Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Muneera Martina: Jadi Muslim Bukan Teroris

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
  • print Cetak

Muneera Martina menatap kosong. Ia teringat betapa hampa hidupnya meski memiliki kemampuan finansial berlebih.

“Inilah rahasia kekuatan Allah, kita membutuhkan-Nya. Dia bimbing manusia dengan rahmat-Nya. Ini yang tidak pernah dipikirkan manusia,” ucap dia seperti dilansir onislam.net, Kamis (26/12).

Martina telah mengunjungi banyak negara dengan harapan memperoleh apa yang dicarinya. Ia ingin mendapatkan kebahagiaan, hal yang sebenarnya tersembunyi dihatinya. Namun, Allah punya rencana lain terhadapnya.

Pada perjalanan itu, Martina mendengar kabar tentang Islam. Seperti informasi lain yang diperolehnya, tidak ada kelengkapan sehingga terkesan biasa dan menyudutkan. “Saya termasuk orang yang tidak puas, itu sebabnya saya mencoba mencari tahu sumber atau pandangan yang berbeda tentang Islam,” ucapnya.

Itu yang kemudian mendorongnya untuk mengenal Timur Tengah. Satu kawasan, lahirnya agama Islam. Pertimbangan Martina saat itu, informasi harus diperoleh dari sumbernya langsung. Informasi ini akan membawa perimbangan dengan banyaknya informasi yang cbias.

“Saya mencoba untuk menemukan jawaban dalam banyak pandangan, termasuk budaya dan bangsa. Islam, saya pikir dibatasi pada suatu kelompok etnis tertentu,” ucapnya.

Mulailah Martina belajar bahasa Arab. Di Bratislava, ia mencari toko  buku yang menjual Alquran. “Aku pandang Alquran ini cukup lama. Perasaan aneh pun muncul, ada sesuatu yang akan mengubah hidup saya,” ungkapnya.

Dua bulan kemudian, Alquran itu kerap ia bawa kemana pun. Diberbagai kesempatan, Martina selalu membacanya, itu termasuk ketika berada diperjalanan menunju kantor. Banyak koleganya yang terganggu dengan apa yang dilakukan Martina. “Saya bukan teroris. Saya hanya ingin mnejadi Muslim tapi saya tidak tahu caranya,” kata Martina setiap pertanyaan yanga muncul dari koleganya.

Suatu hari, Martina menuju kantor. Ia duduk di Trem, saat itu ia mendengar salah seorang penumpang tengah berbicara bahasa Arab. Merasa penasaran, Martina mencari sumber percakapan itu. “Saya terkejut, ketika ada perempuan Slovakia mengenakan hijab,” kata dia.

Seketika, mereka terlibat dalam obrolan hangat. Mereka bertukar alamat, dan berjanji akan bertemu di lain waktu. Selesai bekerja, ia kembali melihat perempuan itu. Kembali, keduanya terlibat pembicaraan serius. Perempuan itu menceritakan keputusannya memeluk Islam. Olehnya, Martina diajak makan malam berwsama.

“Saya selalu ingat, dari mereka, saya beranikan diri mengunjungi masjid. Diluar dugaan, banyak yang seperti saya. Bahkan ada seseorang dengan kisah yang rumit sebelum akhirnya memeluk Islam,” kenang Martina.

“Pagi harinya, saya dengan tekad bulat akan memulai hidup baru. Bismillah, Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Aku percaya Muhammad SAW itu utusan Allah,” ucapnya.(rmol)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Negara, Judi Online, dan Kolonialisasi Kesadaran

    Negara, Judi Online, dan Kolonialisasi Kesadaran

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Ketika yang Dipertaruhkan Bukan Lagi Uang, Tetapi Manusia Itu Sendiri Di permukaan, judi online tampak seperti sekadar kriminalitas digital: situs ilegal, transaksi gelap, promosi vulgar, dan ledakan korban ekonomi rumah tangga. Negara pun terlihat sibuk. Situs diblokir. Rekening dibekukan. Konferensi pers digelar hampir setiap pekan. Tetapi semakin dalam fenomena […]

  • Lagi, Puluhan Ayam Bermatian

    Lagi, Puluhan Ayam Bermatian

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDINGKAT- Sedikitnya 34 ayam milik warga di Desa Sidingkat dan Lingkungan II, Kelurahan Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, mati mendadak. Ayam-ayam yang bermatian diduga akibat tetelo ini merupakan kali kedua. Sebelumnya ratusan ayam di Madina juga mati mendadak. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Paluta Ir Mara Bangun Harahap didampingi Kabid Kesehatan Hewan Bukti […]

  • Usai Imam Salat Jumat, Saipullah Dipeluk Para Tokoh Masyarakat

    Usai Imam Salat Jumat, Saipullah Dipeluk Para Tokoh Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Usai menjadi imam salat Jumat berjamaah di Masjid Misbah Hussudur, calon bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution, langsung dipeluk dan disalami tokoh-tokoh masyarakat (Tomas) Kelurahan Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan, Madina, Jumat (15/11/2024). Sejumlah jamaah salat Jumat menilai Saipullah Nasution sebagai sosok yang paling pantas menjadi Bupati […]

  • Warga Mompang Julu Kembali Blokir Jalinsum

    Warga Mompang Julu Kembali Blokir Jalinsum

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) – Warga Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal, Sumut kembali memblokir jalan lintas sumatera (Jalinsum), Kamis (2/7/2020). Informasi diperoleh, aksi ini buntut dari penangkapan 2 warga Mompang Julu oleh polisi terduga terlibat dalam aksi pembakaran mobil pada kerusuhan 29 Juni 2020. Warga tidak menerima penangkapan warga itu dan menuntut […]

  • Mandailing Natal kaya Dengan  Batu Meteor/Badar Emas

    Mandailing Natal kaya Dengan Batu Meteor/Badar Emas

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Siapa bilang Daerah Mandailing Natal tidak kaya dengan hasil alam khususnya pertambangan? Setelah dimekarkan dari eks Kabupaten Tapanuli Selatan hasil hasil tambang mulai terlihat di tanah Gordang Sembilan baik emas, tembaga,timah dsb. Namun menurut penilitian dan investigasi salah satu LSM di Kabupaten Mandailing Natal menyebutkan bahwa Tanah Mandailing Natal ternyata memiliki batuan yang secara Geologi […]

  • Polri Kantongi Ciri Pelaku Tragedi Lapas Sleman

    Polri Kantongi Ciri Pelaku Tragedi Lapas Sleman

    • calendar_month Rabu, 27 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta (MO) – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sudah mengantongi ciri-ciri para pelaku bersenjata laras panjang dan bertopeng dalam penyerangan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3). “Jelas kita sudah punya info itu dari keterangan saksi, cuma kita belum bisa sampaikan kepada publik karena akan digunakan lagi untuk penyelidikan. Itu […]

expand_less