Senin, 20 Apr 2026
light_mode

Makna Lambang IMAMI

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 26 Jun 2014
  • print Cetak

KUALA LUMPUR (Mandailing Online) – Satu organisasi baru yang menyatukan etnis Mandailing lintas dua negara telah terbentuk. Namanya Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia (IMAMI) yang dibentuk di Malaysia oleh para tokoh Mandailing yang ada di Malaysia dan tokoh Mandailing dari Tanah Leluhur, Sumatera, Indonesia, bulan Juni 2014.

Berdasar Anggaran Dasar IMAMI Pasal 18 tentang makna lambang organisasi:

1. Tulisan “Ikatan Mandailing Malaysia-Indonesia” yang membentuk separuh bulatan di bagian atas merujuk kepada nama penuh organisasi ini yang akan memayungi gerakan, usaha dan program-program untuk mempererat hubungan masyarakat kaum Mandailing di Malaysia dan Indonesia.

2. Pecahan dua jalur separuh bulatan yang tercantum di bawah logo ini, yaitu di sebelah kiri terdapat empat jalur yang berwarna biru, kuning, merah dan putih (dari luar ke dalam) serta di sebelah kiri dan di sebelah kanan pula dua jalur berwarna merah dan putih (dari luar ke dalam) melambangkan warna-warna dalam bendera Malaysia dan Indonesia. Ini sekali gus melambangkan tekad organisasi ini untuk mempererat hubungan dan jalinan kerjasama antara kaum Mandailing di Malaysia dan Indonesia.

3. Tiga segi tiga sama, yaitu di bagian atas terdapat segi tiga sama berwarna kuning bertulisan MORA, di bawah kiri segi tiga sama berwarna hitam bertulisan KAHANGGI dan di bagian bawah kanan segi tiga sama berwarna merah bertulisan ANAK BORU dan di tengah-tengah cantuman ketiga-tiga segi tiga sama itu berwarna putih-merujuk kepada konsep Dalihan Na Tolu atau Tungku Yang Tiga dalam kehidupan hakiki masyarakat Mandailing.

Secara abstrak, setiap orang mempunyai peranan atau posisi dalam ketiga-tiganya, iaitu sebagai MORA (keluarga pemberi anak gadis), KAHANGGI (kerabat atau sanak-saudara satu marga/satu nama keturunan keluarga), dan ANAK BORU (keluarga penerima anak gadis). Dalam adat suku kaum Mandailing, kekerabatan/persaudaraan diikat oleh Dalihan Na Tolu membentuk ikatan rasa “sahancit sahasonangan dan sasiluluton sasiriaon” atau “sakit senang dirasakan bersama”.

4. Tulisan “IMAM-I” di bawah ketiga-tiga segi tiga sama itu merujuk kepada kependekan atau akronim untuk Organisasi ini.

5. Latar belakang berwarna biru cantuman separuh bulatan dan separuh anak panah dengan sasaran ke atas, melambangkan kedudukan geografi masyarakat suku Mandailing di Malaysia dan Indonesia yang dipisahkan oleh samudera atau lautan Selat Melaka tetapi mempunyai satu cita-cita, satu matlamat, satu azam, satu tekad dan satu iltizam, iaitu untuk sama-sama bergandingan ke arah kekuatan perpaduan, kemantapan ukhuwah dan kehebatan silarutahim antara kedua-dua pihak selain sasaran untuk memajukan masyarakat di kedua-dua pihak dalam segenap bidang.

Sumber : IMAMI
Redaktur: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tender DAK Disdik Madina di Duga Formalitas

    Tender DAK Disdik Madina di Duga Formalitas

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan – Tender yang dilakukan panitia pengadaan barang dan jasa pemerintah pada Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diduga hanya formalitas belaka, sebab kuat dugaan 78 paket di instansi tersebut sudah di kapling jauh-jauh hari. Buktinya, para kontraktor yang datang telah mengantongi lokasi kegiatan serta jenis kegiatan yang akan di daftarkannya. “Rp 35 miliar Dana […]

  • Potret Buram Sekolah di Labuhanbatu Siswa Belajar Beralaskan Tikar dan di Ruang Guru

    Potret Buram Sekolah di Labuhanbatu Siswa Belajar Beralaskan Tikar dan di Ruang Guru

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Labuhanbatu. Kasus siswa-siswi belajar tanpa dilengkapi sarana dan prasarana proses belajar mengajar (PBM) yang memadai, mulai terungkap di Kabupaten Labuhanbatu. Kalau siswa SMA Negeri 1 Kecamatan Panai Hilir, belajar beralaskan tenda biru, di SMP Negeri 2 (satu atap) Dusun Tanjung Harapan, Kecamatan Pangkatan, harus belajar dengan beralaskan tikar. Siswa-siswi SMPN 2 sebanyak 44 orang terpaksa […]

  • Warga Sumbar Garap Lahan Tambang Emas Ilegal di Kawasan TNBG Madina

    Warga Sumbar Garap Lahan Tambang Emas Ilegal di Kawasan TNBG Madina

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online: Pengerusakan lingkungan akibat tambang emas ilegal dikawasan taman nasional batang gadis  ( TNBG ) di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) terus terjadi. Tepat nya di Aek Bontar desa Batahan Kecamatan Kotanopan. Aktifitas tambang dengan menggunakan alat berat jenis excavator seolah tidak tersentuh aparat penegak hukum. pengakuan warga sendiri, oknum warga dari sumatera […]

  • Kepala Desa di Madina Nihil Visi Ekonomi, Akibatnya Dana Desa Tak Berdampak Memakmurkan Rakyat

    Kepala Desa di Madina Nihil Visi Ekonomi, Akibatnya Dana Desa Tak Berdampak Memakmurkan Rakyat

    • calendar_month Selasa, 4 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mayoritas kepala desa di Mandailing Natal (Madina) tidak memiliki visi terhadap pengembangan perekonomian desa. Hal itu dibuktikan minimnya jumlah desa yang mengarahkan Dana Desa bagi upaya pertumbuhan ekonomi desa. “Niat pemerintah Indonesia memajukan ekonomi penduduk desa melalui Dana Desa justru mentok di tangan kepala desa,” kata Maruli Borotan, warga Panyabungan […]

  • Karyawan Bank Sumut Panyabungan Gerak Jalan Santai

    Karyawan Bank Sumut Panyabungan Gerak Jalan Santai

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan – Keluarga Besar PT Bank Sumut Cabang Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Minggu (7/11), melakukan gerak jalan santai serangkaian mempringati HUT ke-49 bank tersebut. Start dimulai di depan kantor bank tersebut menuju Pasar Lama dan kembali ke titik stard dengan jarak tempuh 2 km. Menurut Kepala Cabang Bank Sumut Panyabungan, Hifzan Lubis, ada 100 […]

  • Pembukaan Jalur Madina-Palas Harus Dilanjutkan

    Pembukaan Jalur Madina-Palas Harus Dilanjutkan

    • calendar_month Jumat, 19 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Desa-desa di Kecamatan Panyabungan Tumur meminta kelanjutan pembukaan ruas jalan Panyabungan Timur-Palas. Jalan yang menghubungkan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan Kabupaten Padang Lawas (Palas) dinilai akan mendongkrak gerak lalaulintas ekonomi Madina jika kelak jalur itu berlanjut menuju pelabuhan Dumai di pantai timur. Pembukaan jalur Madina-Palas melalui Panyabungan Timur telah dibuka […]

expand_less