Sabtu, 11 Apr 2026
light_mode

Mulak Tu Huta, Ubat Lungun, Palagut Namarserak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 13 Des 2019
  • print Cetak

 

Rombongan Mulak Tu Huta di halaman Bagas Godang Panyabungan Tonga, Mandailing Natal.

 

 

Catatan : Dahlan Batubara

 

Program “Mulak Tu Huta” sudah berlangsung sejak tahun 2012.

Suatu program diperuntukkan bagi etnis Mandailing di Malaysia untuk menginjakkan kaki di tanah leluhur : tanah Mandailing.

Etnis Mandailing tersebar di berbagai negara bagian : Perak, Negeri Sembilan, Selangor, Kedah, Kuala Lumpur dan lain-lain.

Migrasi orang Mandailing bermula dari 1800-an dari Sumatera ke Semenanjung.

Pemisahan Sumatera dengan Semenanjung dalam peta jajahan kolonial Inggris dan Belanda menyebabkan dua geografis terpisah secara nasionalisme di kemudian masa.

Semenanjung menjadi negara Malaysia, Sumatera masuk ke dalam wilayah Indonesia.

Meski telah berbeda negara, hubungan darah tak pernah sirna.

Orang Mandailing di Malaysia memiliki saudara di tanah leluhur.

Orang Mandailing di tanah leluhur memiliki saudara di Malaysia.

Tetapi, banyak orang Mandailing di Malaysia tak lagi tahu letak kampung halamannya di tanah leluhur.

Pun, banyak orang Mandailing di tanah leluhur tak tahu letak domisili saudaranya di Malaysia.

Akibatnya, hingga kini saling mencari terus berlangsung.

Sebagian bernasib baik : berhasil bertemu.

Sebagian lainnya masih mencari. Entah sampai kapan.

Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia (IMAMI) turut memfasilitasi pencarian itu.

Sampai kini, kantor cabang IMAMI telah berdiri di banyak negara bagian Malaysia.

Organisasi IMAMI ada dua.

Satu di Malaysia. Namanya IMAMI-Malaysia. Presidennya, Dato’ Tamimi Siregar (sutradara tersohor di Malaysia). Setia Usahanya, Ramli Bin Abdul Karim Hasibuan.

Satu lagi di Indonesia. Namanya, IMAMI-Indonesia. Presidennya, Aswin Siregar (wakil bupati Tapanuli Selatan).

Kedua organisasi kembar ini berupaya menguatkan penyelarasan hubungan persaudaraan Mandailing di kedua negara dari sisi budaya, bahasa, sejarah, silaturrahim dan ekonomi.

Suatu upaya penyelarasan dalam apa yang disebut “padomu namarotak, palagut namarsarak”.

Selain upaya menyatukan kembali keterpisahan sejak ratusan tahun silam itu, program Mulak Tu Huta juga menjadi bagian penting.

Mulak Tu Huta sangat urgen dalam menyahuti kerinduan etnis Mandailing terhadap tanah leluhur.

Meski banyak yang belum berhasil mengetahui letak kampung halamannya di tanah moyang, minimal menginjakkan kaki di tanah leluhur sudah merupakan kebahagiaan.

Oleh karena itu, Mulak Tu Huta yang diselenggarakan 2 kali dalam setahun memiliki urgensi yang besar.

Mulak Tu Huta November 2019 diikuti 70 orang kaum Mandailing dari berbagai negara bagian.

Mereka menyatu dalam kebahagiaan hati menelusuri kampung-kampung dan tempat bersejarah di tanah leluhur.

Makan bersama di perkampungan (Hutapuli Kecamatan Siabu dan Hutapungkut Jae Kecamatan Kotanopan).

Menelusuri tempat bersejarah di Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara, Bagas Godang di Panyabungan dan Ulupungkut.

Melihat cara bertenun ulos di Sipirok; mangalame di Panyabungan hingga melihat langsung kilang kopi Mandailing di Alahan Kae, Ulupungkut.

Bahkan disambut ahli waris Kesultanan Kota Pinang serta organisai IKLAS di Labuhan Batu Selatan.

Dan juga sambutan Patuan Mandailing di Sopo Godang Hutasiantar, Kotasiantar, Panyabungan dengan tabuhan Gordang Sambilan dan kesempatan Manortor untuk rombongan.

Lebih dari itu, Mulak Tu Huta adalah juga sebagai napak tilas untuk turut merasakan bagaimana pahit getir dan susahnya leluhur masa lalu mendaki hutan belantara, menempuh lembah dan sungai hingga menyeberangi Selat Malaka ketika melakukan migrasi masa 1800-an dari tanah Mandailing menuju Semenanjung.* (Dahlan Batubara adalah jurnalis tinggal di Panyabungan)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tolak Bergabung ke Kecamatan Baru

    Tolak Bergabung ke Kecamatan Baru

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Perwakilan 6 Desa Curhat ke DPRD PADANGBOLAK- Sejumlah warga, tokoh masyarakat, dan kepala desa dari Desa Siunggam Jae, Siunggam Tonga, Siunggam Julu, Tangga-tangga Hambeng, Aek Bayur dan Aek Tolong, mendatangi DPRD Paluta, Senin (9/1). Mereka menolak jika enam desa itu bergabung dengan Kecamatan Padang Bolak Tenggara. “Kami datang ke DPRD untuk bertemu Tim Pansus Pemekaran […]

  • Diimingi Jadi PNS, Rp200 Juta Lenyap

    Diimingi Jadi PNS, Rp200 Juta Lenyap

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    SIDIMPUAN, – J Siregar (43), warga Desa Ujung Gading Baru, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) ditangkap petugas Polres Psp atas pengaduan L Hasibuan (49), warga Jalan Lintas Desa Palopat Maria, Psp Hutaimbaru, Selasa (17/9). Pelaku yang mengaku sebagai pegawai negeri sipil (PNS) ini, mengimingi korban dapat memasukan anaknya sebagai PNS di salah […]

  • Ditjen Pajak: Nomor Objek Pajak KBM Boleh Dipecah

    Ditjen Pajak: Nomor Objek Pajak KBM Boleh Dipecah

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Sidang kasus dugaan korupsi tukar guling atau ruislag Kebun Binatang Medan (KBM) dengan terdakwa mantan Sekda Kota Medan Ramli Lubis, mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (KP PBB) Medan II Tarmizi dan Direktur Utama PT Gemilang Kreasi Utama (GKU) Haryono, kembali digelar PN Medan, Senin (28/02/2011). Sidang yang digelar di Ruang Cakra […]

  • Hidupkan Jalur Ekonomi, Ruas Tambiski-Sayur Maincat Rampung Diaspal

    Hidupkan Jalur Ekonomi, Ruas Tambiski-Sayur Maincat Rampung Diaspal

    • calendar_month Kamis, 6 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ruas jalan Tambiski-Sayur Maincat, Kabupaten selesai diaspal sepanjang 2,5 kilo meter. Ruas ini menghubungkan dua kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, yakni Kecamatan Panyabungan Utara dengan Kecamatan Hutabargot. Jalur Tambiski-Sayur Maincat sejatinya jalur penting terhadap pergerakan sosial dan ekonomi, terutama desa-desa di Nagajuang menuju Panyabungan sebagai pusat perdagangan di Kabupaten […]

  • Yusuf Nasution Dilantik Jadi Sekda

    Yusuf Nasution Dilantik Jadi Sekda

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Drs. M.Yusuf Nasution, M.Si dilantik menjadi Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) oleh Plt Bupati Madina, Dahlah Hasan Nasution, Rabu (19/2/2014). Yusuf Nasution diangkat menjadi Sekda defenitif berdasar SK Mendagri nomor X.133.12/18/SJ tanggal 17 Februari 2014 serta SK Gubernur Sumateta Utara Nomor 821.23/450/2014. Dia menggantikan Marwan Bhakti Siregar yang selama ini […]

  • Kombi, kompor anti meledak

    Kombi, kompor anti meledak

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Dewasa ini kebutuhan masyarakat akan teknologi terbaharukan semakin menguat, salahsatunya adalah teknologi kompor untuk memasak skala rumah tangga, dengan menggunakan bahan bakar terbaharukan yakni bahan bakar yang terbuat dari kegiatan fermentasi, salahsatunya adalah alkohol atau disebut juga bioetanol. Bahan bakunya mulai dari limbah, tetes tebu, hingga singkong. Untuk itulah maka dibutuhkan alat pembakar atau burner […]

expand_less