Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Madina Endemis Malaria

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
  • print Cetak


MADINA- Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merupakan salah satu daerah endemis malaria di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). “Dari sekitar 24 ribuan masyarakat Madina, 9.671 jiwa terjangkit malaria,” sebut Kepala Kantor Penanggulangan Malaria Pemkab Madina, Arifin Fausi Lubis Apt MM, kepada METRO, di ruang kerjanya, Jumat (12/11).

Arifin menambahkan, malaria merupakan penyakit yang harus ditangani serius dan intensif. Berdasarkan fakta, Madina merupakan endemis malaria dengan hitungan dalam 1.000 jiwa penduduk masih terdapat 50 orang atau 50 kasus malaria.

“Pada tahun 2009, dari 24 ribuan orang tercatat 9.671 kasus malaria dari 3 klinik kantor malaria yang ada di Madina. Ketiga klinik tersebut tersebar di Kecamatan Siabu, Panyabungan, dan Kantor Penanggulangan Malaria Pemkab Madina,” ujar Arifin.

Jumlah ini, sambung Arifin, sudah menurun bila dibandingkan dengan jumlah kasus malaria pada tahun 2008 yang berjumlah 12.175. Artinya, penurunan kasus mencapai 20,6 persen.

Arifin memaparkan, pada tahun 2009 ada beberapa kecamatan yang masuk garis merah atau kecamatan yang endemis malaria, yakni Kecamatan Panyabungan, Panyabungan Timur, Hutabargot, dan Panyabungan Utara. Namun, untuk tahun ini tinggal 1 kecamatan lagi, yakni Hutabargot.

“Daerah yang masuk kategori garis merah ini artinya daerah yang jumlah penderita malarianya di atas 50 orang setiap 1.000 orang penduduk, sedangkan 50 orang hingga 20 orang dimasukkan ke kategori sedang kemudian dari 1.000 jiwa penduduk dan yang mengidap penyakit malaria hanya 20 orang ke bawah dimasukkan ke kategori rendah,” terangnya.

Diuraikannya, dampak yang ditimbulkan oleh penyakit malaria ini termasuk meningkatnya angka kematian bayi, balita, wanita hamil, ibu menyusui, hingga menurunkan produktifitas sumber daya manusia. Artinya, dengan jumlah kasus malaria yang besar itu dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar.

“Dengan demikian, maka malaria merupakan ancaman serius terhadap prembangunan bangsa begitu juga dengan daerah terutama bagi perekonomian masyarakat Madina,” terangnya.

Oleh sebab itu, lanjut Arifin lagi, penanggulangan dan penatalaksanaan penyakit malaria di Madina harus ditingkatkan dengan komitmen Pemerintah Daerah yang memberikan istansi khusus yang menangani masalah penyakit malaria.

Hal ini bertujuan agar penanggulangan malaria lebih terarah, terpadu, profesioanal, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga program Indonesia Bebas Malaria yang dicanangkan oleh Kemenkes RI dapat dilaksanakan di seluruh Indonesia terutama di Madina.

Arifin mengimbau seluruh masyarakat Madina untuk mendukung terhadap program eliminasi malaria di Kabupaten Madina dari seluruh lintas program dan sektor lainnya.

“Melalui kemitraan, kesetaraan, komunikasi, akuntabilitas serta transparansi dapat tercapai menuju eliminasi malaria di Kabupaten Madina dapat ditekan segera mungkin sehingga derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Madina dapat diperbaiki dan ditingkatkan,” tuturnya.

Sementara itu, Riskiyah (39) seorang IRT warga Desa Lumban Dolok, Kecamatan Siabu ditemui METRO usai berobat dari klinik malaria di Kecamatan Siabu mengungkapkan bahwa keberadaan klinik malaria sangat berguna bagi warga.

Sesuai pengalamannya berobat di Puskemas, pelayanan yang tersedia di Puskesmas kurang sesuai dengan penyakit malaria yang dialaminya. “Klinik malaria ini cukup berarti bagi warga, karena mayoritas penyakit demam yang sering dialami setelah dideteksi di klinik malaria, ternyata penyakit malaria bukan demam biasa,” sebutnya. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Sumut Harus Rampungkan Jembatan Pasar V Natal

    Pemprov Sumut Harus Rampungkan Jembatan Pasar V Natal

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara diminta segera merampungkan pembangunan jembatan jalur Natal-Batahan di Mandailing Natal. Pelajar Desa Pasar V dan Pasar VI Natal harus memanjat abutmen jembatan yang belum siap itu untuk tiba di seberang, menuju sekolah. Mereka harus memanjat abutmen jembatan setinggi sekitar 5 meter itu tiap pergi dan pulang […]

  • Kejatisu belum layak terbaik

    Kejatisu belum layak terbaik

    • calendar_month Selasa, 20 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (MO)– Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) dinilai tidak layak menerima peringkat terbaik ke-3 prestasi kerja Kejati se-Indonesia Tahun 2012 dari Kejaksaan Agung. Sementara segudang kasus besar khususnya kasus korupsi yang yang sedang ditangani Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara belum mampu diselesaikan. “Pemberian penghargaan ini hanya seremonial dan tidak layak Kejati Sumut untuk mendapatkan gelar […]

  • Sorikmas Mining Bantu Penimbunan Jalan

    Sorikmas Mining Bantu Penimbunan Jalan

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    Perusahaan PT Sorikmas Mining membantu penimbunan jalan lintas Malintang – Tanjung Sialang, Jumat (20/9). Jalan lintas desa Malintang Jae – Tanjung Sialang ini merupakan jalur vital masyarakat menuju sentra perkebunan masyarakat pada dua desa itu. (MO)

  • Pospedasu VI di Madina, Diikuti 23 Kabupaten/Kota

    Pospedasu VI di Madina, Diikuti 23 Kabupaten/Kota

    • calendar_month Senin, 30 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pospedasu Sumatera Utara  ke-VI diikuti diikuti sebanyak 908 peserta dari 23 kabupaten/kota di Sumut. Popedasu (Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren) itu dilaksanakan di Kabupaten Mandailing Natal selabagai tuan rumah dari tanggal 29 Maret sampai 4 Juni 2016.  Dibuka oleh Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi, Minggu (29/5). Ketua Panitia Pelaksana, […]

  • KTNA Madina Rembug Perdana, Bahas 5 Issu Pertanian Perkebunan

    KTNA Madina Rembug Perdana, Bahas 5 Issu Pertanian Perkebunan

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah dilantik bulan lalu, pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Mandailing Natal (Madina) melakukan rembug pertama, Kamis (24/4/2014) membahas sekitar 5 poin issu pertanian dan perkebunan. Upaya mengembangkan kembali jeruk maga di kawasan Sibanggor menjadi salah satu topik bahasan. Jeruk Maga yang sempat terkenal dari Madina sempat punah akibat serangan virus […]

  • Ratusan Warga Serbu Polsek Panyabungan

    Ratusan Warga Serbu Polsek Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 23Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ratusan penduduk Kelurahan Sipolu-polu, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyerbu Mapolsek Panyabungan, Jumat sore (20/9/2013) Warga merusak sebagian fisik kantor Mapolsek. Kaca penyekat ruangan di bagian pos pecah. Sementara kantor Unit Lantas Panyabungan yang berjarak sekira 200 meter dari mapolsek juga kena sasaran amuk massa. Saat massa melewati unit lantas ini […]

expand_less