Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Mengapa Bupati Madina Ngotot CPNS Putra Daerah?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 11 Jun 2014
  • print Cetak

PANABUNGAN (Mandailing Online) – Fakta yang diungkapkan Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Informasi Publik (KIP) KemenPAN-RB, Herman Suryatman, Rabu, (10/6/2014) tentang sikap bupati Mandailing Natal (Madina) soal CPNS 2013 cukup tepat.

Herman Suryatman mengungkap kengototan Bupati Madina Dahlan Hasan untuk mengakomodir sebanyak mungkin putra asli daerah lulus tes CPNS 2013.

Bupati Madina memiliki sikap bahwa hasil seleksi CPNS 2013 sejatinya adalah putra putri daerah yang berdomisili di kawasan tempat kerjanya.

Dalam sebuah wawancara antara Mandailing Online dengan Plt. Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution beberapa waktu lalu di rumah dinas wakil bupati, Dahlan Hasan Nasution mengungkapkan sikapnya bahwa CPNS sejatinya putra daerah.

Bupati mencontohkan kasus kekurangan guru di kawasan desa pedalaman seperti Desa Batahan, Kecamatan Kotanopan. Kekurangan itu karena tak ada guru PNS di sekolah itu yang berasal dari desa setempat.

Banyak guru hanya bertahan sebentar di desa-desa jauh, akibatnya terjadi kekurangan guru dan yang merugi adalah generasi muda di desa itu.

Dalam konteks putra daerah ini, bukan CPNS dari luar kabupaten atau luar provinsi yang dimaksud bupati, tetapi dari desa lain yang jauh. Contohnya, meski berada dalam satu kecamatan CPNS dari Kelurahan Kotanopan belum tentu bertahan di Desa Batahan.

Pengertian maksud bupati ini adalah guru PNS di desa pedalaman harus guru yang berasal dari desa tersebut atau paling tidak desa tetangga agar tak ada niat pindah.

Trend perpindahan PNS dari kawasan pedesaan ke kota selama ini sangat merugikan daerah. Para bupati selama ini selalu dalam posisi sulit. Jika CPNS sudah memperoleh status PNS maka beberapa tahun kemudian akan bersusaha pindah ke tempat yang bagus.

Beking PNS yang pindah itu ada yang berstatus anggota DPRD, ada pejabat polisi, ada pejabat kejaksaan, ada pejabat kehakiman, ada juga tokoh Madina yang tinggal di Jakarta. Para beking ini akan menekan bupati supaya meloloskan permohonan pindah, dan bupati tak bisa menolak karena yang para beking adalah orang-orang berpengaruh yang mampu mengganggu stabilitas sosisl politik kabupaten.

Berdasar itu, bupati menyatakan bahwa sikapnya yang ngotot pada putra daerah bukan sebagai pola pikirnya yang sempit alias egoisme daerah, melainkan sebuah keinginan agar para PNS bisa bertahan dan dan memiliki tanggungjawab yang tinggi karena dia bertugas di kawasannya.

Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jafar, Siaswa SMK Negeri 2 Panyabungan Juara I LKS Tingkat Sumut

    Jafar, Siaswa SMK Negeri 2 Panyabungan Juara I LKS Tingkat Sumut

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Prestasi gemilang kembali ditorehkan putra Mandailing Natal (Madina). Kali ini, Jakfar kelas XI TKK SMK Negeri 2 Panyabungan meraih juara I Lomba Kompetensi Siwa (LKS) tingkat Provinsi Sumatera Utara. Dalam catatan Kabupaten Mandailing Natal, baru baru kali ini pelajar dari Madina meraih juara I pada ajang tersebut. “Alhamdulilah Ananda Jakfar yang […]

  • Mafia Tambang Emas Ilegal Kembali Beraksi di Sejumlah Titik di Madina

    Mafia Tambang Emas Ilegal Kembali Beraksi di Sejumlah Titik di Madina

    • calendar_month Sabtu, 25 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online): praktek tambang emas tanpa izin dengan menggunakan alat berat kembali berlangsung di wilayah hukum Polsek Kota Nopan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina). Padahal wilayah Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dibwilayah itu pada 25 April 2024 lalu telah ditertibkan dan penindakan oleh jajaran lintas sektoral otoritas daerah. Tindakan yang dilakukan seolah tidak menjadi […]

  • El Sisi dan Kebijakan Anti-Ikhwanul Muslimin Mesir

    El Sisi dan Kebijakan Anti-Ikhwanul Muslimin Mesir

    • calendar_month Jumat, 1 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pengadilan Pidana Kairo pada Senin, 30 Mei 2016 memvonis Mohammed Badie dan 35 anggota Ikhwanul Muslimin dengan hukuman penjara seumur hidup terkait dengan kasus yang dikenal sebagai “Peristiwa Ismailia” di pertengahan 2013. “Peristiwa Ismailia” mengacu pada dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh anggota-anggota Ikhwanul Muslimin di kota Ismailia menyusul kudeta militer tahun 2013 yang menggulingkan […]

  • Atika : Varietas Siganteng Harus Dimuliakan Untuk Mendongkrak Penghasilan Petani

    Atika : Varietas Siganteng Harus Dimuliakan Untuk Mendongkrak Penghasilan Petani

    • calendar_month Sabtu, 5 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan Sukhairi-Atika akan melakukan pemuliaan bibit padi varietas Siganteng sebagai salah satu upaya nyata meningkatkan intensifikasi persawahan di Mandailing Natal (Madina). Varietas Siganteng adalah varietas yang ditemukan petani bernama Imran (almarhum) di Desa Huraba, Siabu, Madina beberapa tahun lalu. Varietas ini mampu memproduksi 9 hingga 11 ton per Ha. Nyaris menyamai […]

  • SMGP Belum Tahun Penyebab Kebakaran

    SMGP Belum Tahun Penyebab Kebakaran

    • calendar_month Jumat, 14 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIBANGGOR (Mandailing Online) – Sejauh ini belum diketahui penyebab kebakaran instlasi wellpad AA pembangkit listrik tenaga panas bumi di Sibanggor. Kebakaran terjadi Jum’at siang (14/5/2021) tepatnya di Wellpad AA di area konstruksi unit power plant 15 MW fase kedua di Desa Sibanggor, Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal, Sumut. Proyek tersebut dikelola PT Sorik Marapi […]

  • Sengketa Lahan Warga Suka Makmur-PT Alam Dahlan: Masyarakat dan Perusahaan Harus Jujur

    Sengketa Lahan Warga Suka Makmur-PT Alam Dahlan: Masyarakat dan Perusahaan Harus Jujur

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution menegaskan, untuk menyelesaikan persoalan/sengketa lahan antara masyarakat Desa Suka Makmur, Kecamatan Muara Batang Gadis dengan PT Anugerah Langkat Makmur (Alam), maka kedua belah pihak harus mempunyai itikad yang baik, serta harus jujur. “Saya tidak ingin persoalan ini terus berlarut–larut, sehingga pada waktu kemarin, saat mengantar masyarakat […]

expand_less