Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Atika Tolak Tandatangani Batas Baru Tapsel-Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 26 Agt 2022
  • print Cetak

Atika Azmi Utammi Nasution (pakai jilbab) memaparkan argumentasi pada Rapat Finalisasi Penyusunan Permendagri Batas Daerah di Jakarta, 26/8/2022.

JAKARTA (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution menolak menandatangani dokumen tentang batas baru Kabupaten Madina-Kabupaten Tepsel.

Penolakan itu sebagai bentuk keberatan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait rencana penetapan batas wilayah antara Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dengan Madina.

Rencana penetapan batas wilayah dua kabupaten yang berada di Provinsi Sumatera Utara itu dibahas pada Rapat Finalisasi Penyusunan Permendagri Batas Daerah, berlangsung di Best Westren Plus Hotel, Jakarta tanggal 24 sampai 26 Agustus 2022.

Penetapan batas wilayah Tapsel-Madina itu dinilai secara nyata telah mengurangi luas wilayah Madina dan tidak sesuai dengan UU Nomor 12 Tahun 1998 tentang Pembentukan Kabupaten Mandailing Natal dan Toba Samosir.

Rapat dihadiri Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution; Kepala Dinas Pertanahan Madina, Faisal; Kepala Tata Pemerintahan. Dari Sumut hadir sejumlah pejabat, juga para pejabat Tapsel.

Rapat tanggal 24-26 Agustus 2022 itu membahas peta yang didasarkan pada kesepakatan tahun 2012. Dan itu sangat merugikan bagi Mandailing Natal.

Luas wilayah Kabupaten Madina sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1998 sejatinya adalah seluas 660.070 hektare. Tetapi, proposal yang diajukan Kemendagri di rapat kemarin justru sangat mengurangi luas Madina.

Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi kepada wartawan menyatakan secara tegas menolak menandatangani kesepakatan tersebut.

Ia menguraikan rapat tersebut berlangsung alot.

“Seharusnya agenda kemarin itu sudah tertuang satu kesepakatan mengenai luasan wilayah kedua kabupaten, saya mewakili Bupati Madina dan masyarakat Madina tidak setuju dan menolak dengan tegas, tidak menandatangani apa yang difinalisasi,” tegas Atika.

Wabup termuda di Indonesia ini secara tegas meminta untuk dilakukan verifikasi ulang di lapangan.

“Bahwa kita Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal hanya berpegang pada UU Nomor 12 Tahun 1998, seharusnya atas apa yang ada di UU itulah ditentukan titik kordinatnya, bukan malah menyepakati luasan baru,” urainya.

“Saya mewakili Bapak Bupati Madina dan seluruh masyarakat Mandailing Natal hanya akan setuju penentuan titik koordinat sesuai amanat Undang-undang Nomor 12 Tahun 1998,” imbuh Atika.

Untuk itu, Pemkab Madina sedang membahas potensi upaya hukum apabila tata batas tidak mengacu pada UU Nomor 12 tahun 1998.

“Saya nyatakan, masyarakat Madina berdaulat atas wilayah sesuai UU dan RDTR (Rencana Detail Tata Ruang),” tegas Atika.

Peliput: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pejabat Dinkes Harus Minta Maaf Kepada Rakyat Madina

    Pejabat Dinkes Harus Minta Maaf Kepada Rakyat Madina

    • calendar_month Rabu, 8 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pejabat di Dinas Kesehatan didesak meminta maaf kepada seluruh rakyat Madina terkait kesalahan input data covid-19 penyebab Madina masuk PKPM Level 4. Desakan itu dicuatkan ustad Sahminan Rangkuti, Rabu (18/9/2021). Jangan gara-gara oknum tertentu di Dinas Kesehatan Mandailing Natal (Madina), rakyat jadi korban menanggung rugi yang sangat besar. “Mau salah input […]

  • Kentang Hutanagodang, Primadona Yang Mulai Langka

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Kentang Hutanagodang sejak dahulu kala sudah menjadi tanaman budidaya pavorit petani Ulupungkut, Mandailing Natal (Madina) dan menjadi kentang yang sangat digemari konsumen. Hanya saja, sejak dekade terakhir, volume produksi kentang yang memiliki cita rasa gurih ini terus merosot. “Belakangan minat masyarakat di Ulupungkut ini bertanam kentang mulai surut. Padahal pasarnya […]

  • Madina Terima Penghargaan UHC

    Madina Terima Penghargaan UHC

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LUBUK PAKAM (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menerima Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) dari Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan David Bangun. Penyerahan dilakukan pada acara Launching UHC Prioritas Program Berobat Gratis (Probis) Sumut Berkah di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Senin (29/9/2025). Penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution. […]

  • Pemerintah Desa Aek Botung: Selamat Pelantikan Sukhairi Atika

    Pemerintah Desa Aek Botung: Selamat Pelantikan Sukhairi Atika

    • calendar_month Jumat, 23 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar
  • Tambang Emas Ilegal di Sininjom MBG Terus Beroperasi. Sulitnya Akses Lokasi Diduga Disengaja Pelaku Untuk Menghindari Petugas

    Tambang Emas Ilegal di Sininjom MBG Terus Beroperasi. Sulitnya Akses Lokasi Diduga Disengaja Pelaku Untuk Menghindari Petugas

    • calendar_month Minggu, 8 Des 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Muara Batang Gadis ( Mandailing Online) : Aktifitas tambang emas ilegal dengan menggunakan alat berat dikawasan hutan taman nasional batang gadis tepatnya di siulangaling sininjom, Desa Ranto Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal terus beroperasi. Sulitnya jangkauan kelokasi mungkin menjadi salah satu cara pelaku melakukan aktifitas penambangan di lokasi secara bebas. Sumber Mandailing […]

  • Warga Batumundom Ngadu ke DPRD Madina terkait Narkoba di Desanya

    Warga Batumundom Ngadu ke DPRD Madina terkait Narkoba di Desanya

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah Warga Desa Batu Mundom Kecamatan Muara Batang Gadis sambangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Madina. Mereka menyampaikan keresahan mereka terkait maraknya narkoba di desa mereka. Fauzil Siregar salah seorang warga diruangan Ketua DPRD Madina beberkan maraknya penyalahgunaan narkoba jenis sabu sabu dan ganja di lingkungan Desa meraka. Ia […]

expand_less