Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Ketua IMPT: Mahasiswa Jangan Jadi Pemecah Belah Masyarakat Tabuyung

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
  • print Cetak

 

Ketua IMPT, Elvin Enda Mora (kanan) dan Mahtamal Arifin, Sekretaris IMPT (kiri). Foto: IMPT

MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Unjuk rasa gabungan mahasiswa yakni HMI, GMNI dan SEMMI ke kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, Senin (5/8/2024) ditengarai tidak satupun warga Desa Tabuyung.

“Berdasarkan pantauan kami, tidak satupun mahasiswa atau masyarakat di massa demo yang berasal dari Desa Tabuyung ataupun yang pernah melakukan investigasi ke Desa Tabuyung. Sehingga kami berkeyakinan demo yang dilakukan mahasiswa itu kuat dugaan demo yang digerakkan oleh pihak tertentu untuk memperkeruh suasana sosial masyarakat di Desa Tabuyung,” ungkap Elvin Enda Mora, Ketua Ikatan Mahasiswa Pelajar Tabuyung (IMPT) dalam siaran pers, Senin (5/8/2024).

Lebih lanjut Elvin Enda mengatakan “Sebagai mahasiswa kita wajib berperan di tengah-tengah masyarakat, namun dalam rangka menegakkan kebenaran, keadilan dan membela hak hak masyarakat. Namun, bagaimana demo yang dilakukan hari ini dapat kita yakini murni yang melakukan demo saja tidak pernah ke Tabuyung dan tidak mengerti kondisi masyarakat” lanjut Elvin.

Sementara itu, Mahtamal Arifin, Sekretaris IMPT mengingatkan agar mahasiswa yang tergabung dalam HMI, GMNI dan SEMMI tidak menjadi pemecah belah masyarakat Tabuyung.

“Kondisi pro kontra di tengah-tengah masyarakat Desa Tabuyung sudah berlangsung lama, jangan lagi diperparah dengan gerakan-gerakan mahasiswa yang tidak mengerti masalah yang terjadi,” katanya.

Dia mengajak mahasiswa datang langsung ke Desa Tabuyung jika ingin tahu masalah sebenar di desa itu.

“Silakan turun langsung ke Tabuyung lakukan investigasi, bukan hanya mendengarkan informasi sepihak dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Dan kalau tidak mengerti masalahnya tolong jangan dicampuri, karena hal itu akan merusak citra kita sebagai mahasiswa” terang Arifin.

Menurutnya, mahasiswa yang berdemo itu karena tidak tau saja sepak terjang sekretaris desa yang diberhentikan, bagaimana tindak tanduknya selama menjadi sekdes, sikap dan karakternya.

Di tempat terpisah, Edisyah Putra Tanjung, S.Sos saat kepada wartawan di hari yang sama mengatakan “saya sudah lihat demonya, satu orang pun tidak ada putra Tabuyung, kita ngertilah, itu demo apa dan siapa yang menggerakkan”.

“Kita meminta agar Kadis PMD, Camat dan instansi terkait lebih cermat dan bijak melihat permasalahan ini. Saya rasa tidak perlu berilmu tinggi dan menggunakan intelijen untuk mengetahui itu demo apa,” imbuhnya.

“Bagaimana mungkin, kejadian di Desa Tabuyung, masalahnya pemberhentian perangkat desa, terus mahasiswa demo, siapa yang diberhentikan, apa kaitannya dengan mahasiswa itu. Jadi bagi kita sudah terang-benderang siapa di belakang demo itu, saya alumni UMSU yang juga sering berdemo di medan, mengerti dan memahami betul apakah itu demo murni atau tidak,” terang Edisyah. Putra. (rel)

Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dahlan Dilantik Sebagai Plt Bupati Madina

    Dahlan Dilantik Sebagai Plt Bupati Madina

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina Dahlan Nasution, resmi dilantik sebagai Plt Bupati Madina, menyusul Hidayat Batubara menjadi terdakwa di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan. Prosesi pelantikan Dahlan berlangsung di salah satu ruangan, rumah dinas Gubernur Sumut. Sebelumnya, direncanakan penyerahan SK Plt Dahlan, oleh Gatot Pujo Nugroho, berlangsung di lantai 10 kantor […]

  • Sorikmas Mining Menunggu IPPKH

    Sorikmas Mining Menunggu IPPKH

    • calendar_month Rabu, 31 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PT. Sorikmas Mining saat ini masih menunggu Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dari pemerintah Indonesia. Jika izin ini keluar, maka perusahaan tambang emas di Mandailing Natal itu akan memasuki tahapan konstruksi yang akan menyedot tenaga kerja sekitar dua ribuan orang. “Kalau saat ini kami sama sekali belum diizinkan melakukan kegiatan […]

  • Kasus Kekeringan Sawah, Tak Mampu Sekolahkan Anak Hingga Pindah Kampung

    Kasus Kekeringan Sawah, Tak Mampu Sekolahkan Anak Hingga Pindah Kampung

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) – Kasus kekeringan ribuan hektar tanaman padi di 6 desa Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal (Madina) ternyata sudah berlangsung lama. Petani selama ini hanya pasrah berapapun pendapatan dari sawah harus diterima. Banyak petani berupaya tidak tergantung pada irigasi yang dibangun pemerintah di era tahun 90-an itu, melainkan berupaya mencari aliran tradisional […]

  • Start FM Panyabungan Radio Terbaik Kategori Konten Lokal Oleh KPID Award 2014

    Start FM Panyabungan Radio Terbaik Kategori Konten Lokal Oleh KPID Award 2014

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Radio Start 102,6 FM yang berbasis di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) meraih penghargaan sebagai radio terbaik kategori konten lokal dan nominator 3 besar kategori Talk Show dan Hiburan dari KPID Award Tahun 2014. Penghargaan oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) ini diserahkan di Audiotarium RRI Medan, beberapa waktu lalu, dihadiri […]

  • ZAMAN MILENIAL, MENTAL KOLONIAL

    ZAMAN MILENIAL, MENTAL KOLONIAL

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle M Daud Batubara
    • 0Komentar

    (Relung Hari Kemerdekaan)   Oleh: Dr. M. Daud Batubara, MSi Staf Ahli P&H Pemkab Madina   Sedang Tidak Baik-Baik Saja Akhir-akhir ini di media sosial milenial dan Gen-Z ramai dengan tagar #Indonesia TidakBaikBaikSaja dan #KaburAjaDulu. Tentu itu bukan sekedar gimmick. Jika dicermati dari sisi psikolagi sosial di zaman serba milenial ini, dengan cara hidup yang […]

  • Desa Aek Nabara Panyabungan Timur jadi DPT Terkecil, Sipolu Polu Terbesar di Pilkada Madina

    Desa Aek Nabara Panyabungan Timur jadi DPT Terkecil, Sipolu Polu Terbesar di Pilkada Madina

    • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dari data Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ). Desa Aek Nabara di Kecamatan Panyabungan Timur menjadi desa paling sedikit daftar pemilih tetap ( DPT ) pada Pilkada tahun 2024 ini. Tercatat hanya 39 pemilih saja. Sementara untuk Kelurahan, daftar pemilih terbanyak ada di Kelurahan Sipolu […]

expand_less