Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Muneera Martina: Jadi Muslim Bukan Teroris

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
  • print Cetak

Muneera Martina menatap kosong. Ia teringat betapa hampa hidupnya meski memiliki kemampuan finansial berlebih.

“Inilah rahasia kekuatan Allah, kita membutuhkan-Nya. Dia bimbing manusia dengan rahmat-Nya. Ini yang tidak pernah dipikirkan manusia,” ucap dia seperti dilansir onislam.net, Kamis (26/12).

Martina telah mengunjungi banyak negara dengan harapan memperoleh apa yang dicarinya. Ia ingin mendapatkan kebahagiaan, hal yang sebenarnya tersembunyi dihatinya. Namun, Allah punya rencana lain terhadapnya.

Pada perjalanan itu, Martina mendengar kabar tentang Islam. Seperti informasi lain yang diperolehnya, tidak ada kelengkapan sehingga terkesan biasa dan menyudutkan. “Saya termasuk orang yang tidak puas, itu sebabnya saya mencoba mencari tahu sumber atau pandangan yang berbeda tentang Islam,” ucapnya.

Itu yang kemudian mendorongnya untuk mengenal Timur Tengah. Satu kawasan, lahirnya agama Islam. Pertimbangan Martina saat itu, informasi harus diperoleh dari sumbernya langsung. Informasi ini akan membawa perimbangan dengan banyaknya informasi yang cbias.

“Saya mencoba untuk menemukan jawaban dalam banyak pandangan, termasuk budaya dan bangsa. Islam, saya pikir dibatasi pada suatu kelompok etnis tertentu,” ucapnya.

Mulailah Martina belajar bahasa Arab. Di Bratislava, ia mencari toko  buku yang menjual Alquran. “Aku pandang Alquran ini cukup lama. Perasaan aneh pun muncul, ada sesuatu yang akan mengubah hidup saya,” ungkapnya.

Dua bulan kemudian, Alquran itu kerap ia bawa kemana pun. Diberbagai kesempatan, Martina selalu membacanya, itu termasuk ketika berada diperjalanan menunju kantor. Banyak koleganya yang terganggu dengan apa yang dilakukan Martina. “Saya bukan teroris. Saya hanya ingin mnejadi Muslim tapi saya tidak tahu caranya,” kata Martina setiap pertanyaan yanga muncul dari koleganya.

Suatu hari, Martina menuju kantor. Ia duduk di Trem, saat itu ia mendengar salah seorang penumpang tengah berbicara bahasa Arab. Merasa penasaran, Martina mencari sumber percakapan itu. “Saya terkejut, ketika ada perempuan Slovakia mengenakan hijab,” kata dia.

Seketika, mereka terlibat dalam obrolan hangat. Mereka bertukar alamat, dan berjanji akan bertemu di lain waktu. Selesai bekerja, ia kembali melihat perempuan itu. Kembali, keduanya terlibat pembicaraan serius. Perempuan itu menceritakan keputusannya memeluk Islam. Olehnya, Martina diajak makan malam berwsama.

“Saya selalu ingat, dari mereka, saya beranikan diri mengunjungi masjid. Diluar dugaan, banyak yang seperti saya. Bahkan ada seseorang dengan kisah yang rumit sebelum akhirnya memeluk Islam,” kenang Martina.

“Pagi harinya, saya dengan tekad bulat akan memulai hidup baru. Bismillah, Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Aku percaya Muhammad SAW itu utusan Allah,” ucapnya.(rmol)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Walikota: CPNS Gate Tidak Terulang Lagi

    Walikota: CPNS Gate Tidak Terulang Lagi

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pematangsiantar, Walikota Pematang Siantar Hulman Sitorus SE meminta masyarakat agar melaporkan dugaan kecurangan database honorer. Jika terbukti ada kecurangan akan diberikan sanksi tegas bagi pejabat yang terlibat. “Saya akan menerima seluruh aspirasi dan laporan tentang adanya dugaan permainan “kotor” dalam pembuatan database sementara honorer yang akan diangkat menjadi CPNS,” kata Walikota Hulman Sitorus SE melalui […]

  • Penjualan Pupuk Bersubsidi Harus Sesuai HET

    Penjualan Pupuk Bersubsidi Harus Sesuai HET

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penjualan pupuk bersubsidi oleh pengecer kepada petani  di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) harus sesuai dengan HET (Harga Ecerean Tertinggi).  Sedangkan HET yang ditetapkan adalah sebesar 90.000 per sak untuk jenis urea. Itu dikatakan Kepala Dinas Pertanian Madina, Taufik Zulhandra Ritonga kepada Mandailing Online, Rabu (8/4) usai menghadiri Rapat Koordinasi Penyaluran […]

  • Tapsel Didominasi Pelamar Guru

    Tapsel Didominasi Pelamar Guru

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sampai hari keenam pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Jumat (26/11), total pelamar yang mendaftar mencapai 675 pelamar. Dari jumlah tersebut, pelamar guru atau untuk tenaga pendidik mendominasi, yakni, mencapai 409 pelamar. Disusul tenaga kesehatan sebanyak 170 pelamar, sedangkan untuk tenaga teknis 96 pelamar. “Untuk tenaga kependidikan atau guru 409 […]

  • Kasus 2 Milyar : Seluruh Anggota DPRD Madina Terlibat

    Kasus 2 Milyar : Seluruh Anggota DPRD Madina Terlibat

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dugaan korupsi di DPRD Mandailing Natal (Madina) sebesar 2 milyar rupiah lebih mulai terasa kebenarannya. Seorang anggota DPRD Madina menyatakan kebenarannya. Menurut anggota dewan yang minta namanya tak ditulis menyatakan bahwa dana 2 milyar lebih itu pun sudah menjadi temuan BPK (Badan Pemerinsa Keuangan) RI. Dana tersebut adalah dana tahun anggaran […]

  • RITME GORDANG SAMBILAN

    RITME GORDANG SAMBILAN

    • calendar_month Sabtu, 6 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    GORDANG SAMBILAN – Penabuh jangat tengah menarikan sejenis gerakan moncak mangikuti hentakan-hentakan ritme gordang sambilan di pagelaran seni budaya Mandailing, panggung pasar baru Panyabungan, Mandailing Natal, baru-baru ini. Kesenian gordang sambilan merupakan sebuah kesenian rakyat Mandailing serta kekayaan budaya Indonesia yang harus dilestarikan. Pemerintah daerah diharapkan meningkatkan kelembagaan kesenian tradisional sebagai salah satu upaya mempertahankan […]

  • Ketua IMPT: Mahasiswa Jangan Jadi Pemecah Belah Masyarakat Tabuyung

    Ketua IMPT: Mahasiswa Jangan Jadi Pemecah Belah Masyarakat Tabuyung

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Unjuk rasa gabungan mahasiswa yakni HMI, GMNI dan SEMMI ke kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, Senin (5/8/2024) ditengarai tidak satupun warga Desa Tabuyung. “Berdasarkan pantauan kami, tidak satupun mahasiswa atau masyarakat di massa demo yang berasal dari Desa Tabuyung ataupun yang pernah […]

expand_less