madina itu dinilai secara nyata telah mengurangi luas wilayah Madina dan tidak sesuai dengan UU Nomor 12 Tahun 1998 tentang Pembentukan Kabupaten Mandailing Natal dan Toba Samosir.

Rapat dihadiri Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution; Kepala Dinas Pertanahan Madina, Faisal; Kepala Tata Pemerintahan. Dari Sumut hadir sejumlah pejabat, juga para pejabat Tapsel.

Rapat tanggal 24-26 Agustus 2022 itu membahas peta yang didasarkan pada kesepakatan tahun 2012. Dan itu sangat merugikan bagi Mandailing Natal.

Luas wilayah Kabupaten Madina sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1998 sejatinya adalah seluas 660.070 hektare. Tetapi, proposal yang diajukan Kemendagri di rapat kemarin justru sangat mengurangi luas Madina.

Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi kepada wartawan menyatakan secara tegas menolak menandatangani kesepakatan tersebut.

Ia menguraikan rapat tersebut berlangsung alot.

“Seharusnya agenda kemarin itu sudah tertuang satu kesepakatan mengenai luasan wilayah kedua kabupaten, saya mewakili Bupati Madina dan masyarakat Madina tidak setuju dan menolak dengan tegas, tidak menandatangani apa yang difinalisasi,” tegas Atika.

Wabup termuda di Indonesia ini secara tegas meminta untuk dilakukan verifikasi ulang di lapangan.

“Bahwa kita Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal hanya berpegang pada UU Nomor 12 Tahun 1998, seharusnya atas apa yang ada di UU itulah ditentukan titik kordinatnya, bukan malah menyepakati luasan baru,” urainya.

“Saya mewakili Bapak Bupati Madina dan seluruh masyarakat Mandailing Natal hanya akan setuju penentuan titik koordinat sesuai amanat Undang-undang Nomor 12 Tahun 1998,” imbuh Atika.

Untuk itu, Pemkab Madina sedang membahas potensi upaya hukum apabila tata batas tidak mengacu pada UU Nomor 12 tahun 1998.

“Saya nyatakan, masyarakat Madina berdaulat atas wilayah sesuai UU dan RDTR (Rencana Detail Tata Ruang),” tegas Atika.

Peliput: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Chairuman Harahap: Peluang Tabagsel jadi Provinsi Cukup Kuat

    Chairuman Harahap: Peluang Tabagsel jadi Provinsi Cukup Kuat

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL- Ketua Komisi II DPR-RI, H Chairuman Harahap SH MH, menegaskan peluang Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) untuk mekar menjadi provinsi baru yang akhir tahun 2008 lalu dideklarasikan cukup kuat. “Cukup kuat. Sebab, semua kepala daerah dan DPRD serta masyarakat di lima kabupaten dan kota mendukung pembentukan provinsi baru,” ujar Chairuman Harahap kepada wartawan usai menghadiri […]

  • Songsong Produksi Film Biola Na Mabugang 2

    Songsong Produksi Film Biola Na Mabugang 2

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sanggar Amaloan Rekrut Pelajar SMU   Panyabungan (MO)-Menyongsong kegiatan produksi film “Willem Iskander” dan “Biola Na Mabugang 2” serta album kolaborasi musik tradisional mandailing-modern, Sanggar Amaloan akan melakukan audisi terhadap kalangan pelajar SMU, SMK dan MAN se-Mandailing Natal. Untuk kepentingan audisi terhadap pelajar tersebut, pihak sanggar melakukan pertemuan dengan para pimpinan/guru SMA,SMK dan MAN […]

  • Arsidin: Pemerintah Jangan Beri Peluang PT Rendy Ulur Waktu

    Arsidin: Pemerintah Jangan Beri Peluang PT Rendy Ulur Waktu

    • calendar_month Rabu, 12 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Arsidin Batubara meminta pemerintah untuk tidak memberi peluang kepada PT Rendy Permata Raya mengulur waktu dalam merealisasikan kebun plasma bagi warga Singkuang I, Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina, Sumut. Hal itu disampaikan Arsidin menanggapi belum tercapainya kesepakatan antara perusahaan dengan masyarakat penerima […]

  • Pembahasan Alokasi Anggaran Pilkades di Madina Hampir Selesai

    Pembahasan Alokasi Anggaran Pilkades di Madina Hampir Selesai

    • calendar_month Senin, 19 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online): Alokasi anggaran untuk pelaksanaan pemilihan Kepala Desa di 256 Desa di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) sudah hampir selesai, untuk pelaksanaan sendiri alokasi anggaran di ambil dari anggaran ADD, sementara oengamanan di alokasikan di APBD Madina. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa ( PMD ) Madina Ahmad Mainul Lubis pada Mandailing Online […]

  • Ini Motif Tersangka S Bunuh Evi

    Ini Motif Tersangka S Bunuh Evi

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – kepada penyidik Reskrim Polres Madina, Suroso alias S tersangka pembunuh Evi mengaku menghabisi nyawa korban karena diminta bertanggung jawab dengan hubungan keduanya yang sudah berjalan 1 tahun. Namun fakta dibalik hubungan ke dua nya ternyata tersangka Suroso telah menikah 3 bulan lalu dan korban adalah selingkuhannya. Gegara minta dinikahi oleh korban, akhirnya […]

  • LKPJ Bupati Madina ditolak

    LKPJ Bupati Madina ditolak

    • calendar_month Kamis, 2 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) akhir masa jabatan Bupati Madina tahun anggaran 2005-2010 kembali ditolak fraksi Partai Keadilan sejahtera (PKS). Penolakan itu berdasarkan hasil rapat paripurna DPRD Madina yang dipimpin langsung ketua DPRD As Imran Khatamy Daulay, dihadiri Bupati Madina, Amru Daulay. Dalam rapat paripurna, cuma enam fraksi DPRD Madina menerima LKPJ dengan catatan. “Sebelum melangkah […]

expand_less