Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

Pelayanan Puskesmas Terakreditasi di Madina Dipertanyakan, Alkes Rusak Tak Ada Biaya Servis

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

Ilustrasi

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kondisi pelayanan kesehatan tingkat pertama di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dipertanyakan. Meski 28 Puskesmas di kabupaten ini telah menyandang status terakreditasi, banyak alat kesehatan (alkes) dilaporkan rusak dan tidak memiliki anggaran untuk perbaikan dan kalibrasi.Kondisi pelayanan kesehatan tingkat pertama di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dipertanyakan. Meski 28 Puskesmas di kabupaten ini telah menyandang status terakreditasi, banyak alat kesehatan (alkes) dilaporkan rusak dan tidak memiliki anggaran untuk perbaikan.

Berdasarkan penelusuran Mandailing Online, keluhan ini datang dari sejumlah pegawai Puskesmas di wilayah Pantai Barat Madina yang enggan disebutkan namanya. Mereka mengaku kewalahan menjalankan pelayanan karena keterbatasan anggaran pemeliharaan.

“Banyak alat kami tidak bisa difungsikan. Ada yang rusak, ada yang sudah tidak akurat lagi. Mau servis tidak ada anggarannya. Jadi alat hanya jadi pajangan saja di Puskesmas,” ujar salah seorang petugas puskesmas, pekan lewat

Kondisi ini dinilai membahayakan pasien. Alat kesehatan seperti tensimeter, timbangan bayi, inkubator, EKG, hingga alat laboratorium yang tidak terkalibrasi tidak akan menghasilkan data pemeriksaan yang akurat, sehingga diagnosis dokter berpotensi meleset.

Padahal, jika merujuk pada regulasi, kondisi tersebut melanggar standar wajib Puskesmas.

Dalam Permenkes RI Nomor 43 Tahun 2019 tentang Puskesmas, Pasal 20 huruf (c) disebutkan Puskesmas wajib menyelenggarakan sarana dan prasarana yang memenuhi standar, termasuk pemeliharaan dan kalibrasi alat kesehatan secara berkala.

Lebih tegas lagi, Permenkes Nomor 34 Tahun 2022 tentang Akreditasi Puskesmas mewajibkan setiap Puskesmas melakukan pemeliharaan, pengujian, dan kalibrasi alkes minimal satu kali dalam setahun oleh Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) atau institusi penguji yang berwenang.

Ketiadaan anggaran pemeliharaan ini diduga berkaitan dengan minimnya dukungan APBD Madina untuk sektor kesehatan, padahal dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan, pemerintah daerah wajib mengalokasikan anggaran pemeliharaan fasilitas kesehatan.

Hingga berita ini diturunkan, 3 kali upaya konfirmasi dilakukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal, drg. Firdaus Batubara, belum berhasil dikonfirmasi terkait keluhan tersebut.( fikri )

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 700 Guru Bersertifikasi di Madina Diminta Dievaluasi

    700 Guru Bersertifikasi di Madina Diminta Dievaluasi

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sebanyak 700-an guru yang sudah bersertifikasi di Kabupaten Mandailing Natal diminta suoaya dievaluasi. Sebab dinilai guru-guru yang bersertifikasi tidak memberikan nilai tambah bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Madina. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPC PKB madina Abdul waris Rangkuty kepada Analisa, di Panyabungan, Sabtu (4/12). Dia mengatakan, sampai sejauh ini tidak diketahui tolok […]

  • Jelang Puasa Harga Daging Di Madina Rp.140.000

    Jelang Puasa Harga Daging Di Madina Rp.140.000

    • calendar_month Minggu, 5 Jun 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online)-  Menjelang 1 hari  bulan puasa Ramadhan harga daging sapi di beberapa pusat pasar tradisional  di Mandailing Natal  mengalami kenaikan. Dimana pada beberapa hari sebelumnya harga daging sapi sebesar Rp.120.000. namun pada saat ini harganya mencapai antara Rp.130.000 hingga Rp.140.000.-/ Kilo gramnya. Seperti di Pasar Kayu Laut Kecamatan Panyabungan Selatan per kilo […]

  • Tak Berkategori

    Bupati Madina Cs diperiksa KPK di Kantor Kejati Sumut

    • calendar_month Rabu, 15 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (Mandailing Online)- Tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa sejumlah orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan di Medan ke Kantor Kejati Sumut, Jalan AH Nasution, Medan, Selasa (14/5) malam. Mereka melakukan pemeriksaan di tiga ruangan yang ada di gedung itu. Sebelum ke kantor Kejati Sumut, anggota tim KPK meninggalkan rumah mewah milik Bupati […]

  • Video: Tim Penilai Kecamatan dari Provinsi Tiba di Siabu

    Video: Tim Penilai Kecamatan dari Provinsi Tiba di Siabu

    • calendar_month Senin, 10 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Tim penilai kelayakan kecamatan dari Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tiba di Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina), Senin (10/10). Tim ini dijadwalkan memberikan penilaian dan pembinaan untuk Kecamatan Siabu yang dicanangkan ikut penilaian tingkat provinsi. Peliput: Jakfar

  • Dinas PMD Terkesan Lecehkan DPRD Madina

    Dinas PMD Terkesan Lecehkan DPRD Madina

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Madina dengan Pemkab Madina gagal, Selasa (7/7/2020) karena Kadis PMD Sahnan Batubara tak datang. RDP yang dimotori Komisi 4 itu sejatinya membahas berbagai gejolak sosial di desa yang dipicu Dana Desa. Serta mengapa warga desa tak diberi akses data pertanggungjawaban Dana Desa dan Alokasi Dana […]

  • 35 Imigran Gelap Asal Srilanka Terdampar di Mandailing Natal

    35 Imigran Gelap Asal Srilanka Terdampar di Mandailing Natal

    • calendar_month Senin, 19 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA, (MO)- Akibat mengalami kerusakan kapal di tengah laut, 35 orang imigran gelap asal Srilanka tujuan Australia terdampar di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Para imigran tersebut pertama kali ditemukan oleh nelayan tradisional di Kecamatan Natal. Ketika itu kapal motor mereka tengah terombang-ambing di Laut Selat India. Para nelayan tradisional berusaha menolong dengan menarik kapal […]

expand_less