Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

Mulak Tu Huta, Ubat Lungun, Palagut Namarserak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 13 Des 2019
  • print Cetak

 

Rombongan Mulak Tu Huta di halaman Bagas Godang Panyabungan Tonga, Mandailing Natal.

 

 

Catatan : Dahlan Batubara

 

Program “Mulak Tu Huta” sudah berlangsung sejak tahun 2012.

Suatu program diperuntukkan bagi etnis Mandailing di Malaysia untuk menginjakkan kaki di tanah leluhur : tanah Mandailing.

Etnis Mandailing tersebar di berbagai negara bagian : Perak, Negeri Sembilan, Selangor, Kedah, Kuala Lumpur dan lain-lain.

Migrasi orang Mandailing bermula dari 1800-an dari Sumatera ke Semenanjung.

Pemisahan Sumatera dengan Semenanjung dalam peta jajahan kolonial Inggris dan Belanda menyebabkan dua geografis terpisah secara nasionalisme di kemudian masa.

Semenanjung menjadi negara Malaysia, Sumatera masuk ke dalam wilayah Indonesia.

Meski telah berbeda negara, hubungan darah tak pernah sirna.

Orang Mandailing di Malaysia memiliki saudara di tanah leluhur.

Orang Mandailing di tanah leluhur memiliki saudara di Malaysia.

Tetapi, banyak orang Mandailing di Malaysia tak lagi tahu letak kampung halamannya di tanah leluhur.

Pun, banyak orang Mandailing di tanah leluhur tak tahu letak domisili saudaranya di Malaysia.

Akibatnya, hingga kini saling mencari terus berlangsung.

Sebagian bernasib baik : berhasil bertemu.

Sebagian lainnya masih mencari. Entah sampai kapan.

Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia (IMAMI) turut memfasilitasi pencarian itu.

Sampai kini, kantor cabang IMAMI telah berdiri di banyak negara bagian Malaysia.

Organisasi IMAMI ada dua.

Satu di Malaysia. Namanya IMAMI-Malaysia. Presidennya, Dato’ Tamimi Siregar (sutradara tersohor di Malaysia). Setia Usahanya, Ramli Bin Abdul Karim Hasibuan.

Satu lagi di Indonesia. Namanya, IMAMI-Indonesia. Presidennya, Aswin Siregar (wakil bupati Tapanuli Selatan).

Kedua organisasi kembar ini berupaya menguatkan penyelarasan hubungan persaudaraan Mandailing di kedua negara dari sisi budaya, bahasa, sejarah, silaturrahim dan ekonomi.

Suatu upaya penyelarasan dalam apa yang disebut “padomu namarotak, palagut namarsarak”.

Selain upaya menyatukan kembali keterpisahan sejak ratusan tahun silam itu, program Mulak Tu Huta juga menjadi bagian penting.

Mulak Tu Huta sangat urgen dalam menyahuti kerinduan etnis Mandailing terhadap tanah leluhur.

Meski banyak yang belum berhasil mengetahui letak kampung halamannya di tanah moyang, minimal menginjakkan kaki di tanah leluhur sudah merupakan kebahagiaan.

Oleh karena itu, Mulak Tu Huta yang diselenggarakan 2 kali dalam setahun memiliki urgensi yang besar.

Mulak Tu Huta November 2019 diikuti 70 orang kaum Mandailing dari berbagai negara bagian.

Mereka menyatu dalam kebahagiaan hati menelusuri kampung-kampung dan tempat bersejarah di tanah leluhur.

Makan bersama di perkampungan (Hutapuli Kecamatan Siabu dan Hutapungkut Jae Kecamatan Kotanopan).

Menelusuri tempat bersejarah di Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara, Bagas Godang di Panyabungan dan Ulupungkut.

Melihat cara bertenun ulos di Sipirok; mangalame di Panyabungan hingga melihat langsung kilang kopi Mandailing di Alahan Kae, Ulupungkut.

Bahkan disambut ahli waris Kesultanan Kota Pinang serta organisai IKLAS di Labuhan Batu Selatan.

Dan juga sambutan Patuan Mandailing di Sopo Godang Hutasiantar, Kotasiantar, Panyabungan dengan tabuhan Gordang Sambilan dan kesempatan Manortor untuk rombongan.

Lebih dari itu, Mulak Tu Huta adalah juga sebagai napak tilas untuk turut merasakan bagaimana pahit getir dan susahnya leluhur masa lalu mendaki hutan belantara, menempuh lembah dan sungai hingga menyeberangi Selat Malaka ketika melakukan migrasi masa 1800-an dari tanah Mandailing menuju Semenanjung.* (Dahlan Batubara adalah jurnalis tinggal di Panyabungan)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bode Tanjung : Kapasitas Imran Khaytami Diragukan Pimpin Madina

    Bode Tanjung : Kapasitas Imran Khaytami Diragukan Pimpin Madina

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : As Imran Khaytami Daulay dinilai belum layak untuk jabatan bupati Madina saat ini. Itu diungkapkan Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Mandailing Natal (Madina), Bode Tanjung kepada Mandailing Online, Kamis (11/7/2019) melalui sambungan telefon seluler. Penilaian itu diutarakan Bode menyusul kemunculan nama As Imran Khaytami Daulay untuk maju sebagai calon […]

  • Sosok Atika di Mata Emak-emak Lumban Dolok

    Sosok Atika di Mata Emak-emak Lumban Dolok

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Lagi-lagi kesamaan gender menjadi alasan emak-emak di Desa Lumban Dolok, Kecamatan Siabu, mendukung Atika Azmi Utammi Nasution sebagai calon wakil bupati Mandailing Natal (Madina) yang berpasangan dengan H. Saipullah Nasution sebagai calon bupati. Mereka menganggap keberadaan Atika sebagai pasangan calon (Paslon) nomor urut 2 pada Pilkada Madina 2024 sebagai wakil […]

  • Kualitas Pembangunan Jalan Setapak Sangat Rendah

    Kualitas Pembangunan Jalan Setapak Sangat Rendah

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sejumlah warga Desa Sundutan Togo, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Madina meninjau pembangunan jalan setapak sepanjang 180 meter yang mempunyai kualitas yanga sangat rendah sebab campuran semen dan pasir sudah bias dicakar ayam. “Harapan warga atas sebuah pembangunan dari Pemkab Madina selama ini dengan terbangunnya sebuah jalan setapak […]

  • Harga Kakao Turun Lagi

    Harga Kakao Turun Lagi

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam satu pekan terakhir ini harga kakao kering di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami penurunan sekitar Rp.2.000/ Kg di tingkat petani. Harga pada Senin (17/11) dikisaran Rp.26.000/kg dari sebelumnya Rp.28.000/Kg. Pernurunan ini terus terjadi dimana beberapa bulan lalu masih di atas 30.000 rupiah per kilo gram. Pulen Rangkuti seorang pengumpul […]

  • Tapteng Pecahkan Rekor MURI Bakar Ikan

    Tapteng Pecahkan Rekor MURI Bakar Ikan

    • calendar_month Sabtu, 25 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Barus- (MO), Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) berhasil mencatatkan namanya di buku catatan Museum Rekor Indonesia (MURI), dengan memecahkan rekor bakar ikan terpanjang dalam sejarah Indonesia. “Kami mengucapkan selamat kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng, dengan bangga dan hormat, MURI memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan berhak menerima Sertifikat Rekor Indonesia,” kata Tim MURI, Wawan dipanggung lokasi bakar ikan, […]

  • Bupati Buka Pelatihan Satpol PP Tanggap Bencana

    Bupati Buka Pelatihan Satpol PP Tanggap Bencana

    • calendar_month Selasa, 15 Nov 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution membuka pelatihan bagi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) untuk menghadapi bencana alam di Lapangan Masjid agung Nur Ala Nur, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Selasa (15/11/2022). Kepala Satpol PP Madina Lis Mulyadi Nasution menyatakan pelatihan berlangsung tanggal 15-17 November […]

expand_less